Berondong Bayaran

Berondong Bayaran
BAB 101 - Bukan Tukang Pijat Biasa


__ADS_3

Selain penyayang, Ameera juga penurut. Walau usianya terpaut jauh, sejak menjadi istri Cakra, dia begitu patuh. Sejauh ini dia tidak pernah membangkang, dan apapun perintah Cakra akan dia iyakan.


Tujuannya menjadi istri yang baik untuk Cakra tidak main-main. Sebisa mungkin dia membuat Cakra puas, baik di dapur maupun di ranjang. Setelah urusan perut sang suami terpenuhi, sesuai keinginan Ameera memijatnya malam ini.


Sudah pasti pijat yang dimaksud bukan pijat biasa, Cakra sampai memerah begitu melihat pakaian tukang pijat yang akan menjamah tubuhnya. Tubuh Ameera yang kini sedikit berisi setelah hamil sama sekali tidak mengurangi kadar keseksiannya, yang ada justru bertambah dua kali lipat.


"Sayang tunggu ... mi-minyak apa itu?"


Tergoda dengan penampilan tidak membuat Cakra lupa memastikan lebih dulu, khawatir saja Ameera kembali mengoleskan minyak jelata atau semacamnya.


"Baby oil ... kamu kenapa takut banget sih?"


Cakra ber-oh ria mendengar jawaban Ameera. Bukan tanpa alasan pria itu was-was, tapi kejadian malam kemarin cukup untuk dijadikan pengalaman. Cakra tidak ingin tubuhnya diolesi minyak urut sang mertua yang membuatnya sampai berendam sebelum tidur.


Tanpa menunggu perintah, Cakra tengkurap dan siap untuk merasakan pijatan lembut Ameera yang biasanya lebih manjur dibanding pijatan Mbok Ratri, pengasuh anak kakak iparnya yang sempat memijat Cakra sewaktu mereka datang ke Bandung.


Sepuluh menit pertama memang biasa, Ameera memijat sang suami sewajarnya. Namun, setelah dari itu caranya menyentuh sudah berbeda, dan area yang disentuh juga mulai berbeda. Cakra menggigit bibir seraya mengatur napasnya, sentuhan semacam ini sungguh dia suka.


"Balik badan."


Bagian paling Cakra suka akhirnya tiba, belum sampai hitungan ketiga Cakra sudah telentang dan menatap sang istri penuh damba. Ameera mulai mengusap dada dan perutnya, semakin lama semakin turun hingga Cakra memejamkan mata lantaran percikan gairah mulai menyala di aliran darahnya.


Gelora cinta seolah membara, tubuhnya panas dan sudah pasti hal semacam ini tidak akan bertahan lama. Napas Cakra mulai terdengar berat, dessahan pelan lolos di bibirnya kala Ameera benar-benar memanjakan miliknya.


Lebih dari sekadar yang Cakra minta, pria itu dibuat mabuk kepayang dengan skill yang Ameera punya. Benar kata Azkara, naluri wanita dewasa memang berbeda dan mereka memiliki kekuatan dalam diri yang mampu membuat pasangannya bertekuk lutut.


"Ameraaa."


Cakra membuka mata, pria itu meminta Ameera untuk berhenti sejenak. Dia tidak kuasa, jika sampai tiga menit lagi Ameera terus memanjakan miliknya, mungkin Junior akan menyerah sebelum dimulai perang yang sesungguhnya.

__ADS_1


"Kamu diam, aku aja yang di atas."


Ameera mengulas senyum, wanita itu kembali mendorong tubuh Cakra hingga sang suami pasrah begitu saja. Setelah hamil, bukan hanya naffsu makan yang bertambah, tapi juga naffsu bercinta.


Tak jarang Ameera yang meminta lebih dulu, bahkan meminta Cakra diam lantaran yakin betul jika suaminya lelah. Sebagai suami, sudah tentu Cakra tidak selalu membiarkannya terlalu banyak mengeluarkan tenaga.


Di awal permainan mungkin iya, Cakra membebaskan istrinya berada di atas, tapi ketika berganti posisi kedua dan seterusnya mana mungkin dia tega membiarkan Ameera kelelahan.


Ricko yang menikah, tapi mereka justru bernostalgia dan mengulang kembali kehangatan di malam pertama. Begitu pelan Cakra melakukannya, khawatir jika calon buah hatinya marah di dalam sana.


Dua puluh menit berlalu, baby oil di tubuh Cakra tergantikan keringat yang kini membasah dan bergabung bersama milik Ameera. Keduanya terengah-engah usai melakukan percintaan hangat yang begitu penuh cinta.


Cakra menghempaskan tubuhnya di sisi Ameera, pria itu menatap langit-langit kamar untuk beberapa saat. Ameera mendekat, menjadikan lengan Cakra sebagai bantal dan tubuhnya sebagai guling sembari menunggu rasa kantuknya.


"Capek?" Cakra menepikan anak rambut yang sedikit menutupi wajah cantik istrinya.


"Berarti aku sendiri yang capek ya?"


Ameera tertawa pelan sembari mengeratkan pelukan, matanya sudah mengantuk dan ucapan yang tadi hanya candan. Cakra menarik selimut hingga menutupi leher keduanya, tidak butuh waktu yang begitu lama mungkin dia akan terlelap juga.


"Cakra." Ketika sudah hening dan dia siap untuk berlabuh ke dunia mimpi, sang istri tiba-tiba memanggil dengan sebegitu lembutnya.


"Iya, kenapa, Sayang?"


Pria itu kembali membuka mata dan mengurungkan niatnya, dia penasaran dan ingin tahu apa yang mengganggu pikiran istrinya. "Tapi kamu jangan marah ya."


"Iya apa dulu?"


Tak segera menjawab, Ameera mengatupkan bibir dan tampak seragu itu untuk berucap. "Katakan, Ra, apa? Hm?"

__ADS_1


"Haus," ucapnya dengan wajah lesu yang kemudian membuat Cakra lega selega-leganya.


Dia sudah berpikir macam-macam, bahkan mengira Ameera sedih atau yang lainnya. Nyatanya, dia hanya haus dan Cakra berniat untuk beranjak segera. "Tapi bukan air biasa!!"


"Lalu? Jus atau apa?"


Firasat Cakra mendadak tidak enak, telebih lagi ketika melihat wajah melasnya. "Air kelapa muda ... tapi aku mau minum di dalam kelapanya itu loh, ngerti kan? Yang kayak di pantai," jelasnya panjang lebar, detik itu pula Cakra menyimpulkan bahwa belum waktunya dia tidur.


"Ah, cantiknya Cakra ngidam rupanya. Sebentar ya aku cari ... kamu tunggu di sini," pungkas Cakra sebelum kemudian bergegas memakai pakaiannya. Ameera yang melihat agak sedikit tak tega, tapi hendak bagaimana mendadak dia ingin detik itu juga.


"Sayang jangan sendiri ya, ajak Azka atau siapalah."


"Siapa saja?"


"Hm, siapa saja asal jangan sendirian."


"Kalau begitu Zavia boleh dong?" canda Cakra yang kemudian berhasil membuatnya menatap tatapan super datar dari sang istri.


"Boleh, tapi lato-latomu aku oseng buat bekal besok pagi, mau?"


.


.


- To Be Continued -


Selamat tidur semua, mimpi indah ... dan selamat menjalani hari esok.


Sekalian titip, ini mau malam senin, jika berkenan siapin votenya buat Camer (Cakra-Meera) atau Kayas (Kama-Ayas). Bebas pokoknya, terima kasih❣️

__ADS_1


__ADS_2