
Sore hari setelah mandi dan mengganti baju seragam sekolahnya. Anna menunggu kedatangan Ummi Salma diparkiran asrama. Anna berdoa berharap Ummi mau menolongnya dan mengabulkan keinginannya. sembari menunggu kedatangan Ummi Salma Anna tak henti-hentinya berdoa berharap doanya terkabul.
Anna bahagia melihat kedatangan mobil Ummi. doa yang tadi terus dipanjatkan dihentikan Anna, sekarang Anna sibuk menata kalimat agar Ummi mendukung keputusannya.
Ummi Salma datang bersama Abi dan Danu.
Mereka keluar dari mobil, Anna menghampiri mereka, menyalami mereka. seperti biasa Ummi akan memberikan pelukan untuk Anna dan mencium pipinya. Abi hanya mencium kepala Anna.
"Ada apa Anna, kenapa menyuruh Ummi datang?" tanya Ummi.
"Anna mau bicara penting Ummi." jawab Anna.
"Kalau penting sebaiknya kita bicara ditempat lain." ucap Ummi memberi saran.
"Anna hanya izin untuk bertemu Ummi disini." jawab Anna.
"Tidak masalah, biar Abi yang memberitahu pengurus asrama." jawab Abi mendukung saran istrinya.
Ummi menuntun Anna untuk segera masuk kedalam mobil mereka. meninggalkan Abi yang terlihat akan menelpon seseorang.
"Kita tunggu Abi." ucap Ummi saat mereka sudah masuk kedalam mobil.
Anna terlihat gelisah, Anna takut jika melanggar aturan asrama lagi, apalagi saat ini sudah sore tidak mungkin rasanya Anna di izinkan untuk keluar asrama.
Setelah selesai menelpon, Abi datang dan berkata. "Abi sudah memberi tahu Bunda Yani untuk membawa Anna pergi. Bunda sudah mengizinkan, jadi Anna tidak perlu khawatir lagi." ucap Abi mengusap kepala Anna yang sudah duduk di samping Ummi dibelakang kursi kemudi.
Anna tersenyum mendengar ucapan Abi.
Setelah berkata seperti itu Abi segera masuk ke mobil dan menyuruh Danu untuk segera berangkat.
Mereka sampai disebuah bangunan bertingkat bertulis kafe chu santai. Ummi menggandeng tangan Anna memasuki bangunan itu. pengunjung kafe belum banyak, Abi dan Danu memilih duduk di ruang terbuka. Ummi dan Anna masuk kedalam ruangan agak tertutup mereka duduk berhadapan. dibelakang mereka terdapat pembatas, sehingga mereka tidak bisa melihat orang yang duduk dibelakang mereka. mereka sama-sama berada dilantai satu.
Ummi sengaja memilih tempat duduk sedikit tertutup. Ummi tidak ingin pembicaraan mereka didengar orang dan membuat Anna tidak leluasa bicara.
Ummi memesan minuman dan snack untuk menemani mereka mengobrol.
"Mau bicara hal penting apa Anna?" tanya Ummi mulai membuka pembicaraan.
Anna melihat Ummi
"Anna mau minta tolong sama Ummi." ucap Anna menghentikan ucapannya.
"Minta tolong apa?" tanya Ummi.
"Anna mau pindah sekolah Mi." jawab Anna kadang melihat ummi kadang menatap meja didepannya.
"Kenapa pindah sekolah?" tanya Ummi kaget.
"Anna malu dan merasa bersalah terhadap Ummi Inah dan Bunda Yani, Anna sudah mengecewakan mereka. Anna sudah melanggar peraturan asrama dan Anna juga membawa pengaruh buruk untuk teman-teman di asrama." jawab Anna dengan wajah sendu.
"Bukankah pengurus asrama memberikan Anna kesempatan untuk memperbaiki kesalahan?" tanya Ummi Salma.
"Iya, tapi kesalahan Anna sudah terlalu banyak. Anna malu pada diri sendiri. Ibu dan nenek benar tidak baik jika pacaran sewaktu sekolah. Anna merasa bersalah pada Ibu dan Nenek karena telah melanggar janji pada mereka." jawab Anna matanya terlihat berkaca - kaca.
Pramusaji kafe datang menghidangkan pesanan meraka. setelah petugas itu pergi Ummi melanjutkan obrolan mereka.
"Semua ini karena Adnan." tanya Ummi menyalahkan anaknya.
"Tidak, Anna yang tidak bisa mengontrol diri. jika saja Anna punya pendirian semua ini tidak akan terjadi." jawab Anna menyalahkan diri sendiri.
"Anna pindah sekolah ingin menjauh dari Adnan?" tanya Ummi menyelidiki.
"Tidak sepenuhnya menjauhi kak Adnan. Anna ingin fokus sekolah dan memenuhi janji Anna pada Ibu dan Nenek." jawab Anna sebenarnya juga tidak ingin membuat jarak dengan Adnan.
"Bukankah dengan pindah sekolah artinya kalian tidak akan bertemu lagi? bagi Ummi sama saja Anna berniat menjauh dari Adnan." jawab Ummi ingin penjelasan jelas dari Anna.
"Anna mau pindah sekolah khusus sekolah wanita Ummi." jawab Anna mencoba menjelaskan.
"Kenapa memilih sekolah khusus wanita?" tanya Ummi.
"Supaya Kak Adnan percaya jika Anna benar-benar berniat hanya untuk sekolah bukan menjauh atau memutuskan hubungan dengannya." jawab Anna.
__ADS_1
Ummi salma bersyukur ternyata Anna masih mencintai Adnan.
"Apakah tidak masalah jika kalian menjalin hubungan jarak jauh? mungkin kalian tidak akan pernah bertemu sampai Anna lulus." ucap Ummi masih menggali informasi.
"Anna terlalu mencintai kak Adnan ummi. cinta ini membuat Anna tidak punya pendirian. selalu berharap kedatangan kak Adnan, berharap selalu bersamanya. bahkan Anna berharap bisa menikah bersama kak Adnan.
Anna lupa jika Anna tinggal di asrama yang terikat dengan peraturan.
Anna ingin menjaga cinta ini. cinta yang tidak membuat Anna tersesat." jawab Anna membuat Ummi mengerti, ternyata Anna sangat mencintai anaknya.
"Apa Anna sudah memberitahu Adnan?" tanya Ummi.
"Belum, Anna hanya akan mengirim surat. Anna tidak bisa menahan diri jika bertemu kak Adnan. Kak Adnan sangat baik, Anna ingin mewujudkan janji kak Adnan pada Abi nya." jawab Anna.
"Janji apa?" tanya Ummi.
"Kak Adnan sudah janji tidak menyentuh Anna sebelum kami menikah. tapi Anna tidak bisa menahan diri, hari minggu lalu Anna mencium pipi kak Adnan. karena itu Anna merasa malu pada diri sendiri dan pengurus Asrama." jawab Anna mengakui dosanya, dan akan terus bertambah jika selalu berdekatan dengan Adnan.
Ummi tersenyum mendengar jawaban Anna.
"Baiklah untuk masalah pindah sekolah sebaiknya kita bicarakan bersama Abi. Anna tunggu disini Ummi akan memanggil Abi." ucap Ummi tersenyum dan pergi ketempat duduk Abi.
Anna merasa tenggorokannya kering karena begitu banyak pertanyaan dari Ummi. Anna meminum minuman yang sudah tersaji didepannya.
"Mm enak sekali minuman ini, Jika Anna sudah bekerja nanti Anna akan ajak semua keluarga Anna untuk mencoba hidangan disini." batin Anna.
***
"Sudah selesai Mi, dimana Anna?" tanya Abi yang melihat kedatangan Ummi sendiri.
Ummi tersenyum melihat Abi.
"Abi, sepertinya kita akan cepat memiliki cucu." jawab Ummi membuat Abi bingung.
"Anak dan calon menantu kita masih sekolah, bagaimana mau cepat punya cucu?" tanya Abi.
"Anna mau pindah sekolah dan keluar dari Asrama." jawab Ummi.
"Anna menghindar dari Adnan karena tidak bisa menolak pesona Adnan, Anak kita hebat tapi juga bodoh. Dia tidak bisa merasakan cinta Anna yang begitu besar untuknya. bisa-bisanya dia masih meragukan Anna." ucap Ummi kesal dengan sikap Adnan yang tidak mengenal Anna.
Abi tertawa mendengar ucapan Ummi.
"Anna mau pindah kemana Mi?" tanya Abi.
"Dia mau sekolah di pesantren khusus perempuan, dia tidak mau dikunjungi Adnan." jawab Ummi.
"Besok anak kita juga akan pergi kuliah, apa salahnya Anna bersabar untuk satu tahun ini." jawab Abi.
Ummi berbisik ditelinga Abi.
"Mau Anna hamil saat sekolah?" bisik Ummi.
Abi terkejut mendengar ucapan istrinya.
Abi mengucap memohon ampun dan memegang dadanya.
"Benar bisa begitu?" ucap Abi penasaran entah siapa yang akan memulai duluan jika kejadian itu terjadi.
"Mereka sudah dewasa Abi. Anna ingin menjaga diri dan cintanya. makanya Anna memilih untuk pindah sekolah." jawab Ummi.
Abi mengangguk paham.
"Sekarang kita harus membuat Anna terikat untuk Adnan begitu juga dengan Adnan. Ummi ingin Abi mengkonsep perjanjian agar mereka berdua tidak terpisahkan nantinya." ucap Ummi memberikan masukan kepada Abi.
"Oh, kalau masalah itu Abi paling jago." jawab Abi.
Abi dan Ummi tertawa kecil bersama.
"Buruan kita ketempat Anna, nantik dia nangis Ummi tinggal lama." ucap Ummi, menganggap Anna seperti anak kecil.
Abi dan Ummi berjalan bergandengan menuju tempat duduk Anna. Danu dengan setia duduk ditempatnya bersama Abi. Danu tidak begitu mendengar apa yang mereka bicarakan karena Danu sibuk dengan Hp nya.
__ADS_1
***
"Jadi Anna mau pindah sekolah?" tanya Abi.
"Iya." jawab Anna.
"Biaya sekolah di pondok itu sama dengan biaya masuk SMA, uang bulanan nya juga bisa jadi hanya beda tipis. Abi tahu pesantren khusus wanita di kota ini. Abi dan Ummi Akan mengurus perpindahan sekolah Anna, membiayai sekolah Anna sampai Lulus dan kalau perlu Abi dan Ummi nanti yang mengeluarkan Anna dari asrama dan menjelaskan kepada keluarga Anna dikampung tentang kepindahan sekolah Anna." ucap Abi dan menghentikan ucapannya, Abi melihat Anna tersenyum lebar.
"Abi, Ummi terimakasih. Ummi dan Abi sangat mengerti apa yang Anna inginkan." ucap Anna dengan wajah bahagia.
"kami ingin kita membuat perjanjian yang akan Anna tandatangani, supaya kami tidak sia-sia mengurus, membiayai dan menolong Anna." ucap Abi membuat penekanan.
Anna masih tampak ceria.
"Baiklah Anna akan mematuhi dan melaksanakan perjanjian yang Abi inginkan. boleh Anna tahu isi perjanjiannya Abi?" tanya Anna.
"Nanti perjanjian ini akan di ketik kuasa hukum Abi. saat ini Anna cukup mendengarkan saja." ucap Abi meminta kertas dan pena pada Ummi.
"isi perjanjiannya seperti ini :
Anna berjanji akan menyelesaikan sekolah ditempat yang baru sampai Lulus.
selama sekolah Anna tidak boleh pacaran atau menerima cinta atau lamaran dari siapapun.
Anna hanya akan menikah dengan pilihan Abi dan Ummi.
selama Anna sekolah ditempat yang baru biaya pendidikan dan uang saku sepenuhnya menjadi tanggung jawab Abi dan Ummi.
bagaimana, Apa Anna menyetujui semuanya?" tanya Abi.
"Anna merasa berat dengan poin ke tiga Abi. bisakah isinya Anna hanya menikah dengan kak Adnan?" tanya Anna takut dijodohkan dengan anak Abi atau orang lain.
Abi dan Ummi saling melirik dan tersenyum.
"Abi dan Ummi sudah tua, kami ingin segera memiliki cucu. bukankah Adnan akan kuliah dulu, bagaimana jika dia kuliah sangat lama?" tanya Abi.
"Anna akan menanyakan ini pada kak Adnan, berapa lama waktu yang Abi berikan untuk kak Adnan kuliah?" tanya Anna agar mudah membicarakannya bersama Adnan.
"Abi ingin memberikan dia waktu 3 tahun setengah, Adnan harus menyelesaikan kuliahnya dengan jangka waktu segitu. jika dia tidak bisa menyelesaikannya maka Anna harus ikhlas melepasnya. bagaimana?" tanya Abi menantang Anna.
Abi juga tidak ingin Adnan kuliah terlalu jauh. setidaknya dengan Adanya perjanjian seperti ini membuat Adnan tidak berniat kuliah jauh.
"Baiklah Abi Anna setuju dengan syarat dari Abi, Anna akan membicarakan ini dengan kak Adnan. bisakah Abi mencarikan tempat Sekolah Anna dalam waktu dekat ini?" tanya Anna.
"Bisa, Besok pagi Abi bisa mengantar Anna untuk melihat sekolah itu." jawab Abi membuat Anna bahagia.
"Benarkah?" Apa bisa malam ini Anna keluar dari asrama?" tanya Anna dengan wajah bahagia.
"Kenapa buru-buru? Anna mau tidur dimana malam ini? trus jika Anna pindah sekolah besok pagi kapan Anna akan membicarakan syarat poin ke tiga bersama Adnan?" tanya Ummi takut Anna lupa dengan syarat yang akan mereka sepakati.
"Boleh Anna telpon kak Adnan sekarang? Besok pagi Anna keluar dari asrama dan langsung sekolah ditempat yang baru, Apa bisa begitu Bi?" tanya Anna.
"Kenapa rasanya kita sedang menghadapi Adik kandung Adnan?" tanya Abi berbisik pada Ummi yang duduk disebelahnya.
Ummi tertawa mendengar ucapan Abi.
"Mereka memang sudah jadi adik kakak." jawab Ummi membalas bisikan Abi.
Abi dan Ummi sama-sama tertawa kecil.
Anna masih menanti jawaban dari kedua orang tua angkatnya.
"Anna silahkan hubungi Adnan dan suruh dia kesini." ucap Ummi ingin melihat pertemuan dan perpisahan mereka malam ini.
Anna mengangguk dan segera menelpon Adnan.
Anna tampak semangat dan tidak memiliki beban hidup lagi.
__ADS_1
...----------------...