Bingkai Hati Anna

Bingkai Hati Anna
Abi membalas perbuatan Adnan.


__ADS_3

Setelah tiga jam perjalanan mobil yang dikemudikan Danu sampai di rumah nenek Anna yang berada dipinggir jalan raya.


Anna mengajak orang tua Angkatnya untuk singgah di rumah Nenek.


Ira, Lusi, Arkan dan Nenek sudah menunggu kedatangan Anna di rumah itu.


Ira sudah memberitahu kepada keluarganya bahwa Anna pulang bersama pemilik yayasan asrama. Anna diantar pulang karena mereka memiliki kebun sawit yang searah dengan rumah Anna.


Semuanya saling bersalaman saat Anna dan kedua orang tua Angkatnya turun dari mobil.


Ira mengajak orang tua Angkat Anna untuk masuk kerumah Nenek.


Ira bahagia melihat penampilan Anna yang sudah memakai jilbab. Anna terlihat lebih cantik. ada keinginan Ira untuk mencoba menggunakan jilbab saat keluar rumah. Ira ingin mendukung perubahan Anna.


Mereka duduk diruang tamu, Ira menyuguhkan teh hangat untuk mereka. Abi memulai pembicaraan dengan memperkenalkan dirinya, Ummi Salma serta supir yang mengantar mereka.


Selanjutnya Abi meminta Anna untuk memperkenalkan keluarganya yang hadir saat itu. setelah Anna memperkenalkan semua keluarganya yang hadir Abi melanjutkan ucapannya.


"Kami datang kerumah ini tidak hanya sekedar mengantar Anna. kami ingin memberitahu bahwa kami telah menganggap Anna sebagai anak angkat kami. adapun untuk biaya sekolah Anna sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab kami. kami tahu Anna anak yatim. untuk itu kami mohon kerelaan keluarga Anna untuk memberikan kami izin membiayai sekolah Anna sampai lulus." ucap Abi dengan nada santun agar Ibu dan Nenek Anna tidak tersinggung.


"Alhamdulillah." ucap Ibu dan Nenek bersamaan.


"kami sangat bersyukur pak, Bapak bersedia menanggung biaya pendidikan Anna." jawab Nenek.


Abi dan Ummi merasa lega dengan jawaban yang diberikan Nenek dan Ibu Anna.


Lusi merasa mendapat angin segar, karena Anna tidak memerlukan biaya pendidikan lagi dari rumah.


"Kami juga membawa buah tangan, mohon diterima." Ucap Ummi santun.


"Kami sudah sangat bersyukur Bapak dan Ummi mengantar Anna, membiayai pendidikan Anna, ternyata Bapak sama Ummi masih membawa oleh-oleh, semoga apa yang Bapak dan Ummi berikan dibalas Allah." jawab Ibu Anna yang diaminkan semua keluarganya.


Abi memberi kode kepada Danu untuk menurunkan semua barang yang mereka beli.


Arkan mulai rewel, Lusi dengan terpaksa harus pamit untuk membawa Arkan main keluar rumah. sambil menemani Arkan main, Lusi memperhatikan barang-barang yang diturunkan Danu dari mobil Abi.


Ira, Nenek dan Anna terharu melihat banyaknya barang yang diberikan oleh orang tua angkat Anna. dalam hati mereka mendoakan kebaikan untuk Abi dan Ummi.


Hape Anna berbunyi. Anna melihat Adnan yang menelpon. belum sempat Anna mengangkat nada panggilan sudah berakhir.


"Siapa yang menelpon Anna?" tanya Ibunya.


"Kak Adnan." jawab Anna.


"Teman sekelas Anna?" tanya Ibu.


"Tidak bu, Kak Adnan kakak kelas Anna. dia duduk dikelas tiga SMA. Kak Adnan baik bu, selalu traktir Anna." jawab Anna dengan raut wajah bahagia.


Melihat raut wajah Anna, Ira yakin laki-laki yang diceritakan Anna memiliki hubungan yang dekat dengannya. sangat mudah bagi Ira untuk mencari tahu hubungan Anna dan Adnan. tapi Ira menahan diri karena mereka tidak sedang berdua. Ira tersenyum mendengar cerita Anna.


Anna kembali melanjutkan ucapannya.


"Kak Adnan itu anak Ummi dan Abi." ucap Anna sambil melihat kedua orang tua angkatnya.


Ira kaget dengan jawaban tambahan yang diberikan Anna.


Ira merasa ada maksud tertentu dari orang tua angkat Anna. Ira menatap Nenek. nenek paham dengan maksud tatapan itu.


Ummi mencoba meluruskan ucapan Anna dan berharap Ira dan Nenek bisa menerima Adnan.


"Iya Adnan itu anak kami satu-satunya. awalnya kami tidak tahu kalau anak kami mengenal Anna. hari minggu lalu kami berkunjung ke asrama bertemu pengurus asrama. dari pengurus asrama kami mengenal Anna dan kami langsung mengangkat Anna menjadi anak angkat. hari kamis kemaren Anna sempat dirawat di klinik karena terlambat sarapan pagi disanalah kami baru tahu ternyata mereka sudah saling kenal." jawab Ummi dengan sedikit drama.


"Anna kamu sempat dirawat?" tanya nenek.


"Iya tapi cuma sebentar Nek." jawab Anna.


"Kenapa kamu tidak memberi kabar?" tanya Ira.


"Anna tidak mau Ibu dan keluarga disini khawatir, Anna diantar kak Adnan ke klinik. selama dirawat Kak Adnan, Ummi dan Abi menjaga Anna. Anna bersyukur memiliki keluarga angkat yang sangat baik." jawab Anna memuji keluarga Angkatnya.


Anna tersenyum melihat Ummi seolah Anna mengucapkan terimakasih karena telah membantunya untuk memperkenalkan Adnan pada keluarganya.


"Terimakasih Bapak dan Ummi sudah menjaga dan merawat Anna." ucap Ira dengan air mata berlinang.

__ADS_1


"Bagaimana kalau bapak dan Ummi tidur di rumah kami saja." ucap nenek menawarkan.


Ummi dan Abi yang sudah berencana memang ingin menginap di rumah Anna merasa bersyukur mendapat tawaran dari yang punya rumah.


"Kami akan selalu menjaga dan menyayangi Anna. anak kami juga menyayangi Anna, mereka sudah seperti adik kakak dan untuk tawaran menginapnya kami ucapkan terimakasih, kami bersedia menginap disini." jawab Ummi.


Ira dan Nenek tersenyum mendengar jawaban Ummi.


"Astagfirullah sudah jam empat lewat Ummi, kita belum sholat." ucap Abi kaget.


"Ah iya, mungkin petugas mesjid nya sedang ada pekerjaan diluar kampung makanya tidak Azan." jawab Nenek yang juga merasa kaget karena belun sholat.


Nenek tidak pernah meninggalkan sholatnya. berbeda dengan kakek, Paman,Lusi dan Ibu Anna, mereka sholat ketika teringat dan tergantung mood.


Melihat Orang tua angkat Anna yang ingin sholat. Nenek segera mencari sajadah dan membentangkannya mengarah kiblat. Ira merasa malu karena selama ini sangat jarang sholat. Anna mengajak Ibu pergi kekamar mandi mengambil wudhu bergantian dengan Ummi dan Abi. Nenek juga ikut mengambil wudhu.


Abi menjadi imam sholat ashar berjamaah di rumah Nenek.


Setelah selesai sholat Anna mengajak Abi dan Ummi untuk melihat rumahnya. Ira tidak ikut menemani karena Ira harus menyiapkan makan malam untuk mereka semua. mereka pergi menggunakan mobil yang dikemudikan oleh Danu.


***


"Bu sepertinya ada yang berubah dari Anna. Anna menggunakan pakaian yang bukan Ira beli, pakaian Anna terlihat baru dan juga mahal. Hape yang digunakan Anna juga bukan Hape yang kami beli. padahal Anna baru dua minggu di kota." ucap Ira saat keduanya masak di dapur untuk makan malam nantik.


"Ibu juga menilai seperti itu, apa kamu masih ingat berapa uang yang kamu isikan di tabungan Anna? bagaimana kalau kita pinjam kartu ATM nya, kita cek. Ibu takut Anna sudah menghabiskan semua uangnya karena ikut gaya anak di kota." jawab Nenek.


"Waktu itu Ira isi Satu Juta Lima ratus ribu buk, seandainya Anna menghabiskan semua uang itu, apa yang harus Ira lakukan buk?" tanya Ira. merasa khawatir tidak sanggup memenuhi gaya hidup Anna di kota.


Nenek menghela nafas panjang. uang satu juta lima ratus untuk dua minggu bukanlah hal yang mudah mereka cari. walaupun uang sekolah Anna sudah ditanggung pemilik yayasan mereka tetap akan kesulitan untuk mencarikan uang jika Anna menuntut belanja sebanyak itu dalam dua minggu.


"Sebaiknya kita pastikan dulu." ucap nenek tidak mau pusing.


***


Setelah sampai di rumah Anna. Anna mengajak Ummi dan Abi untuk masuk kedalam rumahnya. Ummi mengikuti Anna, Abi memilih berada diluar rumah bersama Danu.


Abi menelpon Adnan.


"Assalamualaikum, udah sampai di rumah Anna Abi?" tanya Adnan.


Adnan langsung mematikan panggilan Abi. Adnan kembali menghubungi Abi menggunakan Videocall.


"Sudah berani mematikan telpon dari Abi! mau merasakan tinju Abi?" ucap Abi memasang wajah garangnya.


"Maaf Abi, Adnan lupa bilang untuk telpon pakai Videocall." jawab Adnan merasa bersalah.


"Kenapa kamu menelpon Anna?" tanya Abi.


"Adnan belum ada nelpon Anna." jawab Adnan.


"coba cek panggilan keluar mu." jawab Abi tidak mau disalahkan.


Adnan memeriksa panggilan keluarnya.


tertera jelas Adnan melakukan panggilan keluar untuk Anna.


"Bang Doni!" ucap Adnan menyebut Doni dengan nada tinggi.


Doni yang sudah selesai dikamar mandi langsung keluar mendengar Adnan menyebut namanya.


"Kenapa abang nelpon Anna?" tanya Adnan kesal dan tampak marah.


"Itu tadi gak sengaja terpencet." jawab Doni.


Sekarang Abi paham, pantas saja tadi Hp Anna hanya berbunyi sebentar.


"Kamu tahu akibat ulah Doni Ibu Anna menatap Abi dan Ummi dengan tatapan penuh selidik. sepertinya mereka tidak suka kamu mendekati Anna." ucap Abi menakuti Adnan.


"Tolong Abi kondisikan dulu, buat mereka menyukai Adnan. ini semua gara-gara bang Doni. mana pernah Adnan cuma miskol" jawab Adnan merasa takut.


"Memangnya mereka itu karyawan Abi?" jawab Abi tidak mendukung Adnan.


"Ya udah, Adnan akan susul Abi. tolong Abi share lokasi rumah Anna." jawab Adnan dengan wajah serius.

__ADS_1


"Ini sudah mau magrib, kamu ditempat Doni saja." ucap Abi dan mematikan Videocall mereka. membalas perbuatan Adnan yang mematikan panggilannya.


"Bang Doni besok jangan pinjam Hp Adnan lagi. awas kalau pegang Hp Adnan." ucap Adnan memarahi Doni.


Doni hanya bisa diam menerima kemarahan Adnan.


Wajah Adnan tampak kesal, karena Doni mengacaukan rencananya. Adnan takut jika Anna menjauh darinya karena keluarganya tidak mendukung dan menyukainya. Abi juga tidak mau memberikan alamat Anna. membuat Adnan frustasi dan hanya bisa menahan kekesalannya.


Doni yang sudah mengenal kepribadian Adnan terpaksa keluar kamar kosnya. Doni membeli minuman dingin. hanya dengan memberikan Adnan minuman dingin maka kemarahan Adnan akan mereda. trik ini selalu berhasil mereka lakukan jika Adnan marah kepada Doni dan Didi.


Doni kembali ke kamar kosnya. menyodorkan minuman dingin kepada Adnan.


Adnan tersenyum dan mengambil minuman itu.


"Tenang aja, besok abang akan cari alamat Anna." ucap Doni membujuk Adnan.


Wajah Adnan kembali cerah dan meminum minuman yang dibelikan Doni.


"Gak usah bang, Abi cuma mancing emosi Adnan. maaf ya Adnan tadi memarahi abang." jawab Adnan.


Keduanya tersenyum karena sudah saling memaafkan.


***


Anna dan orang tua angkatnya kembali kerumah Nenek sebelum azan sholat magrib dikumandangkan. Kakek dan Paman Anna sudah berada di rumah. mereka sholat magrib berjamaah, setelah sholat magrib dilanjutkan dengan makan malam bersama.


Setalah makan malam bersama semuanya berkumpul diruang tamu nenek, duduk lesehan sambil menonton Tv. Ira mendekati Anna dan berbisik.


"Anna kamu bawa kartu ATM?" tanya Ira.


Mendengar Ibunya berbisik Anna mengangguk.


"Kita ke kecamatan yok, Ibu mau beli oleh-oleh untuk Abi dan Ummi." ajak Ira


"Ayok Bu." jawab Anna semangat karena tidak enak hanya menerima kebaikan dari Abi dan Ummi nya.


Ira pamit pada kedua orang tuanya dan orang tua angkat Anna untuk pergi ke kecamatan. mereka pergi menggunakan mobil yang dikendarai Ibrahim. Ibrahim membawa istri dan anaknya untuk ikut pergi.


"Berapa jarak kecamatan dari desa ini pak?" tanya Abi pada Kakek Anna yang terlihat seumuran.


"Kalau menggunakan kendaraan sekitar 20 menit perjalanan." jawab Kakek.


"Bapak masih kerja?" tanya Ummi.


"Iya, saya masih kerja jadi satpam di PT.Palm Lestari." jawab kakek.


Ummi dan Abi saling melihat, ternyata kakek Annan salah satu karyawan mereka.


"Sudah berapa lama bekerja di PT itu?" tanya Abi.


"Sudah 18 tahun pak, ini juga dua tahun lagi akan pensiun." jawab Kakek.


"Kalau Pensiun enak pak, tinggal menikmati hari tua. kami hanya memiliki satu anak yang masih berusia 18 tahun. kalau dari segi umur kami sebenarnya juga sudah ingin menikmati masa tua. tidak bolak balik mengurus usaha lagi. tapi semuanya tidak kami sesali, kami harus mengarahkan anak kami agar dia bisa mandiri dan melanjutkan usaha yang telah kami rintis." jawab Ummi menceritakan kehidupannya.


"Berapa Usia Ummi?" tanya nenek.


"Kami sama-sama berusia 57 tahun." jawab Ummi.


"Waduh ternyata usia kita beda jauh, umur saya 50 tahun, kalau suami saya umur 53 tahun. tapi kami terlihat lebih tua dari Ummi." jawab nenek sambil tertawa.


"Jangan bilang tua, saya lihat tenaganya masih kuat." jawab Ummi ikut tertawa.


Abi dan kakek ikut tertawa kecil melihat kebahagian istri mereka seperti bertemu teman lama.


Sudah jam 22.00 Anna dan rombongan belum kembali dari kecamatan. Abi dan Ummi yang terbiasa tidur cepat tidak bisa menunggu kepulangan mereka. Nenek menawarkan Abi dan Ummi untuk tidur dikamar Ira. Abi menolak, Abi memilih tidur di ruang tamu bersama Danu. sedangkan Ummi tidur dikamar Ira.


Kakek ikut tidur diruang tamu. Kakek menyuruh Nenek tidur dikamar bersama Ira jika mereka telah kembali. Anna tidur bersama Ummi dikamar Ira. Nenek menyetujui ide kakek. Abi dan Danu tidur beralaskan kasur tipis yang terbuat dari kapas. Abi tidur dengan nyenyak.


...----------------...


...Terimakasih sudah membaca ...


...dan memberi like nya 🙏🏻...

__ADS_1


...jangan lupa...


...Tambahkan ke favorit ♥️...


__ADS_2