Bingkai Hati Anna

Bingkai Hati Anna
Abi Zakaria marah


__ADS_3

Anto sudah berada di kantor polisi, wajah Anto di penuhi dengan lebam bekas pukulan Yanto dan beberapa murid laki-laki SMA xx, tapi raut wajah Anto terlihat biasa saja, bahkan Anto terlihat seperti bicara dan senyum-senyum sendiri.


Pak Yayat yang sudah keluar dari ruang Kepala Sekolah segera menelpon Abi Zakaria, Pak Yayat tidak ingin kejadian siang ini diketahui Abi Zakaria dari orang lain, apa lagi kejahatan yang dilakukan Anto berhubungan dengan Anak Angkat dan Anak Kandung Abi Zakaria.


"Halo, apakah bapak ada waktu?" Tanya Pak Yayat saat telponnya di angkat Abi Zakaria.


"ya, saya sedang di rumah, ada apa?" tanya Abi Zakaria.


"Kalau begitu saya akan kerumah Bapak sekarang." ucap pak Yayat.


Pak Yayat segera bersiap untuk pergi kerumah Adnan, bagaimanapun pak Yayat adalah orang yang bertanggung jawab atas kejadian siang ini.


Pak Yayat langsung disambut Abi Zakaria dengan hangat, walaupun mereka baru bertemu di asrama saat kunjungan Abi dan Ummi Salma ke asrama kemaren.


Mereka duduk di ruang tamu bersama Ummi Adnan, mbok Iyem datang membawa minuman untuk pak Yayat.


"Silahkan diminum." ucap Ummi Salma.


Pak Yayat meraih gelas di atas meja dan minum, setelah selesai minum Pak Yayat mempersiapkan diri untuk menyampaikan kejadian siang ini.


"Siang ini ada kejadian di kantin sekolah, Keponakan saya yang bernama Anto dan Yanto berkelahi." ucap pak Yayat dan diam sesaat.


Ummi dan Abi tidak menyela, mereka menunggu pak Yayat melanjutkan ceritanya.


"Kejadian ini berawal dari Anto yang menahan Anna di kantin, Anna berteriak minta dilepaskan, saya dan Yanto yang langsung menolong Anna, Anto dan Yanto berkelahi, setelah mereka tenang, Adnan datang ke kantin, melihat Adnan mendekati Anna, Anto kembali mengamuk dan ingin menghajar Adnan, untungnya banyak siswa laki-laki yang menghadang Anto, kami kembali menahan Anto, saya sudah menelpon Polisi dan Sekarang Anto sudah berada di kantor Polisi." ucap pak Yayat mengakhiri ceritanya.


Abi dan Ummi langsung tegang mendengar cerita pak Yayat.


"Bagaimana keadaan Anna sekarang?" tanya Ummi.


"Adnan sudah mengobati Anna, Anna tadi sempat shock." jawab pak Yayat.


"Abi ayok kita segera ke Asrama." ucap Ummi.


Belum sempat Abi dan Ummi berdiri dari duduknya, ponsel pak Yayat berbunyi.


"Selamat siang pak, ini dari kantor polisi."


"iya pak, Ada apa?" tanya pak Yayat.


"Ada yang ingin kami sampaikan, tolong segera ke kantor."


"Baik pak, saya akan ke sana." jawab pak Yayat.


"Siapa yang menelpon?" tanya Abi.


"Dari kantor polisi pak, saya disuruh datang." ucap pak Yayat.


"Baiklah, kami ikut kekantor polisi, setelah itu baru kita menjenguk Anna." ucap Abi sambil melihat Ummi Salma.


Ummi Salma yang tidak sabar untuk melihat Anna terpaksa ikut perintah suaminya.


Ummi mengangguk.


Mereka langsung berangkat ke kantor polisi, pak Yayat memilih tetap menaiki sepeda motornya, sedangkan Abi dan Ummi menggunakan mobil tanpa menggunakan jasa supir pribadinya.


Setelah sampai di kantor polisi mereka menerima informasi bahwa Anto tidak bisa ditahan karena memiliki penyakit kejiwaan, untuk memastikan kondisi Anto, polisi mengirim Anto ke rumah sakit jiwa yang ada di kota itu.


Mereka melanjutkan perjalanan menuju rumah sakit jiwa, mengiringi mobil petugas kepolisian.


Setelah sampai di rumah sakit jiwa, Anto sempat mengamuk dan mencaci maki pak Yayat, untuk menenangkan Anto, Dokter memberikan suntik penenang kepada Anto atas izin pak Yayat.


Setelah mendapat suntikan Anto terlihat lebih tenang, petugas rumah sakit membawa Anto ke kamar pasien, Dokter memberikan penjelasan kepada pak Yayat, Ummi dan Abi, bahwa Anto akan mengalami tubuh kaku efek obat yang diterimanya, pasien juga bisa dikunjungi, tapi tidak disarankan untuk dijenguk setiap hari.

__ADS_1


Setelah mendengar penjelasan Dokter dan menyelesaikan administrasi perawatan Anto mereka pulang ke asrama.


Dalam perjalanan Ummi dan Abi saling diam, ada banyak hal yang terpikir oleh mereka saat ini, melihat Anto mereka yakin Anto tidak bisa dijerat dengan hukuman, jalan satu-satu nya saat ini adalah mengobati Anto dan selama Anto berada di rumah sakit jiwa, Anna dan Adnan akan aman.


Setelah sampai di asrama, siswi sedang sholat ashar di Masjid. Ummi, Abi dan pak Yayat ikut sholat berjamaah, walaupun sudah terlambat dua rakaat.


Setelah sholat Ummi Inah dan Bunda Yani mendekati Ummi Salma.


"Kenapa tidak memberi kabar datang kesini?" tanya Ummi Inah.


"Kami mau lihat keadaan Anna, apa Anna tidak ke mesjid?" tanya Ummi Salma.


"Anna sedang tidak sholat, sekarang Anna di asrama, memangnya ada apa dengan Anna?" tanya Bunda Yani.


"Nanti saja saya cerita kan Kak, saya mau ketemu Anna di rumah Kakak, bisa?" tanya Ummi Salma pada Bunda Yani.


"baiklah, ayok kita kerumah." Ucap Bunda Yani.


Ummi Inah dan Bunda Yani tidak mengetahui kejadian siang ini yang menimpa Anna dan Adnan, tapi melihat kekhawatiran di wajah Ummi Salma, mereka yakin ada sesuatu yang terjadi pada Anna.


Setelah sampai di rumah pengurus Ummi Inah menyajikan minuman dingin untuk Abi dan Ummi Adnan, keduanya meminum minuman yang sudah disajikan Ummi Inah.


"Bisa panggilkan Anna sekarang kak?" tanya Ummi Salma.


Bunda yani segera keluar menuju rumah putih, Bunda menemui dan membawa Anna langsung kerumah pengurus, tidak ada percakapan diantara keduanya saat berjalan menuju rumah pengurus.


Saat Anna sampai di rumah pengurus Ummi Salma langsung memeluk Anna dan mencium pipinya, Ummi Salma melihat pergelangan tangan Anna, terlihat pergelangan tangan Anna ada bekas lebam.


"Apa masih sakit?" tanya Ummi Salma.


"Sudah tidak sakit Ummi." jawab Ana.


"Kenapa pergelangan tangan mu lebam Anna?" tanya Bunda Yani yang berdiri di samping mereka.


Abi memanggil Anna agar duduk disebelahnya, Anna patuh dan duduk di samping Abi, setelah Anna duduk, Abi merangkul pundak Anna dan mencium kepala Anna yang tertutup Jilbab.


Anna sangat senang dengan perlakuan orang tua Angkatnya, Anna tersenyum melihat Abi dan Ummi.


"Anna untuk kedepannya Anna harus hati-hati, sebisa mungkin menjauh lah dari orang yang tidak dikenal, jangan pergi sendirian kemana pun." ucap Ummi Salma mengingatkan Anna.


Anna mengangguk, Anna paham arah pembicaraan Ummi Salma.


"Kenapa Adnan tidak bersama Anna saat di kantin?" tanya Abi.


"Kak Adnan awalnya berada di kantin, baju kak Adnan basah karena bang Anto menumpahkan minuman di baju kak Adnan, kak Adnan pergi menemui bang Doni untuk meminjam baju, setelah ganti baju kak Adnan kembali ke kantin." ucap Anna menjelaskan kejadian siang itu.


Abi paham, artinya Anto telah mengatur rencana agar Anna sendiri dan Anto bisa mendekati Anna.


"Kenapa Abi bisa mengenal kak Adnan?" tanya Anna.


Abi sedikit kaget dengan pertanyaan Anna.


"Oh, tadi pak Yayat cerita, katanya Anna diganggu Anto, kemudian Adnan datang menemui Anna, membuat Anto kembali marah.


Apa Anna ada hubungan khusus dengan Adnan?" tanya Abi.


Anna tersenyum, sebenarnya Anna sangat malu harus menceritakan hubungannya dengan Adnan, Apalagi kedua orang tua Angkat Anna baru mengenal Anna.


"Kak Adnan adalah Kakak Anna, kami selalu bersama disekolah," ucap Anna dengan suara malu.


Mereka yang mendengar jawaban Anna tertawa didalam hati, pura-pura tidak mengenal Adnan.


"Kakak Kandung?" tanya Ummi Salma.

__ADS_1


Anna semakin tersudut dengan pertanyaan Ummi Salma.


"Anna, bicaralah yang jujur." ucap Bunda Yani.


"sebelumnya Anna minta maaf sama Ummi dan Abi, Karena Anna belum memberitahu tantang Kak Adnan, Anna harap Abi dan Ummi tidak kecewa dengan penjelasan Anna tentang Kak Adnan," ucap Anna yang bicara sambil menundukkan wajahnya.


"Ceritakan saja, Jika Adnan itu anak yang baik kami tidak akan melarang dia mendekati Anna, kami akan merasa tenang jika ada yang menjaga Anna disekolah." ucap Ummi Salma meyakinkan Anna agar mau bercerita.


"Kak Adnan duduk dikelas dua belas, dia juga sebagai ketua OSIS di SMA, di sekolah Kak Adnan sudah memberi tahu teman Anna dan teman Asrama Anna kalau kami adalah pasangan yang sudah bertunangan, kata kak Adnan kedua orang tuanya sudah tahu hubungan kami, tapi Anna tidak bisa memberi tahu keluarga Anna, karena Ibu dan Nenek sudah berpesan agar Anna ke kota fokus untuk sekolah, tidak boleh pacaran, Anna juga sudah janji tidak pacaran." ucap Anna jujur.


"apa Anna akan selalu menyembunyikan Adnan dari keluarga Anna?" tanya Ummi Salma.


"Anna mau lihat dulu kemampuan Anna disekolah, Jika Anna bisa mendapat ranking mungkin Anna akan coba ceritakan tentang kak Adnan sama Ibu." ucap Anna.


"Menurut Anna, apakah Adnan bisa menjaga Anna?" tanya Ummi Salma.


Anna diam memikirkan ucapan Ummi Salma.


"Anna masih belum yakin, karena setiap kali Kak Adnan pergi meninggalkan Anna, Anna akan mendapat masalah," ucap Anna.


"Masalah, masalah seperti apa?" tanya Ummi Salma.


"Minggu lalu Kak Adnan pergi tanpa kabar, Anna didatangi bang Anto dan bang Anto meminta Anna menjadi pacarnya, Anna langsung menolak, tadi siang kak Adnan juga meninggalkan Anna, kak Adnan tampak kesal melihat Anna, kemudian dia pergi, kembali Anto mengganggu Anna, sepertinya jika kak Adnan kesal atau marah sama Anna, Anna akan selalu menemukan masalah." ucap Anna memberikan pendapatnya.


"Apa Adnan pernah cerita kenapa dia kesal atau marah?" tanya Ummi Salma.


"Tidak, menurut Anna kak Adnan kalau marah langsung pergi tidak mau mencari solusi atau memberitahu kesalahan Anna." ucap Anna.


Abi Zakaria yang mendengar sifat jelek Adnan dari Anna merasa terbakar, menurut Abi Adnan belum dewasa dalam menyelesaikan masalahnya.


"Apa cincin yang Anna pakai itu pemberian dari Adnan?" tanya Abi.


"iya" jawab Anna.


"Lepaskan cincinnya, menurut Abi Adnan belum pantas membuat Anna berstatus tunangannya, karena dia laki-laki yang tidak pandai menyelesaikan masalah." ucap Abi tegas.


Anna segera melepas cincin itu dan meletakkannya di atas meja.


**Anna begitu mudah melepas cincin dari Adnan, Artinya Anna belum mencintai Adnan sepenuh hatinya, mungkin karena sifat Adnan yang belum dewasa,membuat Anna begitu mudah membuat keputusan** batin Ummi Salma.


"Ingat pesan Abi, Anna harus pandai menjaga diri, apapun yang terjadi Anna harus segera memberi tahu Ummi Salma dan Abi, mengenai Adnan Abi akan bicara dengan Ummi Inah dan Bunda Yani." ucap Abi tegas.


Anna mengangguk paham.


"Sekarang Anna pulang dulu ya, karena Ummi masih ada perlu dengan Ummi Inah dan Bunda Yani," ucap Ummi Salma.


Anna segera pamit dan bersalaman dengan semuanya.


"Abi kecewa dengan Adnan, ternyata dia masih belum dewasa mengahadapi masalah." ucap Abi dengan wajah marah.


"Kita harus mengingatkan Adnan untuk terbuka dan tidak lari dari masalah, agar Anna tidak semakin kecewa dengan sifatnya." ucap Ummi Salma.


Semuanya mengangguk membenarkan ucapan Ummi Salma.


"Menurut Kakak Anna dan Adnan sudah memiliki keterikatan batin, jika Adnan marah maka Anna akan menerima akibatnya." ucap Bunda Yani dengan pikirannya.


"Bagaimanapun hubungan itu harus dilalui dengan saling terbuka, sepertinya Adnan belum paham dengan hal ini." ucap Ummi Inah.


"Kami akan bicara dengan Adnan malam ini, semoga saja dia bisa merubah sifat buruknya." ucap Ummi Salma.


Mereka pamit untuk segera pulang, hari juga sudah sangat sore.


...----------------...

__ADS_1


__ADS_2