
Selesai belajar di rumah Ustadzah Ita, Anna menemui kedua sahabatnya yang sedang belajar ditempat tidur Fitri.
"Ini eskrim dari Ummi, tinggal setengah. habiskan ya." ucap Anna.
"Wih, baru kemaren dapat kunjungan dari Ibu sekarang dikunjungi Ummi. enak banget punya banyak orang tua." jawab Fitri.
Anna tersenyum mendengar ucapan Fitri.
Anna naik keatas tempat tidurnya. Anna membuka tas tentengan yang diberikan Ummi Salma kepadanya. Anna melihat Qur'an yang dibelikan Ummi Salma, besar dan memiliki terjemahan setiap katanya.
Selanjutnya Anna membuka buku kaligrafi yang juga dibelikan Ummi Salma. buku itu dijadikan Anna untuk mengasah kecepatannya menulis tulisan arab, Anna membuka buku halaman pertama. di bagian atas halaman itu ada tulisan yang ditulis menggunakan tinta biru. tulisannya sangat cantik dan rapi.
"Selamat belajar adik kesayangan."
Anna tersenyum membaca tulisan itu, Anna meneruskan membuka lembaran kedua ada tulisan lagi.
"Semangat terus ya, belajarnya."
Anna melihat semua lembaran buku itu, ternyata semuanya sudah ditulis. Anna membaca semua tulisan itu dari awal. Anna merasa tidak percaya jika semua bukunya ditulis Adnan.
dalam tulisan yang dibaca Anna, Adnan menyampaikan akan menemui Anna dalam waktu dekat. Adnan mengingatkan Anna jika bertemu nanti mereka tetap menjaga jarak, karena itu adalah salah satu sarat dari orang tua angkat Anna, agar mereka bisa terus bertemu.
Anna terharu melihat perjuangan Adnan yang masih berusaha untuk menemuinya. Anna merindukan semua yang pernah dilaluinya bersama Adnan. tulisan tangan Adnan menjadi penawar rindu Anna untuk berkomunikasi bersama Adnan.
"Anna akan turuti permintaan kakak." tulis Anna di bagian terakhir bukunya.
"Anna siap-siap untuk ke mesjid, aku tunggu." ucap Aini.
"Ya." jawab Anna turun dari tempat tidurnya dan segera mandi.
***
Satu minggu setelah kedatangan Ummi ke pondok mengantar surat pindah Anna.
Hari ini Ummi Salma kembali mengunjungi Anna bersama keluarganya, tepatnya hari minggu siang.
Ummi, Abi dan Adnan bersiap untuk pergi ke pondok bersama Danu. Adnan membawakan perawatan wajah untuk Anna yang pernah mereka beli bersama.
Ummi membeli kue tar kecil, Ummi tahu Anna hari ini genap berusia 16 tahun. Ummi melihat foto copy kartu keluarga Anna saat pengurusan surat pindahnya. Ummi juga menyiapkan kado kecil untuk Anna. Ummi sengaja merahasiakan hari ulang tahun Anna dari Abi dan Adnan.
Abi selalu punya ide untuk makan bersama, Abi sengaja memesan nasi kotak dari rumah makan tempat biasa mereka makan.
Mereka berangkat siang itu, agar tidak terlambat bertemu Anna, karena Anna hanya memiliki waktu dua jam untuk dikunjungi.
Ummi Salma menelpon Ummi Zahra untuk mengabarkan kedatangan mereka dan meminta tolong agar Anna menunggu mereka didepan rumahnya.
Sebelum azan ashar dikumandangkan Ummi Zahra berangkat ke mesjid untuk segera bertemu Anna dan menyampaikan pesan dari Ummi Salma.
Setelah sholat Anna langsung pulang ke asrama untuk mengganti mukenah nya dengan jilbab. Anna memberitahu Ustadzah Ita tidak bisa belajar sore hari ini karena Anna menunggu kedatangan Ummi Salma. Setelah mendapat izin dari ustadzah Ita Anna segera kerumah Ummi Zahra untuk menunggu kedatangan Ummi Salma.
"Kamu tidak belajar?" tanya ustad Faiz yang sudah tidak canggung lagi menyapa dan bertemu Anna.
"Sore ini izin dulu, menunggu Ummi datang. Ustad mau kemana?" tanya Anna. melihat Ustad memakai baju olahraga.
"Saya mau olahraga ke pondok sebelah." jawab Ustad Faiz.
"Pondok pesantren khusus laki-laki?" tanya Anna.
"Ya. mengapa Ummi datang, apa ada hal penting?" tanya ustad Faiz.
"Apa harus ada hal penting baru boleh bertemu?" tanya Anna.
"Baru minggu lalu kamu bertemu dengannya, orang tua angkat mu sudah tua, jangan merepotkan mereka." ucap Ustad Faiz.
"Saya tidak merepotkan mereka, justru ustad yang selalu merepotkan saya" jawab Anna.
"Kamu tidak ikhlas mengerjakan yang saya suruh?" tanya Ustad Faiz tertawa kecil.
"Ikhlas, tapi masa udah dua minggu ustad selalu lupa membawa peralatan mengajar. saya capek harus naik turun tangga." jawab Anna bicara tanpa melihat kearah ustad Faiz.
Ustad Faiz tertawa mendengar jawaban jujur Anna.
"Saya mau lihat seberapa besar perjuangan mu untuk terus mendekati saya." batin ustad Faiz.
Anna melihat Adnan datang bersama Ummi dan Abi, Anna langsung berlari kearah mereka meninggalkan Ustad Faiz sendiri.
Ustad Faiz tertegun melihat Adnan yang tampak sangat muda dan tampan. pemuda itu tersenyum melihat Anna yang berlari berlari kearahnya.
"Siapa dia? apakah mereka memiliki hubungan? apa selama ini Anna tidak berniat mendekati ku dan hanya berniat belajar bersama Ummi?" batin ustad Faiz.
__ADS_1
Ummi Zahra keluar dari rumahnya. melihat Faiz yang menatap kedatangan Ummi Salma, Abi dan seorang pemuda tampan.
"Apakah itu Adnan, anak Ummi Salma?" batin Ummi Zahra.
"Faiz kita ketempat mereka yok." ucap Ummi Zahra mengajak anak nya.
"Siapa mereka Mi?" tanya Faiz.
"Mereka orang tua angkat Anna, makanya kamu ikut Ummi ke sana biar bisa saling kenal." jawab Ummi Zahra.
Ustad Faiz mengangguk, ingin mencari kebenaran sikap Anna selama ini. dalam hati ustad Faiz tidak mungkin baginya jika Anna tidak menyukainya.
"Kak." ucap Anna tersenyum melihat Adnan.
Adnan juga tersenyum melihat Anna, keduanya saling menatap melepas rindu. Ummi Salma hadir ditengah mereka mengalihkan perhatian keduanya agar tidak terlalu lama menatap.
Ummi Salma mencium pipi Anna dan mengajaknya duduk.
Adnan tidak bisa berkata apa, Adnan tertegun melihat Anna yang tampak makin cantik dengan baju gamis dan jilbabnya yang dalam.
Anna juga terlihat sangat baik dan makin segar.
Abi menarik tangan Adnan agar bisa duduk disebelahnya. Anna duduk disebelah Ummi, mereka duduk berhadapan.
Ummi Zahra menghampiri mereka bersama ustad Faiz.
Ummi Salma langsung menyambutnya dengan bersalaman dan mengajak mereka ikut duduk bersama mereka. Ustad Faiz melihat wajah Anna yang bahagia dan Anna sering melihat Adnan, begitu juga sebaliknya.
Ummi Salma memperkenalkan Ummi Zahra kepada Adnan dan ummi Zahra memperkenalkan ustad Faiz kepada semuanya.
Ustad Faiz merasa tidak enak jika harus berada lama diantara keluarga Anna. ustad Faiz memilih undur diri untuk pergi keluar begitu juga dengan Ummi Zahra kembali kerumahnya.
"Adnan jangan terus menatap Anna." ucap Ummi Salma menyadarkan Adnan.
Adnan tersenyum malu dan mengalihkan pandangannya. Ummi Salma memberi kode agar Danu membawa kue yang sudah dipesannya untuk Anna.
Danu memberikan kue itu kepada Ummi Salma.
"Selamat ulang tahun anak Ummi." ucap Ummi yang sudah memegang kue ditangannya.
Anna terharu mendapat kue yang imut dari Ummi. ini pertama kalinya Anna mendapat kue cantik dan sangat menggugah selera.
"Iya, hari ini Anna genap berusia 16 tahun." jawab Ummi Salma.
Adnan merasa malu karena tidak mengetahui hari ini Anna ulang tahun.
"Maaf saya tidak tahu Anna ulang tahun." ucap Adnan.
"Bagus lah kalau hanya Ummi yang tahu hari ini ulang tahun Anna. jadi hanya kado dari Ummi yang akan diterima dan di ingat Anna.
percuma ya punya kakak tapi tidak tahu tanggal lahir adiknya." jawab Ummi menyudutkan Adnan.
Adnan diam memilih tidak berdebat dengan Ummi.
"Ummi suapi ya," ucap Ummi sambil memotong kue dan meletakkannya didalam piring kecil yang sudah ia siapkan dari rumah.
Anna memakan kue yang disuapi Ummi, sekarang giliran Anna menyuapi Ummi Salma dan Abi Zakaria. Adnan berharap Anna juga menyuapinya tapi Adnan memilih diam tidak berani meminta izin kepada Ummi dan Abi nya.
"Ummi boleh Anna suapi kak Adnan?" tanya Anna tersenyum malu.
Ummi melihat Adnan yang sepertinya sangat berharap mendapat suapan dari Anna.
"Untuk Adnan masukkan kedalam piring saja, suruh makan sendiri." jawab Ummi membuat Adnan kecewa.
Anna tidak berani membantah, Anna menyalin potongan kue kedalam piring dan diberikannya pada kak Adnan dan bang Danu.
Adnan menerimanya dan tersenyum melihat Anna.
"Kakak punya sesuatu untuk Anna. tunggu ya."
Adnan pergi ke mobil dan mengambil paket perawatan wajah Anna.
"Ini hanya pemberian dari kakak, besok kakak berikan kado untuk Anna." ucap Adnan.
"Gak usah kak, ini saja sudah cukup." jawab Anna.
Abi menyuruh Danu mengambil nasi kotak yang sudah ia pesan.
"Anna, Abi juga tidak memberikan kado, Abi hanya bawa ini, jika Anna makan nasi ini sampai habis, semoga menjadi darah daging untuk Anna. membuat Anna sehat dan bisa menyelesaikan sekolah di pondok ini." ucap Abi membuat semuanya tertawa.
__ADS_1
"Cuma Ummi yang punya kado spesial. ini untuk calon menantu kesayangan Ummi." ucap Ummi sombong dan memperlihatkan kotak kecil.
Ummi membukanya dan ingin memakaikan kalung dileher Anna.
"Ummi maaf, Anna tidak bisa terima." ucap Anna sambil mengelak.
"Kenapa sayang?" tanya Ummi.
Anna melihat Adnan.
"Ya ampun, lupa. Anna kan belum tau Adnan anak kami. aduh, pantas Anna menolaknya." batin Ummi.
Abi tersenyum melihat wajah panik istrinya karena kado spesialnya ditolak Anna.
Adnan tersenyum melihat sikap Anna yang berani menolak pemberian Ummi nya. menandakan Anna masih sangat mengharapkan Adnan dan mencintainya.
"Ummi biar saya yang beli kado itu. saya ingin memberikannya untuk calon istri saya." jawab Adnan.
Ucapan Adnan membuat Ummi kesal karena Adnan berhasil mengalahkan pemberiannya.
"Tolong sebutkan nominalnya, saya akan transfer." ucap Adnan dengan wajah serius menatap Ummi nya.
"Dari pada harus dikembalikan ke koto. mending di kasih sama Adnan." batin Ummi.
"Transfer sekarang, sepuluh juta." ucap Ummi yang tidak pernah tahu isi rekening anaknya, karena langsung ditransfer Abi setiap bulannya.
"Nomor rekening." ucap Adnan bersandiwara.
Ummi menyebutkan nomor rekeningnya.
Adnan memperlihatkan bukti transfernya berhasil.
Anna melongo melihat Adnan yang bersedia membayar kado dari Ummi dengan jumlah sebesar itu.
"Kak Adnan. nantik kalung nya dijual aja ya, biar uang kakak balik lagi." jawab Anna terlihat khawatir Adnan menghabiskan uangnya sebanyak itu.
Abi dan Ummi menahan tawa mereka dengan menutup mulutnya. mereka merasa lucu melihat wajah panik Anna. karena Adnan mentransfer uang sepuluh juta.
Adnan mengambil kalung dari tangan Ummi dan menyimpannya kedalam kotak kembali.
"Ini untuk Anna, barang pemberian kakak tidak boleh dijual. kakak ikhlas memberikannya untuk Anna. sekarang Anna terima ya dan nantik dipakai." ucap Adnan sambil menyodorkan kotak perhiasan itu ke Anna.
Anna tampak segan mengambilnya.
"Mau kakak pakai kan?" tanya Adnan menatap Anna dalam.
"Gak." jawab Anna.
"Jika kakak pakaikan nanti kita tidak bisa jumpa lagi." batin Anna.
Anna segera mengambil kotak kalung itu.
"Kapan Anna mau ketemu orang tua Adnan?" tanya Abi.
Anna tersenyum canggung.
"Anna mau selesai sekolah dulu Bi. tolong sampaikan ya kak, Anna belum bisa bertemu orang tua kakak. semoga mereka sehat dan mau menunggu Anna." jawab Anna menatap Adnan, berharap Adnan masih mau mengerti.
"Baiklah, akan kakak sampaikan. terimakasih doanya." jawab Adnan tersenyum melihat Anna.
Abi dan Ummi saling menatap dan sedikit kecewa belum bisa bicara jujur tentang siapa mereka. Danu senyum-senyum sendiri melihat Tuan nya masih harus meneruskan drama mereka.
"Ayo segera makan." ucap Abi, mengajak semuanya makan sore itu.
***
Menjelang tidur Anna memakai kalung pemberian Adnan. Anna merasa bahagia memiliki kalung yang cantik apa lagi kalung itu pemberian Adnan.
"Banyak sekali uang kak Adnan, terimakasih ya kak, Anna akan selalu pakai kalung ini. besok jika Anna udah kerja, Anna juga akan kasih kakak kado yang mahal." ucap Anna dihatinya.
***
Adnan tersenyum mengingat pertemuannya bersama Anna, pertemuan yang sudah sangat lama ia nantikan. apalagi Adnan juga berhasil memberikan Anna kado spesial dihari ulang tahunnya.
Adnan membayangkan betapa cantiknya Anna memakai kalung pemberiannya.
Adnan menulis tanggal lahir Anna di kaca lemari nya, berharap tidak lupa dan selalu bisa memberikan Anna kado. Adnan juga ingin melamar Anna dihari ulang tahunnya dua tahun lagi.
"Selamat tidur Anna." ucap Adnan memeluk boneka besar dan menciumnya.
__ADS_1
...----------------...