
Setelah pengajian dan sholat isya, Abi Zakaria mengajak Adnan, Paman beserta anak sulungnya untuk membahas tentang kakek, mengenai wasiat, hutang piutang kakek, yang diketahui Paman, karena paman yang selalu menjaga Kakek dan lebih mengetahui tantang Kakek.
Paman Ismail mengatakan Ayah mereka berwasiat agar harta yang ia miliki walaupun sedikit yang ia tinggalkan tidak menjadi penyiksa baginya jika ia sudah meninggal karena ahli warisnya berebut, sedangkan hutang atau piutang kakek tidak ada.
Semenjak Abi Adnan memiliki PT.Palm Lestari yang bergerak diperkebunan dan pengolahan sawit berada di Kabupaten Kampar Provinsi Riau, Abi Zakaria membuatkan rekening khusus untuk Kakek, uang yang dikirim setiap bulan bebas digunakan oleh Kakek, semenjak Kakek sakit kartu ATM Kakek dipegang oleh Paman Ismail digunakan untuk biaya berobat dan keperluan Ayah mereka.
Paman Ismail juga mendapat kiriman uang setiap bulan dari Abi Zakaria.
Abi Zakaria bersyukur Ayah mereka tidak memiliki hutang piutang, untuk wasiat yang disampaikan oleh Paman Ismail, Abi Zakaria berkata, untuk harta yang ditinggalkan Ayahnya Abi Zakaria menyerahkan semuanya untuk Paman Ismail, berupa rumah yang mereka tempati dan dua pintu ruko, sedangkan untuk rekening atas nama kakek akan di nonaktifkan, dan seluruh uang yang ada di rekening itu akan di sedekah kan.
Paman Ismail setuju untuk uang kakek yang disedekahkan, untuk harta peninggalan orang tua mereka Paman tidak mau mengambil semuanya, paman meminta agar Abi Zakaria tetap mengambil dan menjadi pemilik ruko Kakek karena ruko itu sudah direnovasi dan dimodali sendiri oleh Abi Adnan, akhirnya untuk kesepakatan Abi Zakaria menjadi pemilik Ruko dan tetap mengizinkan usaha yang sudah berjalan di ruko tersebut tetap dilanjutkan oleh paman Ismail tanpa harus membayar uang sewa kepadanya. usaha yang di selama ini dijalankan oleh paman Ismail adalah minimarket yang dijaga dan diawasi langsung oleh istrinya Fitri.
Untuk acara pengajian kakek yang biasanya di lakukan tiga malam Abi Adnan meminta maaf tidak bisa mengikuti kegiatan itu pada malam ketiga, karena Abi Adnan memiliki agenda yang tidak bisa ditinggalkan di Riau, mereka harus kembali hari Sabtu.
Setelah memberi kabar kepada Ummi Inah tentang kakek yang meninggal dunia, Adnan belum melihat Hp nya, saat ini sudah jam 23.45 menit, Adnan tidur sekamar dengan anak sulung Paman yang bernama Habib, Adnan masuk kekamar dan melihat Hp nya, ada pesan dari Anna, Adnan segera membaca pesan itu.
**kak Adnan dimana?**
Adnan melihat pesan itu dikirim jam 16.10, artinya setelah pulang sekolah Anna langsung mengirim pesan untuknya, Adnan tersenyum melihat pesan itu.
Adnan mengingat ucapan Anna yang melarangnya mencari Anna dikelas, tidak bersama Anna saat jam istirahat dan Adnan juga tidak boleh selalu dekat Anna saat jam sekolah.
"Dasar ABG labil, setelah buat aturan malah kehilangan sendiri," ucap Adnan tersenyum melihat Hp nya.
Ummi Salma dan Abi Zakaria yang masuk ke kamar Habib mendengar ucapan Adnan.
"Abang Adnan?" ucap Ummi Salma menirukan gaya anak perempuan centil memanggil Adnan.
Abi Zakaria tertawa mendengar istrinya memanggil Adnan dengan suara seperti itu.
Adnan langsung menoleh kebelakang, ternyata Ummi dan Abi nya sudah berada dibelakangnya.
"Ummi? kenapa panggil Adnan seperti itu!" ucap Adnan dengan nada rendah.
"ngomongin anak orang ABG labil, emang kamu gak? ucap Ummi Salma memojokkan Adnan.
"Ummi? Adnan udah dewasa, trus ini udah mau larut malam, kenapa Ummi sama Abi gak tidur?" tanya Adnan.
"Karena ulah kamu, Ummi sama Abi tidak bisa tidur, Bisa jadi gadis dambaan mu juga belum bisa tidur" ucap Ummi Salma.
Adnan heran dengan perkataan Ummi nya.
"ummi mau bicara apa?" tanya Adnan penasaran mengapa Ummi nya secara tidak langsung menyebut Anna.
"Ayok bicara diruang tamu." ucap Ummi Salma, yang langsung menggandeng tangan Adnan dan Abi Zakaria.
__ADS_1
Saat mereka duduk di kursi tamu, Paman dan Habib menyapa mereka.
"Belum tidur bang?" tanya Paman Ismail pada Abi Adnan.
"Belum ngantuk, ada yang mau dibicarakan juga dengan Adnan." ucap Abi Zakaria.
"oh, ya sudah kami kekamar dulu." ucap Paman Ismail.
Paman Ismail dan Habib masuk kekamar masing-masing, sedangkan istri dan kedua anak perempuan paman Ismail sudah berada didalam kamar masing-masing.
"Sekarang jawab dengan jujur kenapa Kamu bisa nekat nyusul Ummi dan Abi ke Bandung?" ucap Ummi Inah memulai pembicaraan mereka.
Adnan tampak berfikir sejenak, kemudian menjawab pertanyaan Ummi nya.
"Adnan bingung harus bagaimana, Anna maunya Adnan tidak selalu mendekatinya, sementara Adnan ingin, sebelum Adnan lulus sekolah selalu bersama Anna, lagian Hanya disekolah Adnan bisa bersama Anna, Ummi dan Bunda tidak mengizinkan Adnan untuk membawa Anna keluar Asrama," ucap Adnan menjelaskan permasalahannya.
"Jadi kamu nekat kesini karena merajuk?" tanya Abi Zakaria.
"Bukan merajuk, Adnan mau minta pendapat Abi sama Ummi, jadi Adnan nyusul kesini." ucap Adnan.
"kalau cuma untuk minta pendapat kan bisa melalui telpon, ini malah tancap gas,
lagian Anna berkata demikian bukan berarti kamu harus diam dan menyetujuinya, kamu kan bisa memberikan pendapat mu, bilang kalau kamu tidak suka dengan aturan seperti itu, masa ketua OSIS yang sudah terbiasa adu pendapat kalah sama anak kelas satu SMA." ucap Ummi Salma memarahi Adnan.
Adnan terdiam mendengarkan Ummi nya yang berbicara dengan nada tinggi, tapi tidak didengar oleh Paman dikamar.
Adnan sadar dirinya dan Anna belum membangun komunikasi yang lancar.
"Baiklah Ummi, Adnan tidak akan seperti ini lagi, Adnan akan membangun komunikasi yang baik dengan Anna,
Tapi benar Ummi Adnan tidak merajuk,
Adnan hanya ingin menemui Ummi dan Abi, Adnan mau minta nasehat Ummi dan Abi agar Adnan bisa selalu bersama Anna." ucap Adnan jujur.
"Adnan, dalam menjalin hubungan kita harus saling terbuka, harus satu tujuan, tidak mementingkan ego masing-masing,
menurut Abi kamu harus tegas, jangan terlalu menyayangi Anna, jangan sampai cinta yang kamu miliki ini menghancurkan kamu, Kamu harus mampu mengarahkan Anna, apa lagi Anna itu masih kecil, masa kamu tidak bisa memberikan jawaban atas apa yang disampaikan Anna." ucap Abi Adnan yang ingin Adnan tetap memiliki pendirian dengan orang yang dia sayang.
Dari ucapan kedua orang tuanya Adnan merasa menjadi orang yang tidak bisa diandalkan, tidak mampu bersikap dewasa, Adnan merasa menyesal telah membuat kedua orang tuanya khawatir dan membuat Anna kecewa.
Adnan mendekati kedua orang tuanya dan duduk bersimpuh dihadapan keduanya.
"Maafkan Adnan, Abi, Ummi." ucap Adnan sambil memegang tangan kedua orang tuanya.
Adnan meraih tangan Ummi dan menciumnya, begitu juga dengan Abi Zakaria.
__ADS_1
"Adnan, syukurlah kamu memiliki pasangan seperti Anna, kami sangat khawatir jika kamu tidak pandai memilih pasangan, dari cerita Ummi Inah dan Bunda Yani, Ummi yakin Anna dan keluarganya orang baik, Kamu harus mampu menjalin hubungan ini sampai kejenjang pernikahan." ucap Ummi Salma menyemangati Adnan.
"Terimakasih Ummi atas dukungannya," ucap Adan.
Adnan berfikir sejenak.
"Ummi, apa Ummi menjadikan Bunda dan Ummi Inah sebagai wartawan Ummi?" tanya Adnan.
Ummi salma tertawa mendengar ucapan Adnan.
kemudikan Ummi Salma mengambil Hp nya dan memperlihatkan video Anna yang menemui Ummi dan Bunda malam ini.
Dari video yang dikirim Bunda Yani malam ini Ummi Salma yakin bahwa Anna memang tulus mencintai Adnan, Anna juga tidak mengetahui siapa Adnan, bahkan Anna mengajak Adnan untuk jarang bertemu karena Anna ingin fokus belajar, artinya Anna memiliki tujuan hidup yang jelas dan tidak menggantungkan hidupnya kepada Adnan, walaupun Adnan sudah menampakkan ketulusannya kepada Anna.
Adnan yang melihat isi video itu sampai akhir merasa sangat bersalah kepada Anna, apalagi pesan Anna tadi sore belum dibalas Adnan.
"Ummi, Abi segeralah tidur, Adnan juga mau kekamar." ucap Adnan yang ingin segera menelpon Anna tanpa mempedulikan jarum jam saat ini.
Karena sudah merasa mengantuk dan beban pikiran mereka sudah tersampaikan Abi dan Ummi setuju dengan ajakan Adnan, mereka segara memasuki kamar yang merupakan kamar Abi Zakaria dari kecil di rumah itu.
***
Adnan melakukan panggilan video dengan Anna
Anna yang setengah sadar menjawab panggilan itu.
"halo Anna"
"Anna"
dua kali Adnan memanggil nama Anna tapi tidak di jawab Anna.
Kamera Anna menampakkan wajah Anna yang tidak memakai jilbab, bahkan mata Anna tampak tertutup, Anna terlihat sangat cantik saat tidur, Anna memakai baju kaos yang lehernya lebar membuat Adnan bisa melihat tali bra Anna dan juga dua bukit Anna yang terlihat berisi.
Adnan teringat saat dia memeluk Anna, Adnan bisa merasakan dua bukit Anna yang terasa berisi dan empuk.
Belum puas Adnan melihat kecantikan Anna, kamera Anna tiba-tiba memperlihatkan layar hitam, ternyata Hp Anna terjatuh dari tempat tidur ke lantai.
Mendengar suara benda jatuh Anna terbangun dari tidurnya, Anna melihat semua temannya tertidur, Anna melihat jam dinding menunjukkan pukul 02.28 menit, Anna pergi ke kamar mandi, Anna mengambil wudhu untuk sholat tahajjud, setalah Anna kembali dari kamar mandi, Anna mengambil mukenah dan sajadah di lemari.
Selesai sholat tahajjud dua rakaat Anna melihat dibawah tempat tidurnya ada benda berbentuk persegi panjang, Anna mengambil benda itu, ternyata itu adalah Hp Anna yang terjatuh saat Anna menjawab panggilan dari Adnan.
Anna melihat layar Hp nya rusak, Anna mencoba meng aktifkan hp nya, Hp Anna masih bisa digunakan hanya layarnya saja yang retak.
Anna tidak ingat saat dirinya mengangkat telepon dari Adnan, Anna meletakkan Hp nya di lemari, kemudian Anna melanjutkan sholat witir, setelah sholat witir Anna kembali tidur.
__ADS_1
Adnan kaget melihat layar panggilan Anna berubah menjadi hitam, Adnan mencoba menghubungi Anna kembali, tapi tidak bisa tersambung. Akhirnya Adnan memilih untuk segera tidur.
...----------------...