Bingkai Hati Anna

Bingkai Hati Anna
Tinggal bersama Ummi


__ADS_3

Anna telah menyelesaikan sekolah tingkat Aliyah di pondok. banyak suka duka yang dirasakan Anna selama belajar di pondok. hari ini mereka akan dipulangkan kepada keluarga masing-masing.


Anna, Aini dan Fitri merasa berat untuk berpisah. mereka sudah seperti adik kakak. saling membantu dan berbagi suka duka, mencarikan solusi dari setiap masalah yang ada.


Surat yang dikirimkan Adnan disimpan Anna dalam kotak kecil. Setelah dari pertemuan mereka di acara pernikahan Buk Endang Adnan tidak pernah memperlihatkan dirinya lagi. Adnan hanya berkirim surat. Anna membaca surat dari Adnan tanpa bisa membalasnya.


Ummi dan Abi datang ke acara perpisahan santriwati yang lulus tahun ini. Ummi sudah memberi kabar kepada Ibu Anna tentang kelulusan dan acara hari ini. Ibu meminta Ummi dan Abi untuk menghadiri acara itu sebagai orang tua Anna. apalagi selama ini semua keperluan dan biaya pendidikan Anna ditanggung Ummi dan Abi.


Selama acara perpisahan Ummi terus memegang tangan Anna. Ummi bersyukur bisa melihat Anna lulus sekolah Aliyah di pondok. Ummi juga berharap bisa menyaksikan pernikahan anak kandung dan anak angkatnya. walupun Anna belum tahu siapa mereka.


Setelah acara pelepasan santriwati. santriwati diperbolehkan pulang. Ummi mengajak Anna untuk tinggal di rumah nya. Anna setuju. Anna juga ingin melihat rumah Ummi.


Danu membantu membawakan semua barang Anna yang ada di pondok. Anna, Ummi dan Abi mengunjungi Ummi Zahra sebelum pergi meninggalkan pondok. Ummi Zahra menangis saat melepas kepergian Anna dan Ummi Salma. Abi juga memeluk erat sahabatnya dan mengucapkan terimakasih karena telah menjaga dan mendidik Anna dengan baik.


Ustad Faiz masih di tempat acara bersama orang tua dan santriwati yang mengajaknya mengobrol. Anna sudah pamit kepadanya saat meninggalkan tempat acara. Ke lulusan Anna membuat Ustad Faiz merasa kehilangan santriwati yang rajin, penurut dan pintar.


Anna murid privat satu-satunya yang setiap sore diajarkan olehnya hampir lima semester.


Untuk pertama kalinya setelah tiga tahun mengenal Ummi dan Abi, Anna mengunjungi rumah mereka. Suasana rumah Ummi sangat sunyi, tenang dan asri. rumah dengan halaman depan dan belakang yang luas dan terawat.


Danu membawa semua barang Anna kekamar lantai atas yang bersebalahan dengan kamar Adnan. di rumah Ummi tidak ada foto keluarga yang dipajang. hanya ada tulisan kaligrafi arab dan lukisan pemandangan alam.


Ummi mengajak Anna untuk duduk diruang keluarga.


"Anna kamar mu ada dilantai atas disebelah kiri. kamar yang sebelah kanan kamar anak Ummi. dia di luar kota tiga bulan lagi baru kembali. semoga Anna betah tinggal di rumah Ummi yang sunyi ini." ucap Ummi sedih karena Adnan sudah tiga hari pergi keluar kota untuk menuntaskan praktek kerja mata kuliah nya semester ini.


"Anna akan tinggal di rumah Ummi sampai anak Ummi kembali. besok Anna akan minta Ibu datang kerumah Ummi." jawab Anna tidak tega meninggalkan orang tua angkatnya.


"Baiklah, terimakasih sudah mau menemani kami." ucap Ummi tersenyum mendengar keputusan Anna.


"Tidak ada orang lain di rumah ini lagi Ummi?"


"Hanya ada Astri, dia juru masak di rumah ini. kalau untuk bagian kebun dan kebersihan mereka tinggal di rumah masing-masing."


"Astri baru bekerja tiga bulan di rumah ini, dia sudah bercerai dari suaminya. tadi pagi izin mengunjungi orang tuanya nantik malam baru kembali.


Ummi sengaja mencari pekerja yang tidak memiliki anak. Ummi trauma dengan pekerja yang berkeluarga dan memiliki anak perempuan. kami baru saja lepas dari fitnah yang mereka buat. Enam bulan lalu anak Ummi dituduh memperkosa anaknya, mereka membuat laporan palsu ke polisi.


mereka bilang kejadian itu terjadi di rumah ini saat kami tidak di rumah. mereka tidak tahu jika rumah Ummi memiliki kamera pengawas yang tersembunyi. mereka hanya tahu kamera pengawas yang ada di pintu masuk. sekarang mereka harus menanggung malu karena anaknya hamil tanpa mengetahui siapa ayah dari anak yang dikandungnya."


"Apa mereka tidak akan menuntut kembali setelah anaknya lahir?"


"Tidak, mereka tidak akan berani. karena mereka murni membuat keterangan palsu. tempat dan waktu yang mereka sebutkan sewaktu kejadian sudah diperiksa polisi melalui kamera pengawas. semuanya sudah jelas. mereka juga sudah minta maaf, karena mereka percaya dengan cerita bohong anaknya."


"Bagaimana jika anak Ummi menyogok mereka agar masalahnya selesai, aku jadi takut. untung dia tidak di rumah. aku akan pergi jika dia kembali." batin Anna.


"Satpam yang menjaga pagar juga tinggal di rumah sendiri?"


"Tidak, satpam itu tinggal di rumah sebelah kita bersama istrinya. mereka pasangan yang tidak memiliki anak dan sudah sangat lama bekerja di rumah itu."


"Anna bisakah Anna memasak? Abi sangat ingin makan masakan Anna." ucap Abi tidak ingin Anna mengetahui lebih banyak tentang permasalahan yang ada dirumahnya.


"Baiklah Abi. dimana tempat masaknya?"

__ADS_1


Ummi membawa Anna ke dapur mereka masak bersama. selesai masak mereka makan bersama. mereka makan dengan lahap, suasana rumah terasa hidup kembali dengan kehadiran Anna.


Ummi memberikan Hp yang pernah dititipkan Anna padanya.


Anna mengabari Ibu bahwa dia sekarang tinggal di rumah Ummi dan akan tinggal selama tiga bulan. Ibu memberi izin dan setuju Anna tinggal selama itu di rumah Ummi.


Malam hari saat Anna sudah berada di kamarnya, Anna menelpon Adnan menggunakan video call.


Adnan tahu nomor yang digunakan Anna selama ini dipakai Ummi.


Adnan menjawab panggilan video call Anna.


"Apa kabar Um..."


Adnan tidak jadi melanjutkan ucapannya karena yang ia lihat saat ini adalah Anna.


Anna tertawa mendengar ucapan Adnan yang terpotong.


"Assalamualaikum kak, apa kabar?"


Adnan tersenyum haru melihat Anna yang menelponnya.


"Waalaikummussalam Anna. ini benar Anna kan? tunggu Anna di rumah siapa?" tanya Adnan yang mengenali kamar yang sedang ditempati Anna.


"Rahasia."


"Anna sudah lulus sekolah pondok?"


"Sudah, tadi pagi acara perpisahan sekaligus penyerahan santriwati kepada orang tuanya. sekarang Anna tinggal di rumah Ummi."


"Kenapa tidak mengabari kakak seminggu yang lalu?"


"Anna gak ada Hp kak, ini Hp yang dulu kakak belikan sudah dikembalikan Ummi. ternyata Ummi masih mengaktifkan kartu Anna." ucap Anna sambil tertawa senang.


"Kakak belum bisa pulang dalam bulan ini, bulan depan baru bisa pulang. awas kamu ya kakak akan memberikan mu hukuman karena tidak memberitahu kakak tentang kelulusan lebih awal."


Anna tertawa mendengar ucapan Adnan


"Apa hukumannya?"


"Hukumannya, harus terima lamaran dari kakak dan setelah selesai praktek kerja disini kita langsung nikah."


"Oke, Anna tunggu."


Anna sangat bahagia mendengar Adnan yang akan segera melamar nya dan mereka juga secepatnya akan menikah.


"Kak, Anna tinggal di rumah Ummi selama anak Ummi diluar kota, kata Ummi anaknya akan kembali tiga bulan lagi. jadi lamaran nya besok aja saat Anna udah dikampung."


Adnan diam memikirkan jawaban Anna.


**Oh, jadi Ummi dan Abi belum memberitahu jika kamu tinggal di rumah kakak dan kamar kita bersebelahan. kakak akan membuat kejutan untuk mu.** batin Adnan


"Baiklah, besok saat Anna dikampung kakak akan datang kerumah. Anna jaga diri ya. jangan pergi keluar rumah jika tidak ada Ummi atau Abi yang mendampingi."

__ADS_1


"Iya, rumah kak Adnan dimana? Anna mau ketemu Ummi dan Abi kak Adnan."


Adnan tertawa mendengar Anna ingin mengunjungi orang tuanya.


"Gak usah berkunjung. kakak gak bisa mendampingi Anna. besok biar kakak dan orang tua kakak yang datang kerumah Anna. Anna persiapkan diri ya. doakan kakak bisa menyelesaikan pekerjaan disini."


"Iya, Anna akan doakan. udah ya kak, Anna udah ngantuk."


"Baiklah, selamat tidur calon istri. mimpi kan kakak ya." ucap Adnan mengakhiri panggilan video call nya bersama Anna.


Adnan segera menelpon Ummi yang berada dikamar bersama Abi.


"Ummi jangan biarkan Anna tahu Adnan anak Ummi."


"Iya, Ummi maunya kamu yang memperkenalkan Anna kepada kami."


"Ummi, Adnan bisa pulang awal bulan depan, Ummi dan Abi mau kan kita kerumah Anna untuk melamar nya?"


"Anna mau tinggal di sini selama tiga bulan, jika kamu pulang dan melamar Anna berarti Anna harus pulang kampung, Anna baru bisa kerumah ini setelah kalian menikah. Ummi gak mau Anna pulang, Ummi mau Anna tetap di rumah ini."


"Trus gimana mau lamaran kalau Anna gak pulang?"


Abi yang dari tadi mendengar pembicaraan anak dan istrinya, mengambil Hp ditangan Ummi.


"Kamu tidak usah pulang kerumah sampai masa praktek kerjamu selesai. untuk acara lamaran biar Abi dan Ummi yang datang kerumah Anna. Anna tidak usah kita beritahu. Kalau bisa Anna tetap di rumah kita sampai acara pernikahan berlangsung di rumah ini. kamu akan bertemu Anna setelah ijab qobul."


Adnan terdiam mendengarkan ucapan Abi nya.


"Tadi Anna mau mengenal orang tua Adnan, apa tidak sebaiknya Anna tahu siapa Ummi dan Abi sebelum kami menikah?"


"Anna sudah dua kali menolak untuk bertemu Abi dan ummi mu. jadi besok biarkan dia tahu saat sudah menjadi istrimu saja." jawab Abi ingin melihat bagaimana reaksi Anna nantinya.


"Baiklah semoga Anna tidak menolak pernikahan nantik. dia pasti mengira bukan Adnan yang menikahinya."


Abi tertawa mendengar jawaban Adnan.


"Kamu tenang saja, Abi akan atur semuanya. ingat pesan Abi, tidak ada pertemuan sebelum kalian resmi menjadi suami istri."


"Ya Abi. Adnan akan menahan diri."


***


Anna memberitahu teman asrama dan teman lulusan pondoknya jika Anna tinggal di kota dan Anna memberikan alamat rumahnya. teman Anna yang bekerja dan kuliah di kota mulai mengunjungi Anna. Ummi dan Abi merasa bersyukur rumah mereka kembali ramai dengan kunjungan teman Anna.


Anna juga tidak bosan tinggal di rumah setiap hari. tiga kali seminggu Anna akan ikut Mbok Astri ke pasar. ikut masak bersama mbok Astri. memetik buah-buahan yang ada dibelakang rumah Ummi. Apalagi jika teman Anna datang berkunjung mereka sampai lupa waktu.


Setiap hari Anna menelpon, berbalas pesan bersama Adnan. Adnan yang berada diluar kota menjadi sangat tidak sabaran untuk segera bertemu Anna.


Adnan selalu mendesak Ummi dan Abi untuk segera melamar Anna. Adnan juga sudah memberitahu kapan pekerjaannya selesai dan akan pulang kerumah. Adnan setiap minggu membuat laporan pekerjaannya agar nanti saat kembali tugas kuliahnya telah selesai dan Adnan bisa fokus untuk pernikahannya.


Satu bulan telah berlalu. Ummi dan Abi memberitahu Anna jika mereka ada urusan keluar kota selama satu minggu. selama mereka pergi Anna boleh membawa temannya untuk menginap tapi Anna dilarang untuk keluar rumah.


Anna merasa kegirangan karena bisa mengajak teman-temannya untuk menginap di rumah dan Anna akan menepati janjinya untuk tidak keluar rumah, tidak ikut ke pasar bersama Mbok Astri selama Ummi dan Abi tidak di rumah.

__ADS_1


...----------------...


__ADS_2