
Seperti dugaan Adnan. pak Arip mempunyai niat dan rencana mendekati Anna. sore hari setelah pulang sekolah Adnan duduk santai di teras lantai atas rumahnya. Adnan membuka akun WhatsApp Anna melihat pesan dari pak Arip.
"Anna bisa datang ke ruang bapak sekarang?"
Pesan itu dikirim jam 11.50, tepatnya saat jam istirahat untuk makan siang dan sholat zuhur disekolah tadi.
kembali pak Arip mengirim pesan.
"Sedang apa Anna? Kenapa tadi tidak menemui bapak?"
Adnan tersenyum melihat pesan yang baru dikirim pak Arip. Adnan membalas pesan itu.
"Maaf pak saya baru baca pesan bapak. ada urusan apa bapak tadi menyuruh saya ke ruangan?" balas Adnan.
Adnan merasa heran dengan sikap pak Arip yang menyuruh Anna untuk kembali menemuinya karena pak Arip tidak mengajar dikelas Anna.
"Saya hanya ingin mengobrol dengan Anna." balas pak Arip.
"Saya tidak bisa menemani bapak mengobrol, silahkan cari yang lain." balas Adnan.
Pak Arip yang sedang berbaring di kamarnya langsung duduk. pak Arip tidak menyangka Anna menolaknya dengan sangat cepat.
"Apa aku ini sudah terlalu tua bagi Anna?" ucap pak Arip bermonolog.
"Kenapa Anna terlalu cepat menolak? Bukankah kita bisa pulang kampung bersama?" balas pak Arip.
"Saya sudah ada yang antar jemput." balas Adnan.
"Baiklah, artinya bapak sudah tidak punya harapan?" balas pak Arip.
"Ya." balas Adnan.
"Apakah orang yang antar jemput Anna adalah Adnan?" balas pak Arip yang masih ingin melanjutkan dialog mereka di sosial media.
Adnan merasa kesal dengan sikap pak Arip.
"Dia sudah tahu Anna milikku, tapi masih berusaha mengganggunya. udah tua gak sadar diri." ucap Adnan bicara sendiri memaki pak Arip.
"Hey! kamu mengatai Abi sudah tua tidak tahu diri?" ucap Abi yang tiba-tiba datang mendengar kalimat terakhir Adnan.
Adnan terkejut melihat Abi sudah dibelakangnya dan Ummi yang baru tiba setelah menaiki tangga. Ummi membawa bungkusan belanja minuman kaleng dan minuman botol untuk dimasukkan kedalam kulkas minuman dilantai atas.
Adnan menolong Ummi membawa plastik tentengan itu dan menyusun minuman kedalam kulkas.
"Mau minum apa Abi? Ummi?" tanya Adnan.
"Ummi air mineral saja." jawab Ummi yang merasa letih menaiki tangga rumah atas.
"Abi minuman soya." jawab Abi.
__ADS_1
Adnan membawakan minuman sesuai permintaan kedua orang tuanya. mereka duduk santai di teras atas di atas kursi.
"Ummi jangan paksa diri untuk naik, biar Adnan yang turun." ucap Adnan merasa kasihan melihat Ummi yang kesusahan menaiki tangga.
"Ummi masih kuat, kamu saja yang berlebihan." jawab Ummi.
"Siapa yang kamu maki tadi?" tanya Abi teringat ucapan Adnan yang didengarnya tadi.
"Ada guru disekolah Adnan yang mendekati Anna." jawab Adnan kesal.
"Siapa?" tanya Abi.
"Namanya pak Arip, guru Olahraga." jawab Adnan.
"Bagaimana reaksi Anna?" tanya Ummi penasaran.
"Anna gak respon. Adnan khawatir kalau guru itu belum nikah juga setelah Adnan lulus bisa kacau Mi." jawab Adnan.
"Kalau Anna udah cinta sama kamu gak mungkin terpengaruh." jawab Ummi.
"Kalau tiap hari diganggu pasti akan ada celah." jawab Adnan.
"Anna wanita baik, punya pendirian, kamu jangan selalu meragukan Anna. Abi saja yang baru kenal Anna sudah punya penilaian kalau Anna tidak akan pernah menduakan mu." jawab Abi menghilangkan keraguan Adnan.
"Ternyata sulit menjaga hubungan, Adnan takut Anna tidak menyukai Adnan lagi." ucap Adnan raut sedih.
"Jangan terlalu menggebu-gebu dalam menjalin hubungan, lalui lah seperti air mengalir. walaupun mengalir pelan jika satu arah dan tujuan akan bermuara pada tempat yang sama. berikan kepercayaan kepada Anna untuk menentukan sikap terhadap orang yang mengganggunya. jika Anna memerlukan pertolongan baru kamu bertindak atau kamu bantu dia secara diam-diam." ucap Abi menasehati Adnan.
Adnan terpaku mendengar ucapan Abi, dalam hati Adnan membenarkan ucapan Abi.
"Sekarang Adnan harus apa Abi?" tanya Adnan.
"Biarkan Anna menyelesaikan sendiri masalahnya. jika kamu terlalu memanjakannya efeknya juga tidak akan baik." ucap Abi.
"Kamu akan jauh merasa bahagia jika Anna menjadikanmu teman berbagi dalam segala hal. dia akan lebih aktif mendekati mu, menceritakan semua hal yang dia alami dan rasakan. jika itu sudah Anna lakukan artinya kamu adalah laki-laki satu-satunya yang mengisi hatinya." ucap Ummi memberi masukan.
Adnan merasakan Anna sudah sedikit aktif dan mulai banyak bercerita dengannya. tapi semua dilakukan Anna jika sudah bertemu dengannya. Anna sangat jarang menghubunginya menggunakan alat komunikasi.
"Saat kami bertemu Anna sudah mulai banyak bercerita, bahkan Adnan tahu pak Arip mendekatinya karena Anna yang cerita. tapi jika tidak bertemu, Anna sangat jarang menghubungi Adnan. makanya Adnan masih meragukan Anna." jawab Adnan mencurahkan isi hatinya dan kegalauannya kepada Ummi dan Abi.
Ummi dan Abi tertawa mendengar ucapan Adnan.
"Wajar Anna seperti itu, kamu kan tahu dia tinggal di asrama. punya banyak teman dan tidak mungkin kesepian." jawab Ummi.
"Dia tidak menghubungi mu karena kamu sudah menemaninya selama disekolah. selama dikampung Anna sangat dekat dengan keluarganya. bahkan Anna tidak mempedulikan Hp nya. Abi saja saat berkumpul bersama keluarga Anna tidak memegang Hp. jangan ragukan Anna. kamu hanya kesepian dan meragukan Anna tanpa dasar yang jelas." jawab Abi.
"Betul, apa kamu lupa saat kamu tinggal di pondok pesantren, kamu juga tidak sering memberi kabar kepada kami bahkan lebih sering Ummi dan Abi yang menelpon mu." jawab Ummi mengingatkan Adnan.
Adnan membenarkan ucapan Ummi selama di pondok pesantren Adnan sibuk belajar dan bermain bersama temannya. jika tiba jadwal menelpon orang tua, Abi dan Ummi yang selalu menelpon ke nomor ustad di pondok pesantren untuk bicara dengan Adnan.
__ADS_1
Adnan teringat semua teman-teman pondoknya ada yang masih tetap melanjutkan sekolah di pondok pesantren, ada yang pindah sekolah saat lulus ditingkat tsanawiyah seperti dirinya.
"Terimakasih Ummi, Abi. sudah mengingatkan Adnan." ucap Adnan merasa bersyukur Abi dan Ummi telah menyadarkannya untuk tidak meragukan Anna.
"Dua hari ini kamu kemana? kenapa berangkat sangat pagi?" tanya Abi.
"Ketemuan sama Anna disekolah." jawab Adnan santai.
"Kenapa harus pagi sekali?" tanya Abi.
"Adnan gak puas dan gak cukup waktu kalau cuma ketemu saat jam istirahat." jawab Adnan
Abi dan ummi mengucap istighfar bersamaan.
"Ingat dosa Adnan. kamu melihat Anna secara berlebihan saja sudah dosa. apalagi kalau kalian selalu berdua setan akan hadir menjadi pihak ketiga." Ucap Abi.
"Kami selalu berada ditempat ramai Abi." jawab Adnan tidak mau dilarang mendekati Anna.
"Datang kesekolah seperti biasa saja! jangan curi waktu. Abi dan Ummi juga butuh waktu bersama mu." jawab Abi ingin Adnan berbuat Adil dan pandai membagi waktu.
Adnan sadar sudah tiga hari dirinya tidak ikut sarapan bersama kedua orang tuanya. Adnan telah mengabaikan perasaan kedua orang tuanya. padahal Abi dan Ummi sudah membantu Adnan agar mendapatkan hati Anna.
"Iya Abi, maaf Adnan tidak memikirkan perasaan Ummi dan Abi." ucap Adnan sadar telah membuat orang tuanya terluka.
Adnan menyalami kedua orang tuanya dan memeluk mereka.
***
Pak Arip yang tadinya mengharap balasan dari Anna tidak lagi berharap mendapat balasan karena sudah empat puluh menit berlalu pesan pak Arip yang sudah dibaca tidak dibalas Anna.
"Sepertinya aku bukan laki-laki yang diinginkan Anna. wajar saja, Adnan lebih muda dan lebih tampan dari ku. aku juga merasa malu harus merebut pacar murid ku sendiri." ucap pak Arip seorang diri.
Semenjak paman nya menanyakan perkembangan hubungannya bersama Anna hari minggu lalu, Pak Arip tidak ragu lagi untuk mencoba menyampaikan perasaannya kepada Anna.
Hari ini pak Arip sudah mendapatkan jawabannya dan pak Arip juga tidak ingin di anggap guru yang tidak bermoral yang merebut pacar murid binaannya sendiri.
Pak Arip mengetahui hubungan Anna dan Adnan semenjak kejadian Anto ditangkap polisi dan Anna dipanggil ke ruangan kepala sekolah, saat itulah semua guru disekolah mengetahui hubungan Anna dan Adnan. mereka juga diketahui sudah bertunangan.
Pak Arip ingin mencoba mendekati Anna karena Anna tidak pernah terlihat memakai cincin tanda pengikat di jarinya. pak Arip memperhatikan jari tangan Anna saat mereka bertemu diruang kepala sekolah sewaktu paman nya datang berkunjung dan ketika Anna datang menghadap nya senin lalu.
Pak Arip Tidak ingin larut dalam kesedihan karena Anna menolaknya. Pak Arip mencari kontak Buk Endang. mencoba mendekati Buk Endang. berharap bertemu jodoh secepatnya. karena saat ini pak Arip sudah berusia 32 tahun. wajar jika paman nya mendesak dan sangat ingin pak Arip segera menikah.
...----------------...
Jangan lupa Like ya 👍🏼
tambahkan sebagai bacaan favorit ♥️
dan jangan bosan membaca 🤗
__ADS_1