Bingkai Hati Anna

Bingkai Hati Anna
Ungkapan cinta Anna


__ADS_3

Adnan kembali mengikuti pelajaran setelah makan siang dan sholat zuhur.


Adnan memasuki kelas yang belum dihadiri guru.


"Adnan, kami minta maaf. karena sudah berfikir buruk tentang mu." ucap salah satu teman Adnan.


Adnan bingung dengan ucapan temannya yang tiba-tiba minta maaf.


"Ya, aku maafkan." jawab Adnan yang tidak mencari tahu apa maksud pembicaraan temannya.


"eh, sok baik banget jadi orang." ucap Iqbal yang kesal melihat Adnan.


"Dia minta maaf, ya wajarlah dimaafkan." jawab Adnan membela diri.


"Tadi dia yang bilang sama pak guru kalau kamu membuat Anna hamil!" ucap Iqbal membuat Adnan kaget dan mengusap dadanya.


"Trus?" tanya Adnan.


"Pak Guru memastikan keadaan Anna, setelah tahu penyakit Anna pak guru menyuruh dia minta maaf sama kamu." ucap Iqbal.


"syukurlah," jawab Adnan singkat dan tidak mempermasalahkan apa yang sudah terjadi.


Iqbal hanya bisa menghela nafas panjang. melihat reaksi Adnan yang santai menyikapi temannya yang sudah berburuk sangka padanya.


Adnan teringat Anna yang mungkin belum sempat izin pada guru dikelasnya. Adnan keluar kelas menuju kantor majelis guru.


Adnan menemui buk Endang wali kelas Anna.


"Buk, saya mau mempermisikan Anna." ucap Adnan saat sudah berhadapan dengan buk Endang.


"Kemana Anna?" tanya buk Endang.


"Anna tadi pagi tidak sarapan buk, asam lambungnya naik. dia muntah-muntah dan saya bawa ke klinik, tadi Anna sempat mendapat perawatan di klinik. sekarang Anna sudah pulang ke asrama." jawab Adnan menjelaskan.


"Oh, pantas saja tadi guru yang masuk ke kelas Anna melapor. Anna izin keluar sebentar trus tidak kembali lagi. baiklah Ibu akan memberi tahu gurunya bahwa Anna sakit." ucap Buk Endang.


"Terimakasih buk." ucap Adnan dan pamit untuk ke kelas nya.


**


"Kenapa tidak sarapan Anna? tadi Anna berangkat sekolahnya pagi." tanya Bunda saat Anna sudah sampai di kamar nya dan duduk disebelah kiri Anna.


"Tadi kelamaan ngobrol sama kak Adnan Bunda." jawab Anna.


"Lain kali jangan ladeni Adnan ngobrol pagi, kamu pergi dulu ke kantin dan sarapan." ucap Bunda menasehati Anna.

__ADS_1


"Iya Bunda, tadi kak Adnan juga berkata begitu." jawab Anna.


Ummi Salma dan Abi Zakaria yang berada dikamar Anna duduk dimeja belajar mendengar pembicaraan mereka.


"Beginilah kalau punya kakak yang tidak mengenal kebiasaan adiknya." jawab Ummi Salma dengan suara kecil yang hanya didengar Abi.


"Betul. padahal bekal sarapan sudah dikirim." jawab Abi memanaskan suasana.


"Ummi akan hukum Adnan, cuma ditugaskan ngasi bekal untuk adik nya dia bisa lupa." ucap Ummi yang masih kesal dengan ulah anaknya.


Abi tersenyum mendengar ucapan istrinya.


"Hukumnya jangan berat ya Mi, kasian jagoan kita, sudah mulai sering kita marahi karena adik cantiknya." jawab Abi menetralkan suasana.


Ummi tertawa tanpa mengeluarkan suara, mendengar ucapan Abi.


"Gak lah, hukumannya juga untuk kebaikan mereka, selama ini Adnan kan belum pernah masuk dapur. Nanti Ummi akan suruh dia masak di dapur. biar dia pandai jaga istri kecilnya." jawab Ummi membuat Abi tertawa dengan menahan suaranya agar tidak keluar.


"Seperti Abi kan Mi, yang bisa di dapur dan di kasur." jawab Abi memuji dirinya.


Ummi tertawa cekikan mendengar ucapan suaminya.


Bunda Yani dan Ummi Inah yang duduk di samping Anna mendengar tawa Ummi Salma.


"Lihat mereka, seperti muda mudi yang pacaran." ucap Ummi Inah kepada Bunda Yani yang duduk disebelah kanan Anna.


Anna tersenyum mendengar ucapan Bunda Yani.


**Ya Allah, semoga kak Adnan menjadi jodoh Anna, hidup bahagia dan menua bersama.** doa Anna dihatinya.


"Anna kami sholat dulu ya, Anna sholat dikamar saja." ucap Ummi Salma yang sudah berdiri dari duduknya bersama Abi.


"Anna masih belum sholat Ummi, nanti sore baru keramas." jawab Anna dengan wajah malu karena ada Abi Zakaria.


Mereka dapat melihat wajah malu Anna, ingin rasanya mereka mencubit pipi Anna yang membuat mereka gemas.


Ummi Inah dan Bunda Yani mengusap kepala Anna bersamaan.


"Anna istirahat dulu ya, Ummi sama Bunda mau kerumah dulu." ucap Ummi Inah.


"Ya Ummi, terimakasih Ummi, Bunda." ucap Anna tersenyum cantik.


Anna tinggal sendiri dikamar asrama, Anna memilih menelpon Ibu nya.


"halo Anna, tumben Anna nelpon siang!" ucap Ibu Anna.

__ADS_1


"Iya, Anna udah pulang sekolah, tadi gurunya ada rapat jadi kami bisa pulang cepat." jawab Anna berbohong.


"Anna sepertinya paman tidak bisa menjemput Anna, Nantik Ibu saja ketempat Anna." ucap Ibu.


"Tidak usah Bu, kebetulan pemilik yayasan ini punya kebun di daerah kita, mereka menawarkan diri, mengajak Anna untuk ikut bersama mereka, pulangnya juga sama mereka lagi." jawab Anna.


"Oh, syukurlah ada yang bisa jadi tempat tumpangan. nantik Anna singgah di rumah nenek saja, biar ibu tunggu di rumah nenek." ucap Ira lega Anna bisa pulang.


"Baiklah Bu." jawab Anna dan mengakhiri telpon dengan Ibunya.


Kondisi lambung Anna masih kurang baik, Anna harus sering makan walaupun hanya sedikit. Anna melihat bungkusan yang ditempatkan Ummi salma di atas tempat tidur Lasmi. Anna membuka bungkusan itu, ternyata Ummi Salma membeli beberapa roti dan cemilan lainnya yang bisa dimakan Anna saat merasa lapar. dikamar Anna hanya ada lemari satu pintu memiliki 4 rak. Anna menyusun semua cemilan yang dibeli Ummi kedalam lemari nya. Anna membuka satu bungkus roti karena saat ini sudah merasa lapar. Anna bingung bagaimana cara menyimpan roti yang telah dibuka karena tidak memiliki toples.


Anna mengirim pesan whatsApp kepada Adnan.


"Kak bisa tolong belikan Anna toples untuk menyimpan roti?"


Pesan Anna langsung dibaca Adnan.


"Oke, yang ukuran berapa?" tanya Adnan.


Anna mengambil Rol yang ada dimeja belajarnya.


"Tinggi 20cm aja kak." balas Anna.


"Ya, nantik kakak belikan." balas Adnan.


"Kakak gak belajar?" tanya Anna karena saat ini masih jam 15.22 artinya Adnan masih berada disekolah dan belum jam pulang.


"Belajar, masih disekolah." balas Adnan.


"Kenapa bisa balas pesan Anna?" tanya Anna.


"Kakak harus standby jaga calon istri yang lagi sakit." balas Adnan.


Anna membaca pesan Adnan dengan senyum bahagia.


"Love U" balas Anna.


Adnan membaca pesan Anna langsung girang, hampir saja Adnan ketahuan sedang menggunakan Hp dikelas, Pak guru masih menulis dipapan tulis dan tidak melihat Adnan yang sedang menggunakan Hp.


ingin rasanya Adnan mencium Hp nya, tapi Adnan harus menahan diri.


Anna selalu berhasil membuat kejutan untuk Adnan.


Setelah mengirim pesan terakhir. Anna merasa malu, karena telah berani menyatakan perasaannya kepada Adnan.

__ADS_1


"Ibu, Nenek maaf ya, Anna tidak bisa menepati janji. Kak Adnan tidak seperti laki-laki yang pernah mendekati Anna, dia begitu sempurna. Anna janji akan giat belajar dan tidak mengecewakan Ibu dan Nenek." ucap Anna bermonolog, sambil menggenggam Hp dengan kedua tangannya.


...----------------...


__ADS_2