
Ustad Faiz bersiap untuk masuk ke kelas satu B Aliyah. Ustad Faiz berjalan lambat menaiki tangga karena bel menandakan waktu istirahat belum berbunyi. Ustad Faiz sampai di teras kelas satu B Aliyah. tanpa menghiraukan bunyi bel Ustad Faiz langsung masuk kedalam kelas.
Santriwati yang berada didalam kelas hanya setengah dari jumlah yang ada. Ustad Faiz melihat arah tempat duduk Anna yang kosong begitu juga dengan tempat duduk Aini.
Bel masuk untuk belajar berbunyi. semua Santriwati yang ada mesjid langsung bergegas menuju kelas masing-masing. Anna dan Aini berlari menuju kelasnya membawa tentengan tempat makan mereka.
Ustad Faiz memulai pelajaran setelah semua santriwati dikelasnya masuk. Ustad Faiz mulai mengabsen, setelah mengabsen semua muridnya. Ustad Faiz memanggil Anna untuk menghadapnya. Anna berjalan lambat dan sampai didepan Ustad Faiz.
"Anna, tolong ambilkan Kitab Tasawuf di rumah saya." ucap Ustad Faiz.
"Rumah Ustad dimana?" tanya Anna bingung.
Ustad Faiz salah tingkah dengan pertanyaan Anna, yang tidak mengenalnya.
"Bukankah kamu setiap sore kerumah Ummi Zahra?" tanya ustad Faiz.
Anna ingat Ummi Zahra pernah menyampaikan Nailah punya abang yang mengajar di pondok.
"Maaf, saya tidak tahu kalau Ustad anak Ummi Zahra." jawab Anna.
Ustad Faiz tersenyum kecut.
"Kamu kira aku akan tergoda dengan gaya polos mu. kamu sengaja terus mendekati Ummi dan berpura-pura tidak mengenal ku." batin Ustad Faiz.
"Sekarang pergilah." ucap Ustad Faiz memerintah.
Anna mengangguk dan segera keluar dari kelas untuk mengambil buku kitab tasawuf milik Ustad Faiz yang tertinggal di rumah.
Ustad Faiz melanjutkan pelajaran tanpa menunggu kedatangan Anna.
"Ummi, Saya disuruh Ustad Faiz mengambil buku kitab tasawuf miliknya, katanya tertinggal di rumah." ucap Anna yang sedikit ngos-ngosan karena berlari menuju rumah Ummi Zahra.
"Tunggu disini biar Ummi lihat di kamar nya." jawab Ummi Zahra.
Ummi Zahra mencari buku yang disebutkan Anna, dua kali Ummi membolak-balik rak buku Ustad Faiz yang ada di kamar nya tidak menemukan buku yang dicari.
"Anna, buku yang Anna sebutkan tidak ada. mungkin buku itu tidak disimpan di rumah." ucap Ummi Zahra keluar dari kamar Ustad Faiz menemui Anna.
"Baiklah Ummi Anna ke kelas dulu." jawab Anna sedikit kecewa.
__ADS_1
Anna masuk ke kelas dan berjalan kemeja ustad Faiz.
"Silahkan langsung duduk Anna." ucap Ustad Faiz tidak ingin Anna mendekati mejanya.
Anna bingung dengan perintah Ustad Faiz dan sepertinya Ustad Faiz tidak membutuhkan buku yang ia sebutkan tadi.
Anna fokus melihat papan tulis dan sesekali melihat buku cetak yang ada didepannya. Anna mencatat semua hal penting yang disampaikan Ustad Faiz.
Anna tidak pernah bertemu pandang dengan ustad Faiz. membuat ustad Faiz sedikit geram.
Ustad Faiz kembali memanggil Anna untuk berdiri didepan dan membacakan catatannya.
Anna menurut dan membacakan isi buku catatannya.
"Bagus, kamu memiliki catatan dengan bahasa mu sendiri." puji Ustad Faiz, Anna kembali disuruh duduk.
Aini yang sudah mengenal gaya mengajar Ustad Faiz merasa aneh dengan perlakuan ustad Faiz terhadap Anna. Ustad Faiz lebih sering melihat kearah Anna dan belum pernah menyuruh santriwati untuk mengambilkan sesuatu untuknya.
Jam belajar bersama ustad Faiz telah selesai. Ustad Faiz kembali memanggil Anna.
"Tolong kamu bawakan buku saya dan antar kerumah. saya ada perlu ke mesjid." ucap ustad Faiz kembali memerintah Anna.
Anna mengangguk dan segera membawa buku ustad Faiz keluar kelas, mengantarnya kerumah.
"Anna minum lah dulu, kamu pasti haus." ucap Ummi Zahra menawarkan.
Anna yang memang merasa haus tersenyum mendapat tawaran dari Ummi Zahra. Anna melepas sepatunya dan mengikuti Ummi ke ruang makan keluarga. Ummi menyuguhkan minuman dingin yang dituang di gelas dan memberikannya pada Anna.
Anna minum sampai habis.
"Terimakasih Ummi, Anna ke asrama dulu." ucap Anna pamit.
Ummi Zahra tersenyum dan mengangguk.
Anna memasang sepatunya dan melihat sendal yang pernah ia lihat sewaktu mengambil air di mesjid.
"Ternyata sendal ini milik Ustad Faiz, apa dia yang berdiri di samping ku waktu itu." Batin Anna.
Anna melanjutkan perjalanan nya menuju kelas untuk mengambil piring dan mencucinya ke asrama. selesai mencuci piring Anna pergi sendiri kerumah masak untuk mengambil jatah makan siang.
__ADS_1
Anna melihat ustad Faiz duduk didepan meja hidangan sedang bercengkrama bersama juru masak sambil mengambilkan makan siang untuk santriwati yang datang. Anna memberikan piringnya kepada juru masak dan mengikuti piring yang diisi petugas masak sampai semua menu yang dihidangkan selesai dimasukkan dalam piring Anna.
Anna tersenyum melihat juru masak yang telah mengisi piringnya dan mengucapkan terimakasih.
jarak bersama ustad Faiz hanya satu meter. Anna melihat Ustad Faiz dan pamit.
Ustad Faiz tidak melihat Anna, dia hanya mengangguk. Anna mencari keberadaan Aini dan Fitri, ternyata keduanya berada di teras mesjid sedang menunggunya untuk makan bersama sebelum sholat zuhur.
Setelah Sholat zuhur mereka kembali ke asrama, Anna memilih tidur siang sebelum masuk kelas selanjutnya.
Sore hari Abi Zakaria dan Ummi Salma datang mengantar surat pindah dan persyaratan sekolah Anna. mereka langsung menemui Ummi Zahra dirumahnya dan menyerahkan persyaratan itu.
Ummi Salma teringat kalau hari ini Anna belajar sore di rumah ustadzah Ita. Ummi Salma meminta izin untuk bisa menemui Anna di rumah Ustadzah Ita.
Ummi Zahra mengantar Ummi Salma untuk menemui Anna. Abi Zakaria memilih menunggu Ummi Salma diparkiran bersama Danu.
Ummi Salma membawakan pesanan Anna dan sekotak eskrim untuk Anna bersama teman-temannya.
Anna tersenyum melihat Ummi Salma yang datang menemuinya di rumah Ustadzah Ita. Ustadzah Ita memberikan waktu untuk Anna dan Ummi Salma bicara dirumahnya. Ummi Zahra bersama Ustadzah Ita bercengkrama berdua. sesekali mereka mendengar pembicaraan Anna dan Ummi Salma.
Setelah menyerahkan pesanan Anna Ummi Salma pamit untuk pulang karena suaminya menunggu diparkiran.
Ummi salma kembali berjalan bersama Ummi Zahra.
"Kak, tadi saya dengar kado dari Anna untuk Adnan sudah kakak berikan. siapa Adnan?" tanya Ummi Zahra.
Ummi Salma tersenyum mendengar pertanyaan Ummi Zahra.
"Adnan itu anak kami, dia masih kelas tiga SMA." jawab Ummi Salma.
"Ternyata Anna dan Adnan memiliki hubungan yang baik, saya kira Adnan akan cemburu karena kakak sangat perhatian dengan anak angkat kakak." ucap Ummi Zahra.
"Mereka saling menyayangi, bahkan Adnan sempat menangis mengetahui Anna pindah sekolah, dulu meraka sekolah di SMA yang sama." jawab Ummi Salma tidak mengatakan sebenarnya.
"Baiklah kami harus pulang, tolong jaga dan didik Anna." ucap Ummi Salma pamit saat keduanya sudah berada di gerbang parkiran.
Ummi Zahra tersenyum dan mengangguk.
Anna mengajak Ustadzah Ita untuk makan eskrim yang dibawakan Ummi Salma dan menyisakan sebagian untuk Aini dan Fitri.
__ADS_1
Ustadzah Ita sudah menikah, belum memiliki anak dan suaminya juga tidak setiap hari berada di rumah karena bekerja diluar kota.
...----------------...