
Abi Zakaria dan Ummi sampai di rumah jam lima sore. Mereka tampak lelah dengan kegiatan seharian mengurus sekolah Anna.
Abi dan Ummi memilih langsung masuk ke kamar untuk mandi menyegarkan badan dan menyegarkan pikiran yang lelah.
Anna yang menangis ketika di tinggalkan membuat mereka merasa sedih. Jika sesuatu terjadi pada Anna mereka tidak bisa segera bertemu Anna. tidak seperti asrama SMA xx memerlukan waktu 15 menit dari kantor travel dan dari rumah mereka.
Setelah mandi, Abi dan Ummi memilih tidak keluar kamar. mereka menunggu waktu sholat dan sholat magrib dikamar. Adnan mendatangi kamar mereka setelah selesai sholat.
"Abi, Ummi. boleh Adnan masuk?" tanya Adnan.
"Masuklah." jawab Ummi.
"Adnan bawakan makan malam untuk Ummi dan Abi." ucap Adnan sambil memegang baki berisi dua piring yang sudah terisi makan malam untuk kedua orang tuanya.
"Taruh dimeja saja, nantik Ummi dan Abi makan." Jawab Ummi yang sedang duduk di kursi santai didepan jendela kamarnya.
Abi berbaring di atas tempat tidur.
"Adnan pijit ya Bi." ucap Adnan menawarkan.
"Ya." jawab Abi dengan mata tertutup.
Ummi melihat Hp yang dititipkan Anna padanya. Hp itu tidak dipasang sandi pengaman. sehingga Ummi mudah membuka dan melihat apa saja yang ada di Hp itu.
Adnan mulai memijit kaki Abi dilanjutkan dengan memijit punggung Abi dan berakhir dikedua Tangan Abi.
"Besok Abi dan Ummi di rumah aja. Adnan gak tega lihat Abi kecapean." ucap Adnan.
tidak ada jawaban dari Abi.
"Abi." ucap Adnan. namun tidak ada jawaban dari Abi nya.
"Sepertinya Abi sudah tidur, jangan dipanggil lagi." ucap Ummi agar Adnan tidak membangunkan Abi nya.
Ummi memberi kode agar Adnan memijitnya. Ummi menyimpan Hp Anna dibawah bantal.
Adnan dengan senang hati memijit Ummi.
"Besok mau kemana Mi?" tanya Adnan.
"Besok ke SMA xx mengurus surat pindah Anna." jawab Ummi.
"Abi atau Ummi yang kesekolah?" tanya Adnan.
"Ummi." jawab Ummi.
"Anna amankan Mi?" tanya Adnan.
"Tadi Anna menangis saat kami tinggal." jawab Ummi.
"Kenapa gak disekolah lain, Kenapa Anna harus ke pondok? pondok itu banyak pelajarannya. Apa Anna bisa mengikuti pelajaran pondok?" tanya Adnan mengkhawatirkan Anna.
"Anna belajar langsung dari pemilik pondok. Ummi rasa Anna bisa mengikuti pelajaran pondok dengan baik." jawab Ummi yang merasa nyaman dengan pijitan Adnan.
"Guru Anna ada yang belum nikah gak Mi?" tanya Adnan.
"Ummi kurang tahu. tapi setau Ummi Guru di pondok itu banyak perempuan." jawab Ummi.
__ADS_1
"syukurlah." jawab Adnan.
"Udah lama kamu gak pijit Ummi dan Abi, kenapa malam ini menawarkan diri?" tanya Ummi.
"Adnan kesepian gak ada teman cerita. Adnan juga kasihan lihat Ummi dan Abi dari kemaren sore mengurus Anna." jawab Adnan.
"Semua gara-gara kamu gak bisa nahan diri. main peluk anak gadis orang." jawab Ummi kesal dengan ulah Adnan.
"Anna gak nolak Mi." jawab Adnan menggoda Ummi nya.
"Karena tiap hari kamu pepet makanya Anna jadi lengket sama kamu." jawab Ummi memarahi Adnan.
Adnan tertawa mendengar ucapan Ummi.
"Mi, boleh gak setelah lulus sekolah Adnan lamar Anna?" Tanya Adnan.
"Jangan, kasian Anna. biarkan Anna selesai sekolah dulu." jawab Ummi.
"Berarti setelah Anna lulus sekolah, walaupun Adnan masih kuliah kami bisa nikah Mi?" tanya Adnan.
"Tergantung Anna nya mau atau tidak. kalau kamu nikah saat kuliah, kamu tidak boleh bawa Anna dari rumah ini. kamu haru tinggal sendiri ditempat kuliah mu." jawab Ummi.
"Adnan kuliahnya dekat kok Mi." jawab Adnan.
"Gak jadi keluar negri?" tanya Ummi.
"Gak, Adnan gak mau jauh dari Ummi dan Abi." jawab Adnan membuat Ummi tersenyum lebar.
"Jangan menyesal dengan keputusan mu." ucap Ummi mengingatkan Adnan.
"Adnan udah berpikir dari tadi malam dan hari ini. ini keputusan Adnan. Adnan ingin kuliah di kota ini saja." jawab Adnan.
Rasa lelah Ummi hilang mendengar keputusan Adnan untuk tidak kuliah jauh. Apalagi Adnan dengan setia memijit kaki dan tangan Ummi. membuat semangat Ummi terasa full lagi.
"Oh iya Ummi Lupa, di bagasi mobil ada baju Anna. Ummi mau menyimpannya dikamar atas yang kosong. tolong kamu pindahkan dan susun di lemari kamar itu." ucap Ummi memberi perintah.
"Oke Mi." ucap Adnan semangat mendapat tugas mengurus baju Anna.
Adnan segera mengambil kunci mobil dan mengambil baju Anna.
Adnan membawa baju itu ke kamar nya, menyusun baju Anna di lemari nya sendiri.
Adnan tersenyum melihat pakaian Anna yang telah ia susun rapi.
"Sekarang pakaian Anna yang masuk ke lemari kakak. dua tahun lagi Anna yang akan kakak bawa masuk kekamar ini." ucap Adnan seorang diri.
Adnan mencium susunan baju Anna, rasa rindu yang ia tahan hari ini terbayar dengan ke hadiran pakaian Anna.
***
Setelah sholat isya di mesjid pondok, Anna dipanggil ke rumah pengasuh.
Anna berangkat bersama Fitri kerumah pengasuh.
Lingkungan pondok sangat terang, karena setiap ruangan diterangi lampu bahkan ditembok pembatas juga dipasang lampu.
"Anna pengasuh kita sedikit galak. tebal kan telinga mu." ucap Fitri yang sudah terbebas dari puasa bicaranya.
__ADS_1
Anna tersenyum mendengar jawaban Fitri.
Peraturan menggunakan bahasa arab dimulai dari sholat subuh sampai selesai sholat isya. untuk hukuman bisa diberikan hari itu juga atau hari lain.
"Anna, ini piring makan dan cangkir untuk mu. ini kamu cuci sendiri dan simpan di lemari jika sudah selesai digunakan. jika hilang kamu harus membeli sendiri." ucap pengasuh asrama Anna. ketika mereka sudah datang kerumah pengasuh.
"Terimakasih ustadzah." jawab Anna mengambil jatah tempat makan dan minumnya.
"Setiap hari disediakan sarapan, makan siang dan makan malam. kamu harus mengantri di rumah juru masak. Tidak boleh menyuruh orang lain yang mengambilkan kecuali jika kamu sedang sakit. untuk makan bebas mau dimana, asalkan tetap menjaga kebersihan." ucap pengasuh asrama Anna.
"Iya ustadzah." jawab Anna.
"Maaf saya belum kenal nama ustadzah." ucap Anna merasa tidak enak, tetap harus ia tanyakan.
"Kamu panggil Buk Ani saja saat saya di rumah. kalau bertemu disekolah baru panggil ustadzah." jawab pengasuh asrama Anna.
Anna mengangguk.
"Fitri kosakata bahasa arab mu tolong segera disetor. kamu selalu puasa bicara saat hari jum'at. ini sudah minggu ketiga kamu berada di pondok. tingkatkan cara belajar mu, jangan hanya bisa menghabiskan uang orang tua." ucap Buk Ani memarahi Fitri.
Fitri hanya mengangguk tidak berani membantah ucapan Buk Ani.
Merasa tidak ada lagi yang akan disampaikan Buk Ani kepada mereka, mereka pamit undur diri.
"Sudah jadi santapan ku selama dua minggu ini dimarahi pengasuh asrama. orang tua ku tidak mau memindahkan ku. aku lelah harus belajar terus." ucap Fitri saat mereka diperjalanan pulang ke asrama.
"Jangan mengeluh, coba la untuk terus berusaha. kamu lebih hebat dari ku. aku masih membaca iqro empat. kamu sudah lancar membaca alqur'an." jawab Anna memberi semangat untuk Fitri.
"Apa kamu sebelumnya belajar di pondok?" tanya Anna.
"Aku lulusan Tsanawiyah." jawab Fitri.
"Berarti kamu sudah pernah belajar bahasa arab sebelumnya. ayolah kembangkan dirimu. kalau bisa ajari aku, aku hanya lulusan SMP." ucap Anna memacu semangat Fitri.
Fitri tertawa mendengar ucapan Anna yang memintanya mengajari nya.
"Baiklah nanti aku coba menghafal lagi." Jawab Fitri bersemangat untuk bisa bahasa arab.
"Kita masuk sekolah jam berapa?" tanya Anna.
"Jam 7.30." jawab Fitri.
"Terimakasih sudah mau jadi teman ku. anak-anak seangkatan kita sombong-sombong dan suka memilih teman, mungkin karena aku tidak pandai dalam bahasa arab makanya mereka menjauhi ku." ucap Fitri mencurahkan keluh kesahnya.
"Jangan begitu, mungkin mereka tidak ingin menyulitkan mu. mereka kasihan jika kamu di hukum setiap hari jumat." jawab Anna, membuat Fitri berpikir bisa jadi Anna benar.
"Kamu dikelas mana?" tanya Fitri.
" Gak tau, tadi Abi Yahya tidak memberi tahu." jawab Anna.
Mereka sampai di asrama. Anna segera menyimpan piring dan gelasnya di lemari.
Sebelum tidur Anna mengingat kembali kosa kata yang di ajarkan Ummi Zahra. Tadi sore Anna di ajarkan kosakata perkenalan diri menggunakan bahasa Arab dan Ummi berpesan agar Anna menghafal kosakata yang ia pelajari sebelum tidur.
...----------------...
Tetap like 👍🏼 dan komen ya.
__ADS_1
beri vote mingguan juga ya
terimakasih