Bingkai Hati Anna

Bingkai Hati Anna
Jangan terlalu mempercayai teman


__ADS_3

Setelah membuat tugas sekolah, Anna berbaring ditempat tidurnya, teman sekamar Anna belum tidur dan masih memegang Hp ditangan masing-masing.


Anna mengambil Hp nya.


Anna melihat begitu banyak pesan WhatsApp grup dari teman SMP dan pesan pribadi dari nomor yang dikenal dan tidak dikenal.


Anna terlihat malas untuk membacanya. Lasmi yang dari tadi memperhatikan Anna mengambil Hp Anna dan melihat ada ribuan pesan yang tidak dibaca Anna.


"Ya ampun Anna, kamu tega sekali. begitu banyak pesan yang masuk tapi tidak dibaca." ucap Lasmi yang masih menggeser layar Hp Anna.


"Kamu baca aja. aku malas baca." jawab Anna tidak mempermasalahkan Hp nya ditangan Lasmi.


Lasmi mencari nomor Adnan, tidak ada kontak yang diberi nama panggilan sayang, pacar, calon imam atau nama Adnan di kontak Anna.


Lasmi pura-pura membaca pesan Anna seperti yang disampaikan Anna.


Lasmi menanyakan nomor kontak Adnan pada Iqbal. Pesan Lasmi dibalas cepat oleh Iqbal dan mengirim nomor Adnan.


Lasmi mencoba melacak nomor Adnan menggunakan Hp Anna. Lasmi menemukan kontak Adnan disimpan dengan nama Ketua OSIS.


Lasmi menepuk kepalanya. Lasmi membuka pesan WhatsApp Anna dan mengintip obrolan Anna dan Adnan.


Tidak ada pesan yang ditampilkan.


Lasmi geleng-geleng kepala melihat gaya Anna pacaran. Anna tidak suka bawa Hp kesekolah sampai di rumah cuma lihat pesan SMS dari ibu atau panggilan tak terjawab dari keluarganya. Anna memang menghabiskan waktu untuk selalu bersama Adnan jika disekolah.


Berbeda dari Lasmi siang malam selalu mengharap perhatian Iqbal, selalu menanyakan kegiatan Iqbal.


"Anna." ucap Lasmi memanggil Anna.


Anna menoleh melihat Lasmi.


Lasmi memberi kode agar Anna tidur disebelahnya. Anna menurut dan tidur disebelah Lasmi.


"Apa kamu tidak merindukan kak Adnan?" tanya Lasmi.


"Tadi udah jumpa." jawab Anna.


"Aku juga sudah jumpa sama bang Iqbal. sebelum tidur kami berbalas pesan dulu. biar cinta kami makin awet." ucap Lasmi.


"Aku malas lihat Hp, takut jadi kebiasaan. Ibu bisa marah kalau aku hanya sibuk dengan Hp." Jawab Anna.


"Ibu mu sangat kejam." ucap Lasmi.


"Ibu ku tidak kejam, dia hanya ingin aku fokus belajar dan tidak mengecewakannya." jawab Anna.


"Apa selama dikampung kamu mengabari kak Adnan?" tanya Lasmi.


"Gak berani." jawab Anna.


"Kak Adnan juga gak ngabari kamu?" tanya Lasmi.


"Gak, karena aku larang." jawab Anna.


Lasmi kembali menepuk jidat nya sendiri.


"Jangan buat aturan seperti itu nanti kamu bisa dipepet sama yang lain. Kak Adnan itu baik dan ganteng. Kalau kamu terlalu kaku dan membatasi dia, bisa-bisa kak Adnan pindah ke lain hati." ucap Lasmi.


"Sudah lah, jangan bahas kak Adnan lagi. aku ngantuk." jawab Anna bangkit dari tempat tidur Lasmi dan kembali ketempat tidurnya.


Anna menarik selimutnya dan segera tidur tidak mempedulikan Hp nya yang masih dipegang Lasmi.


Lasmi mengetik pesan WhatsApp untuk Adnan.


"Selamat malam dan mimpi indah ya calon imam ku." pesan dari nomor Anna.


Adnan yang akan segera tidur mendengar pesan masuk, Adnan membuka dan membacanya.


Adnan tidak begitu yakin pesan itu dikirim Anna, karena itu bukan kebiasaan Anna.


"Belum tidur yang?" balas Adnan.


"Lagi rindu 😘." balas Lasmi.


Adnan langsung menghubungi nomor Anna menggunakan panggilan video.


Lasmi kehilangan akal untuk mengerjai Adnan dan Anna. panggilan Adnan tidak dijawab Lasmi. Adnan menebak yang mengirim pesan bukan Anna. sekali lagi Adnan menelpon menggunakan panggilan video tetap tidak diangkat Lasmi. Anna yang baru saja tidur tidak mendengar Hp nya berbunyi.


Lasmi meletakkan Hp Anna dibawah bantal Anna kemudian segera tidur.


***

__ADS_1


Pagi-pagi sekali Adnan sudah siap untuk berangkat sekolah, Adnan tidak sarapan langsung menuju sekolahnya.


Adnan sampai disekolah jam 6.15 menit, Adnan menelpon nomor Anna. Anna yang masih menggunakan handuk baru selesai mandi mengangkat telpon Adnan.


"Assalamualaikum, ada apa kak?" tanya Anna heran melihat Adnan menelponnya pagi-pagi.


"Kakak udah di kantin, Anna cepat kesini ya." ucap Adnan.


"Anna baru siap mandi kak, masih pakai handuk." jawab Anna. membuat Adnan yang sedang menelponnya membayangkan tubuh polos Anna yang hanya menggunakan handuk.


Adnan tersadar dan segera memohon ampun mengucapkannya didalam hati.


"Oh, kakak hanya mau kasih kabar. bersiaplah, dan segera temui kakak." ucap Adnan dan meng akhiri panggilannya.


***


Jam 6.50 Anna selesai berpakaian mengenakan seragam sekolah. Anna pamit pada teman-teman sekamar nya untuk berangkat duluan.


Anna juga pamit pada Ummi dan Bunda Yani.


"Tumben sendirian, mana teman yang lain?" tanya Ummi Inah.


"Anna sudah ditunggu kak Adnan di kantin Ummi." jawab Anna.


Ummi dan Bunda Yani saling menatap dan tersenyum.


"Pergilah. belajar yang rajin." ucap Ummi Inah menyuruh Anna segera pergi.


Anna segera berlari melewati pos satpam pembatas yang biasa dijaga bang Doni. pagi ini pos Satpam dijaga oleh orang baru, terlihat lebih tua dari bang Doni. Anna hanya tersenyum melihat satpam yang menggantikan bang Doni.


Satpam melihat gadis cantik, tersenyum dan melewatinya pagi ini. satpam itu mengingat wajah dan senyum Anna. apalagi ini hari pertama dia bertugas.


"wih cantiknya, harus dapat nomor dia nih. rugi banget cewek cantik seperti itu hanya bisa dilihat." batin satpam baru.


Lima menit setelah Anna melewati pos satpam siswi lain mulai melewati pos satpam. satpam itu memperhatikan satu persatu wajah yang lewat. belum ada yang mempu mengalahkan kecantikan Anna. rombongan kamar Anna keluar dan melewati pos satpam bersama-sama.


"Eh ada abang satpam baru." ucap Lasmi berhenti membuat semua temannya ikut berhenti.


"wah, cuma adik-adik ini yang menyapa Abang." ucap satpam baru.


"Masa', biasanya teman kita yang paling duluan berangkat tadi juga suka menyapa." ucap Tery mengetahui Anna sangat ramah dan berangkat duluan.


"Oh, ternyata adik-adik masih punya satu teman lagi, kirain gengnya cuma sembilan." jawab satpam baru yang sudah menghitung jumlah mereka.


"Apa kelompok kalian anak perempuan yang berangkat sekolah sebelum jam tujuh tadi?" tanya satpam baru.


"Iya." jawab Lasmi yang mengetahui jam Anna berangkat sekolah.


Satpam baru merasa senang mengetahui Anna adalah geng mereka.


"Siapa namanya?" tanya satpam baru.


"Enek aja tanya nama teman yang gak ada disini. kita dari tadi yang ngajak abang bicara malah gak ditanya nama kita siapa." jawab Tery yang memang terbiasa judes.


"Maaf, kenalan dulu yok. nama abang Beni." ucap satpam baru memperkenalkan dirinya.


"Salam kenal bang Beni, kami duluan." ucap mereka semua kompak dan tertawa meninggalkan Beni.


Beni merasa tertipu.


"Dasar cewek-cewek genit. untungnya aku sudah tahu dimana tempat tinggal kalian." ucapnya bermonolog.


***


"Kak kenapa pagi-pagi sudah mau ketemu Anna?" tanya Anna yang penasaran Adnan sangat kepagian datang kesekolah.


Sarapan yang mereka pesan baru disiapkan Yanto.


"Tadi malam Anna ada kirim pesan WhatsApp ke kakak?" tanya Adnan.


"Gak." jawab Anna.


"Hp nya disimpan dimana?" tanya Adnan.


Anna mengingat semalam Hp nya direbut Lasmi dan Anna memberi izin kepada Lasmi untuk membaca pesan yang masuk.


"Semalam Lasmi yang pegang Hp Anna." jawab Anna.


"Lain kali jangan berikan Hp Anna pada siapapun. mana Hp Anna?" tanya Adnan.


"Anna tinggal di lemari." jawab Anna.

__ADS_1


Adnan memperlihatkan pesan yang dikirim Lasmi kepadanya menggunakan Hp Anna.


Anna membaca pesan itu, Anna terkejut melihat pesan yang dikirim Lasmi.


Anna juga melihat nama kontak yang mengirim pesan itu.


Sayangku


Anna merasa malu melihat Adnan menyimpan nomornya dengan memberi nama Sayangku.


Adnan tidak menutupi hubungannya dengan Anna dari siapapun, sehingga Adnan dengan mudah menyimpan kontak Anna dengan nama seperti itu.


"Maaf ya kak, Anna nyimpan kontak kak Adnan dengan nama Ketua OSIS." jawab Anna.


Adnan tertawa mendengar ucapan Anna.


"Gak papa, Asalkan hati Anna hanya untuk kakak." jawab Adnan tidak mempermasalahkan nama nya dikontak Hp Anna.


Anna tersenyum mendengar jawaban Adnan.


Sarapan pagi mereka telah siap, mereka memesan soto dengan porsi lengkap. Yanto mengantar sarapan untuk mereka.


"Ini sarapan pagi untuk pasangan yang sangat romantis dan serasi." ucap Yanto sambil meletakkan mangkuk sarapan Anna dan Adnan.


Yanto telah mengetahui siapa Adnan dari pak Yayat. Yanto merasa bersalah karena adiknya telah menggangu Anna, calon istri Adnan.


Yanto juga berterimakasih kepada Abi Zakaria yang masih mau membiayai biaya pengobatan Anto yang masih dirawat di rumah sakit jiwa.


Keluarga Yanto telah berjanji kepada Abi Zakaria akan membawa Anto pulang kampung setelah dinyatakan hanya perlu rawat jalan oleh pihak rumah sakit. Abi tidak ingin Anto menemui Anna apalagi sampai mengusik Anna.


Selama Anto masih dinyatakan sakit, Abi yang akan membiayai pengobatannya. keluarga Anto hanya perlu merawat Anto dan membantunya untuk sembuh. Abi juga telah membuatkan rekening khusus untuk biaya hidup Anto yang bisa digunakan keluarga Anto untuk biaya hidup Anto sehari-hari.


Yanto sebenarnya sangat malu menerima kebaikan dari Abi Zakaria. tapi Abi tidak pernah main-main dalam ucapannya. Abi mengirimkan rekening Anto uang bulanan sebesar Tiga Juta Rupiah, untuk bulan ini uang itu sudah ditransfer. padahal Anto masih belum keluar dari rumah sakit. kartu ATM Anto dipegang Yanto.


Setelah menghabiskan sarapan mereka. Anna berdiri.


"Mau kemana dek?" tanya Adnan penasaran dengan gerakan Anna.


"Mau bayar sarapan kita." jawab Anna.


Adnan tertawa mendengar jawaban Anna.


"Ya deh, yang lagi banyak duit ternyata suka traktir juga." jawab Adnan menggoda Anna.


Anna tertawa mendengar ucapan Adnan dan segera membayar sarapan mereka. Adnan ikut menyusul Anna. mereka berjalan keluar dari kantin. baru beberapa langkah dari kantin Adnan menahan Anna. Adnan memegang resleting tas Anna membuat Anna diam ditempatnya dan melihat Adnan yang berjalan dan berdiri didepannya.


"Besok Hp nya jangan diberikan pada siapa pun." ucap Adnan mengingatkan Anna.


"Iya kak." jawab Anna.


"Nantik pulang sekolah Anna cek WhatsApp nya, kakak takut Lasmi tidak hanya mengirim pesan seperti ini kepada kakak." ucap Adnan masih mengingatkan Anna.


"Iya kak." jawab Anna yang menyadari kebodohannya terlalu percaya dengan teman.


"Selamat belajar sayang. mmuah." ucap Adnan mengusap kepala Anna yang tertutup jilbab dan seolah-olah memberikan ciuman di kening Anna.


Anna merasa malu dengan perbuatan Adnan, Anna lari meninggalkan Adnan yang masih berbunga-bunga.


Anna dan Adnan belajar dengan semangat. hari ini mereka habiskan waktu selalu bersama saat jam istirahat dan makan siang. Adnan juga telah menyampaikan kepada Anna, Ummi dan Abi pemilik yayasan telah minta maaf kepada mereka dan mereka tidak akan pernah membahas Febrian lagi dan tidak akan menjodohkan Anna dengan Febrian.


***


Adnan mengantar Anna pulang sekolah sampai diperbatasan.


Beni melihat Anna yang di antar Adnan.


Beni terus memperhatikan laki-laki yang mengantar gadis cantik pujaan nya.


Adnan dapat membaca mimik wajah Beni yang kurang suka dia mengantar Anna pulang.


Tapi Adnan tidak mau ambil pusing dan memilih cuek bahkan terkesan memanaskan hati Beni.


Adnan mengusap kepala Anna.


"Kabari kakak setelah melihat semua pesan WhatsApp." ucap Adnan yang masih penasaran dengan perbuatan Lasmi.


"Ya kak," ucap Anna tersenyum melihat Adnan.


"Pulanglah dan hati-hati terhadap Satpam baru." ucap Adnan kembali mengingatkan Anna.


"Ya kak." ucap Anna manja, karena baru kali ini Adnan memegang kepala Anna dengan lama.

__ADS_1


Adnan melepas tangannya dari kepala Anna dan melihat kepergian Anna melewati pos satpam dan masuk ke asrama. setelah memastikan Anna aman, Adnan segera pulang kerumahnya.


...----------------...


__ADS_2