
DEG! DEG! DEG!
Jantung mereka berdua sama-sama berdebar-debar. Braylee mendekatkan bibirnya ke bibir Riana.
Tiba ............
"BRAYLEE!!!" Terdengar suara Monica yang sangat nyaring dari luar kamar mandi sambil menggedor pintu kamar mandi itu.
"Ada apa? Kau ingin merobohkan kamar mandi ini?" Jawab Riana dari dalam, menarik tubuhnya dari dekapan pria di depannya.
"Apa yang kalian berdua lakukan di dalam sana!!" Tanya Monica berteriak.
"Bukan urusanmu!!" Riana malah membalas ucapan Monica semalam semasa ia bertanya pada wanita itu, dan wanita itu menjawab dengan ketus kalimat yang sama seperti ucapan Riana barusan.
"Kau!! Beranik kau!!" Monica semangkin marah.
"Kau mandi saja dulu, pakaianmu sudah basah semua!'' Riana ingin membuka pintu kamar mandi, tapi tiba-tiba pria itu menyiramnya dengan air, membuat tubuhnya basah kuyup. Riana menoleh ke belakang dan menatap nyalang pada Braylee yang tersenyum.
''Ngeselin!!!!"
"Tidak usah marah-marah, kau sudah basah Baby, kita mandi barenag saja" menaik turun alisnya.
"MENYEBALKAN!!!" Riana benar-benar marah hanya bisa menarik nafas menghadapi tingkah Braylee yang sangat menjengkelkan.
__ADS_1
,,,
"Bagaiumana? Apa kau menemukan keganjilan atau mungkin informasi tentang kebangkrutan perusahaan B.B Garoup?" Tanya Markus pada orang kepercayaannya yang ia utus untuk menyelidiki tentang perusahaan yang di pimpin oleh Braylee.
"Tidak tuan. Maaf saya tidak, saya tidak menemukan apa-apa dari penyelidikan saya tuan, sepertinya perusahaan tuan Braylee benar-benar sudah bangkrut tuan" jelas ajudannya.
Manggut-manggut. "Tidak, jangan terlalu percaya, anak itu terlalu licik, lihat, sudah berapa kali dia lolos dari rencana pembunuhan yang sudah kita susun dengan matang. Dan dia juga selalu selangkah lebih cepat dari kita, jadi jangan salah, dia itu sangat licik, kita harus lebih waspada lagi karena sepertinya dia sudah menyusun sebuah rencana,"
"Anda benar tuan, lalu apa yang tuan ingin saya lakukan saat ini?"
Markus terdiam sejenak dan berpikir. "Kau terus saja awasi dia, oya, apa dia membawa monica untuk tinggal bersamanya?"
"Iya tuan, dia juga membawa istri pertamanya dengan anak istrinya itu, juga termasuk nyonya Cellin tuan."
"Baik tuan," patuh ajudannya.
,,,
Tap Tap Tap
Langkah kaki Asisten Xan mengarah ke ruangan Braylee yang brada di Markas Dark Revenge.
Tok Tok Tok
__ADS_1
''Masuk saja,"
Asisten Xan melangkah masuk ke dalam. "Maaf tuan, saya membawa berita tentang Albert.
Braylee langsung melihat ke arah Asistennya dengan wajah serius, ''Katakan!"
"Baik tuan,"
"Saya mendapat informasi, saat Albert berhasil menyabutase mobil yang menyebabkan tuan besar kecelakaan, Albert melarikan diri ke indonesia, hanya beberapa bulan saja dia tinggal di Indonesia, Albert menikah dengan warga sana, dari hasil pernikahan mereka, mereka di karunia satu orang putri, dan setelah saya selidiki lagi, putrinya saat ini sudah berusia 23 tahun,"
"Kau yakin dengan informasi yang kau dapatkan itu?" tanya Braylee.
"Saya yakin tuan"
"Siapa nama anak dan istrinya?"
"Maaf tuan, soal itu, kami belum bisa menemukan informasinya"
"Kau cari tahu sampai dapat, dan aku juga mau kau mencari tahu di mana keberadaan Max saat ini"
''Tuan Max?" tanya Xan memastikan.
"Iya. Segera berikan aku kabar tentang mereka"
__ADS_1
"Siap tuan"