Bingkai Hati Anna

Bingkai Hati Anna
Tunangan


__ADS_3

Anna berlari menuju kelompoknya, Anna belum pernah merasakan debaran jantung yang kuat seperti saat ini, semenjak Adnan mengakui perasaan yang sebenarnya pada Anna, ditambah dukungan dari Bunda yani malam tadi, membuat Anna sulit menetralkan hatinya untuk tidak berdebar saat melihat dan berdekatan dengan Adnan.


**ya Allah tolong aku, jangan biarkan hatiku terlalu mencintai kak Andan, aku ingin fokus belajar di kota ini, bukan untuk mencari pacar** begitulah doa yang dipanjatkan Anna saat sudah berada di barisan nya.


Saat Anna akan berjalan menuju barisan belakang, tangan Anna ditahan Sarah, menghentikan langkah Anna.


"Kamu berbasis di depan saja," ucap Sarah


"Tidak mau, aku dibelakang saja," ucap Anna.


Bahu Anna ditahan Sarah, membuat Anna tidak bisa beranjak lagi.


Adnan, Iqbal dan Melinda sudah berada dihadapan barisan kelompok murid-murid baru, saatnya mereka menghitung jumlah permen yang dihasilkan masing-masing kelompok dan memastikan kebenaran Orang yang mereka cari.


Ada 5 kelompok yang mendapat hukuman termasuk kelompok Anna, kelompok yang tidak mendapat hukuman diperbolehkan duduk di lapangan, sedangkan kelompok yang mendapat hukuman harus mengelilingi lapangan upacara tempat mereka berbaris sebanyak dua putaran.


Setelah selesai menjalani hukuman, mereka di izinkan untuk beristirahat.


Anna merasa lapar setelah menjalani hukuman keliling lapangan tersebut, Anna pergi ke kelas untuk mengambil cemilan yang tadi pagi ia beli.


saat dikelas sudah ada lima orang murid perempuan teman sekelas Anna yang duduk di kursi masing-masing dengan jarak berdekatan terlihat membicarakan sesuatu.


Anna menyapa mereka dan mereka saling berkenalan, karena saat di acara MOS mereka tidak satu kelompok, selesai berkenalan Anna duduk di kursi nya dan mengambil cemilan, Anna menawarkan cemilan itu pada teman-teman yang baru dikenalnya, mereka menolak karena mereka juga memiliki cemilan. Anna makan sendiri di meja nya sambil mendengarkan percakapan teman-teman disebelahnya kursinya.


"aku suka banget liat ketua OSIS kita, dia ganteng, tinggi, berwibawa, tapi sayang dia gak pernah liat ke aku," ucap salah satu dari mereka.


Anna yang mendengar temannya mengagumi Adnan menajamkan pendengarannya, berharap ada lagi yang bisa didengarnya tentang Adnan, walaupun hati Anna merasa terusik, sambil makan Anna terus berdoa agar hatinya biasa saja mendengar ada yang memuji Adnan, karena Anna harus fokus belajar bukan memikirkan Adnan.


Roti yang dimakan Anna terasa susah untuk ditelan, Anna juga makan dengan sangat lambat seperti hilang selera makan, tanpa Anna sadari Adnan sudah duduk disebelahnya, Adnan mengelus kepala Anna, membuat Anna terkejut dan tersendat roti yang ia makan, Adnan yang sengaja membawa botol minuman untuk diberikan kepada Anna langsung tanggap membuka tutup botol dan menyuruh Anna meminumnya.


"Mikirin apa sih dek, makannya lemot banget, lagi gak selera makan?" tanya Adnan.


Anna yang sadar ada pengagum Adnan dikelasnya bersikap biasa saja, agar tidak dicurigai oleh temannya.


"Makasih kak, ada perlu apa kak?" tanya Anna.


"ke kantin yuk" ajak Adnan.


***mampus, di kantin kan banyak orang, disini aja ada pengagum kak Adnan apa lagi di kantin,*** batin Anna.

__ADS_1


lima orang perempuan yang membicarakan Adnan tadi mendekati meja Anna dan Adnan.


"kak Adnan, Ada hubungan apa dengan Anna?" tanya salah seorang dari mereka.


"Anna calon istri kakak, kami sudah bertunangan," jawab Adnan asal.


Anna yang mendengar jawaban Adnan melongo, tidak percaya Adnan bisa dengan santai menyebutkan mereka sudah bertunangan.


"Oh, ucap mereka kompak, maaf ya kak kalau kami ganggu, kami permisi dulu," ucap salah satu dari mereka lalu pergi meninggalkan Adnan dan Anna dikelas.


Saat ini hanya mereka berdua dikelas.


"Kakak, kenapa bohong?" tanya Anna.


"Kakak gak bohong Dek, nih dipakai." ucap Adan sambil menyodorkan cincin berwarna putih.


"Ini sengaja kakak beli, biar hubungan kita makin jelas dan gak ada yang ganggu kamu disekolah ini," ucap Adnan masih memegang cincin ditangannya.


Anna semakin tak percaya dengan apa yang dilakukan Adnan, tanpa persetujuan darinya Adnan membeli cincin dan memaksa Anna memakainya.


"Anna" ucap Adnan menyadarkan Anna dari pikiran nya.


Anna masih diam dengan pikirannya.


"Tidak apa-apa Anna tidak mau mengakui kakak sebagai tunangan Anna, tapi tolong terima pemberian kakak," ucap Adnan dengan nada bergetar menahan kesedihan karena Anna masih belum memberinya jawaban.


Anna tidak bereaksi.


"Kakak minta maaf" ucap Adnan tulus.


Adnan meletakkan cincin itu di atas meja Anna dan Adnan berdiri, berjalan meninggalkan Anna yang masih duduk diam tanpa melihat Adnan.


Belum jauh Adnan melangkah, tubuhnya tertahan, tangan Anna melingkar diperut Adnan, Anna memeluk Adnan dari belakang, Anna menangis dibalik punggung Adnan, Adnan mendengar tangisan Anna, Adnan meraih tangan Anna yang melingkar diperutnya, membawa Anna dalam pelukannya, mencium puncak kepala Anna.


Tinggi Anna yang hanya dibawah dagu Adnan, membuat Adnan mudah untuk mencium puncak kepala Anna.


"Jangan menangis Anna, kakak ikhlas menerima keputusan Anna, jangan terbebani dengan permohonan kakak, kakak akan selalu menunggu Anna," ucap Adnan masih memeluk Anna dan tangan Anna melingkar di pinggang Adnan.


Tidak begitu lama mereka berpelukan, tangis Anna sudah mulai mereda.

__ADS_1


"Anna, kakak dilarang Abi menyentuh Anna sebelum halal, Kakak mohon jangan ada tangisan lagi untuk hubungan kita, karena kakak tidak bisa melihat Anna menangis dan melanggar perintah Abi." ucap Adnan.


Anna yang mendengar jelas ucapan Adnan, langsung mundur dan melepas pelukannya.


"Benar kakak sudah cerita sama orang tua kakak tentang Anna?" tanya Anna.


"Iya, Kakak mau orang tua kakak secepatnya mengetahui hubungan kita, jadi kakak ceritakan semuanya," ucap Adnan tersenyum.


"Apa mereka tau tentang cincin ini?" tanya Anna memperlihatkan jarinya yang sudah terpasang cincin dari Adnan.


Adnan tersenyum, matanya berkaca, ternyata Anna telah memakai cincin pemberiannya.


"Tolong jangan dilepas ya dek," ucap Adnan menatap Anna dalam.


"Iya" jawab Anna tersenyum menatap Adnan.


"Apa kita resmi bertunangan?" ucap Adnan menggoda menaik turunkan kedua alisnya.


"Anna anggap cincin ini pemberian kakak untuk adiknya, Anna gak mau diikat, Anna mau fokus sekolah dulu, Anna mohon kakak jangan bahas tentang perjodohan lagi, jalan kita masih panjang kak," ucap Anna dengan wajah serius.


Adnan kembali kecewa, tapi betul yang dikatakan Anna, jalan mereka masih panjang.


"Baiklah, tapi Anna harus ingat dan patuhi janji kita yang kemaren," ucap Adnan dengan tatapan serius.


"Baik, insyallah Anna penuhi janji itu," ucap Anna sungguh-sungguh.


Setelah perdebatan itu keduanya memutuskan untuk ke kantin makan siang bersama, mereka duduk terpisah, tapi Adnan selalu mencuri pandang ke arah Anna, pandangan mereka bertemu saat Anna melihat kearah Adnan, tapi Anna terus berusaha menetralkan hatinya.


***Anna semoga hati mu terjaga dari cinta yang akan memisahkan kita, aku harap perasaan ini terbalas dan aku bersabar dengan penantian itu*** batin adnan


***kak Adnan, jangan terus melirik dan memberikan perhatian lebih padaku, aku takut mengingkari janji yang ku buat untuk diri ini, izinkan aku memenuhi janji ini, aku pun berharap kak Adnan menjadi imam ku, bahagia bersama, mohon sabar menungguku*** batin Anna.


Selesai makan siang di kantin mereka bersiap-siap untuk sholat zuhur, Anna mulai akrab dengan teman-teman perempuan yang seangkatan dengannya.


Kegiatan siang ini hanya pembagian baju seragam sekolah untuk murid-murid baru, Adnan dengan setia menunggu Anna karena Adnan akan mengantar Anna pulang ke asrama setiap kali kegiatan disekolah usai, begitulah tekat Adnan untuk menjaga Anna.


...----------------...


.

__ADS_1


__ADS_2