
Setelah makan malam, Abi mengajak Adnan bicara diruang keluarga.
Abi meletakkan cincin yang dipakai Anna di atas meja, Adnan yang mengenali cincin itu langsung mengambilnya.
"Abi, kenapa cincin ini bisa sama Abi?" tanya Adnan.
"Apa kamu mengenali pemilik cincin ini?" tanya Abi.
"Cincin ini Adnan yang pilih untuk Anna, tentu saja cincin ini milik Anna, kata Ummi tidak boleh mengambil barang yang sudah diberikan, kenapa Abi mengambilnya?" tanya Adnan.
"Untuk apa kamu memberikan Anna cincin jika kamu tidak bisa menjaga hati nya, sifat mu tidak dewasa, kamu lebih tua dari Anna tapi kamu tidak bisa menjadi contoh yang baik untuk nya." ucap Abi memarahi Adnan.
"kenapa Abi marah?" tanya Adnan.
"Pernahkah kamu bertanya seperti itu pada Anna?" tanya Abi.
Ummi Salma hanya jadi pendengar.
"Kenapa Abi membahas Anna?" tanya Adnan.
"Jawab dengan jujur, kenapa kamu meninggalkan Anna di kantin?" tanya Abi.
Adnan mulai mengingat kejadian tadi siang.
"Adnan kesal karena Anna terlalu memperhatikan Anto dan baju Adnan basah harus diganti." jawab Adnan jujur.
"Penilaian Abi benar, Anna lebih mengenal kamu, lebih dewasa dalam berfikir, tidak seharusnya kamu membuat Anna terikat dengan cincin murahan itu." ucap Abi marah.
Ummi Salma mengelus punggung Abi dan memberinya kode agar tenang.
"Adnan, kami sudah tahu kejadian di kantin sekolah, Anto tidak bisa ditahan karena Anto mengalami gangguan jiwa, sekarang Anto dirawat di rumah sakit jiwa, kamu dan Anna harus bisa menjaga diri." ucap Ummi Salma.
Adnan tertegun mendengar ucapan Ummi, Adnan tidak menyangka Anto bisa bebas dari hukuman.
"Menurut Ummi kamu masih belum mengenal Anna dengan baik, jika hati mu kecewa atau marah seharusnya kamu mencari solusi untuk mengatasi kemarahan dan kekecewaan mu bukan meninggalkan Anna sendiri.
jika kamu terus seperti ini akan mudah menciptakan Anto, Anto yang lain.
Ingat Adnan kamu harus menjaga Anna dan hatinya.
Anna melihat Anto bukan berarti dia memiliki perasaan pada Anto,
Anna mengetahui kamu kesal dan meninggalkannya di kantin, bisakah kamu membayangkan bagaimana kekecewaan Anna padamu?" ucap Ummi Salma menyadarkan kesalahan Adnan.
Hati Adnan terenyuh mendengar ucap Ummi, Adnan sangat menyesal dengan perbuatan bodohnya.
"Anna bukan organisasi yang harus kamu pimpin dan kamu kendalikan, Anna adalah seorang wanita yang punya impian dan keinginan.
Abi harap kamu tidak menjadi Kakak yang egois untuk Anna, jika kamu ingin semuanya baik-baik saja, kamu harus belajar memahami dan mengerti Anna.
dan Abi ingatkan, Anna adalah anak angkat kami, Abi hanya ingin Anna bersama orang yang tulus dan mengerti Anna, bukan memaksanya untuk mengerti." ucap Abi masih dengan kemarahannya.
Adnan merasa kesalahannya begitu besar, Adnan juga malu kerena tidak bersikap dewasa, Adnan berjanji tidak akan mengecewakan Anna lagi, Adnan bertekad akan memperbaiki semua kesalahannya.
"Baiklah Abi, Ummi, Adnan akan berusaha menjadi Kakak yang baik untuk Anna dan tidak akan berbuat bodoh lagi, tolong Abi dan Ummi maafkan kesalahan Adnan." ucap Adnan memohon.
"Baguslah kamu menyadari kesalahan mu, jagalah Anna, dia perempuan yang baik, jangan berikan Anna cincin itu lagi, dan buktikan kamu bisa berubah, Abi ingin melihat perubahan itu." ucap Abi dengan wajah serius.
"Baiklah Abi," ucap Adnan sambil meletakkan cincin di atas meja.
__ADS_1
Ummi mengambil cincin itu.
"Abi kita sholat dulu ya," ajak Ummi agar Suami dan anaknya bisa akur kembali.
Mereka sholat ditempat sholat khusus keluarga yang berada diluar rumah, setelah sholat mereka bersalaman suasana ini mampu menumbuhkan kembali kasih sayang yang berkurang karena kemarahan.
"Untuk masalah Anto, Abi akan terus memantau kondisi kesehatannya dan Abi akan pastikan dia tidak akan bisa berjualan di kantin sekolah lagi." ucap Abi saat Adnan memeluknya.
"Terimakasih Abi, Adnan juga akan hati-hati." ucap Adnan dan melepaskan pelukannya.
***
Anna dan teman sekamarnya sudah berbaring di tempat tidur masing-masing.
"Anna kenapa tidak memakai cincin? apa cincinnya hilang?" tanya Lasmi yang melihat jari polos Anna.
"Oh, tadi cincinnya di ambil Abi," jawab Anna singkat.
"Diambil? untuk apa, mereka kan orang kaya, apa mereka tidak merestui hubungan mu dan kak Adnan?" tanya Lasmi.
"Sepertinya begitu," jawab Anna.
Lasmi bangun dari tempat tidurnya dan ikut berbaring di kasur Anna.
"Ih, sempit." ucap Anna.
"sst, kamu mau ucapan kita di dengar semua orang?" tanya Lasmi membuat Anna terdiam dan tidak mendorongnya lagi.
"Bagaimana kamu menjelaskannya pada kak Adnan?" tanya Lasmi.
"Kata Abi, Bunda yani dan Ummi Inah yang akan mengatakannya pada kak Adnan," ucap Anna.
"Apa yang membuat mereka tidak merestui kalian?" tanya Lasmi.
"Apa kamu tahu kenapa kak Adnan pergi? biasanya dia yang selalu menemani mu?" tanya Lasmi.
"Sepertinya kak Adnan cemburu sama Anto, kak Adnan sempat melihat aku memperhatikan Anto, padahal aku hanya ingin memastikan kejahatan Anto, biasanya di film-film orang jahat selalu tersenyum jika sudah berbuat kejahatan." ucap Anna.
Lasmi yang mendengar ucapan Anna langsung memukul lengan Anna.
"Dasar bodoh, korban film lagi!
ya jelaslah kak Adnan cemburu, kamu pakai acara lihat Anto lama, coba kalau kamu lihat kak Adnan memperhatikan cewek lain, pasti kamu juga akan cemburu," ucap Lasmi menyalahkan Anna.
"Masak Sih?" tanya Anna kurang yakin.
"Jangan coba -coba ngetes kak Adnan, sekali dia memperhatikan cewek lain kamu pasti mewek, orang ganteng kayak kak Adnan pasti banyak yang mau," ucap Lasmi.
Anna teringat Mutia kakak kelasnya yang terlihat selalu mencuri perhatian Adnan, apalagi Mutia pernah menyuruh Anna untuk menerima cinta Anto.
"Ngapain melamun?" tanya Lasmi mengagetkan Anna.
"Apa kamu pernah pacaran?" tanya Anna pada Lasmi.
Lasmi tertawa mendengar pertanyaan Anna.
"Jangan bilang kak Adnan itu cinta pertama mu?" goda Lasmi.
Anna mengangguk.
__ADS_1
"Ya ampun, jadi benar kamu belum pernah pacaran?" tanya Lasmi.
"Dulu di SMP ada beberapa orang yang bilang cinta sama aku, tapi aku gak suka trus aku tolak, Ibu dan Nenek juga tidak mengizinkan ku pacaran, mereka takut terjadi hal yang memalukan." ucap Anna.
"Trus kenapa kamu terima kak Adnan? malah jadi tunangan dia!" tanya Lasmi.
"Hari pertama ketemu kak Adnan, dia ngajak aku untuk jadi adiknya, aku setuju, kemudian kak Adnan memperkenalkan ku pada Ummi Inah dan Bunda Yani, ternyata mereka ada hubungan keluarga, setelah bertemu mereka, kak Adnan menyatakan kalau dia menyukai ku dan ingin aku jadi istrinya, jadi aku gak terpikir untuk nolak kak Adnan,karena semuanya terasa sangat cepat." ucap Anna mulai bingung dengan perasaannya.
"Menurut ku kamu sangat tertarik dengan kak Adnan, makanya kamu gak bisa nolak dia, bahkan kamu lupa larangan dari Ibu dan Nenek mu." ucap Lasmi meyakinkan hati Anna.
"Trus aku harus bagaimana?" tanya Anna.
"Untuk amannya kamu harus merahasiakan hubungan mu dari Ibu dan Nenek mu, paling tidak sampai kamu lulus SMA." ucap Lasmi memberi saran.
Anna mengangguk.
"Aku sudah memiliki beberapa mantan dan sekarang aku lagi jalin hubungan dengan kak Iqbal." ucap Lasmi terus terang.
"Benar kamu jadian dengan kak Iqbal?" tanya Anna tidak percaya ucapan Lasmi.
Lasmi mengangguk.
"Tapi pacaran dengannya kurang seru, kita gak bisa kemana-mana, cuma ketemu disekolah." ucap Lasmi.
"Memangnya kalau pacaran enaknya kemana?" tanya Anna.
"Enaknya tu Nonton di bioskop, belanja di Mall, Makan-makan, trus ciuman." ucap Lasmi.
"is, kamu ini, jangan-jangan kamu udah?"
ucapan Anna terputus karena Lasmi menutup mulutnya.
"Jangan asal tuduh ya, aku masih perawan, aku hanya ciuman dengan pacarku, itu karena mereka memberi ku hadiah." ucap Lasmi tersenyum membayangkan semua mantannya.
"Trus kenapa putus?" tanya Anna.
"Aku bosan," ucap Lasmi.
"Kenapa kamu pilih masuk asrama? kenapa gak ngekos?" tanya Anna.
"orang tua ku khawatir, mereka pernah pergoki aku lagi pacaran, padahal cuma peluk cowok di atas motor, karena itu mereka jadi ketat sama aku, kata mereka kalau mau sekolah harus tinggal di asrama, untungnya aku bisa masuk SMA xx dan tinggal di asrama." ucap Lasmi.
Anna tersenyum mendengar cerita Lasmi.
"Eh, kamu kan sering ketemu kak Adnan diparkiran, kalian ngapain aja?" tanya Lasmi.
"Duduk di gazebo, makan, ngobrol, sama bang Didi juga." jawab Anna.
"Kenapa ada bang Didi?" tanya Lasmi.
"Ummi Inah sama Bunda Yani yang suruh bang Didi jaga kami, mereka takut kami berbuat macam-macam," ucap Anna.
"Aduh, berarti kalau kak Iqbal berkunjung akan seperti itu juga." ucap Lasmi.
"Memangnya kamu yakin Ummi sama Bunda bakal kasih izin kamu ketemu kak Iqbal diparkiran? Kak Adnan itu anak dari adik ipar mereka karena itu kak Adnan mendapat izin berkunjung." jawab Anna.
"Ampun, Aku lupa, mana mungkin kak Iqbal bisa berkunjung," ucap Lasmi kecewa.
Anna tertawa kecil melihat Lasmi yang frustasi tidak bisa bertemu dengan Iqbal selain jam sekolah.
__ADS_1
Setelah bicara cukup lama rasa kantuk menghampiri mereka, Lasmi kembali ketempat tidurnya, mereka tidur dengan nyenyak.
...----------------...