
Anna sudah tertidur. Setelah membaca pesan Anna, Ibu menelpon Adnan.
"Anna masih belum tidur?" tanya Adnan khawatir jika Anna masih bertanya dia dimana.
"Anna Sudah tidur." jawab Ibu
"Sekarang kamu tidur juga, jangan sampai tidur saat ijab qobul."
"Baiklah, terimakasih Ibu sudah bisa membuat Anna tidur."
Ibu geleng-geleng kepala melihat kedua calon pengantin yang sama-sama begadang.
"Apa yang mereka sembunyikan, kenapa sepertinya mereka main kucing-kucingan. Anna juga aneh padahal dia tahu Adnan yang akan menikahinya kenapa bisa sampai tidak bisa tidur dan khawatir." batin Ibu yang melihat Anna tidur pulas.
Ibu ikut sholat subuh berjamaah, ibu sengaja tidak membangunkan Anna. Ibu takut Anna pusing jika dibangunkan karena baru tidur.
"Anna baik-baik saja?" tanya Ummi
"Iya dia baik, semalam dia terus memegang dan melihat Hp. jam tiga dini hari dia baru tertidur." jawab Ibu.
"Ada apa dengan Anna? Kenapa dia begadang?" tanya Nenek.
"Entah la, Adnan juga tidak tidur." jawab Ibu
Ummi dan Abi tersenyum dengan pembahasan keluarga Anna pagi ini.
"Besan, coba lihat Anna, bangunkan saja agar dia segera sholat." ucap Ummi.
"Baiklah."
Ibu segera kekamar Anna untuk melihat keadaan Anna. ternyata Anna sudah selesai sholat.
"Anna ada apa dengan mu? kenapa sampai bergadang?"
"Tidak apa-apa."
"Ayok kita turun untuk sarapan. setelah sarapan kamu juga harus siap-siap. jangan sampai terlambat dihari pernikahan mu."
"Anna sarapan dikamar saja." jawab Anna. karena malas bertemu Ummi dan Abi.
Anna bicara tanpa melihat Ibu. Anna masih duduk di atas sajadah lengkap dengan mukenah nya.
Anna merasa kecewa, karena dari awal Anna sudah menyampaikan kepada Abi dan Ummi jika dia hanya akan menikah dengan Adnan dan mereka sudah menyetujuinya.
Anna juga kecewa terhadap Adnan sampai pagi ini tidak kunjung datang. Anna pasrah dan menerima pernikahan dadakan ini.
Anna bertekad tidak akan memakai baju pengantin dan tidak akan turun kebawah untuk bersalaman dengan siapa pun.
Anna merasakan bagai mana sakitnya cinta yang tidak terbalas, janji yang tidak ditepati dan kesepakatan yang dilanggar.
**Mungkin ini hukuman karena aku melanggar janji pada Ibu dan nenek. selama sekolah aku tetap menjalin hubungan dengan kak Adnan. padahal aku sudah berjanji tidak akan pacaran.** batin Anna.
"Ibu akan mengantar sarapan."
"Tidak usah." jawab Anna masih tidak melihat Ibu.
Ibu meninggalkan Anna. Ibu sangat bingung dengan sikap Anna.
Setelah sarapan Ibu dan rombongan bersiap-siap untuk berpakaian dan menunggu rombongan pengantin pria.
Perias pengantin sudah datang. Ummi memberikan baju akad nikah kepadanya agar nanti digunakan Anna. Ummi juga berpesan agar jangan memaksa Anna. Ummi tahu Anna saat ini sedang kacau.
Ummi tidak bisa berbuat apa-apa. Ummi berdoa semoga Anna sabar dengan rencana mereka dan tidak melakukan hal bodoh.
Ummi dan Abi juga bersiap-siap.
***
Ummi Inah dan Bunda Yani sudah rapi dan cantik dengan baju seragam pernikahan yang dibuatkan Ummi Salma.
Mereka mengunjungi Adnan dikamar. sekarang sudah jam delapan. Adnan masih tidur, begitu juga dengan Danu dan Iqbal.
__ADS_1
"Ya Ampun, kenapa masih tidur? Bisa kabur pengantin wanita nya karena menunggu lama." ucap Ummi Inah kesal karena semuanya masih tidur.
Adnan yang masih terpikir Anna dalam tidur nya mengigau memanggil Anna.
"Anna tunggu, kakak akan datang. tunggu." ucap Adnan dalam tidurnya.
Ummi Inah memukul Adnan dengan bantal guling hingga Adnan terbangun dari tidurnya.
"Ummi." ucap Adnan kaget melihat Ummi Inah yang sudah rapi dan sudah berdandan.
"Jadi nikah?" tanya Ummi Inah.
"Jadi, tunggu Adnan mandi."
Adnan segera berlari kekamar mandi. Danu dan Iqbal mandi dikamar Ummi.
Jam sembilan rombongan Adnan segera meluncur, Adnan datang bersama bang Danu, Ummi Inah dan Bunda Yani menggunakan mobil baru yang dibeli Abi sebagai kado pernikahan Adnan.
Iqbal bersama Lasmi, Tery dan Velisia menggunakan mobil yang biasa digunakan Adnan.
Pak Yayat bersama seluruh keluarganya ikut mengiringi Adnan menggunakan mobil yang biasa digunakan Abi.
Mereka berangkat iring-iringan, jarak hotel dan rumah Abi tidak terlalu jauh.
***
Keluarga mempelai wanita sudah bersiap didepan rumah menyambut kedatangan rombongan mempelai pria.
Pak penghulu juga sudah hadir bersama mereka.
Perias pengantin masih membujuk Anna untuk di make up, Anna tidak mau didandani dan juga tidak mau memakai baju pengantin.
Perias pengantin pasrah dan ikut berdiam diri dikamar Anna bersama Anna yang duduk di atas tempat tidur menggunakan baju gamis dan jilbab rumahan.
"Kasian sekali, menikah karena perjodohan. pengantin prianya mungkin jelek." batin perias.
Anna tidak bisa mendengar kegiatan yang berlangsung karena posisi acara yang jauh dari kamarnya.
"Bagaimana saksi sah?"
"Sah"
Adnan dan Anna sudah sah menjadi suami istri. Adnan sudah menanda tangani Buku nikah dan pamit untuk menjemput Anna yang masih berada dikamar.
Semua yang hadir dipersilahkan Ummi untuk menyantap hidangan yang sudah disediakan.
"Apa tidak ada acara salaman dari kedua mempelai?" tanya Ibu kepada Ummi Salma.
"Ada, kita akan menunggu Adnan membawa Anna kesini." jawab Ummi tersenyum bahagia.
***
Adnan berlari menuju kamar Anna. Adnan membuka pintu kamar Anna yang tidak dikunci.
Adnan tersenyum melihat Anna. Anna yang duduk di atas tempat tidur segera berdiri dan tertegun melihat Adnan yang gagah dengan baju akad nikahnya.
"Anna," ucap Adnan langsung memeluk Anna yang berdiri mematung melihat kehadiran Adnan.
"Kak Adnan sudah menikah?" tanya Anna. Anna mengira Adnan tidak datang menjemputnya karena sudah menikah duluan.
"Kita sudah menikah." jawab Adnan.
Perias pengantin terpana melihat betapa tampannya pria yang masuk kekamar. mendengar Adnan mengatakan "kita sudah menikah" membuat perias pengantin semakin kaget dan hampir tidak percaya dengan keadaan yang ia lihat.
"Kita?" tanya Anna yang masih dalam pelukan Adnan.
"Iya, kita sudah sah menjadi suami istri, kakak sangat bahagia, kita bisa mewujudkan janji yang kita ucapkan."
Anna menangis dalam pelukan Adnan, ternyata Anna sudah salah paham dengan semua yang terjadi. Ummi dan Abi tidak melanggar kesepakatan, Adnan tidak melanggar Janji. Anna merasa bersalah karena sikapnya yang judes tadi pagi terhadap Ibu.
Adnan melihat perias pengantin yang melihat mereka berpelukan. Adnan memberi kode agar perias itu keluar dan meninggalkan mereka berdua.
__ADS_1
perias itu keluar dan menutup pintu meninggalkan mereka berdua dikamar.
"Ternyata mereka sama-sama cantik dan ganteng, Pasti si cowok membuat kejutan untuk ceweknya, kasian ceweknya sampai gak mau dandan dan pakai baju." ucap perias seorang diri dan duduk di teras lantai atas.
Adnan meraih dagu Anna dan memberikan ciuman pertama sebagai seorang suami. Adnan ******* bibir Anna dengan lembut membuat Anna menikmati permainan Adnan. Anna membuka mulutnya memberikan celah untuk Adnan bermain bersama bibirnya. Anna merasakan tubuhnya memanas dan ingin hal lainnya. ciuman yang diberikan Adnan semakin dalam membuat Anna tidak kuat menahan tubuh Adnan. mereka menjatuhkan diri ketempat tidur. Adnan semakin leluasa mencicipi bibir Anna dan semakin ganas. Bahkan tubuh mereka menempel sempurna.
"Apa Anna sudah selesai didandani?" tanya Ibu yang melihat perias duduk di teras.
Adnan dan Anna yang mendengar suara Ibu langsung menghentikan aksinya. Adnan mengusap bibir Anna yang basah karena ulah nya, Bibir Anna juga terlihat merah dan bengkak.
Adnan kembali mencium bibir Anna sebentar.
Adnan mengunci pintu.
"Sekarang Anna ganti baju ya, kita kebawah untuk meminta restu orang tua dan bersalaman dengan semua yang hadir." Ucap Adnan yang sudah memegang baju pengantin Anna.
Anna mengambil baju itu dan membawanya kekamar mandi. Adnan tersenyum melihat Anna yang mungkin lupa jika mereka sudah menjadi pasangan yang halal.
Setelah memakai baju, Anna merasa bibirnya tebal dan juga kebas. Anna melihat di kaca terdapat jejak ciuman yang mereka lakukan, Adnan yang semakin kuat ******* bibir Anna menyebabkan bibir Anna bengkak.
"Kak, gimana cara hilangkan ini." ucap Anna yang keluar kamar mandi tanpa menggunakan jilbab. sambil memegang bibir bawahnya, rambut Anna diikat dan digulung memperlihatkan lehernya yang putih bersih.
Adnan mendekat, bukannya menjawab pertanyaan Anna. Adnan malah melanjutkan aksinya, kali ini Adnan bermain diarea leher Anna.
Anna menikmati setiap kecupan yang diberikan Adnan. ada rasa geli membuat Anna merinding dan melayang. Anna tidak sadar adnan kembali meninggalkan jejak.
Ibu mengetuk pintu kamar Anna.
"Anna, segera berpakaian dan berhias, tamu sudah hampir selesai makan." ucap Ibu.
Adnan menghentikan aksinya dan membawa Anna dalam pelukannya.
"Kakak, Anna mau siap-siap." ucap Anna mendorong pelan tubuh Adnan agar melepas pelukannya.
Adnan tertawa. Adnan mengajak Anna kekamar mandi untuk mencuci wajah dan lehernya. Adnan juga mencuci wajahnya.
Adnan membuka pintu kamar dan menyuruh perias untuk masuk dan mendandani Anna.
Perias senyum-senyum sendiri melihat bekas yang ada dibibir dan leher Anna.
"Dasar pengantin baru, gak sabaran. baru ditinggal ternyata sudah nyosor." batin perias.
Anna tidak sempat didandani lama, walaupun begitu Anna tetap cantik dengan riasan wajahnya yang simpel. perias juga memasangkan jilbab Anna. sekarang Anna terlihat makin cantik dan imut.
Adnan memegang tangan Anna dan mengajaknya turun kebawah.
Adnan memperkenalkan Anna kepada kedua orang tuanya. Anna tersenyum malu dan menyalami mereka.
Ummi memeluk Anna dan berbisik ditelinga Anna. " cepat buatkan Ummi cucu." Ucap Ummi sambil tersenyum melihat Anna yang juga tersenyum melihat nya.
Anna menganggukkan kepala nya.
Selanjutnya Anna menyalami Abi. Abi juga berbisik ditelinga Anna. "Buat kan Abi cucu yang banyak." ucap Abi juga tersenyum melihat Anna.
Anna kembali mengangguk dan merasa malu.
Anna menyalami Ibu dan mereka berpelukan Ibu berbisik ditelinga Anna. "jangan merajuk lagi." ucap Ibu.
Anna mengangguk dan kembali memeluk Ibu.
Setelah acara salam salaman bersama orang tua mereka melanjutkan sesi pemotretan.
Anna sangat bahagia karena pernikahannya disaksikan oleh seluruh keluarga dan sahabat asramanya.
Semua tamu undangan sudah pulang kerumah, keluarga Adnan dan keluarga Anna juga sudah berada dikamar masing-masing mereka istirahat siang.
Anna dan Adnan juga sudah berada dikamar. kali ini mereka berada dikamar Adnan. kamar Adnan sangat luas dilengkapi ruang belajar dan kursi santai untuk menonton tv.
Adnan mengajak Anna untuk tidur siang, Adnan memeluk Anna dan mereka tidur siang dengan nyenyak.
...----------------...
__ADS_1