
Setelah resepsi Anna memilih untuk pulang kerumah Adnan. Adnan dengan setia mengikuti keinginan istrinya.
"Kak besok siang kuat bawa mobil ke kampung?"
"Kuat lah, besok kita berangkatnya siang. jadi masih bisa istirahat dari malam sampai pagi. apa Anna capek?"
"Nggak."
"Kalau capek nantik kakak pijit."
"Anna gak capek kak."
Andan tersenyum mendengar jawaban manja Anna. mereka sampai di rumah dan segera rebahan dikamar Adnan.
Ummi dan Abi masih di lokasi pesta, Abi meminta Danu mencarikan supir untuk membawa mobil Adnan besok siang ke kampung Anna. Abi takut Adnan kelelahan kerena padatnya acara yang mereka lalui.
Danu menawarkan sepupunya yang sudah biasa membawa mobil.
"Baiklah, besok siang suruh Sepupu mu untuk datang kerumah. kita sama-sama berangkat ke kampung Anna."
"Baik pak."
Ummi dan Abi segera pulang menyusul Adnan yang sudah sampai di rumah. dalam perjalanan Abi menelpon Adnan.
"Ya Bi, ada apa?"
"Kalian sudah di rumah?"
"Sudah, kami sudah dikamar."
"Besok siang kalian akan di antar sepupu Doni, jadi kamu tidak usah menyetir."
"Oke Bi. Abi memang paling mengerti, terimakasih Bi." Adnan tersenyum.
"Ya, Besok kita berangkat sama. Abi tidak akan mengganggu lagi. siapkan jamu anti pegal dikamar, sama minuman stamina. biar besok pagi tidak loyo."
Adnan tertawa mendengar ucapan Abi nya.
"Udah ada dikamar Bi. tinggal diminum."
"Anak pintar. baguslah kalau kamu sudah siap, selamat menjadi suami dan menikmati ibadah wajib."
Adnan kembali tertawa mendengar ucapan Abi. mereka mengakhiri pembicaraannya.
"Abi yang telpon kak?"
"Iya, kata Abi besok siang ada supir yang akan mengantar kita pulang kampung."
"Syukurlah, Anna senang mendengarnya."
Anna menguap dan matanya juga terlihat lelah.
"Anna ngantuk? jangan tidur bentar lagi magrib. kakak buatkan jamu ya."
Adnan segera mengambil jamu yang sudah ia siapkan dikamar, menuangnya kedalam gelas. gelas untuk Anna hanya diisi setengah sedangkan gelas untuknya di isi penuh.
"Jamu apa kak?"
"Jamu anti pegal, gak pahit kok."
Adnan segera memberikan gelas yang sudah berisi jamu, Anna segera duduk, meminumnya sampai habis.
Anna turun dari kasur.
"Mau kemana?"
"Ambil minum."
Anna segera mengisi gelasnya dengan air mineral. duduk kembali di atas tempat tidur dan meminum air yang ada di gelas sampai habis.
"Besok pagi kita minum jamu ini lagi ya, biar makin segar dan capek-capeknya hilang."
"Ya, Anna kekamar mandi duluan ya kak, cuci muka sekalian wudhu."
Adnan mengangguk dan segera meminum jamu yang sudah ia siapkan.
Selesai sholat magrib rasa kantuk Anna semakin menjadi, Adnan yang masih memimpin zikir tidak tahu jika Anna sudah tertidur di atas sajadah lengkap dengan mukenah nya.
Adnan memutar badannya hendak bersalaman dengan istrinya. Adnan tersenyum melihat Anna yang sudah tidur. Adnan membuka mukenah Anna dan mengangkat Anna ketempat tidur.
"Katanya gak capek, baru siap sholat magrib udah tepar."
Adnan mencium semua bagian di wajah Anna. Anna tidak terganggu sedikitpun. Adnan tidak tega mengganggu tidur Anna. Adnan memilih melanjutkan kuliah online nya. Adnan belajar sampai jam 22.00, Adnan melihat Anna yang masih tidur.
__ADS_1
Adnan membangunkan Anna agar sholat isya dulu, Walaupun masih ngantuk Anna tetap bangun dan segera kekamar mandi mencuci muka dan mengambil wudhu.
Anna keluar dari kamar mandi.
"Tunggu kakak ya, kita sholat jamaah"
Anna mengangguk.
Setelah sholat berjamaah Anna kembali ke kasur dan bersiap untuk tidur.
"Masih ngantuk?"
"Iya, Anna tidur duluan ya kak."
Adnan ikut berbaring di samping Anna. Adnan mengusap pipi Anna yang sudah tertidur.
"Cepat banget sih tidurnya."
Adnan duduk dan memijit Anna.
Sebelum sholat subuh Anna terbangun, Anna merasa capek dan lelahnya telah hilang. badan Anna juga terasa ringan. Anna pergi ke kamar nya untuk mandi, Anna yakin mandi sebelum sholat subuh membuat tubuhnya makin segar dan tidak akan capek lagi.
Adnan bangun dan melihat Anna yang tidak berada disampingnya. Adnan mencari Anna dikamar mandi, Anna tidak ada. Adnan pergi kekamar Anna, Adnan mendengar air kran yang hidup dan ada yang mandi. Adnan duduk di kasur menunggu Anna selesai mandi.
Anna keluar dari kamar mandi dengan rambut basah. Adnan segera mendekat dan membawakan handuk kecil.
"Kok keramas?" tanya Adnan sambil mengusap rambut Anna dengan handuk kecil.
Anna yang kedinginan sehabis mandi memeluk Adnan, melingkarkan tangannya di pinggang Adnan.
"Kedinginan?" Tanya Adnan yang merasakan dinginnya tubuh Anna.
Anna mengangguk, Adnan meraih dagu Anna, memberikan kehangatan memalui mulutnya. Adnan semakin mahir memainkan bibirnya, hisapan demi hisapan membuat tubuh mereka menegang, hingga Anna mendesah tidak kuat menahan sentuhan Adnan.
Adnan segera mengangkat tubuh Anna membaringkannya di atas kasur.
tubuh Anna yang hanya dibalut handuk membuat Adnan tidak sanggup lagi menahan hasrat yang selama ini ditahan.
"Boleh?"
Anna mengangguk.
Mereka membaca doa.
Mereka merasakan betapa panasnya permainan baru yang mereka lakukan. udara dingin dan suhu tubuh Anna yang tadinya dingin berubah menjadi panas dan membuat mereka berkeringat.
Bagi Adnan ini awal perjuangan hubungannya bersama Anna, hubungan yang harus dijaga sampai maut memisahkan mereka.
Anna bersyukur bisa memberikan hak suaminya, hak yang memang pantas dipersembahkan untuk Adnan yang telah menjaganya selama ini hingga mereka berstatus suami istri.
"Nantik kakak gendong kekamar mandi ya?"
Anna mengangguk.
Adnan mencium semua bagian wajah Anna. Adnan membawa Anna dalam pelukannya. menutup tubuh polos mereka dengan selimut.
"Capek?"
"Sedikit."
Adnan tertawa mendengar jawaban Anna.
"Padahal kakak berencana melakukannya di kamar kakak."
"Anna maunya dikamar baru, di rumah Nenek."
Mereka sama-sama tertawa.
Setelah mandi dan sholat subuh, Adnan tidak mengizinkan Anna untuk turun dan banyak berjalan. Anna menurut. Adnan membawakan sarapan kekamar Anna dan menyuapi Anna, setelah sarapan Anna kembali berbaring dan tertidur.
Adnan mengemas pakaian dan barang miliknya untuk digunakan selama dikampung Anna. kemudian mengemas keperluan Anna.
Jam sebelas Anna bangun dan melihat Adnan yang tertidur disampingnya. Anna ingat belum menyiapkan barang untuk pulang kampung. Anna duduk dan berencana menyiapkan barang bawaan. Anna berjalan pelan. Anna melihat koper miliknya sudah ada didepan lemari. Anna membuka koper dan melihat semua barang yang iya perlukan sudah tersusun di koper.
Anna kembali keatas kasur dan berbaring di samping Adnan. Anna mengusap pipi Adnan dan mencium semua bagian di wajah Adnan. Adnan terbangun karena merasakan mulutnya ditempel sesuatu yang lembut. Adnan membuka matanya melihat Anna yang sedang mencium bibirnya.
"Kakak sudah bangun?" Anna merasa malu karena ulah nya membuat Adnan terbangun.
"Kenapa berhenti?"
"Malu."
Adnan tertawa dan memeluk Anna, menempatkan Anna di atasnya.
__ADS_1
"Kakak yang siapkan koper Anna?"
"Iya."
"Apa Anna mengganggu tidur kakak?"
"Tidak, Kakak suka diganggu seperti tadi."
Anna tertawa mendengar jawaban Adnan.
"Turun yok kak, Anna lapar."
"Anna dikamar saja, biar kakak yang turun."
Adnan melepaskan pelukannya, segera turun mengambil makan siang untuk dirinya dan Anna.
Mereka makan di teras. selesai makan Adnan kembali mengantar piring ke dapur. Mereka siap-siap untuk sholat dan berangkat ke kampung Anna siang ini.
****
Selama diperjalanan Adnan selalu memegang tangan Anna, menyandarkan Anna di bahunya. mereka sangat menikmati perjalanan ke kampung Anna.
Kedatangan Anna dan rombongan sudah ditunggu semua kerabat Anna. mereka mengajak Anna dan Adnan duduk diruang tamu bercengkrama dan saling memperkenalkan diri.
Adnan merasa pegal karena sudah duduk terlalu lama.
"Dek, kita kekamar yok." bisik Adnan
Anna pamit pada semua keluarga yang dari tadi duduk bergantian menahan mereka.
Adnan merasa lega bisa masuk kekamar, Adnan segera rebahan di atas kasur. Anna memijit Adnan.
"Terimakasih sudah membawa kakak masuk kekamar."
Anna tertawa mendengar ucapan Adnan.
"Semua yang menghampiri kita tadi akan tidur di rumah ini, mereka akan tidur diruang tamu."
Adnan kaget mendengar ucapan Anna.
"Kenapa mereka tidak tidur di rumah tetangga?"
"Kami kalau pergi acara kerumah saudara yang jauh, memang tidurnya ngumpul di rumah yang punya acara."
"Tapi kakak tidak bisa tidur kalau terlalu ramai, kita tidur di rumah Anna aja ya?"
Anna tidak tega menolak permintaan suaminya, tapi Anna merasa malu jika meninggalkan rumah Nenek.
"Nanti Anna tanyakan Ibu, kalau rumah Ibu belum sempat dibersihkan kita tidur di sini aja ya?"
"Kakak gak bisa, atau kita ke perumahan pabrik aja, Abi dan Ummi tidur di sana."
Anna pasrah dan tidak mau berdebat lagi.
Setelah sholat magrib, acara syukuran dimulai. Adnan dan Anna duduk terpisah. setelah acara selesai Anna mengajak Ibu bicara dan menyampaikan keinginan Adnan yang ingin tidur di rumah mereka, karena Adnan tidak bisa tidur jika terlalu ramai.
Ibu memikirkan cara agar mereka bisa meninggalkan rumah Nenek tanpa diketahui keluarga yang lain.
Ibu memberikan kunci motornya kepada Anna, menyuruh Anna pergi diam-diam bersama Adnan kerumahnya.
Anna merasa lega bisa mengabulkan permintaan suaminya dan tidak membuat keluarga yang lain kecewa kerena mereka tidak tidur dikamar yang sudah disediakan Nenek.
Adnan merasa bahagia bisa membawa Anna boncengan, ini pertama kalinya Adnan membawa Anna boncengan naik motor.
"Yakin kakak bisa tidur di rumah ini?"
Mereka sudah masuk kerumah panggung Anna yang kecil, hanya ada ruang tamu dan dua kamar tidur ukuran kecil.
Adnan tidak menjawab. Adnan segera masuk kekamar Anna. tempat tidur Anna dari kayu yang dibuat sederhana hanya dilapisi kasur dari kapuk dan muat untuk satu orang.
"Dek, kasur nya kita pindahkan ke tengah rumah, sekalian pinjam kasur Ibu ya, besok pagi kakak rapikan lagi."
"Baiklah."
Adnan telah selesai memindahkan dua kasur. mereka memasang alas masing-masing kasur.
Adnan mengajak Anna untuk sholat, mereka pergi ke dapur. Anna meminta Adnan masuk duluan kekamar mandi yang ada di ujung dapur. Anna memeriksa bahan masak Ibu di kulkas ternyata kulkas Ibu masih menyimpan banyak bahan masakan. Anna memeriksa magic com dan memasak nasi.
Udara di rumah Anna sangat dingin dimalam hari, karena itu Anna memasak nasi malam ini agar tidak kelaparan saat bangun.
Adnan lebih dulu tidur dari Anna, Anna merasa prihatin melihat suaminya yang kelelahan.
"Ayah, lihatlah menantu ayah, dia tidur dengan nyenyak. suami Anna sangat baik, doakan kami selalu bersama hingga ajal menjemput."
__ADS_1
Anna memeluk Adnan dan mencium semua bagian wajah Adnan. mereka tidur dengan nyenyak.
...----------------...