Berondong Bayaran

Berondong Bayaran
BAB 75 - Kandas


__ADS_3

Ungkapan Zain malam itu semakin membuat hati Cakra tertutup. Kenyataan jika ternyata kakeknya memiliki cucu selain dia seolah menambah luka. Memang Cakra tidak berharap, tapi begitu tahu ada seseorang yang justru dibesarkan layaknya manusia oleh kakeknya seketika membuat hati Cakra sakit, dia kecewa dan semakin merasa terbuang sebagai darah daging Dinara.


Terlebih lagi, jika cucu yang dimaksud Zain adalah cucu angkat. Karena menurut penuturan Evan, Dinara anak tunggal dan dia adalah cucu satu-satunya keluarga itu. Bukannya kagum pada ketulusan hati sang kakek, Cakra justru semakin bertekad untuk menghapus pria itu dari hidupnya.


Sama seperti datang pertama kali ke Jakarta, Cakra adalah seonggok daging yang tak bertuan dan dia hidup sendirian. Tidak peduli apa yang diucapkan Evan sebelumnya, saat ini tujuan Cakra hanya fokus pada diri sendiri dan berhasil sebelum mencapai usia 25.


Bukan tanpa alasan, Cakra tidak ingin dianggap lemah terus-terusan. Karena itu, sebelum usia 25 tahun, dia ingin berada di atas dan siapapun tidak akan mampu mengendalikan hidupnya, baik itu kakek dari pihak ibu maupun ayahnya.


"Cut!! Okay!! Kerja bagus ... kau memang luar biasa!!"


Pujian-pujian semacam itu bukan lagi hal asing, tiga bulan menjalani perannya sebagai aktor ternyata sangat menyenangkan dan Cakra mulai mendapat tawaran yang membuat jadwalnya bahkan lebih padat dari Ameera. Bisa dibilang, kehadiran Cakra sebagai bintang baru yang juga didukung oleh Givendra Kama Wijaya membuat nama Cakra dikenal sebegitu cepatnya.


Dia yang juga menjalin hubungan bersama Ameera semakin menjadi alasan karir Cakra melejit bahkan menggeser beberapa bintang papan atas yang sudah berjuang cukup lama. Hal itu jelas menimbulkan perasaan iri dan tak jarang Cakra mulai mendapat ancaman tak jelas dari berbagai pihak yang hanya dia anggap angin lalu.


Niat hati hanya memantaskan diri untuk Ameera, tapi Cakra justru menjadikan dunia tersebut sebagai ajang pembalasan dendam pada kedua kakeknya. Dia tengah membuktikan pada mereka, bahwa seseorang yang terbuang sekalipun tidak akan pernah sudi dipungut setelah dewasa.


Hingga detik ini memang belum ada tanda-tanda pihak keluarga menghubunginya, tapi Cakra tak akan pernah lengah dan dia menjadikan kesempatan ini untuk terbang setinggi-tingginya.


Tidak peduli peringatan Ameera, Cakra menerima semua tawaran yang sekiranya bisa dia kerjakan. Dunia Cakra dan Ameera seolah berbalik, di saat Ameera sudah mulai menyerah dan mengakhiri ambisinya, Cakra justru baru memulai.


Project terkahir Ameera ialah drama series bersama Cakra dan sudah selesai beberapa minggu lalu. Hasilnya luar biasa dan mendapat sambutan hangat dari penonton yang menantikan Ameera dan Cakra di sana.


Perjuangan Cakra tidak sia-sia, dalam waktu singkat dia sukses di dunia hiburan dan pengikut akun sosial medianya bahkan lebih banyak dari Ameera. Hal itu jelas karena ketampanan yang dia miliki dan berhasil menyita perhatian kaum hawa.

__ADS_1


Kesuksesan Cakra tak lepas dari peran Ameera dan Kama di sana. Sayang, di balik kesuksesan itu ada hati yang merasa kesepian dan terabaikan lantaran bukan lagi menjadi prioritas Cakra. Sejak dua bulan terakhir, tepatnya saat jadwal Cakra mulai padat, waktunya bersama Ameera tidak begitu banyak.


Pria itu hanya fokus dengan mimpi dan mimpi yang membuat Ameera semakin khawatir dari hari kehari. Melihat Cakra di berbagai media yang dikerumuni banyak wanita tak jarang membuat Ameera meneteskan air mata.


Contohnya saja hari ini, Ameera menutup ponselnya begitu saja lantaran Cakra tak bisa dihubungi dan justru sibuk sendiri dalam wawancara di layar kaca bersama lawan main barunya.


.


.


"Resiko, Ra, kamu yang membebaskan Cakra dan mengizinkannya terjun ke dunia entertainment."


"Tapi aku tidak tahu dia akan seberani ini dalam melangkah, kak Ricko," sahut Ameera menyeka air matanya.


"Benar, tapi bukankah itu hal baik? Pencapaian Cakra luar biasa dan niatnya untuk memantaskan diri tak main-main, Ra, bukankah seharusnya bersyukur?"


Ditemani Ricko dan Jihan, kedua orang ini kembali makan gaji buta tiap kali artis yang didampingi ini tengah dilanda gundah gulana. Sudah tentu penyebabnya adalah Cakra Darmawangsa, aktor pendatang baru yang bahkan dikenal hingga ke negara tetangga dan sebagian besar wanita dibuat demam Cakra seketika.


Demam tergila-gila maksudnya, sementara yang satu ini demam sungguhan karena menangisi Cakra hingga hidungnya kesulitan bernapas. Padahal, yang Cakra lakukan jelas hanya kerja dan memang tidak ada waktu untuk memanjakan Ameera seperti sebelumnya.


Ricko juga sudah memastikan bahwa Cakra tidak macam-macam, dan Kama juga turut melakukan hal sama. Namun, karena kekasih Cakra termasuk ratu drama yang kerap membesar-besarkan masalah, sudah tentu hasilnya akan berbeda.


"Apa yang perlu disyukuri? Fotonya yang terpajang di beberapa majalah hanya membuatku mataku sakit!! Dasar tega, bisa-bisanya dia kasih lihat perutnya ke semua orang ... aku saja belum lihat jelasnya, Kak Ricko!!"

__ADS_1


Lihat, yang dia tangisi juga hal aneh yang tidak bisa diterima logika. Jika hanya karena hal itu, seharusnya Cakra juga sudah menangis sejak awal menjalin hubungan mengingat Ameera juga merupakan seorang model yang tak jarang memperlihatkan lekuk tubuhnya.


"Baru juga perut, belum asetnya ... namanya juga jadi BA underwear, masa iya foto pakai baju ko_"


"Sudah diam!! Jangan membuat kepalaku semakin sakit!!" pekik Ameera melemparkan bantalan sofa hingga tepat mengenai wajah Papa Mikhail yang baru duduk dengan membawa teh hangat di tangannya.


"Ya, Tuhan, papa kenapa tiba-tiba duduk di situ?" Bukannya minta maaf, Ameera justru bertanya semacam itu hingga sang papa hanya mengelus dada dibuatnya.


"Biasa, Papa nunggu calon menantu melamar ... tapi sepertinya sibuk sekali ya sampai saat ini belum datang juga, bisa kamu jelaskan kenapa?"


Kepalanya masih sakit, dan kini sang papa justru kembali mempertanyakan masalah lamaran yang memang sudah melewati batas perjanjian. "Jangan bilang hubungan kalian kandas, Ameera?" lanjut sang papa yang membuat Ameera bingung hendak menjawab apa.


"Tidak, Pa, Cakra hanya sibuk dan jadwalnya memang padat akhir-akhir ini ... mungkin dalam waktu dekat, dia akan datang, Pa."


"Sibuk? Yakin hanya sibuk, Ameera?"


"Yakin, Pa, Cakra memang sibuk ... dan teleponnya saja tidak bisa dihubungi, pasti lagi kerja," jawab Ameera ragu, jujur saja dia juga dirundung dilema kenapa semakin hari Cakra semakin sibuk saja.


"Kerja atau kerja? Jangan lupa, Ra, laki-laki akan diuji ketika sedang bergelimang harta." Entah sejak kapan dia datang, tapi kini Zean turut bergabung dan melontarkan sebuah pernyataan tak mengenakan yang membuat Ameera beranjak pergi untuk mendatangi kediaman Cakra demi memastikan kebenarannya. "Cakra tidak akan begitu, aku yakin dia memang sibuk kerja, pasti!!"


.


.

__ADS_1


- To Be Continued -


__ADS_2