Bingkai Hati Anna

Bingkai Hati Anna
Malunya Anna


__ADS_3

Setelah sholat maghrib anak-anak asrama kembali mendapat bimbingan membaca alqur'an, Anna masih meneruskan membaca Iqro tiga, tanpa rasa malu dan disimak oleh Bunda Yani, sambil memperhatikan bacaan Anna Bunda Yani dapat melihat wajah Anna dari jarak yang dekat.


**benar-benar cantik** batin Bunda Yani.


Setelah selesai sholat isya berjamaah Bunda Yani mengajak Anna bicara di kursi santai depan asrama putih.


"Anna besok jadi kerumah Adnan?" tanya Bunda.


"Tidak jadi, Bunda"


"Kenapa?" tanya Bunda.


"Kami takut kalau dinikahkan" jawab Anna.


Bunda Yani tertawa mendengar ucapan Anna.


"Memangnya kenapa kalau dinikahkan, Anna tidak suka sama Adnan?" tanya Bunda.


"Anna mau fokus belajar bunda, Anna juga sudah janji tidak pacaran selama sekolah sama Ibu." ucap Anna jujur.


"Bunda harap kalian berjodoh, Adnan anak yang baik, Bunda yakin dia akan menjaga dan menyayangi Anna, apalagi Adnan sendiri yang memilih Anna," ucap Bunda menatap Anna lembut.


"Bunda, boleh Anna tahu hubungan Bunda dan kak Adnan? tanya Anna mengalihkan pembicaraan.


"Ummi Adnan adalah adik ipar kami, jadi Adnan juga anak kami." ucap Bunda menjelaskan.


Anna mengangguk paham.


"Kalau dengan abang satpam ada hubungan apa Bunda?" tanya Anna.


"Dulu pak Yayat bekerja sebagai juru masak di rumah Adnan, istri pak yayat bekerja sebagai pengasuh Adnan, Doni dan Didi lebih tua dari Adnan, jadi hubungan mereka sudah seperti kakak adik." jelas Bunda.


" O, pantas saja tadi kak Adnan memeluk bang Doni," jawab Anna.


Bunda yani tertawa mendengar apa yang disampaikan Anna.


"Anna jangan sungkan sama Bunda dan Umi ya, jalani saja hubungan yang Anna inginkan bersama Adnan, kami tidak akan memaksa, tapi kami tetap berharap Anna memang berjodoh dengan Adnan",. ucap bunda meng akhiri pembicaraannya dengan Anna.


***


Adnan yang sedang duduk di kursi kerja menemani Abi Zakaria memeriksa laporan keuangan kebun kelapa sawit milik mereka di daerah Kampar salah satu kabupaten di Provinsi Riau tampak tidak bisa fokus, matanya menatap laporan tapi pikirannya masih terbayang bagai mana kebersamaannya dengan Anna yang membuatnya rindu untuk bertemu Anna saat ini.


"Adnan" panggil Abi zakaria.


Adnan yang duduk berhadapan dengan Abi Zakaria hanya dibatasi meja kerja tidak menjawab panggilan Abi.


Tiga kali Abi memanggil Adnan, tapi Adnan tetap tidak menjawab, Abi mengambil tutup pena dan melempar Adnan, lemparan itu mengenai kening Adnan.


Ummi Salma yang sedang membawa minuman untuk Anak dan Suaminya kaget melihat Abi Zakaria yang melempar anaknya dengan tutup pena.


"Abi, kenapa anaknya dilempar?" tanya Ummi kesal.


"Abi sudah tiga kali memanggilnya, tapi dia tidak menjawab." ucap Abi kesal.


"Apa pendengaran mu bermasalah Adnan?" tanya Ummi.


"Maaf Abi, tadi Adnan memikirkan kegiatan MOS besok pagi, Adnan kan ketua OSIS jadi harus memikirkan kegiatan besok pagi" ucap Adnan berbohong.


"Kamu kira Abi tidak pernah sekolah dan berorganisasi, kegiatan MOS itukan disusun oleh seluruh panitia OSIS, kenapa kamu yang sebagai ketua yang repot." ucap Abi kesal karena Adnan tidak jujur.


"Adnan, kamu tidak pintar berbohong, sekarang ceritakan pada Ummi dan Abi apa yang kamu pikirkan, hingga bisa melamun." tanya Ummi meyakinkan Adnan untuk bercerita.


"Kalau Adnan cerita, Abi sama Ummi jangan marah, trus jangan buat keputusan, janji?" ucap Adnan menuntut.


"Iya janji." ucap Abi dan Ummi Adnan bersamaan.


Adnan mulai menceritakan awal pertemuannya dengan Anna dan bagaimana dia membuat kesepakatan dengan Anna, hingga akhirnya Adnan menyatakan keinginannya untuk menjadikan Anna istrinya tapi tidak mendapat jawaban dari Anna, Anna hanya ingin menjadi adik Adnan selama ia sekolah.


Abi dan Ummi Adnan tersenyum.


"Abi suka dengan jawaban Anna, tandanya dia wanita yang punya prinsip, biarkan saja dia menjalani keinginannya, kalian kan sudah buat perjanjian, nantik setelah Anna selesai belajar kita lamar dia," ucap Abi menyetujui keputusan Anna.


"Adnan sudah kelas tiga Abi, jika Adnan Lulus bagaimana Adnan bisa mengawasi Anna,"


"Kesetiaan tidak bisa dinilai dari jauh dekat nya seseorang dari kita Adnan, semuanya tergantung hati dan perlakuan mu, jika hatinya sudah kamu miliki dan kamu memperlakukannya dengan baik, Pasti dia akan setia," ucap Ummi Salma.

__ADS_1


"Jangan bilang kalau kamu tidak bisa mendapatkan hatinya." ucap Abi menyudutkan Adnan.


"Ini masih sehari Adnan, masih ada 300 hari lagi untuk mu membuat kenangan bersamanya, masa kamu segagah ini tidak bisa mendapatkan hatinya," ucap Ummi menyemangati Adnan.


Setelah mendapatkan masukan dari kedua orang tuanya, Adnan memiliki semangat untuk mengukir kenangan bersama Anna, yang tidak akan bisa Anna lupakan dan siap untuk menerima Adnan sebagai suaminya.


"Ummi boleh Adnan memberikan hadiah untuk Anna?" tanya Adnan.


"Boleh, asal kamu tidak menuntut dia untuk membalasnya dan kamu minta lagi saat kalian tidak bersama." ucap Ummi mengingatkan agar Adnan tidak terlalu berlebihan dalam memanjakan Anna.


"Satu pesan Abi, jangan menyentuh Anna, kamu belum halal baginya, kendalikan nafsu mu, jangan buta dalam mencintai Anna, ingat ada malaikat yang selalu mencatat perbuatan mu." pesan Abi Tegas.


deg


Hati Adnan tersentak, itulah candu yang ingin dirasakan Adnan kembali, merasakan hangatnya memeluk Anna, bahkan Adnan ingin merasakan ciuman pertamanya bersama Anna, Adnan merasa sangat sulit mengendalikan diri jika berada dekat dengan Anna.


"Kenapa kamu melamun lagi Adnan?" tanya Ummi.


"Sepertinya sudah terjadi sesuatu dengan kalian hari ini." ucap Abi menyelidiki.


"Hari ini, Adnan sudah memeluk Anna dua kali Abi," jawab Adnan jujur menundukkan kepalanya.


Abi dan Ummi Adnan kaget mendengar anaknya berkata jujur.


"Apa lagi yang kamu lakukan!" ucap Abi memancing Adnan tetap jujur.


"Adnan juga sengaja menyentuh bibir Anna saat adnan memberikan Anna minum, kemudian Adnan juga sudah lihat punggung Anna, itu terjadi karena Adnan frustasi kerena Anna tidak juga sadarkan diri, saat itu hanya ada Adnan dan dia di UKS, jadi Adnan membuka resleting baju belakangnya, Adnan menumpahkan banyak minyak angin dan mengusap punggung Anna." jawab Adnan jujur dan tidak ada lagi yang ditutupinya.


Abi dan Ummi Adnan geleng-geleng kepala mendengar Adnan menceritakan perbuatannya hari ini.


"Sudahlah itu sudah terjadi, kedepannya tolong jaga sikap mu." ucap Ummi Salma.


"Pergilah kekamar Adnan dan lakukan sholat taubat." ucap Abi Zakaria.


Adnan mengangguk dan meninggalkan ruang kerja Abi nya.


Sepeninggal Adnan, Abi Zakaria dan Ummi salma tertawa lepas, mereka mengingat wajah Adnan yang ketakutan saat mengakui perbuatannya.


"Aduh Abi, Ummi tidak menyangka anak kita begitu polos." ucap Ummi salma yang masih tertawa.


"Abi juga tidak menyangka, Adnan bisa lepas kendali saat bersama Anna, padahal selama ini dia selalu bisa menolak godaan wanita yang mengejarnya," ucap Abi ikut tertawa.


Mereka memutuskan tidak menjalin hubungan lagi dengan yang namanya lawan jenis, akhirnya mereka harus pasrah menerima perjodohan dari kedua orang tuanya saat mereka sama-sama berusia 39 tahun, saat ini umur mereka sudah 57 tahun.


Selama ini Adnan selalu menceritakan kepada mereka jika ada yang menyukainya, tapi Adnan mantap menolak mereka, tapi hari ini Adnan seolah tersihir oleh kecantikan Anna, bahkan Adnan sudah merasakan hangatnya tubuh wanita itu dan menjadi candu baginya untuk terus merasakannya.


"Kita harus sering mengingatkan Adnan, jangan sampai dia berlumur dosa, apalagi Anna juga masih belia, mungkin Anna belum berpengalaman juga, jangan sampai Adnan menyesatkan Anna," ucap Abi Zakaria kepada istrinya.


"iya Bi, oh iya, kita kan ada pengasuh yang juga mengajar di SMA xx, kita gaji saja dia untuk mengawasi Adnan dan Anna, apalagi Anna tinggal di asrama, tidak mungkin mereka bertemu diluar sekolah," ucap Ummi mengingat Endang dan Lina.


"Ide bagus itu Mi, sekarang Umi telpon saja Kak Inah atau kak Yani, minta mereka yang membicarakan ini pada Endang dan Lina." ucap Abi memberi ide.


Umi Salma langsung bertindak, menelpon kakak iparnya yang ada di asrama untuk mengajak mereka bekerja sama mengawasi Anna dan Adnan selama berada disekolah.


****


Pagi Ini setelah sholat subuh dan mengaji Anna kembali menelpon Ibu nya, menanyakan kabarnya dan menceritakan keadaannya yang baik-baik saja.


Pagi ini Anna tidak datang ke kantin Anna malas bertemu dengan Anto, Anna memilih belanja di koperasi membeli roti dan cemilan untuk mengganjal perutnya jika lapar sebelum jadwal makan siang nanti.


Pagi ini Adnan sudah berjanji akan menahan diri tidak menyentuh Anna lagi.


tapi Adnan tidak akan menjauh dari Anna, justru Adnan sudah menyiapkan trik kecil agar Anna bisa mengingat kebersamaan mereka selama disekolah bersama Adnan.


Setelah bel masuk sekolah berbunyi, murid baru berbaris menurut kelompoknya kemaren, didampingi kakak OSIS yang sudah ditunjuk sebagai pemimpin mereka kemaren.


Adnan selaku ketua OSIS membacakan agenda kegiatan yang akan mereka lalui pagi ini, dimana masing-masing kelompok harus mengumpulkan permen sebanyak mungkin, yang sudah di sembunyikan oleh Wakil ketua OSIS, Bendahara OSIS dan Adnan sendiri. permen dapat mereka temukan di lapangan sekolah bukan didalam ruangan.


Selanjutnya kelompok murid baru juga harus mengutus perwakilannya mencari Panitia OSIS yang namanya sudah ditulis di kertas dan menghadirkan orang tersebut di lapangan, waktu diberikan selama dua jam.


Kelompok yang paling sedikit mendapat permen akan dihukum dan kelompok yang tidak bisa menghadirkan orang yang namanya tertulis di kertas juga akan dihukum.


Setelah memberikan instruksi untuk anak-anak baru, Adnan mengumpulkan semua panitia OSIS yang menjadi pemimpin kelompok agar mereka mencari tempat, berpencar, karena mereka semua akan dicari oleh anak-anak baru.


semua pemimpin kelompok mereka telah mencari tempat.

__ADS_1


Adnan, Iqbal dan Melinda yang berada ditengah lapangan didepan barisan murid-murid baru memanggil perwakilan masing-masing kelompok untuk mengambil kertas yang sudah bertulis nama yang harus mereka cari.


Setelah masing-masing kelompok mendapatkan nama orang yang harus mereka cari, Adnan,Iqbal dan melinda mengundurkan diri.


Kelompok Anna membentuk lingkaran, mereka membagi tugas enam orang mencari permen di lapangan dan empat orang lagi mencari orang yang tertulis namanya di kertas, nama yang mereka cari adalah,


***temukan kami, kami menjabat sebagai seksi pramuka nama kami, kak Haikal dan kak Azmi, jangan salah orang ya 😊,***


Begitulah yang tertulis di kertas.


Mereka mengutus siswi perempuan yang mencari Kak Haikal dan Kak Azmi agar lebih mudah merayu, Anna mengangkat tangan.


"Siapa yang mengingat wajah mereka? sewaktu perkenalan saya tidak dapat melihat mereka karena berbaris dibelakang." ucap Anna


Hening sesaat.


Salah satu dari mereka mengangkat tangan.


"Saya cuma ingat kak Azmi kalau Kak Haikal tidak tahu, adakah yang ingat?" ucap Sarah bertanya pada yang lain.


Tidak ada yang memberi jawaban, akhirnya mereka memutuskan Sarah fokus mencari kak Azmi sedangkan yang lain mengumpulkan permen, jika permen sudah terkumpul banyak baru mereka menolong sarah mencari Kak Azmi dan kak Haikal.


Waktu sudah berlalu satu jam, ternyata mereka kewalahan juga mencari permen yang disembunyikan, Sarah yang mencari Kak Azmi terpaksa melihat ruangan satu persatu lantai bawah dan lantai atas belum juga menemukannya.


Waktu tersisa tiga puluh menit lagi, Sarah sudah menemukan kak Azmi dan membawanya duduk di lapangan, permen yang mereka cari juga dikumpul diposisi Sarah duduk.


Anna mendapat ide, Anna berjalan ke ruangan OSIS di ruangan itu tidak ada orang, Anna melihat struktur organisasi OSIS.


Anna terkejut ternyata Adnan adalah sang ketua OSIS.


***pantas saja kak Adnan terlihat berwibawa dan keren*** batin Anna.


Anna melihat nama Haikal tapi sayang tidak ada fotonya, tidak seperti nama yang lain yang sudah diberi foto.


Adnan yang baru saja dari ruang guru menemui pak Arip, kembali ke ruangan OSIS menemukan Anna yang sedang menatap papan struktur.


Adnan berdiri dibelakang Anna dengan jarak sepuluh senti dan memajukan wajahnya tepat di bahu kiri Anna.


"Cari siapa sayang?"ucap Adnan mengagetkan Anna.


Anna yang fokus melihat papan struktur terkejut mendengar ada yang memanggilnya sayang dan sangat dekat ditelinga nya, Anna bergeser ke kanan dan menoleh kesamping.


"Kakak," ucap Anna dengan wajah merona.


Adnan tersenyum melihat Anna dengan wajah merona nya, Adnan yakin selama ini Anna tidak pernah mendapat panggilan itu.


"Cari kakak?" tanya Adnan mencairkan suasana.


Anna berusaha menetralkan detak jantungnya, baru bicara.


"Maaf ya kak, kemaren Anna tidak tahu kalau kakak ketua OSIS," jawab Anna mengalihkan perhatian Adnan.


"Bolehkan kakak sesekali panggil sayang?" tanya Adnan memancing hati Anna.


Bukannya menjawab maaf Anna, Adnan malah menanyakan hal yang menurutnya akan selalu di ingat Anna.


Jujur Anna sangat berbunga-bunga saat ini, tapi Anna tidak mau Adnan mengganggunya saat disekolah, tapi mulut Anna tidak bisa berbohong untuk mengungkapkan perasaannya saat ini.


"Boleh" ucap Anna spontan


Kemudian Anna menutup kedua mulutnya menandakan ia keceplosan.


Adnan tertawa melihat reaksi Anna, ternyata Anna sangat pintar menyembunyikan perasaannya.


bel berbunyi.


Menandakan murid-murid baru harus segera berkumpul dan memperlihatkan kemampuan mereka.


"Kak hukumannya jangan yang berat-berat ya" ucap Anna yakin kelompoknya mendapat hukuman.


"Panggil *kakak sayang* dulu, nantik kakak pertimbangkan hukumannya," ucap Adnan menggoda Anna.


Dengan malu-malu Anna mengucapkan kata itu kemudian berlari keluar ruang OSIS.


Adnan yang mendengar Anna memanggilnya *kakak sayang*, langsung meleleh, ingin sekali Adnan memeluk Anna.

__ADS_1


ternyata sifat usilnya menyiksa dirinya sendiri.


...----------------...


__ADS_2