Bingkai Hati Anna

Bingkai Hati Anna
Ujian Sekolah


__ADS_3

Genap lima bulan Anna sekolah di pondok, sekarang Anna disibukkan dengan ujian pelajaran pondok dan ujian pelajaran umum. untuk pelajaran umum Anna masih bisa mengikuti pelajaran tanpa harus mengikuti bimbingan belajar. tidak seperti pelajaran pondok, Anna masih mengikuti bimbingan khusus sampai saat ini. bahkan ustad Faiz ikut turun tangan membimbing Anna. karena Ilmu Ummi Zahra tidak sepenuhnya menguasai pelajaran di pondok.


Ustad Faiz dan Anna semakin dekat semenjak Ustad Faiz bersedia menjadi guru bimbingan belajar Anna. Ustad Faiz dan Nailah suka membuat Anna marah dan merajuk. Ummi Zahra akan selalu membela Anna dan menasehati kedua anaknya. Ustad Faiz menganggap Anna sebagai adiknya bukan lagi untuk menjadikan Anna pasangan hidupnya.


Dua bulan yang lalu Ustad Faiz bertemu langsung dengan Abi Zakaria, dalam pertemuannya itu Abi memberikan jawaban yang selama ini dicari Ustad Faiz.


"Anna adalah calon menantu kami, Anna sengaja memilih sekolah di pondok karena ingin menyelamatkan pendidikannya dan kami juga tidak ingin anak kami dan calon istrinya bergelimang dosa jika mereka terus bertemu setiap hari disekolah yang sama. apalagi mereka belum bisa dinikahkan menurut undang-undang."


Itulah jawaban yang langsung didengar ustad Faiz dari Abi Zakaria, mereka sama-sama berkorban untuk satu tujuan yang baik. karena itu Abi dan Ummi selalu mengunjungi Anna dan memberikan Anna perhatian seperti anak kandung mereka. mereka juga sudah meminta izin kepada keluarga Anna untuk mengurus pendidikan Anna sepenuhnya. keluarga Anna dikampung hanya berkunjung beberapa kali karena Anna selalu menelpon mereka setiap hari kamis dan mereka sudah mempercayakan pendidikan Anna sepenuhnya kepada orang tua angkat Anna.


Dari jawaban yang disampaikan Abi Zakaria Ustad Faiz mulai mengerti mengapa Anna selama ini tidak pernah merespon dirinya lebih dari sekedar guru. walaupun Ustad Faiz sudah memberikan perhatian dan mendekati Anna. Anna tetap pada pendiriannya dan fokus menuntut Ilmu.


Anna bersyukur memiliki orang tua angkat yang mendukung kegiatan bimbingannya. Ummi Salma memberikan bayaran khusus untuk guru bimbingan Anna, tanpa Anna ketahui berapa jumlah bayaran untuk masing-masing gurunya. Ummi kadang menitipkan atau memberikan sendiri bayaran uang bimbingan Anna setiap pertengahan bulan yang ditempatkan didalam amplop.


Adnan sudah selesai mengikuti kegiatan ujian di sekolah nya. seperti biasa Adnan masih bisa mempertahankan gelar juara kelasnya. hubungan jarak jauh bersama Anna tidak membuat Adnan lengah dalam belajar. pertemuannya bersama Anna yang kadang hanya sekali dalam sebulan membuat semangat belajar Adnan semakin bertambah. Adnan ingin menjadi contoh untuk Anna agar tetap fokus menuntut ilmu dan giat belajar.


"Kapan pulang sayang?" tanya Ummi saat menelpon Anna melalui Hp milik Ummi Zahra sore ini.


"Dua minggu lagi Ummi, hari ini masih ada ujian pondok. Ummi jangan marah ya kalau Anna tidak bisa dapat juara kelas." ucap Anna sedih karena belum bisa mengalahkan teman-taman satu kelasnya.


"Jika Anna masih bertahan untuk sekolah di pondok Ummi tidak akan marah. Ummi tahu pelajaran pondok itu berat dan Anna sudah berusaha. fokus saja untuk ujian pondoknya, kabari Ummi jika Anna sudah diperbolehkan pulang. Ummi akan mengantar Anna pulang." Jawab Ummi membuat Anna bahagia dan tidak memaksanya jadi juara kelas.


"Baik Ummi, Apa besok Anna pulang kerumah Ummi dulu?" tanya Anna teringat Ummi pernah menawarkan untuk menginap dirumahnya.


"Tidak usah sayang. besok langsung kerumah Anna saja. Ummi ada perlu melihat kebun di daerah Anna. Habiskan liburan Anna dikampung saja." jawab Ummi tidak bisa membawa Anna kerumahnya karena ada Adnan.


"Baiklah Ummi. Assalamualaikum" jawab Anna dan mengakhiri telponnya dan meletakkan Hp Ummi Zahra di atas meja ruang tamu.

__ADS_1


"Kenapa mau pulang kerumah Ummi?" tanya Ustad Faiz yang dari tadi mendengar pembicaraan Anna.


"Dulu awal masuk pondok Ummi pernah mengajak Anna menginap di rumah nya." jawab Anna membuat ustad Faiz mengerti.


"Mana mungkin kalian dibiarkan satu rumah." batin Ustad Faiz.


"Bagaimana ujian pondok nya, bisa jawab?" tanya ustad Faiz.


"Bisa, tapi banyak yang ragu." jawab Anna sambil tertawa.


"Dasar, sudah belajar khusus masih juga gak bisa jawab ujian. besok Ustad larang Ummi Salma bayar uang bimbingan karena Anna gak bisa jawab soal ujian pondok, biar Ummi Salma gak rugi dua kali." ucap Ustad Faiz mengancam Anna.


"Anna udah usaha. pelajaran pondok itu banyak ustad. Ustad jangan ngadu sama Ummi, jangan kasih saran seperti itu." jawab Anna tidak mau berdebat lagi, kesal dan pergi dari rumah Ummi Zahra tanpa mengucapkan terimakasih dan pamit pulang kepada Ummi Zahra.


Ustad Faiz tertawa melihat Anna yang pergi meninggalkannya.


"Faiz suka lihat wajah Anna yang terlihat kesal." jawab Ustad Faiz tanpa rasa bersalah.


"Jangan menyudutkan Anna, kasian. dia sudah usaha. setidaknya hargai usahanya seperti yang dilakukan Ummi Salma. dia tidak menuntut Anna menjadi juara walaupun dia mengeluarkan banyak uang tiap bulannya." jawab Ummi Zahra.


"Iya Mi, Emangnya Ummi digaji berapa?" tanya Ustad Faiz penasaran.


"Menurut mu?" tanya Ummi Zahra.


"Sekitar satu juta." jawab ustad Faiz.


"Kamu salah menilai, Nilai mu terlalu rendah. mereka orang kaya yang tidak pelit, apa lagi untuk biaya pendidikan anak mereka." jawab Ummi Zahra.

__ADS_1


"Wah keren sekali Ummi Salma, Bisa memberikan lebih banyak dari prediksi ku." jawab ustad Faiz.


"Sebentar." jawab Ummi Zahra meninggalkan anaknya seorang diri diruang tamu.


Ummi Zahra kembali dengan memegang amplop ditangannya.


"Ini uang bulanan dari Ummi Salma, kamu berhak menerimanya karena kamu lebih banyak mengajari Anna dua bulan ini." ucap Ummi Zahra sambil memberikan amplop bayaran bulan ini ke tangan ustad Faiz.


"Kamu tahu, Ustadzah Ita sudah bisa membeli tanah perumahan tidak jauh dari pondok ini. Ustadzah Ita sampai menangis menceritakan berapa uang bulanan yang ia terima. Anna juga Ummi lihat semakin pintar dalam belajar. mungkin karena dia lebih mengerti karena kamu yang mengajar nya." jawab Ummi memuji anaknya.


Ustad Faiz merasakan tebalnya amplop yang ia pegang.


"Anna sangat beruntung bisa memiliki orang tua angkat yang sangat mendukung pendidikannya." batin ustad Faiz.


"Mulai semester depan, Ummi harap kamu memiliki waktu untuk membimbing Anna. Ummi tidak cukup ilmu untuk meneruskan bimbingan untuk Anna, kamu mau kan menolong Ummi?" tanya Ummi Zahra.


"Baiklah, Aku akan mengajari Anna. terimakasih sudah memberikan kepercayaan kepada ku." jawab ustad Faiz tersenyum melihat Ummi nya.


Ummi Zahra merasa lega karena anaknya bersedia mengajari Anna bimbingan belajar untuk semester depan.


Masa tenggang menunggu pembagian rapor belajar digunakan santriwati untuk menambah hafalan mereka dan menyetor hafalan setiap hari kepada pengasuh asrama masing-masing.


Anna sudah lancar membaca Al-Qur'an dan sudah menghafal semua surat yang ada di juz 30. sekarang Anna menambah hafalan nya untuk surat dan juz yang lain. Anna dan Fitri sama-sama giat belajar mereka semakin kompak dalam segala hal.


Perubahan Fitri membuat kedua orang tuanya bangga. Mereka tidak lagi mendapat laporan tentang Fitri yang malas belajar. Orang tua Fitri mengenal Anna dan Aini. setiap kali mereka berkunjung ke pondok mereka selalu memberikan bungkusan tersendiri untuk Anna dan Aini. mereka sangat bersyukur Fitri bisa memiliki sahabat yang mampu membuatnya giat belajar.


...----------------...

__ADS_1


tetap semangat bacanya ya 😊


__ADS_2