Bingkai Hati Anna

Bingkai Hati Anna
Ke kampung Anna


__ADS_3

Setelah mendapatkan surat pindah sekolah Anna, Ummi menemui Abi yang sedang melihat proses rehab rumah mbo Iyem. kegiatan rehab sudah berjalan empat hari.


Sesuai permintaan Pak Joko dan Mbok Iyem rumah lama mereka tidak dihancurkan sebelum ruang belakang selesai dibangun.


Ummi menyetir sendiri, walaupun sudah tua Ummi masih bertenaga dan kuat berkendaraan sendiri tapi tidak lagi menempuh perjalanan jauh.


Mobil yang dikendarai Ummi sengaja diparkir di jalan raya. Gang menuju rumah mbok Iyem agak sempit tapi masih bisa dilalui kendaraan roda empat. Ummi tidak mahir membawa kendaraan dijalan yang sempit. Ummi memilih jalan kaki menuju rumah mbok Iyem yang berjarak lebih kurang 50 meter kedalam.


Ummi melihat Abi yang berdiri dijalan melihat proses pembuatan rumah Mbok Iyem. Ummi menghampiri Abi.


"Abi." ucap Ummi membuat Abi menoleh kearah Ummi.


"Ummi sudah pulang dari SMA xx?" tanya Abi.


"Sudah. Ummi sudah dapat surat pindah Sekolah Anna." jawab Ummi.


"Abi masih lama?" tanya Ummi.


"Abi hanya melihat, sebentar lagi Abi akan pulang. Ummi ada perlu?" tanya Abi.


"Ummi mau mempercepat keberangkatan kita menemui Ibu Anna. Jika memungkinkan setelah pulang dari kampung Anna kita langsung menemui Anna. Ummi khawatir Anna kenapa-napa. Anna masih beru ditempat itu." jawab Ummi yang sangat mempedulikan calon menantunya.


"Baiklah kapan kita berangkat?" tanya Abi.


"Kalau siang ini Abi bisa?" tanya Ummi.


Ummi takut mengganggu agenda suaminya karena Ummi mempercepat jadwal kunjungan kerumah Anna. Rencananya mereka akan kerumah Anna hari minggu pagi, mendadak dipercepat Ummi hari sabtu siang ini.


"Baiklah Abi bisa." jawab Abi


Abi tampak segar dan lebih semangat pagi ini. Karena tadi malam setelah Abi bangun dan sholat isya sendirian. Ummi menceritakan keinginan Adnan untuk kuliah di kota ini.


Adnan ingin menikahi Anna jika Anna telah selesai sekolah. keputusan Adnan membuat Abi bahagia dan tenang.


"Mi, bagaimana jika kita ajak Adnan?" tanya Abi ingin mendengar pendapat istrinya.


"Kenapa harus membawa Adnan?" tanya ummi.


"Supaya keluarga Anna bisa melihat dan mengenal Adnan lebih cepat. mereka sudah tahu Adnan anak kita. apa salah nya jika kita langsung memperkenalkan Adnan pada mereka. Abi rasa jika Adnan memang sudah berniat menikahi Anna, waktu 3 tahun tidaklah lama." jawab Abi meyakinkan Ummi agar tidak lagi menyembunyikan Adnan dari keluarga Anna.


"Bagaimana jika Adnan nekat menemui Anna di pesantren? Abi lihat sendiri bagaimana jika mereka bertemu. Ummi tidak mau mereka berbuat yang dilarang agama." jawab Ummi masih khawatirkan jika Adnan bertemu Anna.


"kita bisa memberi pengertian kepada Adnan, selagi Adnan tidak mengetahui lokasi Anna mereka tidak akan berjumpa." jawab Abi meyakinkan Ummi.


"Baiklah Bi, nantik kita ajak Adnan. berarti setelah dari kampung Anna kita tidak bisa langsung ke pondok pesantren." jawab Ummi.


Abi mengangguk.


"Apa yang kita bawa kerumah Anna?" tanya Abi.


"Kata Anna keluarganya menyukai roti atau jajanan lainnya, kita beli itu saja." jawab Ummi.


"Kita beli masakan rumah makan juga ya. agar bisa makan bersama dan tidak merepotkan mereka untuk memasak." ucap Abi menambahkan.


"Baiklah. kapan rumah lama Mbok Iyem dibongkar Bi?" tanya Ummi.


"Kalau melihat perkembangan bangunan hari senen mbok Iyem sudah memindahkan barangnya kerumah belakang yang sedang dipasang atap itu." jawab Abi sambil menunjuk tukang bekerja memasang Atap.


Ummi mengangguk.


"Ummi pulang dulu ya Bi, tadi Ummi hanya niat mampir sebentar." jawab Ummi.


"Iya. Ummi hati-hati ya." ucap Abi sambil menyodorkan tangannya untuk bersalaman, Ummi menyambut tangan Abi dan mencium punggung tangan Abi. Abi membalas dengan mencium pipi Ummi.


Danu sudah biasa melihat pasangan ini tampil romantis didepan Umum. Danu yang saat itu masih berusia 20 tahun menjadi saksi bagaimana Abi Zakaria melepas masa lajang nya.


Awal pernikahan Abi dan Ummi saling menjaga jarak. karena mereka dijodohkan dan mereka baru bertemu saat akad nikah di rumah Ummi Salma.


Abi Zakaria sudah menganggap Danu sebagai Adiknya. tapi Danu tidak mau memanggil Abi Zakaria dengan sebutan abang. Danu lebih memilih panggilan Bapak atau BOS.


Saat Danu menikah Abi Zakaria membelikan Danu tanah dan membuatkan rumah untuk Danu sebagai hadiah pernikahannya. surat tanah dibuat atas nama Danu sendiri.

__ADS_1


Sampai sekarang Danu hanya bekerja sebagai supir Abi. selalu siaga 24 jam jika Abi atau keluarga Abi membutuhkannya.


***


Saat makan siang setelah sholat zuhur. Lasmi menghampiri Adnan yang sedang makan siang bersama Iqbal.


"Kak Adnan, nantik pulang sekolah tunggu aku didepan kelas kakak ya. aku mau memberikan titipan dari Anna. hari jumat kemaren aku sudah membawa barang itu tapi kak Adnan gak datang." ucap Lasmi sedikit takut jika Adnan memarahi nya karena dia yang membuat Anna harus pindah sekolah.


"Ya baiklah." jawab Adnan.


Setelah Adnan memberi jawaban Lasmi meninggalkan mereka.


Iqbal belum mengetahui Anna pindah.


"Tumben adik cantik itu tidak menemui mu, aku juga sudah dua hari tidak melihatnya. kemana dia?" tanya Iqbal penasaran.


"Apa pacarmu belum cerita?" tanya Adnan.


"Cerita apa?" tanya Iqbal.


Adnan melihat ekspresi Iqbal yang penasaran, Adnan yakin Iqbal belum mengetahui Anna pindah sekolah.


"Anna sudah pindah sekolah." jawab Adnan lesu.


"Apa! pindah? Kok bisa?" tanya Iqbal kaget tidak habis pikir Anna belum satu bulan sekolah di SMA xx sudah pindah sekolah.


"Jangan ngegas, muncrat tu mulut." ucap Adnan tidak menyukai ekspresi kaget Iqbal.


"Kenapa Anna bisa pindah? kamu apakan dia?" tanya Iqbal penasaran.


"Aku peluk dan aku cium. puas!" jawab Adnan tidak lagi melanjutkan makan siangnya.


Adnan meninggalkan Iqbal yang melongo mendengar jawabannya.


Iqbal segera meninggalkan makan siangnya dan mengejar Adnan yang sudah jauh darinya.


"Bro ceritanya yang benar dong? Masa kamu jawab kek gitu. kamu kan alergi pegang perempuan. ayolah cerita, kita ini sahabat." ucap Iqbal mendesak Adnan untuk menceritakan kebenaran Anna pindah.


"Bro beneran kamu peluk dan cium Anna?" tanya Iqbal sambil memegang pundak Adnan yang lebih tinggi darinya.


Adnan tidak menjawab pertanyaan Iqbal. Adnan memilih melanjutkan perjalanan ya menuju kelas.


Hari sabtu murid SMA pulang jam 13.20 menit. Seperti yang dijanjikan Adnan. Adnan menunggu Lasmi datang menghampirinya.


Lasmi memenuhi janjinya datang ke kelas Adnan.


Lasmi memberikan barang yang dititip Anna kepadanya untuk Adnan dan kedua orang tuanya.


Adnan mengambil bungkusan yang diberikan Lasmi.


"Terimakasih." jawab Adnan dan hendak melangkah meninggalkan Lasmi.


"Kak, nantik dibuka ya kotak tempat sarapannya." ucap Lasmi sebelum Adnan melangkah meninggalkannya.


Adnan mengangguk.


Sampai diparkiran Adnan memasukkan bungkusan itu kedalam jok motor metik yang dibawanya hari ini. Adnan membuka kotak bekal yang pernah dipinjam Anna saat terakhir Anna sekolah.


Adnan melihat fotonya bersama Anna saat mereka janjian ketemuan pagi di kantin sekolah. ternyata Anna sudah mencuci foto itu dan memberikannya kepada Adnan.


Adnan tersenyum melihat Foto mereka berdua.


"Kapan kamu mencetak foto ini Anna?" ucap Adnan seorang diri.


Adnan menyimpan foto itu kedalam tasnya. Adnan segera menghidupkan motor metik nya dan pulang kerumah.


***


"Apa itu?" tanya Ummi pura-pura tidak tahu. saat Adnan sampai di rumah dengan membawa tentengan.


"Ini dari Anna Mi, Anna memberikan ini untuk Ummi dan Abi." jawab Adnan dengan wajah kurang semangat.

__ADS_1


Ummi mengambil bungkusan yang dibawa Adnan.


"Terimakasih." ucap Ummi dengan tersenyum.


"Apa Anna memberimu sesuatu?" tanya Ummi.


"Anna memberikan hati nya untuk Adnan." jawab Adnan sambil membentuk simbol sayang dengan jarinya.


"Udah dapat hati masih loyo." jawab Ummi mengumpat Adnan.


"Rindu Anna Mi." ucap Adnan langsung memeluk Ummi nya.


"Sabar ada waktunya." jawab Ummi mengusap punggung Adnan.


Adnan merasa tenang setelah mendapat usapan dari Ummi di punggung nya.


"Kamu mau ikut bersama kami?" tanya Ummi.


Adnan melepaskan pelukannya.


"Kemana Mi?" tanya Adnan.


"Ke kampung Anna." jawab Ummi.


Adnan tersenyum lebar.


"Terimakasih Ummi. iya, Adnan ikut. biar Adnan yang nyetir." ucap Adnan girang dan memeluk kembali Ummi nya sebentar.


"Danu saja yang nyetir. kamu duduk dibelakang bersama Abi. Ummi didepan bersama Danu." ucap Abi yang datang mendekati mereka.


"Ummi mau dibelakang sama Adnan." jawab Ummi tidak mau duduk didepan.


"Biar adil, Adnan duduk didepan bersama bang Danu. Abi sama Ummi duduk dibelakang." jawab Adnan bijak.


Ummi dan Abi tersenyum mendengar jawaban Adnan.


"Perginya sekarang kan Mi?" tanya Adnan memastikan.


"Iya." jawab Ummi.


Adnan berlari menaiki tangga ke kamar nya untuk segera bersiap-siap.


"Anna, kakak kerumah Anna. doakan semoga keluarga Anna menyukai kakak." ucap Adnan ketika membuka lemari pakaiannya dan bicara dengan susunan baju Anna yang ada di lemari nya.


Adnan sangat bahagia siang itu. Adnan mandi dan memakai baju kaos lengan pendek dan celana jeans. Adnan tampak gagah dengan pakaian itu.


Adnan juga membawa kain sarung dan pakaian sholat. serta baju ganti untuk kembali kerumahnya.


Hanya butuh waktu satu jam untuk Adnan bersiap, Adnan segera turun menemui Abi dan Ummi nya yang telah menunggunya diruang tamu.


Ummi menitipkan rumah kepada Mbok Iyem, karena Umi berencana menginap di rumah Anna.


Mereka menuju parkiran, Danu sudah menunggu di sana.


"Ciee, ada yang ikut ni." goda Danu melihat Adnan.


"Iyalah, mau ketemu calon mertua." jawab Adnan menaik turunkan alisnya dan tersenyum.


Danu tertawa melihat tingkah Adnan.


Semuanya masuk ke mobil.


"Ingat baca doa bepergian." ucap Ummi mengingatkan.


Danu segera meluncur, mereka singgah di supermarket dan rumah makan seperti yang disepakati Abi dan Ummi tadi.


Sekarang mereka siap meluncur kerumah Anna tanpa harus singgah lagi.


...----------------...


jangan lupa Like dan komen.

__ADS_1


vote mingguannya juga ya 😀


__ADS_2