
Pagi ini Ummi Salma dan Abi Zakaria menjemput Anna ke pondok. Kemaren sore Anna sudah menerima rapor hasil belajarnya selama satu semester belajar. untuk mata pelajaran umum Anna meraih juara tiga dikelasnya sedangkan untuk mata pelajaran pondok Anna hanya bisa mendapatkan ranking 17 dari 27 siswa dikelasnya.
Adnan juga datang ke pondok menggunakan mobil sendiri, ingin melihat Anna yang akan pulang kampung.
Semua santriwati pondok pulang pagi ini. area parkiran hampir penuh dengan kendaraan pribadi yang menjemput anak mereka.
"Ummi nantik Adnan bicara sebentar sama Anna ya." ucap Adnan menghampiri Ummi, saat keduanya sudah sampai diarea parkiran pondok.
"Ya, Ummi ke asrama dulu. bantu mengecek semua perlengkapan Anna untuk pulang, kamu tunggu disini saja." jawab Ummi saat akan keluar dari mobilnya.
Abi dan Danu tetap didalam mobil.
Ummi berjalan menuju asrama.
Anna bersama dua sahabatnya saling melepas kepergian didepan asrama Aini, mereka saling bertukar nomor Hp. karena tiga minggu ke depan tidak akan bertemu.
Aini pulang terlebih dahulu karena orang tua nya sudah datang menjemput.
Anna melihat kedatangan Ummi, Anna menyusul Ummi dan menyalaminya.
"Sudah siap untuk pulang sayang?" tanya Ummi.
"Sudah." jawab Anna
"Jajanan di lemari sudah habis?" tanya Ummi, karena baru seminggu lalu mengirim jajanan untuk Anna.
"Sudah Mi, kemaren Anna bagikan kepada teman asrama biar habis." jawab Anna. tersenyum melihat Ummi.
"Piring makan sudah dicuci?" tanya Ummi.
"Sudah, piring dan gelas sudah dikembalikan ke pengasuh asrama." jawab Anna.
"Baju sekolah sudah disimpan di lemari? sudah dicuci dan disetrika?" tanya Ummi memastikan semua barang-barang Anna aman.
"Sudah, seminggu kemaren kami tidak pakai baju seragam sekolah, jadi sudah Anna cuci dan disetrika. sepatu sekolah juga sudah dicuci dan disimpan di lemari." jawab Anna
"Baju harian dibawa semua kan?" tanya Ummi.
"Anna bawak baju tiga, jilbab 3. di rumah masih ada baju yang bisa Anna pakai." jawab Anna.
"No, sekarang kita ambil semua baju harian dan jilbabnya, hanya baju sekolah yang di tinggalkan di lemari. Ummi mau Anna tetap berpakaian seperti anak pondok saat di rumah. Ayok." ucap Ummi mengajak Anna kembali ke asrama untuk mengambil semua bajunya.
Anna pasrah, benar kata Ummi baju Anna dikampung banyak yang lengan pendek dan tidak menutup aurat.
"Jadi Anna gak boleh tidur pakai baju biasa Ummi?" tanya Anna saat mereka sudah sampai di asrama dan siap untuk memasukkan semua bajunya.
"Boleh, asal tidak dipakai saat keluar kamar. pintu rumah nenek selalu terbuka. jangan sampai ada orang lain yang melihat aurat Anna." jawab Ummi.
Anna mengangguk.
Semua baju harian Anna sudah disimpan didalam tasnya.
Fitri menghampiri Anna dan Ummi, Fitri pamit karena sudah dijemput kedua orang tuanya. mereka saling bersalaman dan berpelukan.
__ADS_1
"Ayok sekarang kita ke mobil." ajak Ummi.
Mereka berjalan menuju Area parkiran.
Adnan dengan setia menunggu Anna didepan mobilnya karena Anna dan Ummi akan melewati mobil Adnan terlebih dahulu.
"Ummi ada kak Adnan." ucap Anna saat mereka sudah diarea parkir.
"Iya, tadi dia minta izin untuk bicara sebentar dengan Anna, sekarang Anna temui Adnan sebentar. Ummi ke mobil dulu." ucap Ummi sambil berjalan mendekati Adnan.
"Hanya bicara sebentar. ingat itu." ucap Ummi kepada Adnan dan Anna saat mereka sudah berhadapan.
Adnan mengangguk.
Ummi meninggalkan keduanya. karena mobil Ummi berada di samping mobil Adnan.
"Kak." ucap Anna tersenyum melihat Adnan.
Adnan tersenyum melihat Anna. "Kamu semakin cantik Anna." ucap Adnan dihatinya.
"Anna mau pulang kampung selama liburan, kakak udah libur?" tanya Anna.
"Kakak sudah libur dua minggu lalu, besok senen kakak masuk sekolah. Jangan keluar rumah sendirian ya." ucap Adnan yang selalu menatap Anna.
"Iya, kakak masih dapat juara kelas?" tanya Anna, karena mereka sudah lebih sebulan tidak saling berkomunikasi karena sibuk ujian.
"Alhamdulillah masih dapat. Anna ranking berapa?" tanya Adnan.
"Kalau pelajaran Umum dapat juara tiga, kalau pelajaran pondok gak dapat." jawab Anna malu menyebutkan urutan ranking pondoknya.
"Iya. Anna sudah boleh pergi?" tanya Anna.
"Iya, hati-hati ya. ingat pesan kakak, jangan keluar rumah sendirian dan telpon kakak jika sudah sampai." ucap Adnan yang sebenarnya masih berat melepas Anna karena masih rindu.
"Anna rindu kakak, terimakasih sudah datang melihat Anna." jawab Anna melepaskan semua rasa yang iya pendam.
"Kakak juga rindu Anna. selamat berlibur." jawab Adnan tersenyum dan masih melihat wajah Anna.
"Pergilah jangan sampai Ummi memarahi kita." ucap Adnan mempersilahkan Anna untuk segera masuk ke mobil orang tuanya.
Anna mengangguk dan segera berjalan ke mobil Ummi.
Mobil yang dikemudikan Danu segera meluncur meninggalkan area parkiran dan Adnan yang melihat kepergian mereka.
Ummi dan Abi berencana menghabiskan waktu seminggu untuk memantau dan mengecek perkebunan dan pabrik mereka. Adnan akan menyusul mereka hari jum'at ini, Menggunakan mobilnya sendiri. Abi berencana membuat acara makan bersama dengan seluruh manajer dan kepala Divisi diakhir pekan.
Ummi dan Abi membangun rumah sendiri disekitaran perumahan para manajer. disebelah rumah manajer dibangun perumahan kapala divisi dan tidak jauh dari perumahan itu ada perumahan khusus karyawan yang bekerja di bagian pabrik. sedangkan perumahan karyawan perkebunan dibangun jauh dari perumahan pabrik.
Ibu, Nenek dan Tante Lusi sudah menunggu kedatangan Anna. mereka ikut menurunkan barang bawaan dari Ummi untuk mereka.
"Maaf ya, kami tidak bisa masuk kerumah karena harus segera ke perkebunan." ucap Ummi saat sudah bersalaman dengan seluruh keluarga Anna yang berada didepan rumah Nenek.
"Apa perkebunan Ummi jauh?" tanya Ira yang tidak tahu jika Ummi adalah memiliki PT tempat kakek bekerja.
__ADS_1
"Lumayan jauh, jauh dari jalan raya juga." jawab Ummi tidak mau membuka identitas mereka.
"Baiklah, hati-hati Ummi. besok jika akan pulang ke kota singgah la di rumah kami agar kita bisa makan bersama lagi." ucap Nenek menawarkan.
"Baiklah. besok kami kabari jika akan berkunjung." jawab Ummi.
Ummi , Abi dan Danu segera ke mobil untuk melanjutkan perjalan mereka.
***
Sudah satu jam Anna duduk bersama keluarganya. Anna pamit untuk kekamar Ibu.
Anna melihat Hp yang ia beli bersama ibu yang pernah ia perbaiki dulu. Anna masih mengingat nomor Hp Adnan. Anna mencari kontak dengan nama ketua OSIS. ternyata ibu tidak menghapus kontak yang pernah disimpan Anna di Hp itu.
Anna menutup pintu kamar dan membuka jilbabnya. Anna menghubungi nomor Adnan.
"Halo." Jawab Adnan tidak tahu nama kontak yang menelponnya.
"Halo kak, ini Anna. Anna sudah sampai di rumah. kakak dimana?" tanya Anna.
"Kakak juga di rumah, lagi dikamar. Anna baru sampai rumah?" tanya Adnan.
"Sudah satu jam lalu sampainya. tadi cerita dulu sama Ibu, Nenek dan Tante." Jawab Anna.
"Apa kakak bisa menelpon ke nomor ini?" tanya Adnan.
"Ini nomor Ibu, biar Anna saja yang telpon kakak." jawab Anna karena lebih mengetahui kapan ia bisa ditelpon.
"Baiklah, kakak akan menunggu telpon dari Anna. kalau bisa telpon kakak setiap malam ya." jawab Adnan.
"Anna gak bisa janji, kalau Anna sendirian dikamar Anna akan telpon kakak. gak papa kan?" tanya Anna.
"mm,. Baiklah. sekarang Anna istirahat dulu, kakak semakin rindu jika mendengar suara Anna. pengen peluk Anna. wajar jika Ummi melarang kita sering bertemu." jawab Adnan menyadari beratnya godaan bertemu atau sekedar mendengar suara orang yang dicintai.
"Anna juga selalu merindukan kakak, Anna ingin cepat selesai sekolah biar bisa ikut kak Adnan kemanapun." jawab Anna membuat Adnan berbunga-bunga.
"Pintar banget merayu kakak, kakak main kerumah Anna ya." ucap Adnan serius dengan ucapannya.
"Jangan, nantik Anna dimarahi Ibu." jawab Anna takut jika Adnan datang berkunjung.
"Nikah yok." ucap Adnan spontan karena tidak tahan dengan perpisahan.
Anna kaget mendengar ajakan Adnan.
"Ayok, tapi setelah Anna lulus sekolah." jawab Anna sambil tertawa.
Adnan pun tertawa mendengar jawaban Anna.
"Udah ya, kakak mau kerumah Iqbal." ucap Adnan ingin segera mengakhiri telpon dari Anna.
"Baiklah, hati-hati ya kak, Anna sayang kakak." ucap Anna mengakhiri panggilannya.
"Kakak juga sayang Anna." jawab Adnan.
__ADS_1
Adnan segera kekamar mandi untuk mendinginkan suhu tubuhnya yang panas karena mendengar suara Anna.
...----------------...