
Pagi ini Adnan dan Anna pamit untuk pulang kerumah Ummi. walaupun masih rindu, Ibu tetap merelakan kepergian Anna bersama suaminya.
"Kabari Ibu jika sudah sampai di rumah."
"Iya, nanti Anna kabari."
Mereka bersalaman dan siap untuk berangkat. selama diperjalanan Adnan menyandarkan kepala Anna di bahunya.
Ummi dan Abi merasa bahagia melihat kedatangan mereka pagi ini. setelah berbicara sebentar diruang tamu, mereka segera kekamar. Adnan tahu Anna pasti lelah apa lagi tadi malam mereka melakukannya dua ronde. mereka semakin tidak bisa menahan diri. permainan baru yang baru mereka rasakan membuat mereka sama-sama ketagihan dan sulit mengontrol diri.
"Mau kemana Dek?" Adnan melihat Anna berjalan kearah kamarnya.
"Mau rebahan dikamar"
"Mulai sekarang kita harus tidur satu kamar."
"Tapi.."
Adnan segera mengangkat tubuh Anna membawanya masuk kekamar nya dan membaringkan Anna di atas kasur.
"Masih capek?"
"Iya, rasanya sangat lelah."
"Tidurlah, Nantik semua baju Anna akan kakak pindahkan, lemari kakak masih banyak yang kosong."
Anna mengangguk.
"Besok Anna boleh ikut kakak?"
"Boleh, kalau Anna gak capek. Kakak akan membawa Anna melihat kampus dan fakultas kakak, besok kakak hanya ada satu jadwal kuliah."
"Kalau kakak belajar, Anna tunggu kakak di perpustakaan ya."
"Iya, Segera telpon kakak jika ada masalah."
"Ya."
Adnan membuka lemari pakaiannya.
"Masih ingat pakaian ini?" Adnan mengambil satu baju Anna yang pernah ia simpan tiga tahun lalu.
"Itu baju Anna, Kok bisa di lemari kakak? Anna ingat waktu itu Ummi yang bawakan pakaian Anna pulang. kata Ummi akan menyimpannya dikamar, Kenapa bisa kakak yang simpan?"
"Waktu itu Ummi menyuruh kakak untuk menyimpannya dikamar Anna sekarang, tapi kakak gak rela. akhirnya kakak simpan di lemari ini dan kalau rindu Anna, kakak akan memakaikan boneka besar kakak dengan baju Anna."
"Oh boneka, hadiah yang Anna minta Ummi belikan untuk Kakak kan?"
"Iya."
"Dimana bonekanya kak?"
"Ada diruang belajar kakak. di sana juga banyak pajangan foto kita sewaktu menghadiri pesta buk Endang dan Pak Arip."
"Wah, Anna mau lihat ruang belajar kakak."
"Nantik saja, istirahat dulu."
Anna menurut, Adnan ikut berbaring dan mengusap kepala Anna, mencium pipi dan kening Anna.
"Jangan ganggu Anna kak, Anna belum kuat untuk tempur lagi."
"Hahaha, gak lah. kakak tahu Anna capek."
Adnan mencium bibir Anna sebentar.
Setelah istirahat Adnan mengajak Anna melihat langsung ruang belajarnya. Ada banyak buku diruang belajar Adnan, buku cetak Adnan semenjak sekolah tersusun rapi di rak ruang belajar.
Anna ingat Adnan selalu mengiriminya surat, Anna melihat buku yang ditulis oleh Adnan, ternyata benar tulisan Adnan sangat rapi dan cantik.
Di dinding ruang belajar Adnan juga ada ungkapan perasaan Adnan untuk Anna, Anna membacanya, Anna terharu membaca tulisan yang ditulis Adnan. semuanya menyatakan bagaimana Adnan sangat merindukan Anna dan sangat ingin membawa Anna kerumahnya.
Di dinding itu juga ada foto mereka saat bertemu di parkiran asrama dan Foto kebersamaan mereka selama sekolah di SMA.
Anna memeluk Adnan dan menangis terharu.
"Terimakasih kak sudah menunggu Anna selama ini."
"Kakak juga ucapkan terimakasih karena Anna hanya menempatkan hati untuk kakak, terimakasih sudah bersedia menjadi istri kakak. semoga kita terus bersama dalam ikatan pernikahan ini."
Anna mengangguk. lama keduanya berpelukan sampai Anna tidak menangis lagi.
***
Besok paginya.
Setelah sarapan Anna pamit kepada Ummi untuk ikut Adnan ke kampus.
"Nantik Adnan lama baru pulang, Anna ikut Ummi saja. kita ke toko."
"Besok saja Anna ikut Ummi, hari ini Anna ikut kak Adnan dulu."
Ummi tampak kecewa dengan jawaban Anna.
tapi Anna terus merengek dan meminta Ummi mengizinkannya pergi bersama Adnan.
"Pergilah, hati-hati dan jaga diri. Adnan! kalau Anna pulang dalam kondisi lecet kamu akan Ummi hukum."
"Iya Mi, jangan khawatir. Adnan akan jaga Anna."
Mereka segera berangkat, ketika sampai di kampus, Adnan menjelaskan fakultas masing-masing bangunan yang mereka lalui. Adnan mengantar Anna ke perpustakaan kampus, perpustakaan masih sunyi belum ada pengunjung. Adnan merasa takut meninggalkan Anna sendirian di sana.
__ADS_1
"Ikut kakak ke kelas aja."
Adnan selalu memegang tangan Anna. Anna diperlakukan seperti adik kecil yang harus dijaga kemana pergi.
"kak jangan pegang tangan Anna terus. Anna gak enak dilihat orang."
"Kita kan suami istri, kenapa harus risih dengan pandangan orang."
"Hai bro, siapa tu yang digandeng. cantik juga." ucap teman satu Fakultas, satu angkatan tapi tidak sekelas dengan Adnan .
"Istri ku."
"Wah, beruntung banget punya istri cantik dan masih segar."
Laki-laki itu selalu mencuri pandang ingin menatap Anna. Anna menyembunyikan wajahnya dibalik tubuh Adnan.
"Bro jangan lihat istriku seperti itu." Adnan mulai risih dengan laki-laki yang ingin melihat wajah Anna. Adnan langsung membawa Anna ke ruangannya. hanya mereka yang berada di ruangan itu. Adnan duduk dan mengajak Anna untuk duduk disampingnya.
"Kak, nantik kalau kakak mulai belajar Anna tunggu dimana?"
"Duduk dipangkuan kakak aja."
"Anna gak mau."
"Trus maunya dimana?"
"Anna cari mesjid kampus aja atau Anna ke perpustakaan tadi."
"Jangan bicara dengan laki-laki lain."
"Gak boleh cemburu kak, Anna kan udah jadi istri kakak."
"Kakak gak suka mereka melihat Anna berlebihan."
"Anna akan jaga diri, Anna juga ada Hp, kakak belajar yang semangat ya, Anna mau keluar."
"Kenapa harus buru-buru keluarnya, biarkan semua teman kelas kakak masuk, baru Anna keluar."
Anna kembali duduk di samping Adnan, kursi yang semula banyak kosong sekarang hampir penuh terisi. teman sekelas Adnan tersenyum melihat kehadiran Anna, Meraka tahu Anna istri Adnan.
"Cie pengantin baru ditemani istrinya." ucap teman kelas Adnan.
"Yang benar itu nemani kita, kelas kita kan gak ada perempuannya, kebetulan ada si cantik. bisa bikin semangat belajar." jawab yang lain.
Telinga dan dada Adnan terasa panas mendengar ucapan temannya.
Adnan meraih tangan Anna, mengajak Anna keluar ruangan.
"Kakak akan telpon Ummi, biar Ummi jemput Anna. Anna jangan ke kampus kakak lagi."
"Tapi.."
"Jangan membantah, tidak seharusnya kakak membawa Anna, kakak lupa ini fakultas yang delapan puluh persennya laki-laki. Kakak gak rela lihat Anna jadi penyegar mata Meraka."
Dengan berat hati Adnan membawa Anna kembali ke perpustakaan. di perpustakaan sudah mulai ada pengunjung, ada pengunjung perempuan juga.
"Jangan tinggalkan tempat ini sebelum kakak jemput."
"Iya kak."
"Kabari kakak kalau ada yang mengganggu."
Anna mengangguk. Adnan mencium kening Anna.
Selama belajar Adnan nampak gelisah, Adnan selalu melihat Hp nya, Adnan siaga jika Anna menghubunginya.
sampai akhir pertemuan kuliah Anna tidak menghubungi Adnan. Adnan segera ke perpustakaan menemui Anna. Anna tidak ada di perpustakaan. Adnan menelpon Anna.
"Anna dimana?"
"Anna baru keluar toilet yang ada di samping perpustakaan, tadi Anna kebelet."
Adnan langsung menuju toilet yang dimaksud Anna.
"Kakak?"
Anna memanggil Adnan dan tersenyum bahagia. Adnan langsung mendekati Anna.
"Besok jangan ikut kakak lagi. kakak gak bisa fokus belajar. Anna hanya buat kakak khawatir saja"
"Anna udah besar kak, Anna juga bisa jaga diri."
"Gak boleh membantah ucapan suami. ayok segera pulang."
Adnan terlihat kesal karena Anna terus menyanggah ucapannya.
"Iya, suami ku." jawab Anna ingin mencairkan suasana.
"Kenapa ngomongnya gitu? gak suka dibilangin? mau kakak tinggal disini?"
Adnan terlihat kesal dengan jawab Anna.
"Tinggalin aja, biar saya yang ngantar." jawab teman Adnan yang tadi pagi menyapa mereka dan melihat Anna.
Anna menjadi takut dan memeluk tangan Adnan.
"Kita pulang aja kak." ucap Anna pelan.
"Tunggu lah sebentar lagi, kita belum kenalan."
"Kamu tidak perlu mengenal istri saya."
__ADS_1
"Haha, jangan pelit aku hanya ingin tahu namanya. Hai perkenalkan namaku Robert." ucap laki-laki itu sambil menyodorkan tangannya.
Adnan merasa kesal karena Robert tetap ingin mengenal dan menyalami Anna.
"Saya Adnan dan ini istri saya Anna." jawab Adnan tanpa menyambut tangan Robert.
Adnan segera membawa Anna, meninggalkan Robert sendirian.
Mereka sampai diparkiran. Adnan membukakan pintu untuk Anna dan menutup kembali pintunya. Adnan segera masuk ke mobil.
Anna langsung mencium pipi dan bibir Adnan. Anna tahu suaminya kesal dan berusaha menenangkan suaminya.
Adnan membalas serangan Anna sampai ia puas dan membuat Anna tidak akan melupakan betapa bahayanya ciuman Adnan yang sedang cemburu.
"Besok Anna di rumah atau menemani Ummi saja. Kakak gak mau Anna jadi tontonan semua teman di kampus."
"Iya, Anna akan menuruti keinginan suami tersayang"
"Panggil apa barusan?"
"Gak tau, yang mana?" Anna pura-pura lupa
Adnan memeluk Anna.
"Maaf tadi kakak terbawa emosi, sampai mengancam meninggalkan Anna, maafkan kakak ya."
"Iya, Anna sudah maafkan kakak. besok Anna gak ikut kakak lagi, Anna ikut Ummi aja."
"Anna gak merajuk kan?"
"Nggak, Anna kasian liat suami Anna yang terlalu khawatir meninggalkan Anna, padahal Anna ditempat umum."
"Dari awal bertemu Anna, kakak sudah berjanji akan melindungi Anna, memberikan Anna kasih sayang dan menjadikan Anna istri kakak. sekarang keinginan itu terwujud, kita harus sama-sama menjaga cinta dan kasih sayang ini. apa lagi mungkin sebentar lagi kita akan jadi Papa Mama muda. Kapan Anna terakhir datang bulan?"
Anna melepaskan diri dari pelukan Adnan dan menatap wajah suaminya.
"Kalau tidak salah Dua minggu sebelum pernikahan."
"Semoga Kita langsung diberi rezeki. bagaimana kalau kita beli alat tes kehamilan?"
"Sekarang?"
"Iya, nantik kita mampir di apotik."
"Baiklah."
Mereka segera berangkat meninggalkan parkiran kampus. Anna merasa takut karena Adnan terlalu cepat ingin mengetahui kehamilannya.
"Semoga hasilnya positif." batin Anna
Mereka singgah di apotik, pegawai apotik menawarkan merek tes kehamilan yang bagus bisa langsung dites saat itu juga tanpa harus menunggu bangun tidur malam.
Adnan membeli lima alat tes tersebut.
mereka pulang kerumah, Ummi dan Abi tidak berada di rumah.
Adnan mengajak Anna langsung kekamar.
"Kita langsung tes ya."
Mereka sama-sama mempelajari cara menggunakan alat tes kehamilan itu.
setelah memahami petunjuk penggunaannya Anna pergi kekamar mandi dan mencoba alat tes kehamilan itu.
Mereka melihat hasil tes kehamilan Anna, keduanya sama-sama bingung, ada dua garis berdekatan tapi garis yang satu lagi terlihat buram atau kurang jelas.
"Kita simpan saja hasil tes ini. minggu depan kita coba lagi. tapi mulai sekarang Anna jangan banyak gerak ya. usahakan jangan sering naik turun tangga."
Anna mengangguk.
***
Seminggu telah berlalu, mereka kembali melakukan tes kehamilan, kali ini Anna melakukannya setelah bangun tidur malam.
"Kak lihat." Anna menyerahkan hasil tes nya saat Adnan baru bangun tidur dan akan kekamar mandi.
Adnan melihat garis dua yang lebih jelas dari minggu lalu.
"Kita langsung periksa ke dokter yok."
"Iya." ucap Anna tersenyum senang.
Adnan memeluk dan mencium Anna. pagi ini Adnan sengaja tidak masuk kuliah, Adnan menemani Anna ke dokter kandungan. Adnan ingin memastikan keadaan Anna.
Mereka sengaja tidak memberi tahu Abi dan Ummi. mereka ingin memastikan kebenarannya agar tidak mengecewakan Abi dan Ummi.
"Kita lihat ya, ini sudah ada kelihatan ukurannya masih sangat kecil. prediksi umur kandungannya masih empat minggu. selamat ya. bulan depan kontrol kehamilan rutin." ucap dokter yang memeriksa perut Anna menggunakan alat USG.
Anna dan Adnan merasa sangat senang. Adnan tanpa malu mencium pipi dan kening Anna yang masih berbaring di kasur pemeriksaan dokter.
Mereka pulang dan memberikan hasil print out USG Anna kepada Ummi.
"Apa Anna hamil?" tanya Ummi
"Iya Ummi. Alhamdulillah." jawab Anna dan Adnan.
"Alhamdulillah, jaga baik-baik ya, jangan sungkan minta apapun sama Ummi. Ummi akan penuhi permintaan Anna."
Ummi memeluk Anna dan mencium wajah Anna.
...*** Tamat ***...
__ADS_1
Terimakasih sudah membaca novel pertama ku. terimakasih sudah memberikan komentar yang membuat author bisa menyelesaikan novel ini.
♥️♥️♥️