
Hari ini merupakan awal masuk sekolah semua siswa SMA XX, dari kelas X sampai XII.
seperti biasa setelah sholat subuh Anna akan mengaji dan disimak oleh salah satu pengurus Asrama, pagi ini Anna mengaji disimak Ummi Inah karena sudah rutin mengaji Anna semakin lancar dalam membaca tulisan arab itu.
setelah selesai mengaji Anna menelpon ibu nya untuk menanyakan kabar dan meminta doa restu supaya hatinya mampu menerima pelajaran dan bimbingan yang di sampaikan guru di sekolah.
Siswi asrama putih kelas sepuluh yang sudah mendapat baju seragam dari sekolah SMA xx sangat bersemangat pagi ini, karena hari ini mereka akan memakai baju yang sama dengan kakak kelasnya, hari ini hari kamis, pakaian seragam yang mereka kenakan adalah pakaian batik panjang lengan, sebelum berangkat sekolah teman sekamar Anna kompak berfoto bersama menggunakan Hp Velisia (teman sekamar Anna tempat tidur nomor 5), setelah berfoto bersama Velisia mengirim foto itu kedalam grup Whatshap yang anggotanya adalah penghuni kamar lantai bawah rumah putih.
Mereka kompak berangkat bersama kesekolah, setelah bersalaman dengan Pengurus asrama Ummi dan Bunda, mereka kembali melakukan foto bersama dengan pengurus, Kak Endang dan Kak Lina tinggal dilantai dua rumah pengurus belum turun kebawah pagi ini dan seperti biasa, jika kakak asuh mereka belum turun mereka akan melewatkan bersalaman dengan mereka.
"Wah Anak Ummi cantik -cantik semua." ucap Ummi Inah memuji mereka.
"Karena anak Bunda sama Ummi ini sudah melakukan hal yang baik, kami akan memberikan kalian semua uang jajan untuk hari ini, tunggu sebentar ya" ucap Bunda Yani masuk kerumah untuk mengambil uang.
"Yee," ucap mereka girang karena mendapat uang jajan dari pengurus.
Mereka diberikan uang jajan masing-masing dua puluh ribu, Anna yang bersalaman paling akhir diberikan uang jajan seratus ribu tentu saja bunda yani pandai memberikannya agar tidak diketahui teman Anna, posisi teman Anna juga agak jauh dari mereka, setelah memberikan uang jajan untuk Anna bunda dan Ummi juga mengusap kepala Anna.
"Ummi dan Bunda sudah berniat untuk memberikan Anna uang jajan mingguan, Anna tidak keberatan kan?" tanya Ummi Inah.
"Tidak Bunda, Anna sangat senang, kata ibu setiap pemberian orang harus diterima, apa lagi ini sudah menjadi niat Bunda dan Ummi, terima kasih," ucap Anna terharu.
Ummi dan Bunda memeluk Anna secara bergantian dan mencium pipi Anna.
"Rajin belajarnya ya sayang, calon menantu idaman kami." ucap Ummi Inah setelah memeluk Anna.
Wajah Anna tersipu malu, biasanya hanya Bunda Yani yang memberikan dukungan hubungannya dengan Adnan, pagi ini Ummi inah juga menyatakan dukungannya.
"Sekali lagi terimakasih Ummi, Bunda" ucap Anna yang sudah siap untuk menyusul teman-temannya.
Teman sekamar Anna merupakan siswi yang terbiasa berangkat lebih dulu dari siswi penghuni lantai dua, mereka juga kompak dalam kebersihan kamar asrama, setiap sore mereka mencuci pakaian yang dipakai hari itu dan menjemurnya di teras belakang asrama menggunakan hanger, sehingga kamar mereka terlihat bersih dan rapi.
Saat di penghujung lorong antara ruang kelas dan koperasi, langkah mereka terhenti suara mereka yang tadinya heboh mendadak sunyi, Anna yang berada dibelakang mereka merasa heran, Anna mencari celah untuk dapat melihat apa yang terjadi, ternyata Adnan sang ketua OSIS berdiri didepan mereka.
"Kakak Adnan, mau kemana?" tanya Lasmi.
"Mau ketemu Anna," ucap Adnan singkat.
Mereka heran dengan jawaban Adnan, wajar saja mereka tidak tahu hubungan Adnan dan Anna karena mereka tidak satu kelas dengan Anna.
Anna yang mendengar Adnan menyebut namanya langsung ke depan menemui Adnan.
"Ada apa kak?" tanya Anna.
"Kakak mau lihat, penampilan adik kesayangan kakak memakai seragam SMA xx" ucap Adnan tersenyum melihat Anna.
"Jadi Anna ini adiknya kak Adnan, adik kandung?" tanya Tery yang terlihat sangat penasaran, pertanyaannya mewakili pikiran temannya yang lain.
"Adik yang dijaga dari sekarang, untuk dijadikan istri nantinya." jawab Adnan dengan senyum di bibirnya menatap Anna.
"Ah, Anna, kamu beruntung sekali, dicintai ketua OSIS," ucap Lasmi sambil menyandarkan kepalanya di lengan Anna sebentar.
"Yah, hati Ku hancur" ucap Velisia memegang dadanya.
"Harus ikhlas velisia, sama taman harus saling dukung gak boleh nikung." ucap Lasmi dengan suara lantang.
Anna hanya tersenyum malu melihat kelakuan temannya.
__ADS_1
"Ya udah kita duluan ya Anna," ucap Tery sambil merentangkan tangannya mendorong teman-temannya agar segera meninggalkan Anna dan Adnan.
***
"Kak Adnan kenapa pagi-pagi udah disini? tanya Anna yang terlihat grogi tidak mampu melihat mata Adnan.
"Kakak kangen, pengen liat Anna pakai baju baju seragam yang sama dengan kakak, kakak juga mau ajak Anna foto," ucap Adnan jujur.
Anna tersenyum mendengar jawaban Adnan.
"Foto dimana kak?" tanya Anna yang sudah berhasil mengatasi groginya dan menatap Adnan.
"Disini aja," ucap Adnan mengeluarkan Hp nya dari saku celana.
Adnan mengambil beberapa foto, mereka terlihat serasi, Adnan merasa puas dengan hasil jepretannya, wajah Anna terlihat segar dan cantik.
"Kak fotonya kirim ke Anna ya." pinta Anna.
"Oke sayang," Adnan langsung mengirim hasil jepretannya ke nomor Hp Anna.
Tanpa mereka sadari Mutia yang satu tingkat dengan Adnan sudah berdiri tidak jauh dari mereka, hati Mutia sakit melihat Adnan begitu dekat dengan Anna.
Mutia mendekati mereka.
"Adnan",. ucap Mutia menyapa Adnan.
Adnan menoleh ke Mutia sebentar untuk melihat siapa yang menyapanya.
Walaupun Adnan hanya melihat Mutia sebentar, hati Mutia begitu bahagia, rasa sakitnya terobati dengan tatapan Adnan walaupun hanya sebentar, baru kali ini Mutia berani menyapa Adnan dan Adnan memberikan respon yang baik dengan melihatnya.
"Belum," jawab Anna singkat.
Adnan melihat jam tangannya.
"Masih ada waktu 15 menit, ayok ke kantin" ucap Adnan menarik tangan Anna yang tertutup lengan baju dan meninggalkan Mutia bersama temannya yang sama-sama dari asrama.
Anna melihat ke arah Mutia berniat untuk pamit, tapi wajah mutia terlihat marah, membuat Anna sedikit takut dan memilih diam mengikuti langkah Adnan berlalu meninggalkan Mutia.
Sampai di kantin Adnan langsung memesan menu sarapan dan duduk disebelah Anna.
"Kak ini kursi untuk kelompok murid kelas Sembilan" ucap Anna.
"Iya tau, kalau sarapan kan gak banyak orang dek, kalau makan siang baru gak bisa duduk sembarangan," ucap Adnan merasa benar.
"Nantik jam istirahat Anna sama teman ya, kakak gak boleh ganggu," ucap Anna.
"Iya" jawab Adnan singkat.
Padahal Adnan merasa keberatan dengan permintaan Anna, mereka akan berada di sekolah sampai jam 16.00 sore, kemudian Anna akan pulang ke asrama dan tidak di izinkan untuk keluar asrama.
Tidak menunggu lama pesanan mereka datang, pagi Ini Adnan memesan sate.
Anna selalu lahap makan, membuat Adnan ikut semangat menghabiskan makannya.
"Kakak boleh tau, makanan apa yang tidak Anna suka?" tanya Adnan.
"mm, apa ya, gak tau." ucap Anna bingung sendiri.
__ADS_1
Adnan tertawa mendengar jawaban Anna.
"Kamu lucu banget sih Dek, kalau makanan laut suka gak?" tanya Adnan.
"Suka," jawab Anna jujur.
"Ada alergi makanan?" tanya Adnan.
"Kayaknya gak ada." ucap Anna sambil mengunyah daging sate terakhirnya.
"Pantas, semuanya yang masuk ke mulut Anna sepertinya sangat menggiurkan, ternyata karena Anna menyukai semua jenis makanan." ucap Adnan yang sudah menyelesaikan makannya.
"Kak, nantik jangan cari Anna ya, Anna mau gabung dengan teman-teman, Anna gak mau setelah kakak lulus Anna kesulitan cari teman, karena kebiasaan kemana-mana sama kakak, jadi boleh ya, Anna sama teman aja saat jam istirahat, jangan cari Anna dikelas, selama jam sekolah kak Adnan gak boleh selalu dekat Anna." ucapan Anna membuat Adnan sedikit kaget, ternyata Anna memiliki pendapat yang tidak sama dengan Adnan.
Adnan ingin menghabiskan waktu satu tahunnya dengan selalu berada disisi Anna, membuat kenangan yang indah agar Anna tidak melupakannya nanti dan selalu setia dalam menjaga hubungannya, tapi Anna tidak berpikir begitu, justru Anna ingin Adnan tidak mendekatinya, Adnan bingung sendiri, tidak tau harus berbuat apa.
Jika Adnan melanjutkan niatnya Adnan takut Anna akan membencinya atau mungkin akan semakin menjauh darinya.
tapi Adnan juga tidak sanggup harus menjauh dari Anna.
Adnan tidak menjawab permintaan Anna, Adnan memilih diam, hingga akhirnya suara bel membuat mereka harus segera berpisah.
Adnan segera membayar makannya bersama Anna dan berpamitan meninggalkan Anna yang masih menatap Adnan dengan heran.
"Kak Adnan kenapa ya, apa aku salah ucap." ucap Anna yang hanya didengar oleh dirinya sendiri.
Anna melihat Adnan yang berjalan lurus tanpa menoleh kebelakang, hingga akhirnya Anna harus berbelok menuju kelasnya.
Anna belajar dengan serius, Anna melupakan perubahan sikap Adnan, sementara dikelas Adnan tampak tidak bisa konsentrasi dalam belajar.
"Adnan ada masalah apa?" tanya Iqbal yang duduk disebelahnya.
"Gak ada, hanya kurang sehat," ucap Adnan berbohong.
"Ya sudah izin saja untuk pulang, istirahat di rumah," ucap Iqbal.
"Kayaknya ide mu bagus, oke."ucap Adnan melangkah ke depan menemui guru yang sedang duduk di kursi nya.
"Pak, saya kurang sehat, boleh izin pulang pak?" tanya Adnan sopan.
"Oh, kamu bisa pulang sendiri?" tanya pak Guru.
"Bisa pak," jawab Adnan.
Akhirnya Adnan pulang disaat jam pelajaran pertama belum habis, Adnan memilih pulang kerumahnya yang memerlukan waktu 15 menit diperjalanan.
Abi dan Ummi Adnan tidak di rumah, Adnan menghubungi Ummi Inah dan Bunda Yani, Adnan meminta mereka agar datang kerumahnya, Adnan ingin menceritakan masalahnya dan menemukan solusi yang baik agar hubungannya dengan Anna bisa baik-baik saja.
Selama jam istirahat Anna tidak melihat Adnan, Anna pikir Adnan memenuhi keinginannya.
Mutia yang baru saja merasakan angin segar berharap dapat mendekati Adnan lagi nampak mencari-cari keberadaan Adnan disaat jam istirahat, saat sholat zuhur, tapi Mutia tidak bisa menemukan Adnan, akhirnya setelah sholat zuhur Mutia memberanikan diri melihat kelas Adnan, benar saja tas Adnan tidak ada dimeja nya, Mutia merasa kesal.
Setelah bel pulang berbunyi Anna merasa heran, karena Adnan sewaktu sholat zuhur juga tidak terlihat, hingga akhirnya bel pulang berbunyi Adnan tidak juga terlihat, Anna merasa rindu dengan sosok Adnan.
Anna memilih pulang ke asrama dan berniat menghubungi Adnan, setelah sampai di asrama.
...----------------...
__ADS_1