Bingkai Hati Anna

Bingkai Hati Anna
Lamaran


__ADS_3

Hubungan baik yang sudah terjalin selama tiga tahun antara keluarga Adnan dan keluarga Anna, membuat urusan lamaran dan penetapan hari pernikahan mereka berjalan lancar. Anna dan Adnan akan menikah satu bulan lagi.


Di acara lamaran Ummi menyerahkan satu set perhiasan emas kepada Ibu Anna, Ummi juga akan membelikan isi kamar yang akan ditempati Anna dan Adnan jika mereka pulang kerumah Nenek. Nenek membangun kamar tambahan untuk Anna, kamar itu sudah selesai dibangun, tinggal di isi perlengkapan tidur dan dilengkapi dengan kamar mandi.


Semenjak kunjungan kedua Ummi bersama Adnan dan pembicaraan mereka malam itu yang sudah melamar Anna. Nenek,Kakek dan Ira sepakat membuat kamar mandi tambahan dikamar Ira dan kamar Ibrahim dan sebelum Anna lulus sekolah mereka juga sepakat untuk membuat kamar tambahan untuk Anna.


Ummi bersyukur ternyata keluarga Anna sudah mempersiapkan diri untuk menanti kedatangan mereka bukan sebagai orang tua angkat Anna, tapi sebagai calon mertua Anna.


Untuk acara pernikahan Ummi meminta pernikahan diadakan di rumah mereka. keluarga Anna bisa tinggal di rumah almarhum abangnya yang memiliki banyak kamar kosong. mereka bisa berada di sana seminggu menjelang acara.


Semua urusan pernikahan diatur Ummi dan Abi. untuk baju seragam pernikahan, Ummi akan meminta jasa butik langganannya untuk datang kerumah Nenek Anna untuk mengukur ukuran baju yang akan mereka pakai nanti.


Semua keluarga Anna setuju dengan apa yang di sampaikan Ummi.


mereka hanya perlu menunggu hari H untuk berangkat ke kota dan tinggal di rumah yang sudah disiapkan Ummi.


Ummi juga berpesan tidak memberitahu Anna tentang kedatangan mereka yang melamar kecuali jika nanti mereka sudah berada di kota dan bertemu Anna langsung.


Ummi ingin memberi kejutan untuk Anna. Keluarga Anna setuju dengan saran yang disampaikan Ummi.


Setelah urusan lamaran dan pembahasan pernikahan. Ummi dan Abi mengunjungi PT milik mereka. Mereka sudah dua bulan tidak berkunjung. mereka hanya menerima laporan dan telpon dari beberapa manajer PT.


Abi bersyukur mereka memiliki pekerja yang sangat loyal dan bertanggung jawab dalam bekerja.


Abi dan Ummi sudah sangat ingin pensiun dari mengurus usaha yang mereka miliki, mereka bersyukur di usia mereka yang sudah 60 tahun masih bisa mengurus usaha dan melihat anak mereka yang sebentar lagi akan menikah. Abi Ingin, setelah Adnan menikah menyerahkan semua urusannya kepada Adnan dan mereka bisa menikmati usia senja tanpa beban pikiran yang membuat mereka lelah.


Selama meninggalkan rumah, Abi selalu mengecek keberadaan Anna melalui kamera pengawas yang sudah terhubung di Hp nya. Abi bersyukur memiliki anak dan calon menantu yang sangat penurut. Anna tidak pernah meninggalkan rumah. jika menginginkan sesuatu Anna akan memesan online. Abi melihat hampir setiap hari kurir datang mengantar paket kerumahnya karena Anna bersama teman-temannya memesan makanan dan paket lainnya yang Abi tidak tahu isi nya. karena Anna akan membawa paket itu kekamar.


Anna dan teman-temannya juga tidak membuat onar di rumah Abi. hampir setiap hari mereka main kejar kejaran di rumah, mengagetkan teman yang baru masuk rumah. bahkan mereka sampai perang bantal di ruang keluarga. mereka akan merapikan kembali apa yang sudah mereka mainkan.


Abi dan Ummi merasa lucu melihat perbuatan anak perempuan mereka bersama teman-teman nya. Anna masih menggunakan gamis yang selama ini dipakainya di pondok. teman masa SMA Anna tetap memakai jilbab dan baju dalam yang longgar walaupun dipadu dengan celana sempit.


"Ummi lihat tingkah anak perempuan kita yang menggemaskan, Abi yakin bantal kecil yang mereka mainkan ada yang robek."


Ummi tertawa melihat rekaman yang terjadi pagi ini. mereka perang bantal dan saling tarik menarik.


"Biar saja. nanti kita beli bantal baru. Lucu ya Bi. kita baru bisa melihat tingkah anak perempuan setelah berumur 60 tahun. pantas saja kak Inah dan kak Yani betah tinggal di asrama."

__ADS_1


"Oh iya, kita belum memberi tahu mereka tentang pernikahan Adnan. apalagi rumah mereka juga akan ditempati keluarga Anna."


"Nantik pulang dari kebun kita langsung ke asrama. kita juga akan membuatkan mereka baju seragam."


"Baiklah, bagaimana dengan keluarga Danu?" tanya Abi.


"Tentu, kita juga akan melibatkan Danu dan keluarganya, begitu juga dengan Yayat dan keluarganya. mereka semua akan ikut sebagai keluarga kita. Abi juga harus ingat untuk memberitahu adik Abi yang di Bandung. kalau bisa suruh mereka mengirimkan ukuran bajunya. mulai dari sekarang kita harus mempersiapkan pernikahan mereka."


"Iya, yang penting kita harus jaga kesehatan jangan sampai sakit. Abi ingin tampil segar bugar di acara pernikahan dan resepsi mereka."


"Ummi juga, Ummi ingin cepat menimang cucu."


Ummi dan Abi tertawa membayangkan mereka yang akan di sibuk kan dengan cucu-cucu mereka.


"Kita sangat terlambat menikah. teman sekolah Abi sudah banyak yang memiliki cucu yang sudah kuliahan. kita masih harus bersabar menunggu kabar dan kelahiran cucu, semoga Allah mempercepat kehamilan untuk Anna nantinya."


"Aamiin."


"Bagaimana jika Anna ingin menunda punya anak karena ingin kuliah? apa yang harus kita lakukan?"


"Abi akan bicara dengan mereka, mereka harus memberikan kita cucu dulu baru setelah itu kita izinkan Anna melakukan hal apapun."


"Ayok Bi kita tidur, Besok pagi kita berangkat pagi ke kota dan langsung ketempat kak Inah dan kak Yani."


***


"Alhamdulillah, ternyata mereka sudah tunangan. baiklah kami tidak keberatan jika keluarga Anna tinggal di rumah itu. kami juga sudah membuat keputusan yang sudah dicatat oleh notaris. jika Adnan menikah maka rumah itu akan menjadi miliknya." ucap Ummi Inah saat Ummi Salma dan Abi Zakaria menemui mereka siang ini di asrama.


"Jangan begitu, nanti kakak tinggal dimana?"


"Jangan khawatir ini rumah kami, nanti kami akan memberikan sertifikat rumah kepada Adnan sebagai kado pernikahan dari kami." jawab Bunda yani.


Ummi Salma terharu mendengar kebaikan hati dari kedua kakak iparnya. walaupun sebenarnya Ummi Salma tidak menginginkan kejadian seperti ini.


"Kapan pernikahan mereka?"


"Insyallah 30 hari lagi. nantik akan ada petugas butik yang akan datang kesini mengukur pakaian kakak, kita buat pakaian seragam. Yayat dan keluarganya juga akan dibuatkan pakaian seragam nya." jawab Ummi Salma.

__ADS_1


"Untuk pelaminan dan ketering sudah dapat? tanya Bunda Yani


"Belum, besok pagi baru kami jajaki." jawab Abi.


"Jika perlu bantuan hubungi kami, kami akan siap membantu."


"Oh iya, Anna masih belum mengetahui kalau kami orang tua Adnan. kami berencana memberitahu Anna setelah pernikahan. Adnan masih diluar kota. Adnan kembali sehari sebelum pernikahannya, dia akan menginap di hotel. nanti tolong kakak yang mengiring Adnan untuk datang kerumah. mengiring mempelai pria."


Bunda Yani dan Ummi Inah tertawa mendengar ucapan Ummi Salma.


"Kalian ini ada-ada saja. baiklah kami akan bersama Adnan saat dia sampai di kota, kami akan bersamanya menjelang pernikahan berlangsung. mereka seperti anak yang tertukar." jawab Bunda Yani tertawa.


***


Anna bahagia melihat orang tua angkatnya pulang kerumah. Anna menyambut mereka didepan pintu.


Ummi dan Abi merasa bahagia kepulangan mereka disambut Anna. mereka duduk diruang tamu.


"Dimana teman Anna?" tanya Ummi.


"Mereka pergi ke mall."


"Anna tidak diajak?"


"Diajak, tapi Anna gak mau ikut."


"Bagaimana kalau besok kita ke mall?"


"Anna belum ada keperluan untuk belanja, lain kali saja Ummi."


"Oh, besok pagi kita mengukur baju saja, ya."


"Mau ada acara apa Ummi?"


"Awal bulan depan ada acara pernikahan, Ummi ingin kita memakai baju seragam keluarga. Anna mau kan?"


"Iya, Anna mau."

__ADS_1


Ummi dan Abi tersenyum mendengar jawaban Anna.


...----------------...


__ADS_2