
Hari sabtu murid SMA xx melakukan kegiatan ekstrakurikuler, mereka akan mengikuti kegiatan itu sampai tengah hari, setelah itu mereka akan makan siang dan sholat zuhur kemudian pulang kerumah masing-masing.
pagi ini semua murid kelas X mengikuti kegiatan ekstrakurikuler TIK, mereka ditempatkan dalam satu ruangan Labor komputer dimana masing-masing murid berhadapan langsung dengan laptop, Anna merasa takjub karena sekolah SMA xx memiliki fasilitas yang lengkap, tidak seperti sekolahnya dulu harus masuk bergantian karena hanya ada 5 buah laptop diruang Labor TIK, Anna bahagia bisa satu ruangan dengan teman-teman asramanya bahkan semua murid angkatan Anna hadir di ruangan Itu, pertemuan ini menghabiskan waktu selama dua jam pelajaran.
Setelah murid kelas X belajar di labor dilanjutkan oleh murid kelas XI dan kelas XII.
Setelah belajar TIK, Anna beserta siswa yang lain mengikuti kegiatan lain sesuai hobi mereka masing-masing, mereka bisa bermain voly ball, futsal, bermain Basket atau latihan upacara jika kelas mereka menjadi petugas upacara pada hari senen mendatang.
***
Adnan yang melakukan penerbangan pagi bersama kedua orang tuanya sudah sampai di Riau jam 10.00, Adnan minta izin kepada kedua orang tuanya untuk berangkat sekolah.
Adnan segera mengganti pakaiannya dengan baju olahraga seragam SMA xx, setelah sampai di sekolah Adnan menemui guru piket dan meminta izin untuk masuk sekolah mengikuti pelajaran TIK.
setelah di izinkan masuk Adnan langsung menuju ruang TIK yang terletak dilantai dua dan ruang dibawahnya adalah ruang kelas Xa,Xb,Xc dan Xd, sebelum menaiki tangga Labor TIK, Adnan mencari keberadaan Anna dikelas dan dihalaman sekolah, karena jadwal ekstrakurikuler TIK untuk kelas XII sudah masuk Adnan tidak bisa berlama-lama mencari Anna, Adnan segera masuk ke Labor TIK dan mengikuti pelajaran TIK dengan serius.
"Adnan?" seorang siswi disebelah Adnan memanggilnya.
Adnan menoleh dan melihat siapa yang memanggilnya.
dia adalah Mutia, Mutia sangat senang Adnan bisa duduk disampingnya, selama ini Mutia selalu mencari kesempatan untuk bisa duduk disebelah Adnan saat belajar di Labor TIK tapi tidak pernah ada kesempatan karena Adnan bersama teman laki-lakinya selalu kompak dan duduk berdekatan di ruang TIK.
sedangkan kelas mereka juga berbeda Adnan duduk di kelas XII Bahasa, sedangkan Mutia di kelas XII a IPS.
Adnan tersenyum melihat sebentar ke Mutia.
"kamu dari mana? tumben terlambat?" tanya Mutia dengan perasaan bahagia.
"baru pulang dari Bandung" jawab Adnan sambil melihat guru yang memberikan materi.
Mutia semakin bahagia karena tidak biasanya Adnan mau menjawab pertanyaan dari siswi perempuan, apalagi jika hal itu tentang pribadinya, Adnan akan memilih diam saat ditanya.
**ya Allah serasa mimpi, Adnan sudah berubah, apakah ini pertanda jika dia sudah bisa membuka hati untuk wanita, semoga dia bisa membuka hati untuk ku** batin Mutia.
Hari ini menjadi momen yang tidak akan bisa Mutia lupakan, apalagi saat praktek menggunakan laptop Mutia sengaja meminta Adnan mengajarinya, dengan alasan Mutia ketinggalan arahan dari guru pembimbing.
dengan sabar Adnan mengajari Mutia hingga Mutia menyelesaikan tugas yang di minta guru.
Setelah selesai praktek TIK Adnan segera menyapa teman akrabnya Iqbal.
Adnan mengajak Iqbal untuk turun dan mencari Anna.
"oke, cuma mencari ya, karna aku juga pengen jumpa cewek yang masih jadi incaran ku." jawab Iqbal.
"Masih incaran?" tanya Adnan.
"Ya, ini target ke lima." jawab Iqbal.
"Untuk apa banyak-banyak, jangan suka gonta ganti, gak baik."ucap Adnan.
"Habisnya semua pada banyak tingkah, awalnya aja sok jaim, sok imut, udah lama suka ngatur-ngatur ucap Iqbal menyampaikan alasan dia putus dengan pacar-pacarnya.
__ADS_1
Adnan geleng-geleng kepala mendengar jawaban Iqbal.
Mereka segera kelapangan olahraga, benar saja Anna sedang duduk di rumput melihat teman-temannya bermain Voly, disebelah Anna ada Lasmi dan Tery yang merupakan teman satu kamarnya.
Adnan segera mendekat dan ikut duduk disebelah Anna.
"Kak Adnan" ucap Anna kaget melihat Adnan yang ikut duduk disebelahnya.
Membuat Lasmi dan Tery ikut melihat siapa yang duduk disebelah Anna.
Iqbal yang sedang mengincar Lasmi sangat senang melihat gadis incarannya ternyata duduk bersama Anna, Iqbal langsung mengambil tempat memisahkan Lasmi dan Tery.
"eh, kak Iqbal gak sopan banget sih, masa duduk di antara kita perempuan." ucap Tery memarahi Iqbal.
"Santai aja, gak lesbian kan?" jawab Iqbal.
"Enak aja bilang orang lesbian, ayok Lasmi kita ke kantin." ucap Tery sambil menarik tangan Lasmi.
"eit, tunggu Kakak juga mau ikut ke kantin, malas liat orang pacaran." jawab Iqbal melirik Adnan dan Anna.
Mereka bertiga berangkat ke kantin meninggalkan Anna dan Adnan.
”Kemana aja kak? gak ngasi kabar." ucap Anna.
"kenapa? rindu?" tanya Adnan sambil tersenyum melihat Anna.
"Gak boleh rindu sama orang jahat." jawab Anna.
Adnan tertawa mendengar jawaban Anna
"Maaf ya, kakak kemaren ke Bandung, liat kakek sakit, pertemuan kami hanya sebentar dan akhirnya kakek meninggal." jawab Adnan.
"innalillahi wainnailaihirojiun, maaf, Anna tidak tau." jawab Anna.
"Ya, kakak juga minta maaf, karena kakak Hp Anna jadi rusak." ucap Adnan.
mendengar ucapan Adnan Anna tertawa.
"Hp Anna rusak kerena jatuh dari tempat tidur, bukan karena kak Adnan." jawab Anna.
Kemudian Adnan melepaskan tangannya dari kepala Anna.
"Coba Anna ingat, Hp nya ada bunyi gak lewat dini hari?" tanya Adnan mencoba mengingatkan Anna.
"Anna gak ingat." jawab Anna.
Adnan tertawa mendengar jawaban Anna.
"lain kali jangan bawa Hp tidur, Bahaya jika Anna Angkat video call dalam kondisi tidur," ucap Adnan sambil tersenyum.
"apa waktu itu kakak nelpon Anna menggunakan video call?" tanya Anna.
__ADS_1
Adnan mengangguk.
"Apa kakak lihat Anna?" tanya Anna.
" iya, Anna tampak cantik saat tidur" jawab Adnan tersenyum melihat Anna.
Anna mengingat baju yang iya pakai malam itu, Anna yakin bukan hanya wajahnya yang bisa dilihat Adnan di video itu, karena malu Anna tidak membahas masalah panggilan video itu lagi.
tapi dalam hati Anna berjanji tidak akan mengangkat video call atau meletakkan Hp lagi di samping bantal tidurnya.
🎶bel istirahat berbunyi
"ke kantin yuk" ajak Adnan.
Anna tampak ragu.
"ayolah, Kakak belum makan dari pagi" ucap Adnan.
"ya, ayok" ucap Anna.
Di kantin sudah banyak murid yang antri mengambil makan siang, untuk antrian murid laki-laki berpisah dengan murid perempuan, setelah selesai mengambil makan siang, Anna duduk ditempat duduk khusus anak kelas X, Adnan juga duduk di kursi khusus kelas XII, tapi mereka bisa saling lihat karena Adnan memilih duduk yang berlawanan arah dengan Anna.
Selesai makan Adnan memberi kode agar Anna ikut ke mesjid, Anna mengangguk.
Anto yang terus mengawasi Anna sesekali mengalihkan pandangannya kepada Adnan.
menurut Anto tidak seharusnya Anna menolaknya karena dia lebih kaya dari Adnan.
Anto ingin mengerjai Adnan dan menyusun rencana jahat.
Selesai sholat semua murid kembali ke kelas untuk mengisi absen kehadiran, setelah itu murid diperbolehkan pulang.
Adnan sudah menunggu Anna di gerbang masuk Asrama.
"kenapa menunggu disini kak? tanya Anna
"kakak mau ajak Anna keluar, mau kan ikut kakak." ucap Adnan.
"gak bisa kak, soalnya kami ada persiapan menunggu tamu, pemilik yayasan mau berkunjung." jawab Anna.
Adnan terdiam mendengar ucapan Anna.
**kenapa Ummi sama Abi gak kasih tau mau kunjungan ke Asrama" ucap Adnan dalam hati.
"Oo ya sudah, trus Hp Anna kapan di ambil? tanya Adnan.
"Nantik orang konternya yang nelpon bang Didi kalau Hp ny udah selesai diperbaiki." ucap Anna.
"mm, ya sudah kabari kakak ya jika mau keluar Asrama, biar kakak yang ngantar." ucap Adnan.
Setelah memastikan Anna masuk ke asrama, Adnan segera pulang.
__ADS_1
...----------------...