Bingkai Hati Anna

Bingkai Hati Anna
Gerah


__ADS_3

Hari ini merupakan awal sekolah bagi siswa siswi yang dinyatakan lulus di SMA xx, panitia OSIS dan guru SMA xx hadir disekolah menyambut peserta didik baru dan akan melaksanakan kegiatan Masa orientasi siswa (MOS) selama tiga hari ke depan.


Tahun ini peserta didik baru berjumlah 80 orang, perempuan berjumlah 37 orang, sedangkan murid laki-laki berjumlah 43 orang.


**bel berbunyi**


Panitia OSIS menyiapkan barisan peserta didik baru agar acara dapat segera dimulai.


melalui aba-aba seorang anggota OSIS dibantu rekan-rekannya barisan peserta didik baru dibentuk menjadi delapan baris dengan sepuluh orang berjejer kebelakang, barisan dibentuk acak, perempuan dan laki-laki digabung dalam satu barisan, pakaian mereka masih beragam sesuai dengan seragam sekolah lulusan mereka.


Setelah barisan peserta didik baru rapi, para guru pun bersiap mengambil tempat, mereka berbaris berhadapan dengan jarak yang tidak terlalu jauh, panitia OSIS membentuk barisan sendiri di samping barisan peserta didik baru,


Acara dimulai.


Acara pertama dipimpin oleh kepala sekolah SMA xx yang bernama Pak Darusman, pak Darusman memberikan kata sambutan serta memperkenalkan semua guru yang hadir pada saat itu.


pak Darusman juga memberikan apresiasi kepada majelis Guru, panitia OSIS dan peserta didik baru yang hadir pada kegiatan masa orientasi siswa baru.


setelah kata sambutannya pak Darusman membuka secara resmi kegiatan masa orientasi siswa (MOS) yang akan berlangsung tiga hari ke depan.


Acara selanjutnya pengarahan dari guru pembina OSIS yang disampaikan oleh "pak Arip Prayoga"


dalam memberikan pengarahan, pak Arip menyampaikan, menyerahkan sepenuhnya kegiatan tersebut kepada panitia OSIS, sedangkan pak Arip sendiri akan melakukan pengawasan secara langsung terhadap kegiatan itu.


Setelah Pak Arip menyerahkan kegiatan MOS kepada panitia OSIS dan majelis guru juga sudah membubarkan diri, lapangan sepenuhnya dikuasai oleh panitia OSIS.


Tentu saja hal ini menjadi kegiatan yang menegangkan bagi murid-murid baru, mereka yang dulunya pernah menjadi orang yang dihormati dan ditakuti ditingkat sekolah SMP, hari ini mereka menjadi murid-murid baru yang tidak memiliki kekuatan, menjadi adik kelas yang harus Manutd pada perintah kakak tingkat, lebih tepatnya Panitia OSIS selama kegiatan Masa orientasi siswa berlangsung.


Anna yang mendapat barisan kedelapan dan berbaris diurutan kesepuluh mendengar jelas apa yang disampaikan kepala sekolah dan pembina OSIS, Anna merasa takut untuk kegiatan tiga hari ke depan, Anna takut di hukum dan dibentak, apalagi selama sekolah di SMP Anna tergolong anak yang baik yang tidak pernah mendapat hukuman.


Dua orang pemuda tampan berjalan ke depan barisan siswa baru, masing-masing memegang kertas, salah satu dari mereka memimpin acara.


"Hello Adik-adik, apa kabar?"


"Baik" ucap murid-murid baru kompak


"Pagi ini kegiatan kita adalah memperkenalkan lingkungan sekolah, disini adik-adik akan dipandu oleh panitia OSIS yang sudah kami bagi, masing-masing regu akan dipimpin oleh dua orang panitia OSIS,. Adik-adik tenang saja kami panitia OSIS tidak akan melakukan tindakan yang membahayakan dan membuat adik-adik terluka,kami melarang keras tindakan yang berbaur kekerasan fisik, kami hanya akan memberikan hukuman berupa latihan fisik agar adik-adik menjadi orang yang kuat, apa semuanya bisa memahami?" ucapnya tegas.


"Bisa Kak" jawab murid baru kompak.


Mendengar ucapan Panitia OSIS wajah murid-murid baru yang tadinya terlihat tegang tampak mulai berseri, hati mereka tersenyum, membuat aura wajah mereka lebih cantik dan gagah.


"Apa ada pertanyaan?" tanya pemimpin acara.


"Kak kenalan dulu dong" ucap salah seorang Siswi baru di barisan depan.


"Baiklah, mohon seluruh panitia berbaris didepan" instruksi pemimpin acara dengan tegas.


Panitia OSIS yang tadinya berbaris rapi di samping peserta didik baru maju ke depan dan berbaris memanjang menghadap para murid baru tepat dibelakang pemimpin acara.


"Baiklah ketua OSIS kita akan memperkenalkan seluruh panitia yang terlibat dalam kegiatan Masa Orientasi siswa baru untuk tiga hari ke depan kepada adik-adik semua" ucap pemimpin acara sambil memberikan mikrofon kepada orang yang berada disebelah kirinya.


Semua mata tertuju padanya, siswa laki-laki yang lebih tinggi dari pembawa acara, kulit putih bersih, wajah tampan dengan badan tinggi berisi, membuat kaum hawa yang melihatnya terpana.


Anna yang berada di barisan belakang tentu saja tidak bisa melihat dengan jelas wajah yang sedang memegang mikrofon itu karena pandangannya tertutup oleh tubuh siswa gendut dan tinggi didepannya, ditambah pagi ini cuaca sangat cerah, Anna yang biasanya hidup di desa dengan cuaca yang sedikit dingin tentu saja merasa gerah, apalagi matahari terasa membakar punggungnya, Anna hanya sibuk mengipas punggungnya dengan mengibas-ngibaskan jilbab belakangnya menggunakan sebelah tangannya.


"Halo semuanya" ucapnya dengan suara yang lantang, menambah kesan dewasa dalam dirinya.


"Halo juga kak" jawab murid baru semangat.


"Perkenalkan,


saya adalah ketua OSIS SMA xx,


nama saya Adnan Febriansyah,


saya Siwa kelas XII Bahasa dan yang berdiri disebelah kanan saya adalah wakil ketua OSIS namanya Iqbal Maulana,


kami berasal dari Kelas dan jurusan yang sama, kami berdua juga akan sama-sama pensiun dari jabatan OSIS dalam tiga bulan ke depan." ucapnya tegas dan humoris.


Rekan-rekan panitia OSIS yang berbaris dibelakang ketua OSIS tertawa mendengar apa yang disampaikan sang ketua OSIS itu.

__ADS_1


Selanjutnya Adnan memperkenalkan orang-orang jajarannya yang menjabat di organisasi OSIS yang ia pimpin berjumlah 19 orang, mereka berasal dari kelas dan jurusan berbeda-beda. setelah memperkenalkan semua rekannya Adnan membagi kelompok untuk rekan-rekannya agar dapat membimbing murid-murid baru dalam kegiatan perkenalan lingkungan.


Masing-masing kelompok murid baru mendapat dua orang pemimpin, sedangkan Adnan dan dua orang rekannya tidak ikut memimpin kelompok murid baru, mereka adalah Melinda dan Iqbal Maulana menjabat sebagai bendahara OSIS dan wakil ketua OSIS, setelah membagi kelompok dan menyebutkan agenda pagi ini mereka bertiga undur diri, mereka masuk ke ruang OSIS untuk membuat agenda kegiatan selanjutnya untuk dilaporkan kepada pembina OSIS agar disetujui.


Sekarang masing-masing kelompok sudah dipimpin dan diambil alih oleh Panitia OSIS yang sudah ditunjuk Ketua OSIS.


Kelompok Anna diberi nama Panda, karena di kelompok Anna banyak yang bertubuh besar, hanya Anna dan dua orang lainnya yang bertubuh kurus, kelompok Anna terdiri dari 4 orang perempuan dan 6 laki-laki, sedangkan pemimpin mereka bernama Suyanto dan Tian, mereka menjabat sebagai seksi Paskibraka dan seksi Usahakan kesehatan sekolah (UKS) di struktur organisasi siswa sekolah.


Sebelum melakukan kegiatan perkenalan lingkungan, kelompok Anna melakukan acara kenalan singkat karena satu tim agar mereka lebih bisa akrab untuk tiga hari ke depan.


Mereka melakukan kegiatan pagi ini dengan berkeliling melewati semua bangunan yang ada di SMA xx, kak Suyanto dan kak Tian secara bergantian memberikan keterangan fungsi masing-masing ruangan yang ada pada setiap bangunan yeng mereka lalui, setelah berkeliling seluruh bangunan saatnya Bagi mereka melihat lapangan olahraga yang berada di sebelah kiri dibelakang bangunan Ruang kelas XI, mereka melewati taman bunga yang rimbun berjejer membentuk pagar di kiri kanan jalan menuju lapangan bola basket, bola voly dan lapangan futsal ketiga lapangan itu berjejer , setelah melihat dari dekat lapangan olahraga itu, mereka beristirahat di atas rumput, mereka duduk selonjor sambil melepaskan penat kakinya, Anna satu-satunya siswi berjilbab di rombongan itu merasa sangat kegerahan.


"Kak, Anna boleh izin ke toilet sebentar." ucap Anna.


"Oh, boleh, silahkan." jawab Tian.


Anna segera berlari menuju kamar mandi siswi perempuan yang berada diujung kelas XI yang bersebelahan dengan lapangan olahraga.


Sampai dikamar mandi Anna melepas jilbabnya memperbaiki ikatan rambut yang sudah kendor karena Anna sering memegang kepala memperbaiki posisi jilbabnya.


merasa sudah dingin Anna membasuh wajahnya, tengkuk, pundak dan ketiaknya, kini Anna merasa jauh lebih segar, setelah merasa segar Anna kembali ketempat rombongannya berada.


Tidak jauh dari posisi rombongannya yang masih duduk, Anna kaget mendengar teman-temannya berkata dan menunjuknya.


"Anna aja kak,"


"Ada apa?" tanya Anna sambil berjalan mendekati rombongannya.


"Anna, kita semua merasa haus, Anna mau pergi ke kantin memesan Jus?" tanya Tian.


"Oh, boleh." jawab Anna.


"Ini uangnya, kamu tinggal pesan saja, suruh penjualnya mengantar kelapangan ini." ucap Suyanto berwibawa.


"Kalau Anna mau pesan juga, tambahkan uangnya ya," ucap Tian lembut.


"Ya kak," jawab Anna sambil berjalan meninggalkan rombongannya.


Setelah memesan minuman Anna kembali ke rombongannya, Saat Anna melewati kebun bunga tiba-tiba sudut mata Anna disengat binatang yang tidak terlihat oleh Anna dengan jelas, Anna yang mendapat gigitan tentu saja teriak sambil memegang bagian yang disengat, Tian yang mendengar Anna berteriak Langsung berlari kearahnya.


"Ada yang gigit sudut mata Anna kak," ucap Anna menangis menahan sakit dan menutup sebelah matanya dengan tangan.


Tian langsung tanggap mengangkat tubuh Anna menggendongnya dengan kedua tangannya menahan tubuh Anna dan berlari membawa Anna menuju ruang UKS, Adnan sang ketua OSIS melihat Tian membawa siswi keruang UKS merasa penasaran dengan apa yang terjadi menyusul dan ikut masuk keruang UKS.


"Kenapa dia Tian?" tanya Adnan merasa bertanggung jawab


"Sepertinya disengat lebah." ucap Tian sambil membaringkan Anna di kasur UKS.


Adnan dengan sigap mencari senter melihat dengan jelas jika ada sengatan lebah yang tertancap disudut mata Anna, setelah memastikan tidak ada sengatan yang tertancap disudut mata Anna, Adnan mengambil salep oles yang bisa meredakan rasa sakit dan mengurangi bengkak gigitan, Adnan dengan tulus mengoles salep itu, terlihat titik merah disudut mata kiri Anna, Anna yang masih menutup kedua matanya dapat merasakan sentuhan lembut jari Adnan.


Setelah mengoleskan obat, Anna belum membuka matanya, obat yang di oles Adnan terasa panas membuat air mata Anna mengalir walaupun kedua matanya tertutup, Adnan dapat melihat air bening yang keluar dari sudut mata Anna.


"Apa terasa panas?" tanya Adnan.


"Iya, apa ini reaksi obatnya?" tanya Anna.


"Iya, ini bagus, tidak akan membuat bengkak pada bekas gigitan, tapi harus sering di oles." ucap Adnan sambil menatap wajah cantik Anna.


"Baiklah, kak, bisa minta minum?" ucap Anna masih dengan mata tertutup.


Adnan tersenyum mendengar permintaan Anna, belum pernah Adnan dimintai tolong seperti itu, Adnan senang mendengarnya.


Adnan mengambil air minum dan sedotan yang sudah tersedia di ruang UKS, Adnan menempelkan sedotan itu dibibir Anna,


kali ini jari lembut Adnan menyentuh bibir Anna, walau hanya sebentar tetap saja bisa mengantarkan getaran di hati mereka.


"Minum lah," ucap Adnan lembut.


Tian yang dari tadi berdiri di samping Adnan melongo menyaksikan aksi romantis sang ketua OSIS dengan anak baru yang ia tolong.


**katanya belum pernah pacaran, tidak punya pacar, tapi kenapa bisa berbuat begitu, apa mungkin Adnan bisa melakukan ini karena mata Anna tertutup*** batin Tian.

__ADS_1


"Em, Maaf ketua, saya izin kembali ke rombongan dulu," ucap Tian merasa tidak enak menganggu.


"Oh, baik, terimakasih sudah membawa adik ini ke UKS." ucap Adnan sambil menoleh memandang wajah Tian.


"Anna, kak Tian kembali ke rombongan dulu ya," pamit Tian pada Anna.


"Ya kak, terimakasih telah menolong Anna," ucap Anna lembut


Saat ini hanya ada Adnan dan Anna di ruangan UKS.


"Kamu masih dengar kakak?" tanya Adnan.


"Iya kak," ucap Anna lembut.


"Siapa namamu?" tanya Adnan.


"Anna, kak"


"Oke, apa Anna merasa pusing?"


"Tidak, tapi bekas gigitannya masih terasa berdenyut," jawab Anna masih memejamkan kedua matanya.


"Tidurlah, semoga nanti kamu lebih baik," ucap Adan lembut.


S1etelah memastikan Anna tertidur Adnan kembali keruang OSIS yang berada disebelah ruang UKS.


"Dari mana bro" tanya Iqbal.


"Dari UKS, ada adik baru yang disengat lebah" jawab Adnan.


Iqbal yang penasaran siapa yang membuat Adnan bisa memasuki ruang UKS itu segera berdiri dan keluar dari ruangan OSIS.


"Mau kemana? tanya Adnan.


"Lihat adik yang sakit la," jawab Iqbal.


Tidak berapa lama Iqbal kembali ke ruang OSIS dengan napas ngos-ngosan.


"Oh my God, dia cantik banget,


natural banget, Dia gak pakai riasan wajah bro, bibirnya juga merah alami," ucap Iqbal dengan ekspresi kagum yang luar biasa.


Adnan tersenyum mendengar ucapan Iqbal, dalam hati Adnan membenarkan apa yang di ucapkan Iqbal. tentu saja Iqbal dapat melihat ekspresi wajah Adnan yang tampak lebih berkharisma.


"Kayaknya ada yang bakal bebas dari jomblo ni," seloroh Iqbal.


"Jangan terlalu cepat menyimpulkan," ucap Adnan santai.


"Bro, normal kan?" tanya Iqbal.


"Setan Lo,. maksudnya apa tanya gitu?"ucap Adnan kesal.


"Habisnya, kamu gak pernah nembak cewek, kita bentar lagi tamat bro, jangan sia-siakan waktu, paling tidak kamu ada kenangan di sekolah ini, aku udah punya mantan empat, kamu, pacar satu aja gak punya." goda Iqbal.


"Apa hebatnya dengan banyak mantan, pacaran cuma ngabisin uang bulanan, gak ada duit nekat minjam, endingnya putus karena modal habis," balas Adnan, menertawakan Iqbal karena selalu diperalat pacarnya.


"Sok jaim bangat Lo, biasanya juga banyak yang pingsan, sakit masuk UKS tapi gak pernah kamu datangin, angin apa yang bawa Lo masuk UKS kalau bukan karena adik cantik itu," jawab Iqbal meyakinkan hati Adnan.


"Jabatan ku sebagai ketua OSIS sebentar lagi, wajarlah kalau aku meninggalkan kesan yang baik" jawab Adnan membohongi hatinya.


"Tapi kalau gue pikir-pikir mana mungkin cewek cantik kek gitu gak punya pacar, pasti sulit la buat dia nolak cowok yang mau jadiin dia pacar" ucap Iqbal memancing emosi Adnan.


"Terserah Lo mau ngomong apa," ucap Adnan sambil berjalan keluar ruangan OSIS meninggalkan Iqbal.


Adnan masuk kembali ke ruang UKS, Adnan mendekati tempat tidur Anna, sambil menatap Anna yang masih tidur, Adnan memikirkan ucapan Iqbal.


**apa kamu sudah punya kekasih Anna, apakah kamu sama dengan mereka yang memerlukan status pacaran?** batin Adnan


Adnan larut dalam pikiran nya sendiri, sebenarnya Anna lah wanita pertama yang ia jumpai yang membuat hatinya bergetar, ada rasa nyaman saat menatap wajah Anna.


***semoga kita berjodoh Anna, batin Adnan,***

__ADS_1


Sadar hanya dia dan Anna di ruangan itu Adnan segera keluar UKS.


...----------------...


__ADS_2