
Mobil yang dikendarai Danu sampai diparkiran asrama. Mereka segera keluar dari mobil.
Abi menyuruh Didi untuk mengantar belanja Anna kekamar Anna.
Cemilan untuk Abi dan Ummi sudah diberikan Anna saat mereka akan turun dari mobil.
Abi, Ummi dan Danu segera menuju masjid karena Pak Yayat sebagai Iman sedang membaca ayat pendek tanda akan segera ruku.
Anna segera mengambil wudhu, memakai mukenah di kamarnya dan segera berlari menuju masjid untuk ikut sholat jamaah.
Didi masuk ke asrama Anna meletakkan belanja Anna di atas tempat tidurnya lalu kembali ke parkiran.
Setelah selesai sholat Ummi Salma mengajak Ummi inah dan Bunda Yani untuk segera pulang ke rumah pengurus karena mereka ingin bicara penting.
***
"Begini kak, tadi Anna sudah bicara kepada kami. Anna ingin pindah sekolah dan keluar dari asrama. Anna ingin sekolah di pondok pesantren khusus perempuan." ucap Ummi Salma langsung pada inti pembicaraan.
"Ya Allah, apakah kami terlalu keras kepada Anna. sehingga Anna memutuskan untuk pindah dan keluar asrama?" tanya Ummi Inah.
"Tidak, Justru Anna bersyukur mendapat teguran dan nasehat dari kakak. Anna tidak ingin sekolahnya terganggu dan menambah catatan kesalahannya jika masih tinggal di asrama." jawab Ummi Salma.
"Apa Adnan akan membenci kami karena kami membuat mereka terpisah?" tanya Ummi Inah dengan wajah sedih.
"Adnan sudah kami beri nasehat, Adnan menerima keputusan Anna. tidak baik jika mereka selalu bertemu, mereka sudah mengerti dan paham dengan perbuatan orang dewasa. karena itu kami juga berharap kakak bisa mendukung keputusan Anna." jawab Abi tidak menyalahkan siapapun.
"Kapan Anna pindah?" tanya Bunda Yani.
"Besok pagi kami akan mengantar Anna langsung ke pondok. maaf, mungkin ini terkesan mendadak. tapi ini juga sudah keputusan Anna." jawab Abi
"Baiklah kami akan melepas Anna, kami akan mendukung keputusan Anna. kami juga minta maaf telah membuat Anna mengambil keputusan seperti ini." ucap Ummi Inah masih sedih.
"Anna tahu Bunda dan Ummi menyayangi nya. kakak tidak perlu meminta maaf." ucap Ummi Salma tidak ingin kedua kakak iparnya merasa bersalah.
"Terimakasih jika Anna memahami didikan kami, baiklah besok pagi kami akan melepas Anna untuk pindah sekolah. malam ini Anna masih tinggal diasramakan?" tanya Ummi Inah memastikan keberadaan Anna malam ini.
Abi dan Ummi Salma tertawa mendengar pertanyaan Ummi Inah.
"Tentu kak, tidak mungkin Anna kami bawa pulang kerumah. bisa gawat kalau mereka berdua bertemu di rumah kami." jawab Ummi Salma membuat semuanya tertawa.
"Tidak terasa Adnan kita sudah dewasa. tadi kami melihat dengan mata kami sendiri bagaimana Adnan memperlakukan Anna. memang mereka terlihat saling menyayangi dan saling menjaga, tapi mereka belum sepatutnya berbuat begitu." ucap Abi mengingat bagaimana Adnan memeluk Anna saat mereka bertemu tadi sore.
"Maaf jika ucapan kakak menyinggung kalian, kami melihat kamera pengawas hari Rabu kemaren. kejadiannya hari minggu sore saat Anna baru kembali dari kampung. setelah kalian mengantarnya dan pulang. di sana kami melihat Anna mencium pipi Adnan. dari kejadian itu kami merasa khawatir jika mereka terus bersama.
Apalagi dua hari yang lalu mereka pergi sekolah sangat pagi. karena itulah kami menegur dan sedikit menekan Anna dan Adnan malam itu." ucap Ummi menceritakan apa yang mereka lihat dan mengambil tindakan.
"Astaghfirullah hal azim." ucap Abi sambil mengusap dadanya.
"Maaf Abi, Ummi sudah tahu dari Anna saat bersamanya tadi. Ummi juga terkejut saat Anna mengakuinya. Ummi belum sempat memberi tahu Abi. inilah Alasan Ummi setuju Anna pindah dan ingin Abi mengurusnya dengan cepat." ucap Ummi Salma menjelaskan semuanya.
"Baiklah sepertinya kedua adik kakak itu memang harus kita pisahkan dulu. pantas saja saat bertemu Anna tadi sore sepertinya Adnan sudah sangat santai melakukannya. Abi benar-benar pusing mengurus mereka berdua." ucap Abi memegang kepalanya.
"Minumlah." ucap Bunda Yani sambil menyodorkan air minum untuk Abi.
Abi meminum minuman itu.
"Ummi sudah nasehati Anna untuk menjaga diri?" tanya Abi masih kepikiran anak angkatnya yang terpengaruh karena ulah Adnan yang selalu mengganggunya.
"Sudah, Ummi sudah menasehatinya." ucap Ummi Salma sambil memijit jari tangan Abi.
Ummi Inah dan Bunda Yani merasa prihatin dengan kondisi Abi yang terlihat kelelahan mengurusi kedua anaknya.
__ADS_1
"Pulanglah, kalian pasti lelah. apalagi besok pagi harus mengantar Anna." ucap Ummi Inah merasa tidak enak melihat Suami Adik iparnya yang terlihat lelah.
"Baiklah. Kami pamit pulang dulu." Ucap Ummi Salma mengandeng tangan Abi.
"Abi masih kuat Mi." ucap Abi tidak mau diperlakukan seperti orang sakit.
Mereka tertawa mendengar ucapan Abi.
***
"Anna tadi kamu kemana? kenapa bisa pergi dari asrama?" tanya Lasmi saat mereka pulang dari masjid dan Lasmi melihat belanjaan Anna yang banyak.
"Tadi aku pergi bersama orang tua angkat ku. Besok pagi aku akan keluar asrama dan pindah sekolah." jawab Anna.
"Kenapa pindah?" tanya Lasmi terkejut dan merasa sedih, teman baik yang baru dikenalnya tiga minggu ini harus berpisah darinya.
"Aku mau memperbaiki diri dan lebih fokus belajar." Jawab Anna. tidak mau menyebutkan alasan sebenarnya untuk pindah.
"Anna aku mohon maaf. malam itu, saat kamu memberikan Hp mu pada ku. aku mengirim pesan pada kak Adnan. aku hanya penasaran bagaimana gaya pacaran kalian. malam itu kak Adnan menelpon mu menggunakan video call. tapi aku tidak berani menjawab panggilannya.
Tadi setelah sholat maghrib kak Endang memberi tahu, kami tidak boleh berangkat sekolah sebelum jam tujuh pagi.
Apa peraturan ini berhubungan dengan kepergian mu kesekolah yang sangat pagi dua hari lalu?" tanya Lasmi mengerti kenapa ada peraturan baru.
"Ya, peraturan itu dibuat karena aku." jawab Anna sedih.
Anna merasa malu karena Lasmi bahkan mungkin semua orang di asrama mengetahui kesalahannya, apalagi peraturan itu sudah diberitahukan tadi saat Anna tidak ikut sholat magrib berjamaah di mesjid asrama.
"Ya Allah, aku benar-benar malu dengan semua yang pernah ku lakukan. semoga saja keluarga ku dikampung tidak mengetahui kesalahan ku ini. tutuplah aibku ya Allah" doa Anna didalam hatinya.
"Kamu pergi kesekolah pagi-pagi karena pesan yang ku kirim kan?" tanya Lasmi yakin dia penyebab Anna dan Adnan harus bertemu pagi itu.
"Hari pertama memang karena pesan mu, hari kedua karena hal lain." jawab Anna tidak menyalahkan Lasmi sepenuhnya.
"Sudah lah, jangan menangis. aku sudah memaafkan mu." jawab Anna memeluk Lasmi.
Anna tidak ingin menangis lagi. saatnya Anna menata masa depan dan menjadikan kesalahannya pelajaran yang berharga untuk masa depannya.
Mendengar Lasmi menangis semua teman sekamar Anna berkumpul mengelilingi mereka.
"kenapa Lasmi menangis?" tanya Velisia.
Anna melepaskan pelukannya dan melihat Velisia.
"Dia menangis karena aku tidak akan tinggal dan sekolah disini lagi." jawab Anna, membuat semua temannya kaget.
"Kamu pindah kemana Anna?" tanya Tery.
"Aku ingin sekolah di pondok pesantren." jawab Anna.
"Kapan kamu pindah?" tanya Velisia
"Besok pagi, Aku akan langsung sekolah di sana." jawab Anna.
Anna terlihat tegar, Lasmi masih menangis. dia sangat menyesal telah membuat Anna dan Adnan harus berpisah. padahal Anna menjadi teman berbagi nya selama ini.
"Jangan lupakan kami. Grup WhatsApp kita harus tetap dipakai, kita harus saling memberi kabar." ucap Velisia
"Maaf mungkin aku tidak bisa menggunakan Hp." jawab Anna.
"Pastikan saja nomor mu aktif Anna. kami tidak akan pernah menghapus grup itu." jawab Tery.
__ADS_1
"Baiklah." jawab Anna.
"Anna apa semua jajan itu untuk dibawa ke pondok?" tanya Lasmi yang sudah lebih tenang.
"Oh iya, yang bungkus ini untuk kalian semua. silahkan dimakan." ucap Anna mengambil dan menyerahkan satu bungkus besar wafer bulat bertabur kacang dan coklat.
"Ini cemilan kesukaan ku." jawab Tery.
"Bagi rata dong." ucap Velisia.
Anna tersenyum melihat temannya yang berebut jajanan itu. Suasana yang tadinya haru berubah menjadi tawa bahagia. mereka makan cemilan bersama dan saling membuat candaan.
Anna teringat belum mengunjungi Ummi Inah dan Bunda Yani.
"Aku kerumah pengurus dulu ya." ucap Anna pamit kepada teman-temanya.
"Baiklah, cepat kembali ya." ucap mereka.
Anna tersenyum mendengar jawaban temannya. Anna membawa cemilan yang ia beli untuk Ummi Inah dan Bunda yani.
Setelah kepergian Anna. Tery mengajak Lasmi untuk menyatukan tempat tidur Lasmi dan Anna. mereka ingin tidur berdekatan malam ini.
***
"Anna, masuklah." ucap Ummi yang melihat kedatangan Anna.
Ummi langsung memeluk Anna dan mengajak Anna untuk duduk.
"Maafkan kami Anna." ucapnya dengan raut sedih.
"Anna yang minta maaf Ummi. terimakasih sudah membimbing Anna." ucap Anna tulus melihat Ummi.
"Tadi Ummi Salma dan Abi Zakaria sudah mengatakan kepada kami tentang keputusan Anna untuk pindah sekolah. semoga kamu betah dan bisa menyelesaikan sekolahmu ditempat yang baru." Ucap Ummi Inah memberi doa.
"Terimakasih Ummi. Anna ingin mohon satu hal sebelum Anna pergi." ucap Anna.
"Hal apa?" tanya Ummi Inah.
"Jangan memberi tahu semua penghuni asrama tentang kepindahan Anna." jawab Anna.
"Baiklah." ucap Ummi paham.
Ummi merasa bersalah terlalu cepat memberi tahu peraturan asrama yang baru kepada semua siswi asrama. melihat sikap Anna Ummi yakin Anna kecewa kepada mereka.
"Dimana Bunda?" tanya Anna tidak melihat Bunda.
"Dia dikamar. silahkan Anna menjenguknya." ucap Ummi Inah.
"Tidak usah Ummi. mungkin Bunda lelah. Anna pulang kekamar saja, Sekali lagi terimakasih Ummi. maaf atas segala kesalahan yang Anna perbuat. Anna hanya bisa memberikan ini untuk Ummi dan Bunda. mohon diterima." Ucap Anna, meletakkan bungkusan yang ia bawa di atas meja.
Ummi tersenyum melihat Anna, Ummi melihat perubahan sikap Anna yang tidak seperti biasa.
"Ummi, Anna pamit ke asrama dulu, tadi malam Anna terlambat tidur, malam ini Anna ingin cepat tidur." ucap Anna pamit.
"Baiklah. segeralah tidur." ucap Ummi Inah mengusap kepala Anna.
Anna menyalami Ummi dan segera pulang.
...----------------...
terimakasih sudah like.
__ADS_1
jangan bosan kasih like ya 👍🏼
😊