Bingkai Hati Anna

Bingkai Hati Anna
Melindungi Anna


__ADS_3

Malam hari setelah mencuci muka Anna memeriksa Hp nya memastikan siapa saja yang dikirimi Lasmi pesan menggunakan akun dan Hp nya sendiri. Anna merasa lega karena hanya Adnan yang dikirimi pesan oleh Lasmi. pesan masuk WhatsApp Anna tidak dibaca lasmi walaupun sudah diizinkan oleh Anna. Anna mengirim pesan pada Adnan.


"Kak seperti hanya kakak yang dikirimi Lasmi pesan. Anna sudah cek." isi pesan Anna.


pesan itu langsung dibaca Adnan.


"Syukurlah, sekarang Anna siap-siap untuk tidur ya, biar besok pagi gak telat datang." balas Adnan.


"Besok kakak datang pagi-pagi lagi?" balas Anna.


"Rencananya iya, besok bawa Hp ya. kakak ada perlu." balas Adnan.


"Iya." balas Anna.


Anna segera tidur dan tidak mempedulikan lagi pesan yang masuk di Hp nya.


***


Pagi ini setelah menelpon Ibu Anna segera mandi dan bersiap-siap untuk berangkat sekolah.


Anna telah siap berpakaian sekolah.


"Anna kenapa dua hari ini kamu sangat cepat pergi kesekolah?" tanya Lasmi.


"Ada perlu sama kak Adnan." jawab Anna.


"Keperluan a.." belum sempat Lasmi menyelesaikan ucapannya telpon Anna berbunyi.


Anna segera mengangkat telepon itu dan berkata. "baiklah." Anna menutup panggilan telponnya.


"Siapa yang menelpon?" tanya Lasmi.


"Kak Adnan, dia sudah di pos tengah." jawab Anna.


"Aku duluan ya." ucap Anna pamit.


Lasmi mengangguk dan melihat jam di dinding kamar mereka, jam 06.30. itulah jam Keberangkatan Anna dari asrama.


Anna menuju rumah pengurus untuk pamit kepada Bunda Yani dan Ummi Inah.


"Berangkat pagi lagi?" tanya Bunda Yani.


"Iya Bunda, Kak Adnan sudah nunggu di pos tengah." jawab Anna.


"Apa yang kalian rencanakan?" tanya Bunda ingin tahu apa yang mereka lakukan dua hari ini.


"Gak tau bunda, Kak Adnan cuma suruh Anna untuk cepat datang." jawab Anna.


"Baiklah, hati-hati." jawab Bunda.


Anna mengangguk dan segera pergi ketempat Adnan yang sudah menunggunya. Anna berjalan tanpa melihat Beni yang berada di pos satpam dan memandangnya. Anna terus fokus menatap Adnan hingga sampai didepan Adnan.


Adnan melihat pandangan Beni yang tidak berkedip melihat Anna. Dada Adnan terasa panas melihat Beni yang terus memandangi Anna. Anna sampai didepan Adnan dan tersenyum melihat Adnan yang sudah menunggunya. senyum Anna yang tulus memberikan kesejukan di hati Adnan.

__ADS_1


"Kita kemana kak?" tanya Anna.


"Ke kantin aja." jawab Adnan yang berjalan beriringan dengan Anna.


Mereka sampai di kantin, Adnan memilih tempat duduk di barisan bangku kelas dua belas. Petugas kantin masih menata menu untuk dijual hari ini. Kedatangan Adnan dan Anna membuat mereka memiliki bahan pembicaraan. Mereka merasa kasihan melihat Adnan yang harus pagi-pagi sekali datang hanya untuk bertemu kekasihnya yang tinggal di Asrama.


Adnan menyuruh Anna untuk duduk duluan. Setelah Anna duduk, Adnan ikut duduk di samping Anna.


"Jadi bawa Hp nya." tanya Adnan.


Anna mengangguk, membuka tas nya. mengambil Hp dan memberikannya ke tangan Adnan.


Adnan memeriksa semua akun sosial yang digunakan Anna. dari semua aplikasi media sosial yang terpasang di Hp Anna hanya aplikasi WhatsApp yang digunakan Anna.


"Kenapa cuma pakai aplikasi WhatsApp?" tanya Adnan.


"Anna gak suk pegang Hp lama-lama." jawab Anna


Adnan mengangguk mendengar jawaban Anna.


"Kita foto yuk pakai Hp ini." ajak Adnan.


Anna tampak berfikir.


"Kemaren Ibu periksa semua foto di Hp Anna." jawab Anna.


"Yang jelas foto dulu ya, nantik kalau Anna hapus gak masalah." jawab Adnan masih ingin meneruskan usulnya.


Anna mengangguk.


"fotonya kirim dulu ke nomor kakak, jika Anna menghapus foto ini kakak masi punya file nya." ucap Adnan.


Anna tersenyum mendengar ucapan Adnan.


"Kakak buat akun WhatsApp duplikat Anna ya." ucap Adnan meminta izin.


"Untuk apa?" tanya Anna.


Adnan tidak menjawab pertanyaan Anna.


"Kak, teman Anna banyak yang marahan sama pacarnya karena suka ngintip pesan pasangannya. Anna gak mau kakak marah sama Anna cuma karena pesan yang kirim orang." jawab Anna.


"Janji kakak gak akan marah, kakak cuma mau menuntaskan satu masalah." jawab Adnan.


"Masalah apa?" tanya Anna.


"Nantik Anna akan tahu, kasih izin ya." ucap Adnan kembali memohon.


Anna mengangguk.


"Jangan takut, kakak hanya ingin melindungi Anna." kembali Adnan berucap untuk menenangkan hati Anna.


Anna tersenyum. Adnan segera memasang akun duplikat WhatsApp Anna di Hp nya. Adnan berharap bisa menuntaskan masalah Pak Arip yang meminta nomor Hp Anna kemaren.

__ADS_1


Setelah selesai memasang duplikat WhatsApp Anna di Hp nya. pesanan sarapan mereka datang. bang Yanto kembali mengantar sarapan mereka.


Yanto tersenyum sambil meletakkan sarapan pagi mereka.


"Curi star untuk ketemuan." ucap Adnan paham maksud senyuman bang Yanto.


"Itu namanya pejuang cinta." jawab Yanto


tersenyum dan meninggalkan mereka.


Anna tersenyum malu mendengar mereka berdua bicara menggunakan kata-kata isyarat.


Pagi ini mereka sarapan sate. Anna makan sedikit belepotan. tanpa memberi kode, Adnan membersihkan sudut bibir Anna yang belepotan kuah sate.


Anna merasa malu dengan perhatian yang Adnan berikan, jantung Anna berdetak kencang karena Adnan sengaja membuat jarak wajah mereka hanya satu jengkal dan memiringkan kepalanya. Anna ingin mengambil tisu yang ditangan Adnan untuk membersihkan sendiri mulutnya. Anna memegang tangan Adnan. tangan Anna yang dingin membuat adnan terkejut dan menghentikan membersihkan sudut mulut Anna. Adnan kembali ke posisi duduknya yang normal.


"Kenapa tangannya bisa sedingin itu, apa Anna sakit?" tanya Adnan melihat Anna dan tidak menyentuh tangan Anna.


"Anna grogi, wajah kak Adnan terlalu dekat. jantung Anna rasanya mau copot." ucap Anna sambil meniup tangannya yang dingin agar kembali panas.


Adnan tertawa mendengar jawaban Anna yang bicara jujur dan berusaha memanaskan tangannya. Adnan sengaja melakukan itu untuk melihat ekspresi dan sikap Anna. Adnan yakin Anna sudah tahu tentang hubungan orang dewasa.


"Maaf sudah membuat Anna tidak nyaman." ucap Adnan yang merasa bersalah membuat Anna grogi.


Anna hanya mengangguk dan terus berusaha menormalkan jantungnya. melihat Anna yang kedinginan karena grogi. Adnan ingin memeluknya, memberikan rasa nyaman dan kehangatan untuk Anna tapi itu tidak bisa Adnan lakukan.


Adnan pergi ke stand bang Yanto minta air hangat kuku dan membawanya sendiri ketempat Anna duduk.


"Ini diminum." ucap Adnan menyodorkan gelas berisi air hangat.


Anna meraih gelas itu dan meminumnya pelan-pelan. tangan Anna kembali panas. Anna merasa malu Adnan melihat dirinya yang grogi hanya karena Adnan mendekatkan wajahnya.


"Makan lagi ya." ucap Adnan yang melihat sete Anna masih banyak.


Anna mengangguk dan melanjutkan sarapannya.


Murid lain sudah mulai berdatangan untuk sarapan di kantin.


Setelah sarapan Adnan mengajak Anna untuk pergi ke kelas. Adnan mengantar Anna sampai di pintu kelasnya.


"Belajar yang rajin ya honey." ucap Adnan mengusap kepala Anna sebentar.


"Kakak juga, Love you." ucap Anna membalas ucapan Adnan, Anna tersenyum dan menatap Adnan.


"Jangan menatap kakak seperti itu, kakak gak kuat nahan diri." ucap Adnan menyerah karena Anna berhasil membalas perbuatannya.


Anna tertawa menutup mulutnya dengan kedua tangan dan segera masuk ke kelasnya.


Adnan tersenyum melihat tingkah Anna yang selalu berhasil membuatnya berbunga-bunga. Adnan segera pergi ke kelasnya bersiap untuk mengikuti pelajaran hari ini.


...----------------...


jangan lupa like ya,. 👍🏼

__ADS_1


selamat membaca 😊


__ADS_2