Bingkai Hati Anna

Bingkai Hati Anna
Cemilan untuk yang ditinggalkan


__ADS_3

"Anna, kamu menangis?" tanya Ummi melihat Anna mengusap pipinya saat keduanya berada didalam mobil menunggu Abi selesai bicara bersama Adnan.


"Apa Kak Adnan marah dan membenci Anna Ummi?" tanya Anna balik bertanya.


"Adnan sudah dewasa, dia pasti mendukung Anna." jawab Ummi tidak ingin melihat Anna menangis.


"Anna harap begitu." jawab Anna kembali mengusap pipinya.


"Anak Ummi jangan nangis lagi, katanya mau fokus sekolah, insyaallah Adnan akan menjadi pendamping hidup Anna." Ucap Ummi sambil memegang kepala Anna dan menyandarkannya di bahu Ummi.


Anna tersenyum dan berusaha menahan air matanya agar tidak mengalir lagi.


"Apa Ummi mengenal orang tua kak Adnan?" tanya Anna membuat Ummi kaget.


"Kenapa Anna menanyakan orang tua Adnan?" tanya Ummi.


"Anna mau memberikan sesuatu untuk mereka. mereka sering menitipkan sarapan untuk Anna. Anna tidak enak jika pergi tidak memberitahu mereka." jawab Anna.


Ummi tersenyum mendengar jawaban Anna.


"Anna sudah siapkan yang mau diberikan untuk mereka?" tanya Ummi.


"Belum." jawab Anna.


"Anna mau memberikan mereka apa?" tanya Ummi.


"Kita singgah di supermarket ya Mi, Anna mau lihat apa yang mau dibeli untuk mereka." jawab Anna.


"Baiklah. Apa Anna bawa uang?" tanya Ummi.


"Ada." jawab Anna sambil mengusap saku rok nya.


"Apa yang Abi dan kak Adnan bicarakan Ummi? Kenapa mereka lama?" tanya Anna penasaran.


"Mungkin Abi memberikan pemahaman kepada Adnan. Ummi tadi melihat Adnan hampir menangis. dia pasti merasa berat untuk berpisah dari Anna.


Ummi dapat menilai, Adnan sangat mencintai Anna. Ummi bersyukur Anna bisa menemukan orang sebaik Adnan." ucap Ummi memuji anaknya sendiri.


Anna tersenyum.


"Kak Adnan yang menemukan Anna Ummi. Anna awalnya tidak tahu kalau kak Adnan itu ketua OSIS. pertama lihat kak Adnan Anna langsung mengaguminya. kak Adnan sangat tampan, perhatian dan selalu membuat Anna deg degan kalau sedang berdua dengannya." jawab Anna dengan wajah bahagia mengingat kebersamaannya bersama Adnan.


"Jadi Anna sudah jatuh hati semenjak pandangan pertama?" tanya Ummi


Anna mengangkat kepalanya tidak lagi bersandar di bahu Ummi.


"Iya, tapi Anna malu mengakuinya." jawab Anna tersenyum mengingat hari pertama Adnan menyatakan cinta untuknya.


Ummi tersenyum. "ternyata kalian sudah saling menyukai diawal pertemuan, pantas saja kalian sangat lengket." ucap Ummi dihatinya.


"Tadi Ummi punya pertanyaan yang belum Anna jawab. sekarang berikan Ummi jawabannya." ucap Ummi menuntut jawaban.


"Anna lupa, pertanyaan mana Mi?" tanya Anna mencoba mengingat pertanyaan Ummi.


"Jangan buat Ummi penasaran. apa Adnan sudah sering memeluk Anna?" ucap Ummi mengulang pertanyaannya.


Anna tersenyum malu.


"Ummi jangan marah ya." ucap Anna dengan tatapan memohon.


Ummi mengangguk.


"Sudah tiga kali." jawab Anna malu.

__ADS_1


Ummi tampak shock dengan jawaban Anna.


"Adnan kamu sudah mencuri terlalu banyak dari Anna. untung Anna pindah sekolah, kalau tidak kalian bisa memupuk dosa selama bertemu." Batin Ummi yang tampak geram dengan ulah Adnan.


"Apapun alasannya Adnan belum boleh memeluk Anna. Laki-laki selalu berharap lebih jika dia sudah mendapat yang dia inginkan. Ummu harap Anna bisa menjaga diri dan jangan beri kesempatan kepada laki-laki mana pun untuk memeluk Anna." Ucap Ummi menasehati Anna.


"Anna akan mengingat nasehat Ummi." jawab Anna.


"Bagus, jangan pernah kecewakan kami ya, belajar yang rajin dan jangan membuka hati untuk yang lain." ucap Ummi mengingatkan Anna.


Anna mengangguk dan tersenyum mendengar ucapan Ummi.


"Ummi itu Abi dan Kak Adnan." Ucap Anna melihat Abi dan Adnan keluar dari rumah makan.


Mereka melihat Adnan yang menghentikan langkahnya tidak jauh dari pintu masuk rumah makan. Abi berjalan sendiri menuju mobil.


Adnan melihat kepergian orang tuanya yang membawa Anna.


"Langsung ke asrama Danu" Ucap Abi saat mobil mereka sudah berjalan.


"Baik pak." jawab Danu.


"Danu, jika kamu lihat supermarket segera berhenti ya. Anna mau membeli sesuatu." ucap Ummi mengingatkan Danu.


"Baik buk." jawab Danu.


"Mau beli apa Anna?" tanya Abi.


"Mau cari sesuatu untuk orang tua kak Adnan." jawab Anna.


Danu dan Abi tersenyum mendengar jawaban Anna.


"Baiklah putri kecilku, Abi akan ikut menemani Anna belanja." ucap Abi ingin melihat langsung apa yang mau dibeli Anna untuk mereka.


Mereka sampai di super market. Abi dan Ummi ikut turun menemani Anna. mereka mengikuti Anna mencari yang akan dibeli Anna.


"Abi, Ummi suka makanan Apa?" tanya Anna.


Abi dan Ummi tersenyum.


"Bukankah Anna membelikan untuk orang tua Adnan, kenapa menanyakan selera Ummi dan Abi?" tanya Ummi.


"Siapa tau selera mereka sama dengan Ummi dan Abi. Kalau Ibu, Nenek, paman dan Kakek sangat suka roti yang seperti ini." ucap Anna menunjuk bungkus kotak roti jenis bolu dan roti berpadu coklat.


"Abi juga suka makan itu saat santai." jawab Abi.


"Ummi lebih suka menghisap permen saat santai." jawab Ummi.


Anna mengambil dua kotak roti dan dua kaleng permen.


"Kenapa masing-masing di ambil dua?" tanya Ummi.


"Anna beli untuk Ummi dan Abi juga." jawab Anna.


"Tidak usah, nantik uang Anna habis." jawab Ummi.


"Uang Anna cukup Ummi." jawab Anna.


"Anna juga mau beli cemilan untuk teman sekamar." ucap Anna sambil berjalan mencari cemilan untuk temannya.


Ummi dan Abi tersenyum melihat kelakuan anak angkat mereka.


Anna menenteng keranjang belanja dan berjala didepan.

__ADS_1


Anna mengambil satu bungkus besar cemilan jenis wafer coklat dibalut kacang.


"Sudah selesai?" tanya Abi.


"Belum, cari untuk Pengurus asrama dulu." jawab Anna.


"Jangan paksakan diri, itu belanja Anna sudah banyak." jawab Abi.


"Uang Anna masih ada sisa Abi." jawab Anna.


"Apa Anna menghitung biaya semua belanja yang Anna ambil?" tanya Ummi.


"Iya, Ibu yang mengajarkan. supaya Anna tahu uang yang Anna punya cukup untuk membeli barang yang Anna Ambil." jawab Anna.


Ummi dan Abi tertawa.


"Ibu Anna hebat, bisa mengajari Anna seperti itu." ucap Ummi memuji Ibu Anna.


Anna mengambil bungkusan wafer dan satu bungkus kacang panggang.


"Sudah." ucap Anna sambil melihat Abi dan Ummi.


"Oke, ayo segera kita bayar." ucap Abi.


Mereka sampai di kasir. kasir menghitung dan mengucapkan total belanja Anna. Abi lebih dulu memberikan uang cash kepada kasir.


"Abi?" ucap Anna ingin melarang Abi.


"Sudah, Anna tanggung jawab kami. simpan uangnya, Ayok segera ke mobil." ucap Ummi mengajak Anna keluar dari super market.


"Anna merasa tidak enak semua belanja Anna dibayar Abi." ucap Anna saat mereka sampai di mobil.


"Itu rezeki Anna. Anna sudah berniat baik maka Allah ganti dengan kebaikan untuk Anna." jawab Ummi.


Anna tersenyum mendengar jawaban Ummi.


"Masih ada keperluan Anna?" tanya Abi yang datang menyusul.


"Tidak ada lagi Abi, terimakasih Abi sudah membayarkan belanja Anna." ucap Anna tersenyum melihat Abi.


"Sama-sama putri kecil ku." ucap Abi tersenyum dan mengusap kepala Anna.


Mereka segera masuk ke mobil.


"Danu, segera ke asrama kalau bisa kita sholat isya berjamaah di mesjid asrama." ucap Abi sambil melihat jam tangannya.


"Baik pak." ucap Danu menaikkan kecepatan mobilnya agar cepat sampai.


Anna merasa deg degan menuju asrama rasa khawatir mengusik hati dan pikirannya. Takut Ummi Inah dan Bunda Yani kembali menegur Anna karena keluar asrama sampai malam.


Atau Ummi Inah dan Bunda Yani marah dengan keputusan Anna untuk pindah sekolah.


"Jangan takut Anna, nanti Abi dan Ummi yang akan bicara kepada pengurus asrama. Anna tunggu dikamar saja." ucap Ummi melihat perubahan wajah Anna.


"Terimakasih Ummi." ucap Anna tenang mendengar ucapan Ummi Salma.


...----------------...


Selamat membaca.


jangan lupa Like dan komen ya


kasih vote juga boleh

__ADS_1


terimakasih. 😊


__ADS_2