Bingkai Hati Anna

Bingkai Hati Anna
Kejutan untuk Anna


__ADS_3

sebelum acara dimulai Abi teringat Adnan, Adnan yang baru membuka hati dan menemukan Anna sebagai orang yang istimewa dihatinya, membuat Abi dan Ummi bertekad untuk membantu hubungan mereka agar tetap terjaga, Abi ingin menjaga Anna untuk Adnan.


Aula telah dipenuhi oleh seluruh penghuni asrama, setelah Bunda Yani memperkenalkan pemilik Yayasan, saatnya pengarahan yang disampaikan oleh Abi Zakaria, dalam penyampaiannya Abi memotivasi semangat belajar siswi asrama agar mereka bisa menyelesaikan sekolah dengan hasil yang memuaskan, di akhir pengarahannya,


Abi menyampaikan bahwa Anna adalah anak angkatnya, ucapan Abi membuat Ummi Inah dan Bunda Yani kaget, begitu juga dengan Anna dan siswi lainnya.


Selanjutnya mereka mengadakan acara makan siang bersama, semua hidangan sudah ditata pak Yayat, istrinya, dibantu Didi dan Doni di ruang pertemuan itu. hidangan disajikan dengan cara prasmanan untuk siswi dan karyawan asrama lainnya, sedangkan untuk pemilik yayasan, pengasuh dan kakak asuh duduk dimeja khusus, dengan hidangan yang sudah tersedia di atas meja.


Abi Zakaria mengajak Anna untuk duduk dimeja yang sama dengannya, Anna tampak segan dan malu dengan perlakuan istimewa dari Abi, tapi Ummi Salma memperlakukan Anna seperti putrinya sendiri, sehingga Anna bisa lebih tenang dan menikmati makan siangnya.


Setelah acara kunjungan dari pemilik yayasan selesai mereka di izinkan untuk meninggalkan aula dan bersiap untuk sholat zuhur.


Abi Zakaria menjadi imam sholat kali ini, biasanya jika sholat magrib, isya dan subuh yang menjadi imam sholat mereka adalah pak Yayat, Doni atau Didi, sedangkan untuk sholat zuhur dan ashar yang menjadi imam sholat adalah guru Laki-laki dari SMA xx.


Selesai sholat zuhur Abi dan Ummi Salma pamit untuk pulang kerumah, Anna ikut mengantar mereka ke parkiran, walaupun baru bertemu Ummi Salma tampak akrab dengan Anna. mereka seperti keluarga yang harmonis.


***


"Anna kenapa kamu tidak pernah cerita jika memiliki orang tua angkat?" tanya Lasmi.


"iya, kami sampai terkejut saat Abi memberitahu kamu adalah anak Angkatnya, kamu sangat beruntung Anna, aku bisa melihat mereka sangat menyayangi mu." ucap Tery


Mereka duduk di atas tempat tidur Anna.


"Pagi tadi aku di panggil Bunda Yani, ternyata di rumah pengurus sudah ada Abi dan Ummi, saat itu mereka mengatakan akan menanggung semua biaya sekolah dan biaya Asrama ku," jawab Anna menceritakan kejadian tadi pagi.


"Jadi kamu baru mengenal mereka tadi pagi? tanya Lasmi.


"iya"


"wah, ini namanya rezeki yang tidak pernah tertukar dan salah alamat." ucap Tery.


Ucapan Tery membuat Anna dan Lasmi tertawa.


"Anna kamu merasa tidak, jika Abi Zakaria memiliki kemiripan dengan Kak Adnan?" tanya Velisia yang ikut mendekat di tempat mereka duduk.


Mereka semua terdiam, memikirkan ucapan Velisia.


"Aku tidak merasa ada kemiripan diantara mereka." jawab Tery.


"Apa karena Abi Zakaria memiliki postur tubuh tinggi besar, kalau itu sih memang ada kemiripan." ucap Lasmi.

__ADS_1


"Tidak, aku tadi melihat Abi Zakaria membuka kacamatanya saat mau mengambil wudhu dari situ aku merasa mereka memiliki mata yang mirip." ucap Velisia.


"Lagian kamu juga aneh Anna, kenapa kamu bisa tidak mengenal orang tua kak Adnan, kamu kan sudah tunangan dengan kak Adnan." tanya Lasmi.


"Kak Adnan memberi Ku cincin ini dihari kedua kita kegiatan MOS, saat aku memakainya kata kak Adnan " ini cincin tunangan kita", aku tidak di izinkan melepaskan cincin ini. ucap Anna sambil memperlihatkan cincinnya.


"Wah, kak Adnan gerak cepat ternyata, belum ketemu antar keluarga tapi udah memberitahu kita Anna adalah tunangannya, aku salut dengan kak Adnan." ucap Velisia.


"Pengen punya pacar kayak kak Adnan." ucap Lasmi sambil memeluk bantal guling Anna.


Tingkah Lasmi membuat Tery, Velisia dan Anna mencari bantal lain untuk menyadarkan Lasmi dari hayalannya, mereka melempar Lasmi dengan bantal, sehingga tercipta perang bantal yang membuat heboh kamar itu.


***


"Abi udah ketemu Anna?" tanya Adnan.


saat Abi dan Ummi nya masuk kerumah.


"Kamu itu, tunggu Abi sama Ummi duduk dulu baru tanya, kebiasaan, jika ada maunya langsung ngerocos." ucap Ummi sewot.


Adnan terdiam, mengikuti Abi dan Ummi nya berjalan menuju ruang keluarga. setelah Abi dan Ummi nya duduk, Adnan ikut duduk.


"Kenapa kamu jadi baik banget, tumben nawarkan pijit Abi?" tanya Ummi.


"Adnan sering Mi pijit Abi, Ummi nya aja yang gak pernah liat." ucap Adnan membela diri.


"Duduklah" Ucap Abi memegang tangan Adnan yang sudah berdiri dibelakangnya dan memegang pundak Abi.


"Sekarang Abi mau tanya, kamu serius memilih Anna untuk jadi pendamping hidup mu?" tanya Abi dengan mimik wajah serius.


Adnan terdiam sesaat, **apakah Anna berbuat kesalahan didepan Abi dan Ummi?** Batin Adnan.


"Maafkan Anna Abi, Anna masih kecil, Adnan akan menegur dan membimbing Anna agar menjadi wanita yang baik." ucap Adnan sambil menundukkan wajahnya.


"Apa Anna sudah menceritakan apa yang terjadi hari ini?" tanya Abi.


"Belum Abi, Anna jarang melihat Hp, dia juga belum pernah mengadu tentang masalahnya pada Adnan, katakanlah apa kesalahan Anna Abi?" tanya Adnan yang masih menundukkan kepalanya.


Abi diam sebentar dan melanjutkan ucapannya.


"Anna telah mencuri hati Abi dan Ummi." ucap Abi.

__ADS_1


Perkataan Abi membuat Ummi tersenyum lebar dan hampir mengeluarkan suara, Adnan yang tadinya menundukkan kepala langsung menatap Abi nya dengan senyum yang menawan.


Adnan langsung memeluk Abi nya.


"terimakasih Abi." ucap Adnan bahagia.


Ummi Salma yang duduk disebelah Abi mengelus kepala Adnan dan tersenyum melihat Adnan.


"Abi yakin, semakin kamu banyak mengenal wanita kamu akan semakin bisa menilai mereka, makanya Abi tidak ingin kamu terlalu cepat menyatakan cinta, kamu sudah berusia 18 tahun, dan Abi yakin kamu bisa memilih, syukurlah pilihan mu adalah Anna." ucap Abi sambil melepas pelukan nya.


"Apakah Anna mengetahui kita keluarga?" tanya Adnan.


"Tidak, dia tidak mengetahui nya, biarkan saja Anna tidak mengetahui nya, karena Abi ingin, setelah Anna lulus SMA xx, Anna tinggal di rumah kita dan bisa kuliah di kota ini." jawab Abi.


"Syukurlah ternyata Abi sudah memikirkan masa depan Anna." ucap Adnan.


"Tadi Abi sudah mengumumkan di depan semua orang kalau Anna adalah anak Angkat kami, dan uang sekolah Anna mulai bulan depan akan ditanggung Abi, Anna sudah mengetahui ini." ucap Ummi.


Ucapan Ummi membuat Adnan bahagia, ternyata orang tuanya juga menyayangi Anna dan mendukung hubungan mereka.


"Abi, Ummi, malam tadi Anna bilang, jika dia tidak bisa memberi tahu Ibu nya tentang Adnan, karena Anna sudah berjanji tidak akan pacaran dan hanya ingin membuat ibunya bahagia dengan mendapat prestasi disekolah, bagi Adnan itu tidak masalah dan Adnan akan mewujudkan keinginan Anna, Adnan akan mendukung Anna agar fokus belajar, Apakah Abi sama Ummi tidak mempermasalahkan jika Anna tidak memperkenalkan kita pada keluarganya?" tanya Adnan.


"Abi tidak masalah, kita ikuti saja keinginan Anna, toh Anna juga tidak mengetahui kami adalah orang tua mu, yang jelas Abi akan menjaga Anna untuk mu, kamu harus tetap fokus dengan impian mu, selagi Abi sama Ummi sehat dan mampu, kami akan selalu mendukung mu, persiapkan diri mu jika masih berkeinginan untuk kuliah diluar negeri, jangan sibuk pacaran, Anna anak yang mandiri, dia pintar dan juga pandai menjaga diri, Ada Ummi Inah dan Bunda Yani yang menjaganya saat tinggal di asrama, jika sudah lulus Abi dan Ummi yang akan menjaganya." ucap Abi yang mengetahui kekhawatiran Adnan jika Anna tidak di dekat nya.


"Terimakasih Abi, Ummi, Adnan akan lebih giat belajar agar bisa lolos untuk kuliah di London, Adnan jadi tenang, karena jika Adnan tidak di rumah, ada Anna yang akan menghibur Abi sama Ummi." ucap Adnan.


"Ya, tapi Abi tidak bisa memeluk Anna saat merindukan mu, jika kuliah nanti cepat selesaikan kuliah mu, agar kalian bisa cepat menikah, nanti baru Abi bisa memeluk Anna." ucap Abi membuat Ummi tertawa.


"Abi mu iri melihat Ummi memeluk Anna dan mencium pipi Anna." ucap Ummi.


"Jadi ummi sudah memeluk dan mencium Anna?" tanya Adnan.


"iya, kenapa, kamu seperti tidak rela saja." ucap Ummi.


"Kalau Adnan cium Anna boleh Mi?" ucap Adnan dengan senyum nakalnya.


"Kamu tidak boleh mencium Anna, tunggu halal dulu." ucap Ummi kesal melihat tingkah anaknya.


Adnan tertawa melihat Ummi nya yang memasang wajah garang tapi tidak menakutkan bagi Adnan.


...----------------...

__ADS_1


__ADS_2