Bingkai Hati Anna

Bingkai Hati Anna
Anna bingung


__ADS_3

Abi memberitahu Adnan mereka sudah melamar Anna dan mereka akan menikah 30 hari lagi. Abi ingin Adnan mencari orang yang bisa mengukur badannya untuk dibuatkan baju pengantin.


"Adnan pulang aja Bi, biar ukurannya gak meleset."


"Jangan ambil resiko, atau Abi suruh Danu membawa jasa ukur ketempat mu?"


"Anna sudah diukur?"


"Sudah, dia masi didalam butik bersama Ummi."


"Yang mengukur Anna perempuan kan Bi?"


"Setengah perempuan."


Adnan kaget dengan jawaban yang diberikan Abi.


"Abi gimana sih, kenapa gak cari yang perempuan aja?"


"Abi becanda." jawab Abi kesal karena suara Adnan yang tiba-tiba tinggi.


"Maaf Abi." ucap Adnan dengan suara rendah


"Kamu fokus kerja dan buat laporannya, nanti kamu pulang di jemput Danu. kamu menginap di hotel bersama Ummi Inah dan Bunda Yani. Abi tidak ingin kamu berbuat macam-macam. apalagi sampai difitnah."


"Apa Anna tahu tentang kasus Adnan enam bulan lalu?"


"Ummi sudah memberitahunya, tapi Anna tidak tahu yang kami ceritakan itu adalah kamu."


"Semoga saja Anna tidak berfikiran lain."


"Abi akan pastikan semuanya aman, jaga dirimu jangan sampai terkena kasus lagi."


"Baik Abi, terimakasih."


Abi menutup panggilan telponnya.


Adnan teringat bagaimana kejadian enam bulan lalu. saat itu Ummi dan Abi sedang di lokasi PT. Adnan menunggu kedatangan Iqbal yang sengaja izin kerja untuk menemaninya.


Adnan masih di sibuk kan dengan kuliah online sorenya. Adnan ingin mengambil minuman di kulkas yang berada disebelah kamarnya. Adnan melihat Jeni yang menaiki tangga.


"Hei, kenapa kamu naik?" ucap Adnan marah melihat jeni yang berada di tangga.


Jeni menghentikan langkahnya dan melihat Adnan.


"Dulu aku memang dilarang naik keatas karena aku tinggal dibawah. sekarang aku datang sebagai teman mu, jadi aku ingin menemui mu di atas." jawab Jeni dengan gaya menggoda.


"Aku tidak mau memiliki teman perempuan seperti mu. turun dan pergi dari rumah ini."


Jeni tertawa mendengar ucapan Adnan.


"Apa kamu tahu, tidak ada orang di rumah ini. hanya kita berdua. aku akan menemanimu dan mengajari mu permainan yang seru."


Adnan tersenyum sinis.


"Pergilah sebelum kemarahan ku memuncak."


Jeni yang waktu itu mengenakan Kimono membukanya, memperlihatkan tubuh moleknya yang hanya menggunakan tang top dan celana pendek yang hanya menutup bokongnya. Jeni membiarkan kimono nya tetap berada di tangga. Jeni nekat berjalan mendekati Adnan.


Adnan mengambil minuman dingin. membuka tutup botol nya dan membiarkan Jeni terus mendekatinya.


Jeni bahagia melihat Adnan yang diam terpaku melihat kedatangannya yang semakin dekat.


Saat Jeni sudah sangat dekat dengan Adnan, Adnan mendorong tubuh Jeni. membuat Jeni terjatuh di atas karpet yang selalu terbentang diruang itu. Jeni tersenyum licik.


"Kamu ingin menikmati tubuhku? ayo, lakukan saja. tidak akan ada yang melihat kita." ucap Jeni dengan gaya tidur yang menggoda.


Adnan semakin marah melihat Jeni yang semakin tidak tahu diri. Adnan menyiram tubuh jeni dengan air minum dingin yang dipegangnya. selesai menyiram Jeni Adnan ke kamar mengambil kunci mobil dan meninggalkan Jeni begitu saja. jeni kedinginan, jeni menangis karena tidak berhasil membuat Adnan tertarik padanya. Jeni mengacak-acak rambutnya.


Ibu dan ayah Jeni yang baru dari luar, mendengar Jeni menangis dilantai atas. mereka menghampirinya. mereka kaget dengan apa yang mereka lihat, Jeni mengarang cerita jika Adnan telah menodainya.


Jeni dibawa kerumah sakit. dari hasil pemeriksaan terbukti jeni sudah tidak perawan. Mbok Iyem dan pak Joko langsung melapor ke polisi jika anak mereka telah diperkosa.


Untung saja kasus itu cepat diusut dan di tuntaskan polisi. walaupun sempat mengganggu kuliah Adnan. Adnan bersyukur dia dan keluarganya bisa selamat dati fitnah yang dibuat Jeni.


Beberapa bulan setelah kasus itu ditutup. Adnan mendapat kabar jika Jeni hamil dan mungkin sebentar lagi akan melahirkan. Adnan berharap Jeni tidak membuat ulah lagi dan Anna bisa tetap aman berada dirumahnya.


***


Satu munggu menjelang acara pernikahan. kakek, nenek dan Ibu menyusul Anna rumah Ummi Salma. Ibrahim dan istrinya belum bisa ikut bersama rombongan Nenek karena belum bisa cuti kerja.


Anna terlihat semakin lebih berisi dari pada saat dia di pondok.


"Semuanya menginap di rumah Ummi kan?" tanya Anna.


"Iya, kami akan tinggal disini sampai acara selesai." jawab Ibu


"Iya, acara pernikahannya tinggal seminggu lagi." jawab Ummi


Anna tampak bingung dengan apa yang mereka bahas.


"Anna ambilkan kue yang ada di lemari dan minuman dingin ya." Ucap Ummi, ingin Anna meninggalkan mereka.


"Baik Ummi."

__ADS_1


"Apa Anna belum boleh diberitahu?" tanya Nenek.


"Kita pastikan Adnan sampai di kota ini dulu, tiga hari lagi Adnan insyallah akan pulang. nantik baru kita beritahu Anna." jawab Ummi


Adnan semakin mempercepat kepulangannya hubungan baik Antara pemilik tempat Adnan bekerja bersama Abi membuat Adnan dapat dengan mudah menyelesaikan pekerjaannya. Adnan tidak tahu Abi yang mengatur semuanya.


"Apa yang bisa kami bantu?" tanya Ibu


"Bantu kami untuk menenangkan Anna saja, jangan biarkan Anna khawatir dan takut menjelang pernikahannya.


untuk akad nikah kita selenggarakan pagi di rumah ini. pihak wedding akan mendekorasi rumah tiga hari menjelang acara dimulai.


"Untuk acara pernikahan apakah ramai yang di undang?" tanya Nenek.


"Kami hanya mengundang keluarga terdekat, untuk jamuan kami menggunakan jasa katering. besok siangnya baru kita pesta. kami sudah menyewa tempat di hotel tidak jauh dari rumah ini. untuk pesta juga sudah ada yang mengurus." jawab Ummi


Nenek, Kakek dan Ibu tertegun mendengar penjelasan Ummi. mereka dapat membayangkan banyaknya dana yang sudah dihabiskan Ummi. mulai dari lamaran, isi kamar, baju seragam sampai resepsi pernikahan.


Anna datang membawakan minuman dan kue yang sudah disusun di piring kecil.


"Silahkan dimakan kue nya, kue ini kami yang buat. Anna ternyata berbakat membuat kue." jawab Ummi memuji Anna.


"Belajar dari mana Anna?" tanya Ibu.


"Anna melihat di YouTube, Anna minta Ummi menemani membeli bahannya kemudian Anna coba buat di rumah. ini kue percobaan kedua. kue yang pertama kurang bagus, bentuk dan rasanya juga gak enak."


Mereka tertawa mendengar kejujuran Anna.


"Ummi, Anna boleh tidur bersama Ibu?"


"Boleh."


"Kakek dan Nenek tidur dimana?" tanya Anna bingung karena di rumah Ummi hanya ada Empat kamar.


"Nenek dan Kakek bisa tidur di rumah sebelah. di sana banyak kamar kosong." jawab Abi.


***


Pagi ini rumah Ummi kedatangan tamu dari pihak wedding. mereka melihat lokasi secara berlangsung agar mudah dalam menata tempat. Abi dan kakek menemani mereka.


Abi ingin menggunakan halaman samping dan musholla untuk tempat acara ijab qobul.


Pihak Wedding setuju dengan saran Abi. besok pagi mereka akan Mulai menghias tempat cara.


Ummi mengajak Anna ke salon, bersama Ibu dan Nenek.


Sore hari Adnan sudah berada di hotel yang di boking Ummi untuk tiga hari ke depan. Danu dan Iqbal menemani Adnan selama berada di hotel. Adnan juga dilarang keluyuran.


Adnan masih sibuk dengan kuliah onlinenya. sehingga Adnan tidak merasa bosan jika berada dikamar hotel.


***


"Ibu Ada acara apa di rumah Ummi?"


Ibu tersenyum mendengar pertanyaan Anna.


"Anak Ibu yang cantik ini akan segera menikah." jawab Ibu mencubit pipi Anna.


Anna mengira Ibunya bercanda karena Anna dan Adnan sudah sepakat mereka akan bertunangan saat Anna dikampung dan itu masih satu bulan lagi.


Anna tidak melanjutkan pertanyaannya, Anna ingat Ummi dulu mengajaknya mengukur baju untuk membuat baju seragam untuk acara pernikahan.


"Mungkin keluarga dekat Ummi yang akan menikah." batin Anna.


Sore harinya pihak butik langganan Ummi datang, mengantar baju seragam dan baju akad nikah perempuan. untuk baju pria sudah diantar karyawan butik ke hotel tempat Adnan menginap.


"Anna coba dulu bajunya, mana tahu masih ada jahitan yang belum selesai." ucap Ummi ingin Anna mencoba baju akad nya.


"Nanti yang punya baju marah Ummi, masa Anna yang disuruh pakai."


"Loh kok marah, kemaren adek ini kan yang ngukur baju ditempat kami. ini punya adek loh." jawab pihak butik yang heran dengan jawaban Anna.


"Ummi?" ucap Anna heran dengan jawaban yang diberikan pihak butik.


"Anna pakai saja, ayok kita kekamar jawab Ibu yang sudah tidak sabar melihat Anna memakai bajunya.


Anna patuh dan pergi kekamar bersama Ibu dan pihak butik. Anna terlihat cantik memakai baju putih yang dibuat dengan model gamis tanpa terlihat lekuk tubuh nya.


"Kamu tampak imut, besok jangan pakai make up menor ya. natural dan warna segar lebih cocok dengan wajah mu." ucap pihak butik yang kagum dengan hasil karyanya dan terlihat Anggun saat digunakan Anna.


Pikirkan Anna mulai kacau.


setelah mencoba baju, pihak butik menitipkan baju itu kepada Ummi dan meninggalkan Anna dikamar bersama ibunya.


"Bu, siapa yang nikah?" tanya Anna.


"Tadi Ibu sudah jawab kamu yang akan menikah."


"Anna nikah sama siapa Bu?"


"Sama anak Ummi dan Abi, kamu ini gimana sih. punya calon mertua sebaik itu juga masih terlihat khawatir." jawab Ibu yang heran dengan wajah panik Anna.


Anna tahu selama ini Ummi dan Abi hanya menganggap Adnan sebagai anak mereka. itu juga atas saran Anna, saat Anna akan pulang kampung.

__ADS_1


setahu Anna anak kandung Ummi dan Abi berada di Bandung dan satu bulan lagi akan kembali dari luar kota.


Anna cemas, artinya bukan Adnan yang akan menikah dengannya.


"Kapan Anna akan menikah?"


"Besok pagi, sekarang paman mu sudah diperjalanan bersama tante Lusi dan Arkan mungkin sebentar lagi akan sampai."


"Kapan Ummi melamar Anna?"


"Sebulan yang lalu, Ummi memberikan mu satu set perhiasan emas. kamar tidur mu juga sudah selesai dibangun. peralatan kamar juga sudah dibelikan Ummi. nantik setelah acara pesta baru kita pulang kampung untuk acara doa selamatan dikampung."


Anna bingung harus apa, selama tiga tahun Anna berjanji hanya akan menikah dengan Adnan. hari ini Anna tahu dia akan menikah dengan anak Ummi yang belum ia kenal.


"Ibu Anna mau sendirian dulu."


Ibu melihat wajah Anna yang terlihat banyak pikiran.


"Kamu tidak apa-apa? apa yang terjadi? kamu tidak menyukai pernikahan ini?"


"Anna hanya butuh waktu untuk sendiri, Ibu keluar dulu." jawab Anna


Ibu merasa khawatir dengan kondisi Anna yang terlihat buruk. Ibu keluar dari kamar Anna dan memberitahu Ummi.


Anna mengunci pintu kamarnya.


"Kak Adnan dimana?" tanya Anna


"Kakak lagi di rumah, ada apa?" Adnan mendengar suara Anna yang berat dan seperti akan menangis.


"Anna besok pagi nikah, kak Adnan datang jemput Anna malam ini. Anna masih di rumah Ummi. Anna dikamar atas. Anna mengunci pintu kamarnya. kakak mau kan jemput Anna?" ucap Anna terbata-bata karena bicara dalam keadaan menangis.


Adnan merasa tidak tega mendengar Anna menangis. tapi Adnan harus ikut perintah Abi yang tidak boleh memberitahu Anna siapa mereka sebelum mereka resmi menikah.


"Baiklah, kakak akan jemput Anna. Anna jangan buka kan pintu untuk siapapun sampai kakak datang. semoga perjalanan kakak tidak ada hambatan."


"Iya, Anna akan tunggu kakak."


"Jangan berbuat apapun sebelum kakak datang. janji?"


"Iya, Anna janji."


"Sekarang Anna jangan nangis ya, kakak siap-siap dulu. ingat jangan berbuat macam-macam."


"Iya." jawab Anna yang sudah malai tenang dan tidak menangis lagi.


Adnan menelpon Abi.


"Abi bagaimana ini? Anna sedang menangis dan mengurung diri dikamar. Anna meminta Adnan untuk menjemputnya malam ini." ucap Adnan panik.


"Biar saja Anna dikamar, kata Ummi dikamar Anna ada makanan dan minuman. kamu telpon dia per dua jam, untuk memastikan dia baik-baik saja." jawab Abi terdengar tidak khawatir.


Setelah sholat magrib Ibu mengetok pintu kamar Anna.


"Anna makan dulu, kamu sudah sholat?"


"Anna sudah sholat, Anna belum lapar."


"Baiklah, nanti buka pintu kamar. Ibu ingin tidur dengan mu."


"Iya"


Seperti janji Anna, Anna membukakan pintu kamarnya dan memberi izin untuk Ibu tidur bersamanya.


Ummi dan Abi merasa lega, karena Anna ditemani Ibu nya.


Anna tidak berani menyampaikan pada Ibunya jika Adnan bukan anak Ummi dan Abi. karena semua kebohongan itu dimulai oleh Anna.


Anna tidak bisa tidur Anna selalu menghubungi Adnan melalui pesan whatsApp. Adnan juga gelisah kerena takut terjadi sesuatu pada Anna.


Jam Tiga dini hari Ibu terbangun dan melihat Anna juga bangun.


"Anna kamu terbangun atau tidak bisa tidur?"


"Tidak bisa tidur."


"Apa yang membuat mu risau."


Anna tidak menjawab.


Ibu mengusap-usap kepala Anna, usapan Ibu membuat Anna mengantuk, rasa kantuk Anna semakin berat, hingga akhirnya Anna tertidur.


Ibu memeriksa Hp Anna yang dari tadi malam dipegangnya.


Ibu membaca pesan Anna bersama Adnan, yang selalu bertanya. "sudah dimana?, masih jauh?, berapa lama lagi?"


Ibu heran dengan semua pertanyaan Anna dan Adnan juga membalas dengan menyebut hitungan jam.


...----------------...


Ceritanya sebentar lagi Ending


terimakasih sudah membaca dan mengikuti kisah Bingkai Hati Anna.

__ADS_1


😊 ♥️


__ADS_2