Bingkai Hati Anna

Bingkai Hati Anna
Jadi kakak adik


__ADS_3

Saat ini sudah menunjukkan jam empat sore, anak-anak yang tinggal di Asrama sudah pulang sejak jam tiga sore tadi.


Sudah satu jam Anna dan Adnan berada diruang UKS, keduanya sudah bersiap-siap untuk pulang dan sudah menyandang tas ransel masing-masing.


flashback***


Setelah Anna sadar dari pingsannya dan kuat untuk pulang, Adnan mengajak Anna bicara sebentar, mereka duduk berhadapan di atas tempat tidur UKS.


Adnan menggenggam kedua jari tangan Anna.


"Anna, mau kah Anna menjadi adik kakak?" tanya Adnan.


"kakak janji akan menjaga dan menyayangi Anna." kembali Adnan berucap.


Anna yang selama ini tidak pernah merasakan kasih sayang seorang kakak tentu saja bahagia mendengar ucapan Adnan.


Anna mengangguk menyetujui permintaan Adnan.


Hati keduanya menghangat, wajah Adnan yang sudah tampan terlihat semakin menawan, sifat dewasa menyertai pribadinya saat ini, Adnan bahagia memiliki seorang adik cantik yang siap untuk ia manjakan dan dijaga.


ingin rasanya Adnan memeluk Anna kembali, tapi Adnan takut tidak bisa mengontrol diri, tawaran Adnan menjadikan Anna sebagai adik hanyalah siasat nya untuk mengenal Anna lebih jauh, Adnan yang sudah jatuh hati saat pandangan pertama kepada Anna berniat menjadikan Anna sebagai istrinya nanti.


"Baiklah, karena kita sudah jadi kakak-adik, kakak mau Anna berjanji pada kakak.


satu : Anna tidak boleh pacaran selama menjadi adik, kakak.


dua : Anna harus jujur dan terbuka dengan kakak.


tiga : Anna harus ikut aturan dan perintah kakak.


bagaimana, kamu bisa memenuhi janji ini Anna," ucap Adnan menatap Anna dengan lembut.


"Kalau untuk poin satu dan dua Anna bisa janji, kalau poin tiga agak sulit, Anna tidak suka dipaksa," ucap Anna mengeluarkan pendapatnya.


"Baiklah, kita pending perjanjian nomor tiga," ucap Adnan.


"Rasanya tidak adil kalau cuma Anna yang janji, apa kakak juga bisa berjanji untuk poin satu dan dua?" tanya Anna.


"Oke, Kakak bisa janji," ucap Adnan.


Keduanya menyatukan jari kelingkingnya dan tertawa bersama.


"Kamu tahu Anna, kakak sangat menyesal membuatmu takut, hingga pingsan." ucap Adnan menyesal menatap lembut mata Anna.


"mm, besok jangan pasang wajah marah lagi ya," ucap Anna.


"Tergantung, asal Anna ikuti apa yang kakak suruh," ucap Adnan tidak mau mengalah.


"Iya, besok Anna akan ikuti maunya kakak," jawab Anna mengalah.


Adnan tertawa mendengar ucapan Anna dan memegang puncak kepala Anna yang di tutupi jilbab.


"Sekali lagi, kakak minta maaf ya, atas kesalahan hari ini," ucap Adnan tulus.


"Anna pingsan juga bukan sepenuhnya salah kakak, tadi Anna tidur dilantai,mungkin Anna juga masuk angin dan Anna sudah memaafkan kakak." jawab Anna mencoba mempelajari kenapa ia bisa pingsan dan memaafkan Adnan.


"Terimakasih Anna, sekarang jawab pertanyaan kakak, apa Anna sudah memiliki pacar?" tanya Adnan.


"Belum," jawab Anna


"kakak sendiri apa sudah punya pacar?" tanya Anna.


"Belum juga," ucap Adnan dengan wajah serius.

__ADS_1


Keduanya kembali tertawa bersama.


"Kakak antar Anna Pulang ya," ucap Adnan.


"Baiklah,"' ucap Anna.


Setelah membuat kesepakatan mereka turun dari tempat tidur, bersiap-siap untuk pulang dan memakai tas ransel masing-masing.


**flashback finish***


Adnan meraih tangan Anna dan membawa Anna dalam pelukannya hanya sebentar karena Adnan tidak sanggup menahan gejolak di dada nya sedangkan Anna merasa perlakuan Adnan seperti Abang kandung baginya.


Setelah saling berpelukan Adnan dan Anna keluar dari ruang UKS, Adnan menggenggam jari tangan Anna sambil berjalan menuju asrama, ketika mereka sudah dekat di gerbang masuk asrama, Anna melepaskan tangannya dari genggaman Adnan.


"Kak, kakak tidak boleh masuk kawasan asrama putri," Anna mengingatkan Adnan.


"Mari kita temui Ummi Inah dan Bunda Yuni," jawab Adnan.


"Kakak mengenal pengurus asrama?" tanya Anna kaget, karena Adnan mengetahui nama kedua pengurusnya.


"Kamu lihat saja nanti." jawab Adnan membuat Anna penasaran.


Mereka melewati gerbang pembatas sekolah dengan asrama putri yang dijaga oleh Doni.


"halo bang, ucap Adnan sambil memeluk Doni.


"hai, tumben main kebelakang?" ucap Doni.


"Adnan mau mengantar Anna" jawab Adnan sambil melihat kearah Anna.


" Ooo, silahkan lewat" ucap Doni.


"Kak, kenapa kakak bisa kenal kak Doni?"tanya Anna penasaran.


"Besok kakak ceritakan," jawab Adnan.


Assalamualaikum Bunda, Umi." ucap Adnan sambil melangkah masuk kerumah karena melihat mereka duduk di kursi tamu, Adnan masuk kerumah pengurus dengan menggenggam tangan Anna, perbuatannya tentu saja dapat dilihat oleh Bunda dan Umi nya.


"Adnan" ucap keduanya kaget melihat Adnan datang berkunjung ke asrama,


sebenarnya mereka sering bertemu Adnan jika pulang kerumah, rumah mereka bersebelahan dan berada dalam satu pagar.


Adnan adalah Anak dari adik perempuan almarhum suami mereka.


Setiap sabtu dan minggu mereka akan pulang kerumah untuk bersih-bersih dan bertemu dengan keluarga Adnan, walaupun Adnan sering ditinggal orang tuanya Adnan tidak merasa kekurangan kasih sayang, karena Adnan memiliki Umi, Bunda dan pengasuh yang selalu menemani Adnan.


Setelah mereka duduk, Bunda yani membuka pembicaraan.


"Kenapa berkunjung? apa sudah tidak sabar untuk memperkenalkan calon istri kepada kami?" ucap bunda Yani menggoda Adnan.


Adnan tertawa mendengar ucapan Bundanya sedangkan Anna hatinya berdesir mendengar Bunda Yani mengatakan itu.


"Adnan mau minta tolong sama Bunda dan Umi untuk menjaga Anna," Ucap Adnan.


"Tentu, kami akan menjaganya, apa lagi Anna sepertinya akan menjadi keluarga kita," ucap Umi Inah memancing Adnan agar jujur.


Adnan tertawa malu, karena niatnya sudah diketahui Bunda dan Uminya.


"Untuk saat ini, Adnan dan Anna adalah kakak adik," ucap Adnan.


Bunda yani dan Umi Inah saling lirik dan tersenyum penuh makna.


"Kalau begitu perkenalkan lah kami kepada Anna sebagai keluarga mu," ucap bunda Yani.

__ADS_1


Adnan tersenyum mendengar ucapan bunda Yani.


"Adnan mau minta izin sama umi dan bunda untuk membawa Anna kerumah Adnan, pulang sekolah besok, kebetulan besok Abi sama Umi masih di rumah, Adnan mau memperkenalkan Anna pada mereka," ucap Adnan.


"Boleh, tapi hanya kerumah Adnan, bukan ketempat lain, kamu harus jaga Anna, jangan bertindak diluar batas," ucap Bunda mengingatkan Adnan.


"Sebelum sholat magrib kamu harus mengantar Anna pulang ke asrama." ucap Umi Inah.


"Ya Bunda, Umi" ucap Adnan.


Anna yang dari tadi duduk bersama mereka hanya mendengarkan, tidak berani bersuara.


"Ummi, Bunda, kami pamit dulu mau sholat ashar" ucap Adnan.


Setelah berpamitan dan bersalaman dengan Bunda dan Uminya,


Adnan meraih tangan Anna dan membawanya ke mesjid untuk pergi sholat ashar, selama diperjalanan Adnan tidak pernah melepas tangan Anna dari genggamannya, Anna sebenarnya sangat takut kalau ketahuan teman-teman asramanya, karena dia membawa seorang laki-laki ke komplek asrama, apa lagi mereka berjalan sambil bergandengan tangan.


untungnya teman-teman Anna tidak ada yang berada diluar rumah.


Setelah sholat ashar berjamaah Adnan membawa Anna duduk di teras mesjid.


"Anna, kakak minta maaf karena tidak jujur, sebenarnya kakak menyukai Anna, kakak berharap Anna bisa menjadi istri dan ibu dari anak-anak kita nanti, tapi saat ini bisakah kita berstatus sebagai Adik-kakak saja, kakak janji tidak akan mengganggu sekolah Anna, tapi kakak berharap Anna menyetujui dan mengabulkan permintaan kakak, tolong jangan menolak dan menjauhi kakak," ucap Adnan dengan penuh harap.


Jantung Anna berdetak kencang, Anna tidak menyangka Adnan begitu cepat berterus terang dan menyatakan perasaannya.


***ternyata apa yang di ucapkan Bunda dan Umi tadi benar*** batin Anna.


Anna melihat wajah Adnan yang serius dan tulus, penuh harap, dalam hati Anna juga mengagumi sosok Adnan, laki-laki yang lembut, dewasa dan juga menyayangi nya dengan tulus.


"Anna juga tidak mau di ikat dengan status pacaran, Anna juga mau fokus belajar, Anna suka, kakak menganggap Anna sebagai adik, kalau untuk menjadi istri biarkan waktu yang menjawabnya," ucap Anna.


Mendengar jawaban Anna membuat hati Adnan bahagia, benar yang dikatakan Anna masalah jodoh tidak ada yang tahu, setidaknya selama Anna menjadi adiknya Anna tidak akan pacaran dan Adnan akan berusaha membuat hati Anna sepenuhnya hanya mencintainya.


"Terimakasih Anna, kakak tidak menyangka Anna bisa berfikir dan bicara dewasa," ucap Adnan sambil tersenyum melihat Anna.


"Sekarang jelaskan kepada Anna, kenapa kakak bisa mengenal pengasuh asrama Anna, dan pak satpam," tanya Anna.


"Besok siang Kakak akan membawa Anna kerumah, untuk bertemu orang tua kakak, di rumah kakak, apa yang Anna tanyakan akan terjawab, Anna mau kan ikut kakak kerumah," ucap Adnan.


"iya, tapi kita adik-kakak kan?" tanya Anna penuh selidik.


"Iya, lagian orang tua kakak juga tidak izinkan Kakak pacaran, mereka maunya Kakak mengenal wanita pilihan Kakak dengan baik, kemudian dijadikan Istri." jawab Adnan.


Jantung Anna kembali berdetak kuat, ada perasaan bahagia bercampur takut, bahagia karena Adnan memilihnya dan takut kalau orang tua Adnan memaksa mereka menikah.


"Kita undur saja kerumah Kakak, Anna takut nantik orang tua Kakak memaksa kita untuk menikah." jawab Anna.


Adnan diam dan berpikir sejenak, apa yang disampaikan Anna ada benarnya, bagaimana kalau orang tuanya mendesak untuk segera menikah setelah Adnan lulus, sedangkan Anna masih duduk dikelas satu SMA.


"Baiklah kita tidak usah dulu bertemu orang tua Kakak, tapi mohon buka hati Anna untuk menerima Kakak lebih dari status kakak adik, karena kakak benar-benar serius dengan perasaan ini," ucap Adnan memohon.


"Baiklah, tapi jika kakak menemukan calon istri yang lebih baik dari Anna, tolong segera lepas hubungan kakak-adik ini, agar kita tidak saling menyakiti," ucap Anna.


"Kakak pastikan tidak akan pernah mengakhiri hubungan ini," jawab Adnan yakin.


"Boleh kakak simpan nomor hape Anna? pinta Adnan.


"Besok saja, Anna tidak hapal nomornya" ucap Anna jujur.


Adnan tersenyum dan memegang kepala Anna yang di tutupi jilbab.


"Pulanglah, Kakak juga akan segera pulang," ucap Adnan.

__ADS_1


Anna mengangguk patuh dan berjalan meninggalkan Adnan yang masih duduk di teras mesjid.


...----------------...


__ADS_2