
Nenek dengan setia menunggu kedatangan Ira dan rombongannya. jam 22.40 menit mobil yang dikendarai Ibrahim sampai di rumah Nenek. Nenek membukakan pintu menyambut kedatangan mereka. pembicaraan Nenek dan Ira tadi sore membuat Nenek tidak bisa tenang. Nenek takut Anna hidup berfoya-foya.
Nenek menyuruh Anna untuk tidur dikamar ibu nya bersama Ummi. Anna setuju. sebelum tidur Anna sholat isya terlebih dahulu.
Ira dan Nenek bicara dikamar Nenek.
"Bagaimana, apa kamu berhasil melihat isi ATM Anna?" tanya nenek dengan suara pelan.
"Uang yang ada di ATM belum terpakai buk. bahkan uang saku yang pernah ibu berikan sewaktu mengantar Anna masih ada dan belum digunakan Anna." jawab Ira tidak menyangka Anna tidak menggunakan uang dari rumah dan uang di ATM nya.
Nenek ikut terkejut, artinya selama dua minggu ini uang pemberian darinya belum ada dibelanjakan Anna.
"Apa kamu tidak menanyakan kenapa dia tidak memakai uang yang dari rumah?" tanya nenek.
"Kata Anna pengurus asrama setiap hari kamis memberinya uang, jadi uang dari nenek belum digunakan." jawab Ira.
"Ya Allah, murah sekali rezeki Anna hidup di kota." ucap Nenek.
"Trus baju dan Hp itu dari mana Anna mendapatkannya?" tanya nenek.
"Kata Anna itu pemberian dari Adnan." jawab Ira.
"Apa Anna pacaran dengannya?" tanya Nenek.
"Kata Anna mereka tidak pacaran." jawab Ira.
"Aduh, bisa rugi orang sebaik dan sekaya Adnan tidak jadi pasangan Anna." Ucap Nenek tidak menyangka Anna masih bisa menepati janjinya untuk tidak pacaran.
"Ira juga heran buk, apa mungkin Adnan memang hanya menganggap Anna adiknya? tadi Ummi Salma juga bilang, mereka dan anaknya menyayangi Anna. bisa jadi Adnan memang hanya menginginkan Anna jadi adiknya." Ucap Ira merasa kasihan jika Anna tidak berjodoh dengan orang baik dan kaya seperti Adnan.
"Apa wajah Adnan itu tidak seperti wajah orang tuanya, makanya Anna menerima Adnan sebagai kakaknya dan tidak berusaha mendapatkan cinta dari Adnan." ucap Nenek dengan pikirannya yang mencoba mencari jawaban.
"Entah lah buk, tadi Ira sudah lihat Hp Anna tidak ada Foto laki-laki hanya ada foto Anna dan teman asramanya." jawab Ira tidak bisa memberi jawaban untuk pertanyaan ibu nya.
"Kenapa kita malah berharap Anna pacaran Buk?" tanya Ira yang bingung dengan pembicaraannya bersama Nenek mengharapkan Anna berjodoh dengan Adnan.
Nenek tertawa dengan suara dikecilkan mendengar pertanyaan Ira.
"Kamu benar juga. padahal kita yang menyuruh Anna untuk tidak pacaran." jawab nenek masih melanjutkan tertawanya
"Jika Orang tua Adnan melamar Anna, menjodohkannya bersama Adnan? Ibu terima tidak?" tanya Ira.
"Terimalah. orang sebaik mereka mana mungkin ditolak." Jawab Nenek.
"Kalau seandainya Anna tidak mau bagaimana?" tanya Ira.
"Mana mungkin Anna tidak mau, Ibu tadi lihat wajah Anna bahagia menyebut nama Adnan. kalau dia tidak suka pasti Anna sudah bari tahu kita." jawab Nenek.
Ira merasa jawaban Nenek ada benarnya.
"Tapi buk, bagaimana kalau Anna hanya mengharapkan uang Adnan?" tanya Ira khawatir.
"Tidak mungkin. Anna tidak kita didik dengan uang. dia kita didik dengan cinta dan kasih sayang." jawab Nenek yang tidak percaya Anna silau dengan harta Adnan.
"Sudahlah, jangan banyak berpikir buruk. ini sudah tengah malam, besok kita harus masak makan pagi. ayok segera tidur!" ucap nenek yang mengajak Ira untuk segera tidur.
Jam 03 dini hari Abi bangun, sudah menjadi kebiasaan Abi untuk melaksanakan sholat tahajjud bersama istrinya. Abi ingat istrinya tidur dikamar tengah bersama Anna.
Abi merasa enggan untuk masuk kekamar itu. Abi takut melihat Anna yang sedang tidur tanpa memakai hijab. Abi memutuskan untuk sholat sendiri.
Ummi terbangun saat mendengar suara orang mengaji dari masjid di desa itu. Ummi merasakan perutnya dihimpit sesuatu. Ummi menoleh kesamping, Ummi melihat Anna tidur dengan memeluk perutnya. Ummi tersenyum, mencium pipi Anna dan mengusap kepalanya.
"Beruntungnya Adnan memiliki mu." batin Ummi.
Ummi mengusap pipi Anna. membuat tidur Anna terganggu.
"Udah mau azan subuh ya Mi?" tanya Anna dengan suara seraknya.
__ADS_1
"Iya sayang, ayok siap-siap untuk sholat." jawab Ummi.
Anna segera duduk, rambut hitam sebahu Anna terlihat berantakan.
"Sini Ummi ikat rambutnya." ucap Ummi sambil mengambil ikat rambut Anna yang ada di antara bantal mereka dan segera duduk.
Anna patuh dan membiarkan rambutnya di ikat Ummi.
"Rambut mu halus dan tidak terlalu lebat, enak untuk diikat." ucap Ummi selesai mengikat rambut Anna.
Anna tersenyum dan melihat kearah Ummi.
"Terimakasih Ummi." ucap Anna.
Anna berjalan hendak membuka pintu.
"Anna pakai jilbab dulu." ucap Ummi mengingatkan.
"eh iya, Anna lupa." jawab Anna sambil kembali ketempat tidur mengambil jilbabnya.
Nenek dan Ira sudah bangun mereka duduk di kursi ruang makan menunggu kamar mandi kosong karena masih digunakan Abi.
Anna dan Ummi datang membuat antrian makin panjang.
"Maaf ya Ummi kamar mandi cuma satu, harus antri." ucap Anna.
"Tidak apa-apa justru rumah terasa ramai karena harus menggunakan satu kamar mandi." jawab Ummi.
"Tapi kadang bikin kesal Ummi, saat buru-buru mau buang hajat ternyata kamar mandi sedang digunakan." jawab Nenek merasakan kesalnya jika terdesak masih harus Antri.
Ummi tersenyum mendengar ucapan Nenek.
"Nyenyak tidurnya Ummi?" tanya Ira.
"Iya saya tidur dengan nyenyak, kamarnya dingin walaupun tidak memakai AC." jawab Ummi.
Abi keluar dari kamar mandi, Abi sedikit kaget karena sudah banyak yang menunggu Abi keluar dari kamar mandi. Abi tersenyum melewati mereka semua.
Nenek merasa bahagia melihat semua anggota keluarganya ikut sholat subuh berjamaah walau hanya di rumah.
Setelah sholat Ira, Nenek dan Anna segera ke dapur untuk masak makan pagi, keluarga Anna terbiasa makan pagi. setiap pagi mereka akan memasak nasi,lauk dan sayur untuk dimakan sebelum melakukan aktifitas.
Ummi ikut ke dapur berkumpul bersama mereka.
"Kamu bisa masak Anna?" tanya Ummi.
"Bisa Ummi." jawab Anna.
"Dulu sewaktu kami hanya tinggal berdua di rumah, Anna yang paling sering masak." ucap Ira.
Ummi kagum dengan kepribadian Anna. walaupun anak tunggal Anna sangat mandiri dan tidak manja.
"Ummi biasanya pagi hari makan atau sarapan?" tanya Anna.
"Kami terbiasa sarapan." jawab Ummi.
"Ummi mau sarapan apa?" kembali Anna bertanya.
"Ada kentang?" tanya Ummi.
"Ada, mau diapakan?" tanya Anna.
"Direbus saja." jawab Ummi tidak mau keluarga Anna repot dengan seleranya.
Anna membersihkan kulit kentang nya, setelah bersih Anna merebus kentang yang masih terbungkus kulit itu.
Mereka makan pagi bersama, Abi dan Ummi makan kentang rebus dicelup saus dan minum susu yang membuat perut mereka kenyang. hari ini paman dan kakek kebetulan libur kerja.
__ADS_1
"Kemana kita hari ini Anna?" tanya Ibrahim saat mereka telah selesai makan.
"Nangkap ikan sungai di kebun Anna aja paman." jawab Anna girang.
"Kalau Anna pergi siapa yang menemani Ummi dan Abi?" tanya Ira.
Anna terdiam.
"Kami boleh ikut?" tanya Abi tidak mau menjadi penghalang kebahagian Anna.
Anna tersenyum dan mengangguk.
"Abi kalau mau ikut nangkap ikan, pinjam celana kakek saja karena kita akan masuk ke sungai." ucap Anna.
Ucapan Anna membuat semua orang tertawa.
"Pinggang Abi besar Anna, mana muat pakai celana kakek." jawab kakek kembali membuat semuanya tertawa.
Anna merasa malu karena memberi saran yang tidak masuk akal.
"Tenang saja Ummi sudah bawa celana santai untuk Abi." jawab Ummi.
Semuanya bersiap-siap untuk pergi menangkap ikan.kakek membawa jaring ikan. Anna membawa serok ikan, Ira membawa ember, pisau dan garam. Nenek membawa tikar santai dan membawa makanan serta buah-buahan yang diberikan oleh Abi kemaren. mereka berangkat menggunakan dua mobil.
Sungai di kebun Anna tidak lebar hanya sekitar dua meter. walaupun tidak lebar sungai itu sangat panjang bermuara ke sungai Kampar. sampai di rumah Anna mereka memarkirkan mobil disana. selanjutnya berjalan kaki menuju lokasi sungai yang ditempuh dengan 5 menit perjalanan.
Sampai dipinggir sungai nenek membentang tikar santai dibawah pelepah sawit. nenek mengingatkan Abi dan Ummi agar hati-hati terhadap duri sawit yang sangat tajam. Nenek menemani Ummi duduk dibawah pelepah sawit.
Air sungai hanya setinggi lutut dewasa, adapun untuk bagian yang dalamnya hanya sepaha orang dewasa. Lusi menemani Arkan mandi di sungai yang dasarnya dari batu kerikil dan pasir membuat air sungai terlihat jernih.
Kakek mulai memasang jaring ikan di hilir sungai pada posisi tanah kebun Anna. jaring dipasang membentang membelah sungai agar ikan tidak bisa lari melewati jaring kemudian kakek memasang jaring ditengah dan terakhir kakek memasang jaring di hulu sungai. jarak jaring satu dengan jaring yang lain sekitar 30 meter.
Anna mendapat tugas menjaga jaring di hulu. Ira mendapat tugas menjaga jaring di hilir.
Kakek mengajak Abi untuk ikut dengannya berbuat keributan dimulai dari jaring tengah menuju hilir sungai dengan cara memukul permukaan air dan menghentak pinggir-pinggir sungai agar ikan lari keluar dari persembunyiannya.
Ibrahim bersama Danu melakukan tugas seperti yang Kakek dan Abi lakukan.mereka mengarahkan ikan agar menuju hulu sungai yang dijaga Anna. Arkan tetap berada didalam sungai bersama Lusi. mereka mandi di bagian hulu diluar jaring yang terpasang.
Kakek memberikan Abi kayu sepanjang 100 cm. Kakek mulai mencontohkan bagaimana cara membuat ikan keluar dari persembunyiannya. Abi berhasil mengikuti cara Kakek. Ibrahim dan Danu juga melakukan hal yang sama. ikan mulai keluar dari persembunyiannya karena suara ribut yang mereka ciptakan. Nenek dan Ummi tidak bisa duduk tenang, mereka ikut membantu mengutip ikan yang mulai mengapung karena terkena pukulan dan pusing karena air sungai diobok-obok. Mereka memasukkan ikan yang berhasil ditangkap kedalam ember.
Setelah hampir dua jam mereka berada di sungai kegiatan menangkap ikan selesai dilakukan, dua ember ukuran 10 liter yang mereka bawa hampir penuh terisi berbagai macam ikan sungai.
Ummi dan Abi merasa senang melakukan kegiatan menangkap ikan itu. ikan langsung dibersihkan di sungai, semuanya ikut membantu membersihkan ikan Abi dan Ummi juga ikut walaupun gerakan mereka tidak selincah keluarga Anna.
Setelah ikan dibersihkan Nenek menaburi ikan dengan garam agar ikan tidak cepat busuk.
"Seru ya Abi, ini pengalaman pertama Ummi menangkap ikan." ucap Ummi pada suaminya.
Abi mengangguk.
"Ummi capek? biar Abi pijit." ucap Abi saat keduanya berada didalam mobil setelah mengganti pakaian dikamar mandi di rumah Anna.
"Sekarang belum, mungkin sampai di rumah baru terasa." jawab Ummi tersenyum melihat Abi.
Mereka melanjutkan perjalanan menuju rumah nenek.
Sampai di rumah Nenek ikan yang mereka bersihkan dimasak Ira sebagian. ada digoreng dan dipepes. sebagiannya disalai dengan cara menyusun ikan di atas jaring besi dan diberi api kecil dibawahnya, ikan terus diberi api kecil sampai warnanya coklat dan kering.
Setelah makan siang bersama, Anna bersiap-siap untuk kembali ke asrama. Ira membungkus ikan goreng untuk dibawa Anna ke asrama. untuk Ummi, Ira membungkus ikan pepes yang sengaja dibuat dua ,satu untuk di rumah dan satunya untuk Ummi.
Ummi dan Abi menyukai kuliner ikan. mereka bahagia menerima pemberian dari keluarga Anna. bahkan tadi siang mereka makan dengan lauk ikan hasil tangkapan bersama.
Selain ikan pepes Ira juga memberi buah Tangan berupa buah hutan yang sedang banyak dijual di kecamatan, namanya buah Tampui. buah sejenis Rambai yang masih banyak terdapat di Kabupaten Kampar Provinsi Riau.
...----------------...
Tetap dukung karya author ya. 😊
__ADS_1
jangan lupa beri Like 👍🏼
dan jadikan favorit ♥️