
Sudah seminggu Anna sekolah di pondok. hari ini hari kamis. Anna bisa menghubungi orang tuanya. setelah pelajaran dikelas selesai, Anna langsung menemui Buk Ani di rumahnya.
Pintu rumah Buk Ani masih digembok, artinya buk Ani belum berada di rumah dan masih mengajar dikelas. Anna menunggu dengan sabar berharap Buk Ani segera datang sebelum azan ashar dikumandangkan.
Buk Ani tidak pulang kerumah dan suara azan azhar sudah dikumandangkan, Anna pulang ke asrama meletakkan tas ranselnya dan bersiap untuk sholat ke mesjid.
Anna hampir menangis karena belum bisa menelpon Ibu semenjak ia sekolah di pondok.
Anna segera membasuh muka dan mengambil wudhu. dalam perjalan ke mesjid Anna berdoa berharap Ibu nya bisa segera datang untuk menjenguknya.
Setelah selesai sholat Anna segera pulang ke asrama mengganti mukenah nya dengan jilbab. Anna masih meneruskan belajar bersama Ummi Zahra dan belum pernah bertemu langsung dengan Ustad Faiz.
Anna keluar dari pintu gerbang asrama dengan tujuan belajar kerumah Ummi Zahra.
"Anna." terdengar suara seseorang yang tidak asing memanggil namanya.
Anna melihat kearah rumah satpam. Anna melihat semua keluarga dan orang tua angkatnya ada dibawah pohon.
Anna berlari kearah mereka. Anna memeluk Ibu dan yang lainnya ikut memeluk Anna. Anna menangis menumpahkan rasa rindu yang selama ini dirasakannya.
Danu datang mengantar tikar santai untuk mereka duduk bersama. Danu ikut terharu melihat Anna dan keluarganya yang menangis.
"Jika Adnan ikut dia pasti akan memeluk Anna juga." batin Danu.
Tidak lama setelah berucap demikian ponsel Danu berbunyi. Danu mengangkatnya.
"Bang udah sampai?" tanya Adnan yang menelponnya.
"Udah, baru sampai." jawab Danu.
"Ganti ke video call. ya." pinta Adnan.
"Ya." jawab Danu dengan malas karena harus memegang ponsel selama Adnan menghubunginya.
Adnan segera melakukan panggilan video call. Danu menjawabnya panggilan itu.
"Bang kamera belakangnya di aktifkan, Aku mau lihat Anna." ucap Adnan tidak ingin melihat bang Danu.
Danu segera mengganti posisi kameranya menjadi kamera belakang dan mengharapkan kamera belakangnya kearah Anna yang masih menangis dan dipeluk keluarganya. terlihat Ummi dan Abi Zakaria berdiri diantara mereka.
Adnan ikut meneteskan air mata melihat bagaimana pertemuan pertama Anna bersama keluarganya.
"Jangan cengeng kak Adnan." ucap Danu yang melihat Adnan menghapus air matanya.
"Jangan ribut. ganggu orang aja." jawab Adnan tidak mau diganggu.
Danu tertawa melihat Adnan yang memarahinya.
Anna bersama keluarganya sudah tenang dan mereka diajak Ummi Salma untuk duduk di atas tikar yang sudah dibentangkan Danu. Anna menyalami Ummi Salma dan Abi. seperti biasa Ummi selalu mencium pipi Anna dan Abi mengusap kepala Anna.
Anna duduk diantara Ibu dan Neneknya. Kakek, Paman, Lusi dan Arkan duduk disebelah Nenek.
Ummi dan Abi duduk disebelah Ira ada bagian yang kosong untuk Danu duduk. Danu masih berdiri memegangi ponselnya.
"Danu ambil nasi yang ada di mobil." ucap Abi memberi perintah.
Danu bingung ponselnya harus ditempatkan dimana. Danu memilih membawa ponselnya ikut bersamanya.
Adnan merasa kesal karena tidak bisa melihat Anna lagi.
sampai di mobil Danu bicara.
"Hp nya abang matikan dulu ya. bawa banyak nasi bungkus nih." ucap Danu tidak bisa lagi memenuhi permintaan Adnan untuk memegang dan mengarahkan ponselnya kearah Anna.
"Nantik Adnan telpon lagi." jawab Adnan tidak mau mengalah lama.
Danu memasukkan ponselnya kedalam tas yang menempel diperutnya. Danu segera membawa Nasi bungkus yang mereka beli dan ikut duduk di atas tikar santai.
Abi mulai membagi nasi bungkus dengan saling mengoper, setelah semuanya kebagian. Abi menyuruh Danu untuk mengantarkan nasi yang bersisa kepada Satpam yang sedang menjaga pagar utama Pondok.
Mereka mulai makan sore bersama. Adnan kembali menghubungi Danu. Danu mengangkat telpon Adnan dan mengarahkan kamera belakang menyandarkan Hp di lututnya.
__ADS_1
Adnan tidak protes karena arahan kamera Danu langsung tertuju pada Anna.
Adnan melihat Anna makan dengan lahap dam sesekali tampak bicara bersama Ibu dan Neneknya.
"Kamu terlihat kurus Anna. apa kamu kesulitan belajar di pondok? atau apa kamu merindukan semua keluarga mu?" tanya Adnan dengan suara yang tidak didengar siapapun. Danu sengaja mengecilkan suara panggilan Adnan. Danu tidak ingin makannya diganggu mendengar permintaan Adnan yang lainnya.
Anna tidak sengaja melihat kamera Hp Danu yang tersandar di lutut nya. Anna menatap lama kamera Hp Danu. Anna teringat Hp pemberian Adnan dan juga teringat Adnan yang sudah seminggu ini tidak Anna ketahui kabarnya.
"Kak Adnan, apakah kak Adnan masih ingat Anna? Anna rindu kak Adnan." ucap Anna dihatinya.
Adnan melihat Anna yang menatap kamera Danu. Adnan merasa Anna menyampaikan pesan untuknya.
"Anna, kakak sangat merindukan mu. kamu belajar yang rajin, tunggu kakak. kakak akan menjemput Anna dan membawa Anna tinggal bersama kakak." ucap Adnan yang juga menatap Anna.
Adnan memeluk boneka besar yang dia pakaikan baju Anna. baju boneka itu di cuci dan dijemur Adnan sendiri, tidak diketahui Ummi dan Abi nya. karena Adnan menjemur pakaian itu di atas kursi di teras lantai atas.
"Anna Ibu tadi bawa sambal keripik Ubi dan goreng ikan sungai. Nantik Anna bawa ke asrama untuk dimakan bersama teman ya." ucap Ibu membuat Anna mengalihkan pandangannya dari menatap kamera Danu.
"Ya Bu. apa Ibu menempatkannya didalam toples?" tanya Anna.
"Tidak, Ibu tempatkan didalam plastik." Jawab Ibu.
"Nanti kita minta tolong Danu carikan toples, biar lemari Anna tidak terkena minyak dan keripiknya tahan lama." Jawab Ummi Salma yang berada di samping Ibu.
Danu mendengar ucapan Ummi Salma.
"Oke, nantik setelah makan saya cari toplesnya." jawab Danu.
Ibu dan Ummi tersenyum mendengar jawaban Danu.
Seperti yang di ucapkan Danu. setelah selesai makan Danu segera meninggalkan mereka untuk mencari toples dan membawa Hp nya pergi. Danu lupa dia sedang mengangkat video call Adnan dan mengecilkan volume suaranya.
Adnan dengan setia menunggu layar Hp nya berubah dari layar hitam sampai ke layar yang terang. karena selama pergi Danu menyimpan Hpnya di dalam tas yang terikat diperutnya.
"Anna betah tinggal disini?" tanya Ibu.
"Betah Bu." jawab Anna.
"Tadi mau belajar kerumah Ummi Zahra." jawab Anna.
"Kamu belajar tiap sore?" tanya Ibu.
"Iya Bu. di rumah Ummi Zahra dari senin sampai kamis. terus di hari jum'at sampai minggu belajar dengan ustadzah Ita." jawab Anna menjelaskan kegiatan belajar sorenya.
"Ustadzah Ita tinggal dimana Anna?" tanya Ummi Salma.
"Tinggal dibelakang tembok ini Ummi." jawab Anna sambil menunjuk tembok yang ada di samping nya.
Ummi Salma merasa aman ternyata Anna tidak belajar diluar pondok.
"Tadi Anna menunggu Buk Ani, Anna berencana menelpon Ibu, tapi Buk Ani tidak di rumah. Anna sudah rindu mau ketemu Ibu." ucap Anna menyandarkan kepalanya di bahu ibunya.
"Ibu juga rindu. rencana nya Ibu hari minggu baru kesini. kebetulan Kakek dan Paman bisa libur kerja hari ini. kami memutuskan mempercepat bertemu Anna, alhamdulillah semua bisa ikut dan bertemu Anna." jawab Ibu.
Anna tersenyum mendengar jawaban Ibunya.
"Kamu semakin cantik memakai jilbab yang dalam, semakin terlihat dewasa." ucap Nenek sambil mengusap kepala Anna.
Anna melihat Neneknya dan tersenyum. Anna meluruskan kembali kepalanya. Lusi mengumpulkan semua bungkus nasi yang telah selesai meraka makan memasukkannya kedalam kantong plastik besar.
Danu telah kembali dari membeli toplesnya. menyerahkan toples yang ia beli kepada Ira.
Ira pergi ke parkiran mobil yang ada diluar gerbang pondok, Ibrahim ikut menemani.
Ira mengambil masakan yang sudah ia siapkan dari rumah untuk Anna, Ira memasukkan bungkusan itu kedalam toples yang dibeli Danu. Danu pandai membeli toples pas dengan ukuran goreng ikan dan goreng keripik ubi nya.
"Ini, Anna makan bersama teman ya." ucap Ibu sambil menyerahkan plastik toples yang sudah diisi masakan dari rumah kepada Anna.
Ummi Salma juga membelikan roti dari toko kue yang sudah dibungkus rapi. Ummi Salma memberikannya kepada Anna.
"Rotinya tidak banyak, tapi bisa mengganjal perut yang lapar. semoga Anna suka dengan roti yang Ummi belikan." ucap Ummi Salma tidak ingin Anna membagi roti pemberiannya dengan teman yang lain.
__ADS_1
"Ini juga Ada jajan untuk Anna makan bersama dengan teman." ucap Ummi Salma sambil tersenyum.
Ummi salma ingin mengetahui selera calon menantunya, jika Anna menyukai roti dari toko kue itu. Ummi salma berencana mengirim Anna roti setiap minggu, supaya Anna makan makanan yang sehat dan tidak harus bergantung dengan jajanan dari pabrik makanan.
Anna menerima kedua bungkus makanan yang diberikan Ummi Salma.
"Terimakasih ummi." ucap Anna dan tersenyum melihat Ummi salma.
Tidak terasa sudah jam 17.30, mereka harus siap-siap untuk pulang, apalagi Anna juga tidak bisa dikunjungi lama-lama.
Ira menyelipkan uang jajan disaku Anna, mereka bersalaman dan Ira mencium pipi Anna, Anna menangis sambil bersalaman dengan semua Anggota keluarganya.
"Jangan cengeng, Anna belajar yang rajin, melihat Anna tinggal di pondok Kakek merasa aman. kami akan berkunjung lagi." ucap kakek sambil menyalami Anna.
Paman merangkul Anna dan mengusap kepalanya.
"Harus sampai selesai sekolah di pondok ini. jangan pindah sekolah lagi." ucap Paman.
Anna mengangguk.
Lusi memeluk Anna dan mencium pipinya, begitu juga dengan nenek.
Anna terharu karena baru kali ini semuanya memeluk dan mencium Anna.
Mungkin mereka belajar dari cara Ummi Salma yang selalu mencium mereka saat bertemu. apalagi saat bertemu Anna.
Ummi Salma memeluk Anna.
"Kalau Anna suka rotinya besok Ummi belikan dan kirim kan ke pondok. kabari Ummi ya." ucap Ummi sambil memeluk Anna.
Anna mengangguk.
Abi kembali mengusap kepala Anna.
Danu lupa kalau Hp nya masih melakukan panggilan video call dan ia simpan di tas kecil yang melingkar diperutnya. Danu mengambil Hp nya dan terlihat wajah tampan Adnan masih terpampang di layar Hp nya.
Danu tersenyum, Adnan seperti mengatakan sesuatu tapi tidak didengar Danu.
Setelah semuanya pergi menuju parkiran mobil. Danu mendekati Anna, mengatur kamera menjadi kamera depan dan memberikan Hp nya pada Anna.
Danu melipat kembali tikar santai yang tadi ia bentang. Danu sengaja lambat melipat tikar memberikan peluang untuk Anna dan Adnan saling bicara.
"Anna" ucap Adnan memanggil Anna, saat melihat Anna dilayar Hp bang Danu dari jarak dekat.
"Kak Adnan." ucap Anna kaget melihat wajah Adnan di layar Hp bang Danu.
"Syukurlah kakak bisa bicara dengan Anna. Kakak sangat merindukan Anna." ucap Adnan. sambil tetap fokus melihat wajah Anna.
"Anna juga rindu kak Adnan. kakak sehat?" tanya Anna.
"Iya Alhamdulillah. Anna juga jaga kesehatan ya. kakak sayang Anna." Ucap Adnan.
"Iya. Anna juga sayang kak Adnan." jawab Anna.
Danu telah selesai melipat tikar nya.
Danu merebut Hp yang ada ditangan Anna.
"Maaf ya, waktunya habis." ucap Danu tidak enak jika Abi dan Ummi menunggu lama.
Anna dan Adnan terpaksa mengakhiri pembicaraan mereka. Danu mematikan panggilan video call Adnan dan segera menuju parkiran.
Anna melihat kepergian kedua mobil itu. Anna melambaikan tangan. Anna merasa bahagia dan juga sedih. Anna mengambil nafas dalam dan mengeluarkannya kembali.
Anna segera ke asrama untuk mandi dan mengikuti kegiatan pondok. hari Ini Anna tidak belajar sore di rumah Ummi Zahra.
...----------------...
terimakasih sudah membaca.
tetap like dan komen ya.
__ADS_1
terimakasih.