
Riana mengikuti langkah Braylee dari belakang masuk ke dalam Mension, terlihat sangat sunyi hanya ada para pelayan, karena Monica dan juga Cellin berada di rumah Markus. Melihat semua yang berada di dalam Mension Braylee serba mewah.
Apa pekerjaan pria ini, bukan kah dia seorang mafia? aduh, kapan-kapan saja dia bisa membunuh ku dan putra ku, aku tidak bisa lengah, bisa-bisa aku akan mati konyol. Pikir Riana ngawur kemana-mana tanpa sadar kaki jenjangnya mengantar-nya ke kamar Braylee di lantai dua.
Braylee membaringkan tubuh putranya di ranjang king size miliknya. Kemudian membalik badan melihat Riana yang berdiri di ambang pintu.
"Mulai hari ini, kamar ini juga menjadi kamar mu, Ronald akan aku buatkan kamar di sebelah, dalam rumah ini ada beberapa pelayan dan juga pengawal di luar, Mommy ku juga tinggal di sini bersama tunanganku" jelas Braylee memberitahukan pada Riana siapa saja penghuni Mension megah itu.
Mengerut "Apa kata mu? tunangan? kau masih waras kan? kau membawaku dan juga putraku untuk tinggal di sini, dan ternyata di rumah ini juga ada tunanganmu? dan kau memaksaku untuk menikah denganmu? bahkan mengancam ku? apa kau pikir kau kaya, kau bisa semena-mena pada kehidupan seseorang? rumah tangga konyol macam apa yang kau ingin aku jalani!" menatap Braylee dengan perasaan marah menggebu-gebu. Ia merasa jika Braylee sedang mempermainkan hidupnya.
__ADS_1
"Kenapa kau marah?" tanya Braylee mengikis jarak di antara dia dan Riana.
"Kau tanya kenapa aku marah? apa kau sadar jika kau sedang mempermainkan hidup ku!!" menatap Braylee dengan amarah.
Braylee juga menatap kedua bola mata Riana. "Hanya kau istri ku satu-satunya, kau tidak perlu khawatir tentang tunangan ku" ingin melangkah melewati Riana.
Tapi Riana menahan lengan Braylee. "Apa maksudmu? dengan kehadiran ku pasti akan menyakiti wanita lain kan?''
''Di rumah ini banyak harimau berbulu domba, waspada-lah'' Tambah Braylee membisik Riana.
__ADS_1
''Kau tau di rumah ini banyak harimau berbulu domba, kenapa kau membawa ku dan putra masuk ke dalam hidupmu!! aku tidak ada sangkut pautnya dengan hidup mu!! aku tidak akan memaafkan mu jika sesuatu terjadi pada putraku!!''
Tentu saja kau ada sangkut pautnya denganku, karena benih yang kau lahirkan itu adakah benihku. Hanya saja buat sementara waktu ini aku tidak mungkin memberitahukan pada mu demi keselamatan kalian berdua. Braylee.
Diam lama menatap wajah cantik Riana. Mengangkat tangannya membuka kaca mata bulat istrinya.
''Nyawaku sebagai jaminan keselamatan putramu, selagi aku masih hidup, tidak ada siapa pun yang aku izinkan untuk menyakiti putramu, itu janji ku padamu''
Riana terdiam mendengar ucapan Braylee.
__ADS_1
"Istirahatlah" tambah Braylee melangkah keluar kamar saat Riana hanya diam.
Melangkah ke ranjang mendudukkan dirinya di sana. ''Untuk apa pria itu menikahi ku? apa masih ada sangkut pautnya dengan dendam dalam dirinya? apa sebenarnya yang dia cari? dendam apa yang berada dalam dirinya?. Batin Riana tertanya-tanya.