
Setelah belanja oleh-oleh untuk Keluarga Anna. Adnan pulang kerumah.
"Darimana?" tanya Abi saat Adnan akan naik tangga menuju kamarnya.
"Tadi Adnan liat tempat Kos bang Doni, trus beli oleh-oleh untuk dibawa Anna pulang kampung." jawab Adnan.
"Apa yang kamu beli?" tanya Abi.
"Buah, roti, Wafer dan jajan jeli." jawab Adnan
"Mana barangnya?" tanya Abi.
"Di mobil." jawab Adnan.
"Buahnya kamu simpan di kulkas dulu, besok siang biar Abi yang bawa sekalian jemput Anna, takut buahnya pengap dalam mobil." jawab Abi.
"Oh, ya Abi. nantik Adnan Ambil. Adnan mau mandi dulu bentar lagi waktu sholat maghrib." jawab Adnan.
Abi mengangguk dan meninggalkan Adnan. melihat Abi pergi Adnan segera kelantai atas untuk membersihkan diri.
***
Sore ini ummi Inah dan Bunda Yani baru sempat memeriksa kamera pengawas diarea parkir. mereka terkejut Adnan membawa Anna pergi dengan mobil malam tadi. mereka pergi sekitar satu jam.
Ummi Inah dan Bunda Yani sepakat untuk memanggil Anna kerumah mereka. mereka ingin Anna tidak mengulang kembali kesalahannya.
Setelah sholat Isya Bunda Yani meminta Anna datang ke rumah pengurus. Anna merasa takut karena tadi malam sudah melanggar peraturan.
Anna tiba di rumah pengurus setelah mengganti mukenah nya dengan Jilbab.
"Masuk Anna." ucap Ummi yang melihat keraguan Anna untuk masuk.
"Duduklah." ucap Ummi.
Anna duduk dengan kedua tangannya saling menggenggam.
Bunda datang dan ikut duduk bersama mereka.
Bunda kembali merekam pembicaraan mereka dan mengarahkan kamera kearah Anna.
"Apa kamu takut Anna?" tanya ummi yang melihat Anna dari awal masuk hanya menundukkan kepala.
Anna mengangguk.
"Apa kamu ada berbuat salah?" tanya Ummi.
"Iya." jawab Anna masih menunduk.
"Beritahu kami apa kesalahan Anna, jika Anna jujur kami tidak akan memberi hukuman berat." jawab Bunda mulai menekan Anna.
"Tadi malam Anna pergi keluar asrama." jawab Anna tidak melibatkan nama Adnan.
"Pergi kemana?" tanya Ummi penasaran.
"Pergi makan." Jawab Anna masih tidak menyebut nama Adnan.
"Kamu yang ingin pergi atau ada yang mengajak?" tanya Bunda.
"Anna diajak, Kak Adnan lapar belum makan." jawab Anna mulai menyebut nama Adnan. wajah Anna masih tertunduk.
"Kenapa Anna tidak menolak?" tanya Bunda.
"Kak Adnan orangnya baik, Anna tidak tega menolak apalagi kak Adnan lapar." jawab Anna masih menundukkan wajah.
Ummi Inah dan Bunda Yani tersenyum mendengar jawaban Anna
"Apa Adnan memegang tangan Anna saat di mobil?" tanya Bunda mulai memancing Anna agar lebih terbuka.
"Tidak. kami tidak pernah pegangan tangan. Kak Adnan hanya menyuapi Anna sekali saat makan." jawab Anna tidak ada yang ia sembunyikan.
"Apa Adnan pernah mencium Anna?" tanya Ummi ingin Anna lebih terbuka.
Anna mengangkat wajahnya melihat Ummi dan Bunda. kemudian menunduk lagi.
"Waktu itu Anna tidak sengaja. kami pergi ke ruang perpustakaan, diruang perpustakaan tidak boleh bersuara lantang, kami bicara berbisik-bisik, Anna tidak sengaja mencium pipi kak Adnan karena waktu itu posisi duduk Anna tidak stabil. hanya itu yang pernah terjadi." jawab Anna merasa malu harus menceritakan aib nya sendiri.
Ummi dan Bunda tertawa tanpa mengeluarkan suara. mereka menutup mulutnya agar Anna tidak tahu dan tidak mendengar suara mereka.
"Anna, lihat Bunda." ucap Bunda dengan suara dibuat tegas.
Anna mengangkat wajahnya melihat Bunda.
"Ini terakhir kalinya Anna keluar asrama malam hari bersama Adnan atau siapapun. jika Anna mengulang kejadian ini lagi, Bunda akan memanggil Ibu Anna." ucap Bunda tegas.
"Iya Bunda, Anna janji tidak akan mengulang kesalahan ini lagi." jawab Anna hampir menangis karena takut.
Setelah Anna berjanji Bunda dan Ummi mengizinkan Anna untuk pulang ke rumah putih.
__ADS_1
Bunda mengirim hasil rekamannya kepada Ummi Salma.
"Kita harus waspada dengan kedekatan mereka. maaf kami harus mengambil tindakan seperti ini." tulis Bunda pada keterangan video yang ia kirim.
Ummi Salma membaca kiriman pesan dari Bunda Yani tapi tidak langsung membalasnya.
Setelah beberapa menit Ummi salma membalas pesan Bunda Yani.
"terimakasih kak sudah mengawasi mereka. tadi malam Adnan sudah cerita dia membawa Anna keluar asrama. saya juga sudah menasehati Adnan agar tidak mengulang perbuatannya membawa Anna keluar asrama malam hari." balas Ummi Salma.
"Mereka sama-sama polos sehingga mudah mengorek informasi. semoga mereka tidak melewati batas dalam menjalin hubungan." balas Bunda Yani.
Ummi Salma membalas dengan gambar tertawa.
***
Setelah dari rumah pengurus, Anna mengambil ponsel dan menelpon Adnan. Anna duduk di kursi santai depan asrama.
Adnan yang melihat Anna menelponnya merasa sangat bahagia, karena baru kali ini Anna menelponnya.
"Assalamualaikum sayang, ada apa ni. tumben nelpon." goda Adnan yang sedang berbaring di kasur nya.
"Anna barusan dari rumah pengurus kak. mereka mengetahui Anna pergi keluar asrama sama kakak tadi malam. Anna disuruh berjanji agar tidak mengulangi perbuatan itu." ucap Anna sedih.
Mendengar Anna mendapat masalah Adnan segera duduk.
"Maaf ya, karena kakak Anna harus buat perjanjian. apa Bunda dan Ummi memarahi Anna?" tanya Adnan dengan nada sedih.
"Mereka tidak marah, hanya mengingatkan agar Anna tidak berbuat seperti itu lagi. untuk kedepannya kakak jangan ajak Anna lagi ya, Anna takut melanggar janji." ucap Anna dengan nada memohon.
"Baiklah, tapi kalau ada orang lain yang ngajak Anna keluar Anna tetap menolak kan?" tanya Adnan.
"Iya Anna akan tolak. lagian gak mungkin ada orang lain yang akan ngajak Anna keluar." jawab Anna.
"Semua bisa terjadi Anna." jawab Adnan seolah meragukan Anna.
"Anna gak mau kak, Anna hanya mau sama kakak." jawab Anna dengan nada manja dan merengek
Adnan tertawa mendengar ucapan Anna yang terus terang dengan perasaannya.
"iya, kakak juga maunya sama Anna. kakak suka Anna manja seperti ini membuat kakak makin sayang sama Anna." jawab Adnan membuat Anna tersipu malu.
"Oke, kakak janji tidak akan membuat Anna melanggar peraturan asrama lagi. Anna juga harus janji pada diri sendiri untuk tidak melanggar peraturan.oke." ucap Adnan.
"Oke kak." jawab Anna bahagia.
"Iya kak, assalamualaikum." ucap Anna mengakhiri panggilannya bersama Adnan.
Anna masuk ke asrama nya segera mencuci muka dan menggosok gigi, kemudian Anna bersiap untuk tidur.
***
Hari ini setelah belajar di sekolah siswi asrama diperbolehkan pulang kerumah masing-masing.
Setelah sholat zuhur Abi dan Ummi bersiap untuk mengantar Anna pulang kampung. Abi mengingat buah yang disimpan Adnan di kulkas. Abi mengambil semua buah itu dan memasukkannya kedalam mobil.
untuk perjalanan ke kampung Anna Abi menggunakan jasa supir pribadinya.
Ummi membawa baju ganti untuknya dan untuk Abi yang sudah disusun didalam koper. supir Abi memasukkan koper itu ke bagasi mobil.
setelah semua perlengkapan selesai diperiksa mereka segera berangkat menuju supermarket. Abi menyuruh supirnya untuk membeli beras, minyak goreng, gula dan kopi. semua belanja disusun di bagasi mobil. mereka melanjutkan perjalanan menuju asrama untuk menjemput Anna.
Sampai diparkiran asrama mereka melihat mobil Adnan, supir Abi memarkirkan mobilnya disebelah mobil Adnan. mereka sama-sama keluar dari mobil.
Anna sudah selesai berkemas, semua teman Anna masih berada dikamar sibuk mengemas barang bawaan. Anna pamit pada mereka dan keluar dari asrama menuju parkiran. Anna melihat parkiran asrama yang hampir penuh oleh kendaraan yang menjemput anak asrama. mereka dijemput oleh kedua orang tuanya. Anna merasa sedih karena Ayah dan ibunya tidak akan mungkin datang untuk menjemput Anna.
Rasa sedih Anna hilang setelah melihat Adnan, Ummi Salma dan Abi Zakaria sudah berdiri dibelakang mobil masing-masing diparkiran. Anna segera berlari menuju mereka. Anna merasa bahagia memiliki orang tua angkat yang sangat baik dan calon suami yang sangat memanjakannya.
Anna menyalami Ummi dan memeluknya. kemudian Anna menyalami Abi, Abi memegang kepala Anna dan menciumnya.
Adnan hanya bisa melihat kedekatan Anna bersama kedua orang tuanya. karena Adnan harus bersikap seolah tidak memiliki hubungan dengan Abi dan Ummi nya.
Supir pribadi Abi heran dengan perlakuan Abi dan istrinya yang terlihat sangat menyayangi Anna. tapi Anna tidak menyalami Adnan. bahkan Adnan tidak berusaha untuk mendekati Anna. membuat Supir bingung.
"Udah lama Abi nunggunya?" tanya Anna dan melihat sebentar kearah Adnan yang hanya berjarak 40cm dari Abi.
"Kami baru sampai." jawab Abi.
Anna memandang Ummi,Abi dan Adnan.
"Abi ada yang ingin Anna sampaikan." ucap Anna
"Apa itu, sampaikanlah." jawab Abi.
Adnan dan Ummi memasang pendengaran mereka.
"Abi bisakah Abi menganggap kak Adnan sebagai anak Abi dan Ummi?" tanya Anna yang didengar Adnan, Ummi dan supir mereka.
__ADS_1
Adnan merasa bahagia karena Anna berani mengutarakan yang telah mereka bahas malam itu. Adnan senyum. Ummi melihat Adnan yang tersenyum.
"Pasti ini usul dari Adnan." batin Ummi.
Abi melihat kearah Ummi. memberi kode untuk Ummi yang memberi jawaban.
Supir Abi yang berada dibelakang Antara Adnan dan Abi langsung bersuara.
"Maaf Nona b."
Belum sempat supir itu melanjutkan ucapannya. Abi langsung memotong.
"Oh iya. Danu tadi buah-buahan yang dibeli Adnan sudah kamu masukkan ke mobil kan. sekarang pergilah membeli minuman." Ucap Abi langsung menahan bahu Danu agar tidak melanjutkan ucapannya dan pergi meninggalkan mereka.
Danu mengerti ternyata gadis cantik itu tidak mengenal mereka sebagai keluarga. Danu pergi meninggalkan mereka.
Adnan dan Ummi yang melihat Abi menahan ucapan Danu tertawa kecil.
"Hampir saja ketahuan." batin Ummi.
"Kami tidak masalah dengan permintaan Anna. apa Anna sudah mengenal Adnan dengan baik? Jika kami Anggap Adnan sebagai Anak. maka kami punya hak untuk mengontrol dia. memperlakukan dia layaknya anak kami sendiri. apa kamu bisa menerima Adnan?" tanya Ummi yang langsung bertanya pada Anna dan Adnan.
"Anna sudah mengenal kak Adnan Ummi, kak Adnan baik, orang tua kak Adnan juga sangat baik. walaupun Anna belum pernah bertemu orang tua kak Adnan tapi Anna yakin mereka memang orang yang sangat baik." jawab Anna memuji kedua orang yang berada didepannya.
Ummi dan Abi merasa tersanjung dengan jawaban Anna.
"Saya bersedia dikontrol dan diperlakukan sebagai anak sendiri oleh Abi dan Ummi. Jika saya dimarahi karena kesalahan saya, saya akan terima." jawab Adnan seolah sangat bersyukur orang tua Angkat Anna bisa menganggapnya sebagai anak.
Abi tersenyum melihat drama yang diciptakan Ummi dan Adnan.
"Boleh Abi tahu alasan Anna meminta kami menganggap Adnan anak kami?" tanya Abi.
"Kak Adnan ingin komunikasi kami tidak terputus jika Anna berada dikampung. Anna merasa hanya dengan cara seperti ini bisa memperkenalkan kak Adnan kepada keluarga." jawab Anna.
"Artinya kalian akan berpura-pura tidak punya hubungan khusus, dan hubungan kalian terjadi karena Abi sama Ummi memiliki anak laki-laki bernama Adnan dan Anna sebagai anak angkat kami. begitu?" tanya Abi.
"Iya." Jawab Anna malu.
"Bagaimana kalau keluarga Anna berfikir, kami menjadikan Anna anak angkat dengan tujuan menjodohkan Anna bersama anak kami Adnan?" tanya Abi.
"Baguslah kalau keluarga Anna berfikir begitu, Anna tidak perlu merahasiakan kak Adnan lagi." jawab Anna tanpa banyak berfikir.
"Ternyata Adnan sangat berarti bagimu." ucap Ummi membuat Anna malu dan Adnan tersenyum bahagia.
"Baiklah mari kita bekerjasama, ingat Adnan kamu harus menjaga anak kami yang telah jatuh hati padamu. jangan pernah kecewakan dia. karena kami punya hak untuk menghukum mu." ucap Abi mengancam Adnan.
Adnan tersenyum dan mengangguk.
"Baiklah Abi dan Ummi, Adnan akan menjaga princess cantik ini. menyayangi nya dan hanya memberikan hati Adnan untuknya." jawab Adnan membuat Anna malu dan merona.
Abi dan Ummi mengangguk mengaminkan ucapan Adnan dan berdoa didalam hati semoga mereka berjodoh.
Setelah membuat kesepakatan itu. Abi meminta Anna untuk masuk ke dalam mobil.
Anna mengangguk dan segera masuk ke mobil.
"Hebat kamu. selalu bisa mengakali agar tetap bisa masuk kedalam hati Anna dan sekarang kamu punya akses untuk mengenal keluarga Anna." ucap Abi memuji anaknya.
Ummi dan Adnan tersenyum mendengar pujian Abi.
"Terimakasih Abi dan Ummi, karena bantuan Ummi dan Abi Anna bisa Adnan miliki. doakan kami berhasil membangun hubungan ini sampai kejenjang pernikahan dan bahagia seperti Abi dan Ummi." jawab Adnan merasa bahagia.
"Tentu sayang, kami akan selalu mendoakan yang terbaik untukmu" ucap Ummi memeluk Adnan dan menciumnya.
Abi juga memeluk Adnan dan menciumnya.
"Kami berangkat dulu, jaga dirimu, menjauh lah dari Jeni, jika perlu kamu menginap di Kos Doni saja." ucap Ummi. khawatir Jeni mengganggu Adnan.
"Baiklah Ummi, Adnan selama ini juga menghindar darinya." jawab Adnan.
"Ternyata kamu menyadarinya." jawab Abi.
Adnan mengangguk.
Danu datang dan ikut berkumpul bersama mereka.
"Danu, jangan sampai kamu membocorkan jati diri kami pada calon istri Adnan." ucap Abi mengingatkan supirnya.
"Baiklah Tuan, maaf tadi saya hampir keceplosan." jawab Danu.
Setelah mengingatkan Danu mereka bersiap untuk berangkat, oleh-oleh yang dibelikan Adnan dipindahkan Danu ke bagasi belakang mobil Abi. setelah selesai beres-beres barang. Abi dan Ummi kembali memeluk Adnan.
Adnan melihat keberangkatan Anna bersama kedua orang tuanya. Adnan merasa sedih karena tidak bisa ikut karena belum memiliki hak istimewa untuk ikut bersama mereka.
Setelah mobil Abi menghilang dari area parkir asrama. Adnan segera menghubungi bang Doni untuk mendapat izin tidur di kos bang Doni malam ini.
...----------------...
__ADS_1