
Pulang dari rumah pengurus, Anna menenteng plastik bungkusan Toko.
"Anna, apa yang diberikan Bunda? tanya Lasmi taman satu kamar yang tempat tidurnya nomor satu.
"Ini jilbab dari bunda" jawab Anna.
"Apa jilbab bekas? tanya Tery yang mendapat tempat tidur nomor 3.
"Ya, tapi masih bagus, ini juga aku yang minta." jawab Anna.
"Ih, aneh banget selera mu, aku mah ogah nerima barang bekas orang." jawab Tery dengan memalingkan wajahnya yang tadinya melihat Anna.
Anna merasa aneh dengan tingkah Tery, mungkin Tery anak orang kaya jadi wajar dia tidak mau menerima barang bekas, begitulah pikiran Anna.
"Jangan dimasukin ke hati Anna," ucap Lasmi.
"Iya, kan aku mau seperti kalian, keluar asrama memakai jilbab," ucap Anna girang.
"Tidur yok, besok kita sekolah, aku gak sabar untuk besok pagi, semoga besok ketemu abang-abang ganteng." ucap Lasmi sambil senyum-senyum sendiri dan menyipitkan matanya
Anna geleng-geleng kepala melihat tingkah temannya itu.
"Dasar centil." ucap Anna sambil berbaring di kasur nya
"Eh, kamu kan belum gosok gigi, kenapa malah langsung baring, is jorok." ucap Lasmi.
"Siapa yang mau tidur, aku cuma rebahan bentar." jawab Anna sambil melihat hapenya.
Merasa sudah cukup rebahan nya Anna segera kekamar mandi untuk menggosok gigi, dikamar mandi sudah ada Velisia dan Sinta mereka adalah penghuni kasur nomor 4 dan nomor 5, mereka berasal dari daerah yang sama namun tidak satu tempat lulusan.
Kamar mandi dan WC dibuat terpisah, jadi untuk kegiatan mandi atau sekedar cuci muka mereka bisa melakukannya bersama-sama karena sudah disediakan kran air dan ember tempat menampung air jadi siswi tidak perlu antri, sementara WC hanya disediakan dua pintu, untuk perlengkapan mandi mereka harus menyediakan sendiri dan ditempatkan di rak khusus yang sudah disiapkan didalam kamar mandi.
Anna melihat isi ember sabun Velisia dan Sinta yang dipenuhi barang-barang yang tidak pernah dipakai Anna, setelah menggosok gigi Anna meninggalkan mereka.
"Wajar saja mereka lama dikamar mandi," ucap Anna didalam hati.
Teman-teman sekamar Anna sudah banyak yang tidur, saatnya bagi Anna menyusul mereka ke dunia mimpi.
***
Samar-samar Anna mendengar suara orang mengaji, Anna menajamkan pendengarannya ternyata itu berasal dari mesjid, Anna membuka mata dan melihat jam sudah hampir masuk waktu sholat subuh.
***Assalamualaikum anak-anak Bunda, ayo segera bangun dan siap-siap untuk ke mesjid***
Itulah yang terdengar didalam kamar mereka, ternyata kamar mereka dilengkapi dengan speaker suara yang dapat didengar oleh mereka semua.
Anna yang sudah bangun langsung duduk dari tidurnya, Anna menoleh ke kanan, ia melihat Lasmi yang masih tidur, sementara Tery sudah berjalan kearah kamar mandi.
"Lasmi, bangun." ucap Anna sambil menggoyangkan bahu Lasmi yang tidur dengan posisi miring.
"mm iya," ucap Lasmi sambil mengubah posisinya menjadi telentang.
Anna segera kekamar mandi untuk mencuci muka, sikat gigi dan mengambil wudhu, kemudian bersiap-siap menuju mesjid.
Terdengar ada yang membuka kunci rumah putih, ternyata yang membukanya adalah Ummi Inah, Ummi Inah masuk kekamar mengecek siswi apakah masih ada yang tidur atau tidak.
"Bagus, semuanya sudah bangun." ucap Ummi Inah sambil tersenyum kearah Anna yang sudah siap untuk ke mesjid dengan mukenah nya.
"Sudah boleh keluar rumah Ummi?" tanya Anna.
"Sudah, ayok sekalian dengan Ummi."ucap Ummi Inah.
Keduanya berjalan beriringan, anak-anak di lantai atas rumah putih juga ada yang turun dan mereka berjalan bersama menuju mesjid.
"Bagaimana tidur mu Anna?" tanya Ummi sambil berjalan.
"Anna tidur nyenyak Ummi, kalau untuk bangun pagi Anna sudah biasa, karena Anna biasa masak untuk bekal Ibu bekerja." jawab Anna.
"Kamu bisa masak?" tanya Ummi sedikit tidak yakin.
"Bisa, tapi tidak seenak masakan pak Yayat." ucap Anna sambil tersenyum.
Ummi Inah ikut tersenyum mendengar ucapan Anna.
Ummi Inah merasa kagum dengan kepribadian Anna, anaknya cantik, santun dan tampil apa adanya, walaupun baru bertemu Ummi Inah sudah bisa menilai kalau Anna berasal dari keluarga yang baik, terbukti seluruh keluarga Anna ikut datang mengantar Anna ke asrama kemaren.
Setelah sholat subuh Anna mendekati Ummi Inah, sedangkan yang lain berjalan keluar mesjid meninggalkan mereka.
"Ummi bisa dengarkan Anna membaca Iqro sebentar?" tanya Anna.
Ummi Inah tersenyum mendengar ucapan Anna.
"Baiklah, ambillah Iqro Anna." ucap Ummi Inah.
__ADS_1
Karena Ummi Inah dan Bunda Yani tidak mengajar seperti Kak Endang dan Kak Lina, tentu saja Ummi Inah tidak menolak ajakan Anna.
Anna mulai membaca iqro tiga, walaupun masih terbata-bata, tapi Anna sudah lancar mengingat huruf-huruf yang bersambung dan mengingat panjang pendek bacaan.
setelah mengaji Anna pulang ke rumah putih Anna mengambil hape yang ia letakkan didalam lemari, Anna berjalan menuju tempat duduk santai didepan rumah putih.
"assalamualaikum Bu" ucap Anna.
Anna menelpon ibunya, untuk sekedar melepas rindu dan tentu saja memenuhi keinginan keluarganya dikampung agar menelpon mereka ada atau tidak ada masalah.
"Ibu dimana sekarang?" tanya Anna.
"Ibu di rumah Nenek." ucap Ira.
"Apa Ibu akan selalu nginap di rumah nenek?"
"Mungkin" jawab Ira.
"Anna harap Ibu tetap tidur di rumah Nenek, Anna khawatir kalau Ibu tidur sendiri di rumah" ucap Anna.
" Iya, Ibu akan coba, sudah nelpon nya, jangan lama-lama, nantik Anna telat kesekolah." ucap Ira.
"Iya Bu, Assalamualaikum," ucap Anna sambil mendengarkan jawaban Ibunya.
Kak Lina yang keluar dari rumah dan akan menjemur pakaian melihat Anna yang duduk di kursi dengan hape di telinga nya, dalam hati Kak Lina bertanya,
"siapa yang ditelpon Anna sepagi ini?"
tapi kak Lina tidak menghampiri Anna, dia tetap fokus pada pekerjaannya.
Setelah selesai berpakaian sekolah, Anna dan teman-teman nya siap untuk berangkat sekolah, mereka pamit dahulu kerumah pengurus.
"Jika kalian lapar pergilah ke kantin, pagi ini menu sarapan pagi sudah tersedia di kantin" ucap Bunda Yani.
Mereka mengangguk paham.
Anna yang biasa makan pagi memilih ke kantin dulu
"Lasmi, ke kantin yok," ucap Anna.
"Aku tidak biasa sarapan." ucap Lasmi.
"Ya sudah, aku sendiri saja ke kantin." ucap Anna.
Anna yang masuk dari tengah posisi kantin tepatnya di antara kursi duduk pembeli, berjalan ke kiri dan mendekati stand yang ada disebelah kiri, ada dua stand di bagian kiri ruangan yang menyediakan menu sarapan pagi, stand pertama menyediakan sate dan aneka gorengan, stand kedua menyediakan gado-gado, siomay dan nasi goreng
Anna mendekati masing-masing stand untuk membaca dan melihat langsung menu yang mereka siapkan, Anna menoleh ke kanan di sana juga ada dua stand, Anna berjalan menuju stand tersebut di sana ada Pak Yayat yang sedang sibuk menyiapkan tempat hidangan makan siang warga sekolah.
"Pagi pak Yayat," sapa Anna.
"Pagi juga Nona Cantik," jawab pak Yayat karena tidak mengetahui nama gadis yang menyapanya.
Pak Yayat melihat dengan jelas siapa yang menyapanya, cantik dan ramah, itulah yang terucap di batin pak Yayat.
"Nona tinggal di asrama?" tanya pak Yayat memastikan.
" Iya Pak, nama saya Anna." jawab Anna
"Oh, Anna maaf ya, kalau untuk menu sarapan pak yayat tidak jual, pak Yayat khusus jual makan siang saja, nantik pak Yayat akan letakkan menu makannya didalam wadah ini, Anna tinggal pilih" jawab pak Yayat menjelaskan.
"Iya Anna sudah tau, Anna hanya ingin melihat tempat jualan pak Yayat," ucap Anna tersenyum.
Pak Yayat tersenyum mendengar jawaban Anna, sambil melanjutkan beres-beres nya.
Disebelah stand pak yayat ada penjual aneka minuman,yang menyediakan, dawet ayu, aneka Jus dan minuman mineral kemasan.
Anna kagum dengan kantin yang menjual aneka masakan yang diolah sendiri oleh penjual, mereka tidak menjual jajanan kemasan, dan mie instan seperti kantin sekolahnya dulu.
Penjual kantin yang disebelah kiri melihat Anna seperti pengawas kantin, mereka saling lirik dan tersenyum memberi kode untuk menyapa Anna.
"Hello adik cantik apa kamu tidak tertarik dengan yang kami hidangkan?" ucap penjual kantin disebelah kiri dengan suara lantang.
Penjual kantin lain yang mendengar rekannya memanggil pengunjung pertama pagi ini tertawa, mendengar ucapan rekan mereka.
Merasa dirinya yang ditanya Anna menoleh ke kiri dan berjalan mendekati stand nomor dua.
"Apa Abang yang bertanya tadi" ucap Anna sopan.
"Iya, kenapa hanya patroli, tidak mau pesan?" ucapnya ramah.
"Anna siswi baru disini, Anna tinggal di asrama, Anna penasaran dengan yang disajikan kantin disini, makanya Anna patroli," ucap Anna polos.
Mereka yang mendengar Anna bicara panjang lebar langsung tertawa.
__ADS_1
"Oh, jadi nama adik cantik ini Anna, perkenalkan nama abang Yanto ini istri abang namanya Reni "ucap Yanto dengan senyum manisnya.
"Wah, ternyata Abang dan Kakak suami istri." ucap Anna sambil memperlihatkan giginya yang putih.
"Apa Abang dan kakak sudah lama berjualan disini?" tanya Anna.
"Ya, semenjak menikah kami sudah bekerja disini, Sekitar tiga tahun, kamu tahu pak yayat?" ucap Yanto.
"Iya tahu, pak yayat yang tinggal di rumah masak kan?" jawab Anna memastikan.
"Iya, pak Yayat adalah Pakde kami, penjual yang disebelah kanan abang ini adik dari istri abang dia jualan dengan istrinya juga, klau yang menjual minuman itu keduanya adik kandung Abang." ucap Yanto menjelaskan.
"Wah, ternyata semua penjual kantin memiliki hubungan keluarga, kenapa bisa jualan disekolah ini bang?" tanya Anna.
"Kami di ajak Pakde Yayat, pak Yayat itu orang kepercayaan dari yang punya yayasan Permata Hati, makanya kami bisa jualan disini." ucap Yanto menjelaskan.
" Ooo, trus Abang tinggal dimana?"
"Kami semua ngontrak tidak jauh dari sekolah ini" ucap yanto menjelaskan.
"Trus, apa ini menu yang setiap hari di sediakan?" tanya Anna.
"Menunya terserah kami, tapi harus yang dimasak sendiri," ucap Yanto.
"Ini siomay, untuk Nona cantik yang menjadi pelanggan kami pagi ini, ini gratis." ucap Reni istri Yanto sambil menyerahkan mangkuk berisi siomay.
Anna yang mendapat makanan gratis itu tampak senang, bang Yanto dan kak Reni adalah pasangan suami istri yang masih muda dan belum memiliki anak, sedangkan pak Yayat sudah berumur empat puluhan lima tahun.
Pak Yayat yang menyediakan makan siang tentu saja hanya perlu menyiapkan tempat pagi ini, jam 11.00 baru pak Yayat akan menata menu makan siang di stand nya.
Anna duduk di kursi panjang memakan siomaynya, kursi dan meja panjang yang sengaja ditata rapi agar muat untuk semua siswa yang makan di kantin sekolah.
Melihat Anna yang makan tanpa ada air minum dimeja nya, penjual minuman datang menghampirinya dengan membawa satu botol minuman mineral.
"Ini minumnya," ucap penjual minuman tepatnya adik Yanto.
Anna yang sedang makan siomay menoleh kearah suara.
"Terimakasih, ini berapa?" tanya Anna sopan.
"Ini gratis dari Abang." ucapnya sambil menggerakkan kedua alisnya menggoda.
Yanto yang melihat adiknya mendekati Anna langsung menghampiri mereka berdua.
"Anna tempat duduk di kantin ini sengaja ditata tiga baris memanjang kebelakang, untuk kelas satu disebelah kiri pintu masuk dari sekolah, yang ditengah ini untuk kelas dua, yang di kanan untuk kelas tiga" ucap Yanto yang ikut berdiri di samping Anna.
" Oo, Anna tidak tahu, berarti Anna salah tempat duduk," jawab Anna sambil mengelap bibirnya dengan tisu dan minun air.
"Ini adik abang namanya Anto, jangan tergoda oleh playboy ini," ucap Yanto.
Anto memasang wajah datar, didalam hati dia merasa kesal atas tuduhan yang disampaikan abangnya pada Anna.
Anna yang mendengar ucapan Yanto tersenyum, sekaligus mengingat sesuatu.
"Wah, namanya dekat tan **Yanto, Anto** ucap Anna sambil tertawa menunjuk kedua laki-laki yang berada di dekat nya.
Yanto dan Anto yang berdiri di samping Anna tertawa mendengar ucapan Anna.
Beberapa orang murid mulai mendatangi kantin, Yanto segera kembali ke standnya, sementara Anto memilih duduk didepan Anna.
"Dek, bisa minta nomor hape nya?" tanya Anto.
"Anna gak hapal nomornya, hapenya juga Anna tinggal di lemari." jawab Anna, Anna tidak ingin nomornya diganggu orang yang belum dikenal.
"Ya udah, abang aja yang kasih nomor ke Anna, nantik hubungi Abang ya." goda Anto sambil menyodorkan kertas bertulis nomor hapenya.
"Terimakasih Bang". ucap Anna, tanpa meng iya kan, untuk menelpon Anto.
Setelah memberikan nomor hapenya Anto meninggalkan Anna, karena ada yang datang menghampiri stand nya, Anna melanjutkan makan siomaynya, walaupun sudah tidak berselera.
Selesai makan Anna menghampiri stand Yanto.
"Bang Anna sudah selesai makan, mangkok nya bagaimana? tanyanya pada Yanto yang sedang melayani seorang pembeli di standnya.
"Setelah makan piring atau mangkok diletakkan dimeja saja, nantik akan ada petugas kebersihan kantin yang datang merapikan dan mencuci piringnya." jelas Yanto.
Anna mengangguk paham dengan yang disampaikan Yanto.
Anna meninggalkan kantin menuju lapangan halaman sekolah, terlihat orang-orang berpakaian seragam sekolah sudah berdiri dihalaman sekolah.
**semoga tidak terlambat** batin Anna
...----------------...
__ADS_1