Bingkai Hati Anna

Bingkai Hati Anna
Imam sholat


__ADS_3

Adnan tersenyum sepanjang jalan menuju rumahnya, pesan yang dikirim Anna membuat hati Adnan ditaburi bunga yang tetap mekar disepanjang jalan.


"Assalamualaikum Ummi cantik." ucap Adnan sambil mencium pipi Ummi nya yang berada didepan tangga menuju lantai atas.


Melihat Adnan yang sangat bahagia membuat Ummi melupakan hukuman yang sudah ia rencanakan.


Setelah mencium Ummi nya Adnan langsung kekamar untuk mandi dan bersiap-siap pergi membeli pesanan Bang Didi dan Anna.


Setelah rapi Adnan turun menemui Ummi dan Abi nya yang duduk di teras belakang. menikmati suasana sore sambil melihat halaman belakang rumah yang luas.


"Abi." ucap Adnan mencium pipi Abi nya dan ikut duduk bersama kedua orang tuanya.


Semenjak SMA Adnan sudah jarang mencium pipi Abi nya, mereka hanya sering berpelukan.


"Tumben cium pipi Abi." ucap Abi merasa aneh Adnan tiba-tiba menciumnya.


Adnan tersenyum.


"Makasih ya Abi, Ummi. karena dukungan dan doa Abi sama Ummi Akhirnya Adnan bisa mengisi hati Anna. Adnan bisa merasakan kebahagian memiliki adik sekaligus cinta pertama." jawab Adnan tersenyum.


"Jadilah laki-laki yang baik, jaga cinta yang sudah kalian bangun, jangan berikan celah untuk orang ketiga yang dapat merusak hubungan kalian." ucap Abi menasehati Adnan agar Adnan tidak lengah dalam menjaga hubungannya bersama Anna.


"kamu harus jaga Anna untuk kami." ucap Ummi


"Inshaallah Adnan akan ingat pesan abi. sekarang Anna untuk Ummi sama Abi dulu, besok udah nikah buat Adnan." jawab Adnan tertawa.


"Eh, udah bisa ngomong nikah. mau kuliah atau nikah?" tanya Abi yang mengira Adnan akan segera menikah muda.


"Gak mungkin nikah cepat Abi, Anna masih kelas sepuluh, masih kecil. Adnan mau kuliah dulu, biar nantik ada ilmu melanjutkan usaha Abi sama Ummi." jawab Adnan.


"Baguslah kamu ada kemauan melanjutkan usaha Abi sama Ummi. Oh iya, Ummi mu mau renovasi rumah Jeni. apa kamu keberatan?" tanya Abi meminta pendapat Adnan.


"Kalau Ummi udah niat lanjutkan aja Bi." ucap Adnan yang mengetahui kondisi rumah mbok Iyem yang memang sudah sangat layak untuk direnovasi.


"Kamu mau kemana?" tanya Ummi yang menyadari penampilan Adnan yang rapi.


"Mau ke asrama Mi, kemaren bang Didi nelpon katanya mau buat acara perpisahan sama bang Doni. bang Doni milih tinggal di rumah kos dekat kampusnya." jawab Adnan.


"Kalau Doni tinggal diluar, Doni gak akan bisa jaga perbatasan asrama lagi." ucap Ummi.


"Iya, tadi pagi bang Doni udah gak jaga perbatasan." jawab Adnan.


Ummi melihat Abi.


"Abi, buruan cari ganti Doni. kasian anak asrama gak ada yang jaga, apalagi kawasan sekolah sering jadi incaran pencuri. Ummi khawatir kalau perbatasan asrama gak dijaga." ucap Ummi merengek pada suaminya.


"Tanya kak Inah dan kak Yani dulu, siapa tau mereka sudah mendapat pengganti Doni." jawab Abi.


"Iya, nantik Ummi telpon." jawab Ummi Salma agak tenang.


"Gerbang depan sekolah ada satpam yang jaga, gerbang belakang asrama ada bang Didi. kalau tengah kosong gak masalah kayaknya Mi." ucap Adnan berpendapat.


"Itukan pikiran mu Adnan, coba kalau ada anak laki-laki SMA itu yang berniat jahat. mereka pasti dengan mudah masuk asrama karena satpam cuma ada didepan dan dibelakang." jawab Ummi membuat Adnan sadar perlunya satpam diperbatasan.


"Betul juga ya Mi. apalagi calon istri Adnan masih harus tinggal asrama tiga tahun ini." ucap Adnan mulai khawatir keamanan Anna.


Ummi segera kekamar, mencari Hp nya. Ummi Salma menelpon Bunda Yani menanyakan pengganti Doni sebagai Satpam yang menjaga perbatasan.


"Kami sudah buka lowongan dan sudah ada 3 orang pelamar. kami minta mereka datang hari Sabtu pagi, tes wawancara. jika ada yang terpilih mereka akan bertugas hari senin depan." jawab Bunda Yani.


"Oh, syukurlah kak, saya khawatir kalau perbatasan tidak ada yang jaga." jawab Ummi Salma.


Mereka mengakhirkan telponnya. Ummi Salma kembali ke teras belakang menemui Abi dan Adnan.


"Ummi sudah telpon Bunda Yani, kata bunda Yani sudah ada pelamar. hari Sabtu mereka di interview dan bertugas pada hari senin." Ucap ummi Salma menjelaskan.


"Artinya nanti malam dan malam sabtu gak ada yang jaga perbatasan Mi." jawab Adnan.


"Iya ya, Ummi lupa menanyakan kapan Doni pindah." jawab Ummi Salma.


"Nantik Adnan bujuk Bang Doni biar mau jaga untuk dua malam ini." jawab Adnan.


"Iya bagus itu." ucap Abi.


"Ummi, Abi. Adnan keluar dulu ya." ucap Adnan pamit dan menyalami kedua orang tua nya.


"Iya kamu hati-hati, jangan pulang lewat dari jam 22.00." ucap Ummi yang selalu mengawasi Adnan saat keluar rumah.


"Oke mi." jawab Adnan.


***


Adnan singgah di hypermarket yang ada di Mall. Adnan mencari toples yang dipesan Anna membeli beberapa cemilan kemudian membeli bakso pesanan bang Didi digerai Mall yang selalu ramai pembeli. Adnan teringat Anna yang selalu lahap memakan apapun. Adnan ingat saat ini Anna belum bisa mengkonsumsi yang pedas. Adnan membeli sekotak donat agar Anna dan teman sekamar nya bisa makan donat bersama.


Malam ini Adnan berniat kumpul bersama Bang Didi dan bang Doni tanpa melibatkan Anna.


Adnan sampai diparkiran Asrama jam 18.00 limas belas menit lagi Akan azan maghrib. Didi menghampiri Adnan.


"Kamu ke mesjid dulu ya, jadi imam. Ayah sama bang Doni belum kembali, tadi mereka lihat tempat Kos bang Doni sekalian bersih-bersih. sekarang mungkin sedang dijalan." ucap Didi.


"Oke bang." jawab Adnan dan keluar dari mobilnya.


Adnan mengambil sarung yang selalu dia standby kan di mobil. Adnan langsung menuju Mesjid, karena sudah Pasti tidak ada yang azan.


Adnan mengumandangkan Azan.


"Siapa yang azan ya, suaranya bagus dan lantang." ucap siswi di asrama, mereka saling bertanya.


Siswi bergegas ke Mesjid.


Sebelum mengumandangkan adzan, Adnan sengaja memasang kain pembatas saf sholat laki-laki dan perempuan. sehingga siswi yang datang ke mesjid tidak bisa melihat siapa yang azan.


Didi datang saat Adnan baru saja selesai mengumandangkan Azan.


Adnan membaca doa setelah azan dan duduk di saf sholat menunggu jamaah datang.


"Pak Yayat sama bang Doni udah datang?" tanya Adnan.

__ADS_1


"Udah, gerbang juga udah abang kunci." jawab Didi.


Setelah menunggu beberapa menit Didi maju ke depan untuk komat. Adnan berdiri paling depan sebagai imam sholat magrib.


Adnan membaca surat Al-fatihah dengan baik dan hafalan surat pendek yang masih ia ingat. gerakan sholat yang tidak terburu-buru. membuat makmumnya nyaman dan sholat dengan khusuk.


Anna mengisi saf pertama tepatnya dibelakang tiang tengah didalam mesjid. setelah sholat Didi dan Adnan duduk di saf paling akhir mereka duduk tepat didepan tiang tengah mesjid. tidak ada yang membuka pembatas saf laki-laki dan perempuan sehingga Adnan tidak bisa melihat Anna, begitu juga dengan Anna yang tidak bisa melihat Adnan.


Setelah selesai berdoa Anna meminta Ummi Inah untuk menyimak bacaannya, Ummi Inah setuju. Ummi Inah duduk tidak jauh dari tiang tengah mesjid ,Anna duduk didepan Ummi Inah membelakangi kain pembatas, suara mengaji Anna terdengar jelas oleh Adnan yang duduk tidak jauh dari Anna. Adnan mengintip memastikan suara yang ia dengar adalah Anna. Adnan tidak bisa melihat siapa yang membaca Buku Iqro yang disimak Ummi Inah.


Adnan memberanikan diri menggeser kain pembatas yang berada di dekat nya. siswi lain yang duduk berpencar melihat dengan jelas orang yang membuka pembatas.


Mereka tersenyum melihat aksi nekat Adnan yang masuk ke saf perempuan dan ikut duduk di samping Anna.


Anna melihat lengan putih Adnan. Anna mengira ada yang akan ikut mengaji dan minta disimak oleh Ummi Inah. Anna terus fokus membaca Iqro nya. Ummi Inah tersenyum melihat Adnan yang duduk di samping Anna.


setelah selesai membaca buku Iqro nya. Anna melihat kesamping memastikan siapa yang akan mengaji setelahnya.


Anna kaget sekaligus malu karena Adnan sedang menatapnya.


"Kak Adnan?" ucap Anna menutup bagian hidung dan mulutnya dengan tangan yang beralas mukenah.


Adnan tersenyum melihat Anna.


"Kenapa masih baca Buku Iqro?" tanya Adnan.


"Anna udah lama gak ngaji, jadi banyak huruf dan hukum bacaan yang lupa." jawab Anna masih menutup bagian hidung dan mulutnya.


"Oh, bagus lah Anna mau untuk mengulang kembali, harus rajin ngaji, walaupun udah tua tetap harus baca Alqur'an biar hati tentram dan mendapat petunjuk hidup." ucap Adnan menyemangati Anna.


Anna mengangguk dan masih memperlihatkan matanya yang indah.


"Ummi Adnan keluar dulu." ucap Adnan sambil menyalami Ummi nya.


"Boleh ajak Anna sebentar Ummi?" tanya Adnan saat tangan mereka sudah terlepas.


"Nanti saja setelah sholat Isya." jawab Ummi tidak memberi izin Adnan membawa Anna pergi.


"Baiklah, Adnan keluar dulu Ummi." ucap Adnan pamit.


Adnan menuju parkiran, Didi sudah berada diparkiran.


"Bang mana Hp Anna yang udah selesai diperbaiki?" tanya Adnan.


"Oh iya, abang simpan di laci meja satpam, bentar ya." jawab Didi saat Adnan menemuinya di gazebo.


Didi segera mengambil Hp Anna dimeja jaganya. setelah mengambil Hp Didi kembali duduk di gazebo dan memberikan Hp Anna pada Adnan.


Adnan sudah menyediakan kartu baru dan memasukkannya kedalam Hp Anna. Adnan mengaktifkan Hp itu. melakukan registrasi dan membuka aplikasi galeri Hp Anna.


Adnan melihat semua foto Anna, Adnan senyum -senyum sendiri melihat foto yang tersimpan di galeri itu.


Kemudian Adnan membuka kontak Hp Anna, Adnan mencoba mencari nomornya, tapi tidak ditemukan, artinya nomor Adnan disimpan dikartu bukan di Hp.


Setelah puas memeriksa semua menu Hp itu. Adnan menuju mobilnya, mengambil toples yang tadi ia beli dan memasukkan Hp Anna ke toples itu.


Adnan kembali ke gazebo. Adnan membawa dua kotak bakso dan cemilan lain yang ia beli.


"Iyalah, kan abang yang pesan." Jawab Adnan.


"Mana bang Doni?" tanya Adnan belum melihat Doni dari tadi.


"Mungkin masih dikamar. coba abang telpon dulu." jawab Didi


Setelah berhasil mengubungi Doni, mereka sepakat menunggu kedatangan Doni.


tidak berapa lama Doni datang. Didi segera menawarkan bakso yang dibelikan Adnan, kedua saudara itu makan bakso dengan lahap.


belum sampai separoh mereka makan bakso waktu sholat isya sudah masuk.


"Adnan kamu ke Mesjid dulu, azan dan komat. untuk imam ayah pasti bisa." ucap Didi.


"Abang gak ikut sholat?" tanya Adnan.


"Nanggung lagi seru, keringat baru muncul." jawab Doni. membuat Didi tertawa.


"Ya deh." ucap Adnan pergi meninggalkan mereka.


Adnan masih berjalan diarea parkiran, terdengar suara azan yang sudah dikumandangkan pak Yayat.


Adnan mempercepat langkahnya agar tidak terlambat.


Setelah sholat isya, Adnan menunggu Anna di teras mesjid. Ummi Inah dan Anna keluar mesjid bersamaan.


"Ummi, udah bolehkan bawak Anna?." ucap Adnan menagih janji.


"Iya, tapi jangan lama ya." jawab Ummi.


"Gak papa kak Anna pakai mukenah?" tanya Anna.


"Kalau ganti jilbab, Anna lama gak?" tanya Adnan.


"Gak lama kak, tinggal pakai jilbab sarung aja." jawab Anna.


"Oke, kakak tunggu diparkiran ya." jawab Adnan.


Anna segera ke kamar membuka mukenah dan memasang jilbab. Setelah selesai Anna segera keluar asrama tanpa menghiraukan tatapan teman sekamarnya yang heran kenapa Anna terburu-buru.


"Pergi dulu ya." ucap Anna pada teman-temannya.


Anna berlari menuju parkiran, Anna melihat Adnan yabg sudah berdiri di samping mobilnya.


"Jadi beli toplesnya kak?" tanya Anna.


"Jadi, tapi temani kakak makan dulu ya, tadi kakak lupa makan sebelum ke asrama." ucap Adnan.


"Anna gak boleh keluar kak," jawab Anna.

__ADS_1


"Bentar aja kok, kakak akan tanggung jawab kalau Ummi sama Bunda marah." jawab Adnan.


Adnan membuka pintu mobil bagian depan untuk Anna, walaupun takut Anna tetap masuk kedalam mobil. Adnan segera keluar dari parkiran dan meminta bang Didi membukakan pintu gerbang.


"Bang jangan kasih tau bunda sama Ummi ya, kami cuma pergi makan di ujung jalan ini." ucap Adnan saat Didi membukakan pintu.


"Oke, tapi cepat balik ya." jawab Didi.


Adnan mengangguk dan segera meluncur menuju tempat makan yang ada diujung jalan asrama.


"Makan disini aja ya, biar kita cepat sampai asrama setelah makan." ucap Adnan sambil membuka pintu mobilnya.


Anna mengangguk dan ikut membuka pintu mobil.


Meraka makan di ampera pinggir jalan yang menyediakan menu nasi uduk. Adnan memesan ikan bakar dan ayam bakar.


mereka duduk bersebelahan.


"Anna makan juga ya, udah kakak pesan." ucap Adnan.


"Iya, kebetulan Anna juga lagi lapar." jawab Anna.


"Biasanya Anna makan malam jam berapa?" tanya Adnan.


"Biasanya jam 5 sore kak, kalau makannya gak habis lanjut lagi makannya siap sholat isya. jawab Anna.


"Nasinya diantar atau dijemput kerumah pak Yayat?" Tanya Adnan.


"Dijemput, ambil masing-masing. pakai tempat makan. nasi, lauk sama sayur nya terpisah. jadi gak cepat basi." jawab Anna.


"Betah tinggal di asrama?" tanya Adnan.


"Iya, semuanya baik." jawab Anna.


"Udah pernah lihat aktivitas kota malam hari?" tanya Adnan.


"Balum, malam hari gak boleh keluar asrama, mana mungkin bisa lihat keindahan kota malam hari ." jawab Anna tersenyum.


"Maaf ya, kakak belum bisa ngajak ketempat yang jauh." ucap Adnan.


"Anna juga takut kalau jauh, nanti dimarahi Pengurus asrama." jawab Anna membuat Adnan tertawa.


Pesanan mereka datang, Adnan makan dengan lauk ayam bakar dan anna makan dengan lauk ikan bakar.


"Mau coba ayam bakar kakak?" tanya Adnan


"Mau." jawab Anna.


Adnan mengambil daging ayamnya dan menyuapi Anna dengan tangannya.


"Enak?" tanya Adnan.


Anna mengangguk.


Adnan memesan kembali ayam bakar untuk dibawa pulang.


"Kak Anna gak bisa habiskan nasinya." ucap Anna.


"Kakak juga udah kenyang," jawab Adnan.


"Biarkan saja sisa nasinya di piring, nantik Bapak kasih sama kucing yang ada disini." jawab penjual.


Anna mengangguk.


Mereka menyudahi makannya dan segera kembali ke parkiran asrama.


Setelah sampai diparkiran Adnan meraih toples yang berada di kursi belakang dan menyerahkannya pada Anna.


"Kakak cuma beli yang seperti ini, kalau Anna gak suka besok kakak cari lagi warna dan model lain." ucap Adnan.


"Anna suka kak, ini bagus kok." jawab Anna.


Anna mendengar bunyi benturan dari dalam toples, Anna membuka toplesnya.


"Wah Hp Anna yang rusak, udah selesai diperbaiki kak?" tanya Anna dengan bahagianya.


"Iya, tapi Anna pakai Hp yang dari kakak aja ya, yang ini kasih sama Ibu." ucap Adnan.


"Kalau Ibu tanya siapa yang belikan Hp, Anna jawab apa?" tanya Anna bingung.


"Bilang aja dari kakak," jawab Adnan.


"Nantik Ibu curiga kak, mana ada orang tanpa hubungan ngasih barang mahal." jawab Anna.


"Anna bilang aja kakak adalah anak dari pemilik yayasan. nantik Anna pulang sama mereka kan? Anna harus perkenalkan kedua orang tua Angkat Anna sama keluarga dikampung. supaya mereka saling kenal dan orang tua Angkat Anna makin sayang sama Anna." jawab Adnan sambil menahan tawa dihatinya.


"Berarti Anna harus ajak Ummi sama Abi kerja sama, supaya mereka bisa menganggap kak Adnan anak mereka?" tanya Anna.


"Iya dan supaya kita bisa tetap komunikasi walaupun Anna berada dikampung." jawab Adnan melancarkan niatnya.


"Iya deh, nantik Anna ajak Ummi sama Abi kerjasama semoga mereka mau." jawab Anna


"Pintar." jawab Adnan mengusap kepala Anna sebentar.


"Ayok segera keluar, gerah dalam mobil lama-lama." ucap Adnan.


Anna mengangguk dan membuka pintu mobilnya. setelah Anna keluar mobil Adnan menghembuskan nafas panjang.


"Oh tuhan, berdua dengannya membuat aku tersiksa." ucap Adnan yang hanya didengar oleh dirinya.


Adnan ikut keluar dari mobil dan mengambil kotak donat dan lauk ayam bakar yang mereka beli tadi di kursi belakang kemudi.


"Anna, ini untuk Anna dan teman-teman dikamar. habiskan ya." ucap Adnan.


Anna melihat kotak yang diberikan Adnan dan mengambilnya.


"Makasih ya kak." ucap Anna dengan senyum lebar.

__ADS_1


Anna segera ke kamar nya karena sekarang sudah jam 21.15.


...----------------...


__ADS_2