Bingkai Hati Anna

Bingkai Hati Anna
Anto beraksi


__ADS_3

Setelah sholat subuh seperti biasa Anna menelpon ibu nya, saat panggilan Anna dijawab Ibu nya, Anna tidak bisa mendengar dengan jelas apa yang di ucapkan Ibunya, Ibu mematikan telpon Anna.


Annan merasa sedih.


Anna berpikir mungkin Hp nya rusak karena terjatuh dari tempat tidur dan Anna tidur tidak tenang. padahal Hp yang ia miliki belum sampai satu bulan pemakaian.


Selama ini setiap akan tidur Anna selalu menyimpan Hp di dalam lemari, tadi malam setelah mendatangi rumah pengurus Anna berharap Adnan segera menelpon atau membalas pesannya, sehingga Anna memilih meletakkan Hp di samping bantal nya, Anna mengira Hp nya jatuh karena kecerobohannya, Anna sangat menyesal sudah bertindak ceroboh yang membuat Hp nya rusak. apalagi uang yang digunakan untuk membeli Hp itu adalah uang asuransi kecelakaan kerja ayahnya yang meninggal tersengat listrik.


Anna tidak mungkin minta belikan Hp baru lagi pada Ibunya, Anna bertekad setelah pulang sekolah nanti akan mencari tempat servis Hp yang berada di sekitar sekolah atau Asramanya.


Anna tidak mau menghubungi Adnan karena menurut Anna, Adnan marah dan memutuskan tidak mau memaafkan nya, padahal Anna sudah mendatangi Ummi Inah dan Bunda Yani, tapi usaha Anna untuk minta maaf kepada Adnan tidak mendapat respon, sampai pagi ini Adnan masih belum membalas pesannya.


Anna segera bersiap-siap untuk berangkat sekolah, seperti biasa Anna dan teman-teman sekamar nya selalu berangkat sekolah bersama dan bersalaman dengan pengurus, pagi ini Anna memutuskan untuk sarapan di kantin sendiri karena teman sekamar nya tidak ada yang mau di ajak sarapan.


Anna memesan nasi goreng, saat Anna makan Anto yang sudah lama ingin mengajak Anna mengobrol duduk di depan Anna.


"hai, Anna," ucap Anto.


Anna melihat Anto yang menyapanya, Anna hanya mengangguk, karena mulut Anna terisi nasi goreng.


"Kenapa tidak pernah hubungi nomor abang? trus yang sering bersama Anna itu siapa?" tanya Anto yang penasaran dengan orang yang selalu menemaninya.


"Bentar ya, Anna habisin nasi goreng dulu," ucap Anna berharap ada orang lain yang datang dan membeli minuman di stand Anto.


Harapan Anna tidak terwujud, Anto terus berada di depan Anna.


Mutia yang merasa Anna tidak pantas untuk Adnan sengaja memotret Anna dan Anto, berharap suatu hari dapat menghancurkan hubungan Anna dan Adnan.


Setelah Anna selesai makan, Anna menjawab pertanyaan Anto.


"Hp Anna rusak bang, yang selalu menemani Anna adalah calon suami Anna." ucap Anna berharap Anto tidak mengganggunya lagi.


Anto tertawa mendengar ucapan Anna.


"Calon, artinya kamu belum ada yang memiliki dan abang siap bersaing dengannya,


apa Anna tau tabungan abang sekarang sudah mencapai 100jt, Abang sudah mapan, abang juga sudah memiliki pekerjaan tetap, sementara orang yang Anna sebut sebagai calon suami, dia masih sekolah, masih mengharap uang jajan dari orang tua" ucap Anto tersenyum sinis meremehkan Adnan. Anto tidak mengenal siapa Adnan.

__ADS_1


"Maaf bang, saya tidak tertarik dengan uang yang abang miliki, jangan ganggu saya." ucap Anna berdiri dari duduknya untuk segera pergi.


Saat Anna berjalan hendak melewati Anto, Anto berdiri dan mendekat kearah Anna.


Mutia yang masih setia memantau Anna segera mengambil foto mereka yang terlihat seperti orang akan berciuman.


Yanto yang melihat adiknya menghadang Anna segera ketempat mereka.


Yanto menahan bahu Anto dan menarik tangan Anna agar Anna bisa segera pergi.


Kembali Mutia mengambil foto mereka, kali ini terlihat seperti Anna diperebutkan oleh dua orang lelaki.


Anna segera membayar nasi goreng nya dan pergi meninggalkan kantin.


Anna merasa takut terhadap Anto, Anna sangat membutuhkan kehadiran Adnan, tapi Adnan tidak akan ada lagi untuk Anna begitulah pikiran Anna.


Selama jam pelajaran Anna merasa tenang dan fokus dalam belajar, saat jam istirahat Anna memilih tetap dikelas, karena Anna takut untuk bertemu Anto.


Teman sekelas Anna beranggapan Anna menunggu Adnan datang dan membiarkan Anna sendirian di kelas.


"hay Anna, sepertinya Anto sangat menyukai mu, kamu tahu, kita yang jauh dari orang tua sangat memerlukan pelindung, dan jika kamu pacaran dengan Anto, kamu akan mendapat minuman gratis dan jus setiap hari nya, bisa jadi setiap hari dia akan mengantarkan mu Jus buatannya, bukankah itu so sweet." ucap Mutia ingin menjebak Anna dan mempengaruhi Anna.


"Maaf kak Mutia, Aku tidak membutuhkan minuman dan jus gratis, karena Kakak mengetahui keuntungan jika bersama bang Anto, silahkan kakak menjadikannya pelindung, bukankah so sweet mendapat jus dan minuman gratis setiap hari." ucap Anna membalas ucapan Mutia.


Mutia terlihat marah dengan ucapan Anna,


Mutia memilih pergi meninggalkan Anna, Mutia tahu sekolah mereka terpasang CCTV di setiap ruangan dan sudut sekolah.


Anna teringat ucapan Adnan yang menyuruh teman-teman Anna melindungi Anna.


"Mungkin ini yang dimaksud kak Adnan, jika dia tidak disekolah aku akan diserang, tapi untuk apa mereka menyerang ku?" ucap Anna bermonolog sendiri.


***


Sementara di Bandung Adnan menemani Abi nya mengurus keuangan kakek di bank, setelah itu Abi mengajak Adnan mengunjungi teman-temanya yang menjadi teman dalam duni bisnis Abi Zakaria, Menurut Abi sudah saatnya untuk Adnan mengenal rekan bisnisnya dan suatu saat nanti Adnan siap meneruskan usaha yang mereka miliki.


Karena hari ini hari jum'at Adnan dan Abi nya sengaja mempersingkat pertemuan dengan rekan bisnis Abi Zakaria, setelah itu mereka segera mencari mesjid yang nyaman untuk sholat Jum'at.

__ADS_1


setelah sampai diparkiran mesjid, Adnan menelpon Anna, berharap Anna membawa Hp nya kesekolah dan mereka bisa bicara, tiga kali Adnan melakukan panggilan tapi tidak dijawab Anna, Adnan memutuskan tidak menelpon lagi, karena Adnan yakin Hp Anna ditinggal di Asrama.


Setelah sholat jum'at Adnan dan Abi memilih pulang untuk makan siang bersama di rumah Paman, setelah makan mereka mempersiapkan tempat untuk kegiatan yasinan nanti malam. mereka juga berniat memberikan bingkisan kepada tamu yang hadir berupa sembako yang pahalanya diniatkan untuk Almarhum kakek Adnan.


Adnan dan dua orang adik Habib sibuk memasukkan sembako kedalam bungkusan, dengan membagi sama rata apa yang diberikan kepada tamu yang hadir, sementara Ummi Salma dan tante fitri pergi berbelanja kue dan buah-buahan untuk disuguhkan pada tamu malam ini.


Jam 17.00 Adnan mencoba menghubungi Anna, kali ini nomor Anna tidak aktif. Adnan merasa khawatir karena Anna tidak bisa dihubungi, padahal Anna saat ini pasti berada di asrama.


Adnan menghubungi Bunda Yani, menanyakan keberadaan Anna, Bunda Yani berkata Anna izin keluar Asrama untuk memperbaiki Hp nya yang rusak karena jatuh dari tempat tidur.


Adnan merasa khawatir karena Anna baru tinggal di kota dan belum mengenal lingkungan tempat tinggalnya.


Setelah menelpon Bunda Yani, Adnan menelpon bang Didi yang bertugas sebagai satpam di bagian belakang asrama.


namun telpon dari Adnan tidak di angkat oleh bang Didi, Adnan semakin gelisah.


Akhirnya Adnan menemui Abi nya, menceritakan kekhawatirannya terhadap Anna, Adnan berharap Abi nya memberikan izin kepada Adnan untuk berangkat ke Riau sore ini jika masih ada jadwal penerbangan.


Abi Adnan segera menelpon kantor travel milik mereka yang di kelola olah Ummi Adnan, mereka menyediakan tempat tinggal untuk pekerja yang menjadi orang kepercayaan mereka di kantor sehingga layanan kantor bisa dilakukan 24 jam, jadwal keberangkatan pesawat untuk hari ini baru saja terlewatkan, sehingga mereka hanya bisa melakukan penerbangan besok pagi.


Adnan tampak kecewa, Adnan hanya bisa berdoa semoga Anna baik-baik saja.


Setelah Adnan mandi sore, Didi menelponnya, Adnan segera mengangkat telpon Didi.


"Halo bang, abang lihat Anna sudah pulang dari luar belum?" tanya Adnan langsung pada inti pembicaraannya.


"Sudah, tadi abang yang ngantar Anna untuk servis Hp nya," ucap Didi.


"o syukurlah," ucap Adnan.


"Kamu dimana?" tanya Didi.


"Lagi di Bandung bang, Kakek meninggal kemaren sore, besok pagi kami akan pulang." ucap Adnan menjelaskan.


Setelah menelpon Didi Adnan bersiap-siap untuk menanti tamu.


...----------------...

__ADS_1


__ADS_2