
Kunjungan dari keluarga, orang tua angkat dan Adnan yang menelponnya membuat Anna semangat dan ingin terus berjuang menyelesaikan sekolah di pondok pesantren Fatimah.
Anna menyimpan masakan yang dibawakan Ibu dan jajanan dari Ummi Salma di rak lemari bawah miliknya yang sudah kosong.
Anna juga menyimpan uang yang diselipkan Ibu, dikotak pakaian dalamnya. Anna khawatir uangnya hilang jika disimpan dalam dompet semua.
"Ternyata begini kalau lagi banyak duit, bikin pusing dan merasa takut kalau ada yang mengambil. padahal ini semua titipan." ucap Anna didalam hatinya.
Anna naik keatas tempat tidurnya untuk menyimpan roti didalam tas. ada tiga bungkus roti yang dibelikan Ummi. Roti yang dibelikan Ummi tidak bisa untuk disimpan lama. melihat bentuk rotinya saja sudah membuat Anna ingin memakannya.
Anna melihat dompet pemberian Adnan.
Lama Anna memandangi dompet pemberian Adnan. Anna berniat memberikan Adnan kado. agar Adnan juga bisa mengingat dirinya saat melihat pemberian darinya.
"Anna kamu sudah mandi?" tanya Fitri yang duduk di atas tempat tidurnya dibawah Anna.
"Sebentar lagi." jawab Anna.
"Jangan melamun, sudah mau azan, cepat mandi dan ke Mesjid." ucap Fitri mengingatkan Anna karena asrama mereka hampir sunyi penghuni.
"Iya." jawab Anna. Anna turun dari tempat tidurnya segera mandi dan mengambil wudhu.
"Kamu tidak ke mesjid?" tanya Anna. setelah selesai dari kamar mandi.
"Aku lagi off sholat, nantik kamu cepat pulang ya." ucap Fitri.
"Oke, sekalian nantik malam kita makan ya, aku ada masakan dari rumah, tadi keluarga ku datang." jawab Anna.
"Yes, makan enak. pantas wajah mu berseri." jawab Fitri.
Anna hanya tertawa mendengar jawaban sahabatnya.
Anna sudah memakai mukenah dan siap untuk segera ke mesjid.
"Aku pergi ya." ucap Anna pamit.
"Anna, bawa Al-qur'an ku." ucap Fitri.
"Untuk apa?" tanya Anna. karena selama ini jika tidak ada ceramah dari Abi Yahya, Anna selalu melihat Fitri membaca Al-qur'an dan mendengarkan bacaannya.
"Malam ini malam jum'at, setelah sholat maghrib semua santriwati dan para ustad ustadzah membaca surat Al-kahfi. Kamu bawa Al-qur'an ku nantik kamu baca sendiri." jawab Fitri.
Anna tidak bertanya lagi, Anna mengambil Qur'an Fitri dan membawanya ke mesjid. Anna merasa bahagia bisa membawa Al-Qur'an ke mesjid. Anna menempatkan Al-Qur'an di dadanya yang dipegang dengan tangan kanan.
Fitri memilih belajar di kamar nya. melihat Anna yang semangat belajar membuat Fitri ikut termotivasi. Saat Anna pergi belajar kerumah Ummi Zahra dan Ustadzah Ita, Fitri juga belajar sendiri di atas tempat tidurnya. jika ragu yang dia pelajari Fitri akan bertanya pada Aini. Fitri sering mengulang pelajaran pondok dan menghapal kosakata bahasa arab. Fitri juga sudah tidak malu lagi untuk berkunjung kerumah Buk Ani, bahkan Fitri tidak ragu berdialog dalam bahasa arab bersama Buk Ani, walupun kadang masih mencampur bahasa indonesia dengan bahasa arab.
"Anna." Aini memanggil Anna, saat Anna akan masuk kedalam masjid. Anna melihat Aini yang berlari kearahnya. mereka masuk kedalam mesjid bersamaan dan mengambil saf duduk bersebelahan.
"Sini Al-Qur'an mu, biar aku tempatkan di rak." ucap Aini menawarkan.
Anna memberikan Al-Qur'an nya.
"Nantik makan malam bersama ya, tadi sore keluarga ku datang." ucap Anna mengajak Aini.
"Oke, dengan senang hati." jawab Aini tersenyum.
Setelah sholat magrib dan sholat sunat, Anna membuka al-Qur'an milik Fitri, Anna mencari surat Al-kahfi dan mencoba membacanya. Anna merasa deg degan saat akan membacanya.
"Aini, Tolong simak bacaan ku sebentar." ucap Anna belum berani membaca Al-Qur'an tanpa ada yang menyimak bacaannya.
"Ya, silahkan dibaca." jawab Aini.
Anna mencoba membaca satu ayat surat al-kahfi.
"Wah kamu hebat sudah bisa baca Al-Qur'an." ucap Aini yang kagum dengan bacaan Anna walaupun pelan tapi Anna membaca dengan baik.
"Terimakasih." jawab Anna.
Aini tahu selama ini Anna masih membaca buku Iqro, belajar bersama Ummi Zahra.
"Besok kamu beli Al-Qur'an saja biar makin lancar membacanya. trus kamu juga bisa menghapal surat-surat pendek yang ada di juz terakhir Al-Qur'an." ucap Aini.
Aini memperlihatkan halaman terakhir surat-surat pendek yang sering dibaca saat sholat.
"Oh jadi disini semua bacaan surat pendek itu?" tanya Anna.
__ADS_1
"Iya, ada yang berbentuk buku khusus juz ama juga." jawab Aini.
"Nanti temani Aku kerumah Ummi Zahra ya." ucap Anna.
"Mau ngapain?" tanya Aini.
"Mau pinjam Hp Ummi, untuk nelpon." jawab Anna.
Aini mengangguk. mereka melanjutkan membaca surat Al-kahfi, mereka mengaji sampai suara azan isya dikumandangkan.
Setelah sholat isya Aini datang kekamar Anna membawa piring makannya. Anna mengajak Aini dan Fitri makan di teras asrama.
mereka makan bersama dengan lahap.
Setelah makan, Anna mengajak Aini kerumah Ummi Zahra, Fitri menawarkan diri untuk ikut. mereka pergi bertiga dan mengisi buku keluar dengan tujuan kerumah Ummi Zahra.
Pintu rumah Ummi Zahra terbuka, Mereka mengucapkan salam didepan pintu. Ummi keluar dan menjawab salam mereka.
"Ada perlu apa malam-malam kerumah Ummi?" tanya Ummi Zahra.
"Anna mau pinjam Hp Ummi untuk menelpon, Boleh?" tanya Anna.
"Oh, masuk lah. Ummi ambil Hp dulu." jawab Ummi Zahra.
Aini dan Fitri duduk di kursi tamu Ummi. Anna berdiri diruang tamu menunggu Ummi datang membawa Hp.
Ummi datang dan memberikan Hp nya kepada Anna.
"Boleh Anna menelpon diluar rumah Ummi?" tanya Anna.
"Ya silahkan." Jawab Ummi.
Anna tersenyum dan segera pergi keluar. Anna menghubungi nomor Ummi Salma.
Panggilan Anna diangkat.
"Halo." Hp Ummi dijawab suara laki-laki yang rasanya tidak asing untuk Anna.
"Halo, ini Anna. Anna mau bicara dengan Ummi Salma. apakah Ummi nya Ada?" tanya Anna.
"Ummi Anna nelpon. cepat Ummi hubungi lagi." ucap Adnan yang tiba-tiba salah tingkah karena Anna menelpon Ummi nya.
"Apa dia tahu kamu yang angkat telpon?" tanya Ummi.
"Adnan cuma bilang Halo. cepat Ummi telpon lagi." ucap Adnan yang sudah menyodorkan Hp kepada Ummi.
Ummi segera menelpon dan langsung di angkat Anna.
"Ummi, siapa yang angkat telpon Ummi tadi?" tanya Anna penasaran.
"Anak Ummi sayang, kebetulan dia di rumah." jawab Ummi. Ummi menggunakan pengeras suara agar bisa didengar Adnan dan Abi.
"Ada apa nelpon Ummi malam-malam?" tanya Ummi.
"Anna mau minta tolong belikan Al-Qur'an, Anna sudah hampir tamat baca buku iqro empat. sekalian dengan buku kaligrafi yang pernah dibeli Abi. Anna sudah mengisi semua buku yang dibeli Abi." jawab Anna menyebutkan keperluannya.
"Iya, nanti Ummi belikan, rasanya sekarang Ummi benar-benar memiliki anak perempuan. Ummi suka kalau Anna menelpon dan menyebutkan kebutuhan Anna. masih ada kebutuhan lain yang Anna perlukan?" tanya Ummi Salma.
jawaban Ummi membuat Anna tersenyum.
"mm. Anna mau belikan kak Adnan kado. boleh Mi?" tanya Anna.
"Kenapa harus berikan Adnan kado? dia ulang tahun?" tanya Ummi.
"Anna gak tau tanggal lahir kak Adnan, Anna mau kasih kado biar kak Adnan ingat Anna." jawab Anna sambil tersenyum malu.
Ummi melihat Adnan yang senyum-senyum sendiri mendengar ucapan Anna.
"Apa lagi yang dilakukan Adnan sampai Anna bisa mengingatnya seperti ini." batin Ummi Salma.
"Anna mau belikan Apa?" tanya Ummi.
"Boneka besar Mi." jawab Anna.
Jawaban Anna membuat Ummi, Abi dan Adnan tertawa, mereka menutup mulut agar tawa mereka tidak didengar Anna.
__ADS_1
Adnan mengacungkan jempolnya dan mengangguk. tanda setuju dengan ide Anna.
"Iya besok Ummi belikan dan Ummi berikan pada Adnan." jawab Ummi yang masih tersenyum.
"Terimakasih Mi." ucap Anna.
"Oh iya, Ummi sama Abi juga dalam waktu dekat mau antar surat pindah sekolah Anna ke pondok. tadi Ummi lupa bawa suratnya." jawab Ummi menandakan Anna sudah resmi pindah dari SMA xx.
"Besok kalau Ummi ke pondok panggil Anna, biar Anna bisa ketemu Ummi." jawab Anna.
"Iya sayang, sekarang Anna ke asrama ya. gak baik anak gadis keluar malam." ucap Ummi dan mereka mengakhiri telponnya.
Anna segera masuk kerumah Ummi Zahra. mengucapkan terimakasih dan memberikan Hp kepada Ummi Zahra. Anna mengajak kedua temannya untuk pamit pulang ke asrama.
Ustad Faiz mendengar semua yang dibicarakan Anna. karena Anna menelpon tepat didepan jendela kamar Ustad Faiz.
"Dasar, masih kelas satu Aliyah sudah merayu laki-laki. pakai kasih kado boneka besar lagi. cowok apaan yang mau dikasih hadiah boneka." ucap Ustad Faiz mengomel sendiri di kamar nya.
Ustad Faiz mendengar Anna pamit dan Ummi menutup pintu. Ustad Faiz keluar dari kamarnya .
"Besok jangan pinjamkan Anna Hp Mi." ucap Ustad Faiz menemui Ummi nya yang selesai menutup pintu.
"Kenapa kamu larang Ummi?" tanya Ummi heran dengan sikap anaknya.
"Peraturan anak pondok untuk menelpon itu ada. suruh Anna mengikuti peraturan itu?" jawab Ustad Faiz tidak senang Anak datang.
Ummi Zahra hanya membuang nafas, lalu pergi meninggalkan anaknya.
***
Ummi Salma memberikan Adnan uang untuk membelikan Anna Al-Qur'an, buku kaligrafi dan boneka untuk dirinya sendiri.
Adnan tertawa melihat Ummi yang memberikannya uang.
"Boneka gak usah dibeli lagi Mi, Adnan udah ada boneka dari hadiah pasar malam. sebenarnya Adnan niatkan boneka itu untuk Anna. ternyata Anna niat juga belikan Adnan boneka. kami romantis kan Mi." ucap Adan menggoda Ummi nya.
"Romantis apa nya, romantis tu seperti Abi dan Ummi. pasangan halal, kemana mau pergi bebas, mau ngapain tidak ada yang melarang." jawab Ummi tidak mau kalah dari anaknya.
"Jangan panas-panas sin Adnan, Mi. ntar Adnan bawa kabur Anna, Ummi marah." jawab Adnan tidak mau diejek.
"Abi, anaknya kebelet nikah ni. bagus diapakan?" tanya Ummi yang heran dengan sikap Adnan semenjak mengenal Anna bawaannya ingin selalu bersama Anna.
"Tunggu Anna selesai sekolah dan agak berisi. baru kita nikahkan." jawab Abi membuat Ummi tertawa.
"Abi, Ummi? Adnan tu mau ajak Anna keliling kota, merasakan dinner, nonton, kemana-mana naik motor, pulang kampung bareng. bukan mau un***ing Anna." jawab Adnan membuat kedua orang tuanya kaget dengan ucapan terakhir Adnan.
"Pantas kamu peluk Anna, ternyata kamu sudah paham apa yang dilakukan pasangan halal. jangan harap Abi akan memberi mu izin untuk bertemu Anna. bisa bahaya jika kamu bersama Anna." ucap Abi memberikan peringatan keras kepada Adnan.
"Dan jangan sampai kamu mencari perempuan lain karena kami melarang mu bertemu Anna." ucap Ummi ikut memperingatkan Adnan.
"Gak Mi, Adnan hanya mau sama Anna. biar kami sama-sama perdana." jawab Adnan dengan wajah serius.
"Adnan janji akan tahan diri, Adnan hanya akan bertemu Anna jika ada Abi atau Ummi yang mendampingi Adnan. Adnan gak akan peluk Anna lagi sebelum kami halal.
Kami butuh bertemu Mi, buktinya Anna sampai membelikan Adnan hadiah, biar Adnan selalu ingat dia. bukannya hubungan itu akan bertahan dengan adanya komunikasi yang baik?" tanya Adnan mencoba meyakinkan kedua orang tuanya.
Abi dan Ummi diam memikirkan ucapan Adnan.
"Baiklah kami akan membawa mu bertemu Anna, saat kami berkunjung menemuinya. kamu harus janji tidak akan mengunjungi Anna jika tidak ada Abi atau Ummi yang ikut bersama mu." jawab Abi masih memberi peluang untuk Adnan bertemu Anna.
"Yes. Adnan janji Bi, Mi. Adnan akan tahan diri demi kebahagian kami. terimakasih Bi." ucap Adnan berjalan menuju tempat duduk Abi dan memeluk Abi nya.
"Ingat ucapan mu." jawab Abi dan melepas pelukan Adnan.
Adnan mengangguk.
"Pesanan yang Anna minta pakai duit Adnan aja. besok pulang sekolah Adnan belikan." ucap Adnan tidak mau mengambil uang yang sudah diberikan Ummi.
Abi dan Ummi tersenyum mendengar ucapan Adnan. mereka bahagia melihat Adnan yang sudah dewasa dan serius dengan Anna.
...----------------...
like dan komen ya.
kasih vote juga
__ADS_1
😊