
Adnan bangun kesiangan, padahal Abi sudah mengetok pintu kamarnya untuk sholat subuh. Adnan menyahut tapi kembali tidur. Abi berfikir Adnan sholat sendiri di kamarnya.
Adnan berangkat jam 7.05 dari rumah. saat bel masuk berbunyi Adnan baru sampai di pos satpam. untung pak satpam masih memperbolehkan Adnan masuk. Semua siswa SMA xx sudah berbaris untuk mengikuti Apel pagi. Adnan masuk di barisan terakhir kelasnya.
Setelah apel pagi Adnan segera ke kelasnya. ia merasa malu jika diketahui guru dirinya terlambat datang dan belum sempat mengantar tas ke kelas.
Tian menghampiri Anna yang sudah berada didepan kelasnya.
"Anna, ada pesan dari pak Arip. kamu disuruh menghadap. temui pak Arip diruang penyimpanan alat olahraga" ucap Tian.
Anna tampak bingung dengan pesan yang disampaikan Kak Tian.
"Sekarang kak?" tanya Anna.
"Iya, Kata pak Arip cuma sebentar." jawab Tian
Anna mengangguk.
Guru olahraga di SMA xx berjumlah dua orang keduanya berjenis kelamin laki-laki. mereka memiliki ruang khusus untuk menjaga dan memelihara alat olahraga yang dimiliki sekolah. Pak Arip merupakan salah satu guru olahraga di SMA xx, Pak Arip mengajar dikelas XIc, XId dan semua kelas XII dari a sampai d.
"Bapak memanggil saya?" tanya Anna saat sudah didepan pak Arip.
"Oh, kamu sudah sampai." ucap pak Arip kaget karena kedatangan Anna sangat cepat dan pak Arip sedang menulis sehingga tidak menyadari Anna sudah berada didepannya.
"Apa kamu kemaren pulang kampung?" tanya pak Arip.
"Iya." jawab Anna singkat.
"Kenapa tidak memberitahu Bapak kalau kamu pulang. minggu besok pulang?" tanya pak Arip.
"Belum tahu pak." jawab Anna.
"Jika kamu mau pulang kabari Bapak saja. Bapak akan antar kamu pulang kerumah." ucap pak Arip menawarkan diri.
Anna tidak menjawab, Anna hanya tersenyum.
"Ini nomor ponsel Bapak. kamu simpan saja." ucap pak Arip sambil menyodorkan kartu namanya.
Anna mengambil kartu nama yang diberikan pak Arip. Anna membaca kartu nama pak Arip yang menawarkan jasa privat senam kebugaran.
Pak Arip memiliki tubuh atletik. bentuk tubuh pak Arip akan terlihat saat memakai baju olahraga. Tinggi pak Arip sama dengan tinggi Adnan hanya saja tubuh Andan lebih berisi dan kulitnya lebih putih dan halus.
Pak Arip sudah berjanji tidak akan mendekati wanita lain sebelum adik perempuan satu-satunya menikah dan menemukan kebahagian. sekarang sudah waktunya untuk pak Arip membuka hati karena Adiknya sudah menikah dan pak Arip juga telah mendapat masukan dari pamannya agar segera mengakhiri masa lajang nya.
Banyak dari siswi SMA xx yang mengagumi pak Arip. tapi ia terlalu menutup diri dan cuek hingga satu persatu pengagumnya mundur dan menempatkan hati pada laki-laki lain.
Guru SMA xx selalu membuat guyonan untuk mendekatkan Pak Arip dan Buk Endang. menjodohkan mereka, agar sama-sama mengakhiri masa lajang nya. tapi keduanya tetap jalan ditempat tidak ada yang berniat untuk memulai. keduanya sibuk menata karir menikmati status singel mereka.
Dari cara Anna menerima kartu pengenalnya pak Arip yakin Anna tidak akan menghubunginya.
"Bisa sebutkan nomor Ponsel mu?" tanya pak Arip agar bisa menghubungi Anna.
Walaupun ragu dan tidak suka pak Arip meminta nomornya Anna tetap menyebutkan nomor ponselnya.
"Apa masih ada yang ingin Bapak sampaikan?" tanya Anna.
"Sudah itu saja, silahkan kamu masuk kelas." jawab pak Arip mempersilahkan Anna pergi.
Anna segera menuju kelasnya.
***
Jam istirahat Anna bersama teman perempuan sekelasnya pergi ke kantin. murid Kelas Adnan tidak keluar saat jam istirahat karena ada nasehat dari guru yang masuk saat itu.
Anna merasa kehilangan sosok Adnan yang dua minggu lalu selalu menemaninya, mengunjunginya setiap waktu diluar jam belajar. hari ini Anna belum melihat Adnan dari pagi.
Bel masuk setelah istirahat berbunyi Anna dan teman-teman sekelasnya dari kantin mempercepat langkahnya untuk segera sampai di kelas.
Sebelum masuk ke kelas, Anna melihat murid kelas Adnan baru keluar untuk istirahat. Anna memperhatikan semua murid yang keluar dari kelas Adnan. setelah melihat Adnan, Anna tersenyum dan masuk ke kelasnya.
Adnan melihat Anna yang masuk ke kelas tapi tidak bisa menemuinya karena Guru yang masuk ke kelas Anna sudah dekat menuju kelas Anna.
***
Saat jam istirahat untuk makan siang dan sholat zuhur, Anna memilih untuk sholat zuhur dulu dan menunggu Adnan ditempat duduk di samping Masjid. Adnan tidak datang, hingga suara Azan zhuhur dikumandangkan. Anna memilih pergi dan segera mengambil wudhu tidak ingin terlambat untuk sholat berjamaah.
__ADS_1
Setelah sholat Anna ke kantin untuk makan siang bersama Lasmi yang sama-sama baru selesai sholat. mereka makan berhadapan dan duduk dipinggir membiarkan kursi panjang kosong diawal agar yang ingin makan bisa ikut duduk.
"halo, sayang."
Anna dan Lasmi sama-sama menoleh kearah suara yang mendekati meja meraka.
"Mau apa kesini." jawab Lasmi ketus.
"Maaf ya, semalam abang kira adek gak akan hubungi abang karena lagi dikampung. kemaren abang seharian gak pegang Hp." jawab Iqbal.
"Kan bisa nelpon balik." jawab Lasmi dengan nada kesal dan merajuk
"Jangan marah dong. janji deh besok gak gitu lagi." jawab Iqbal.
"Serah deh." ucap Lasmi dengan wajah kesal dan melanjutkan makannya.
"Ada yang lagi marahan ni." ucap Adnan yang baru datang dan duduk disebelah Anna.
Anna tersenyum melihat kedatangan Adnan.
"Kak Iqbal dan kak Adnan, ini tempat duduk untuk kelas sepuluh, kakak pindah ya." ucap Anna santun takut jika mereka diprotes murid lain.
"Udah banyak yang selesai makan dek, antrian cuma tinggal beberapa orang. bangku kosong juga banyak. tenang aja gak akan ada yang protes." jawab Adnan yang baru selesai mengambil makan siang.
Anna melihat sekeliling benar saja sudah banyak kursi yang kosong.
"Kakak makan disini ya." ucap Adnan minta izin pada Anna.
Anna mengangguk dan tersenyum melihat Adnan.
"Enak banget punya cewek cantik, pengertian dan gak bisa marah." ucap Iqbal membandingkan Lasmi dan Anna.
Iqbal tahu, hari ini Adnan belum menemui Anna dari pagi dan baru berjumpa siang ini.
"Maksud nya apa ya?" ucap Lasmi kembali panas mendengar ucapan Iqbal.
"Cuma goda Adnan dek. gak ada maksud lain." jawab Iqbal.
"Bang Iqbal lama-lama nyebelin deh. padahal dari kemaren Aku nelpon kamu lebih dari 10 kali. siang ini nongol cuma minta maaf dan bandingkan aku sama Anna." ucap Lasmi tidak lagi memanggil Iqbal dengan panggilan abang.
Iqbal mengedipkan matanya memberi kode agar Adnan diam dan tidak ikut memanaskan suasana.
"Lasmi, udah marahnya. tanya kak Iqbal dulu apa alasannya tidak menelpon balik." ucap Anna tidak suka melihat Lasmi memarahi Iqbal.
Ucapan Anna membuat Lasmi menjadi lebih tenang.
Melihat Lasmi yang berhasil ditenangkan Anna. Iqbal memberanikan diri menyampaikan alasan sebenarnya.
"Maaf ya, sebenarnya abang kehabisan pulsa. abang kemaren kerja angkat barang di pasar. abang gak pegang Hp. abang baru lihat Hp tadi pagi. uang jajan bulanan abang dijatah tiap bulan, uang jajan bulanan abang udah habis, makanya kemaren abang kerja." ucap Iqbal bersedih.
Lasmi dan Anna terkejut mendengar jawaban Iqbal. Adnan yang masih makan, batuk mendengar jawaban Iqbal.
"Minum kak." ucap Anna menyodorkan minum pada Adnan.
Lasmi merasa bersalah. tapi masih belum percaya sepenuhnya.
"Sini tangannya." ucap Lasmi.
Iqbal menjulurkan tangannya kepada Lasmi.
"Keduanya." jawab Lasmi.
Iqbal memberikan kedua tangannya. Lasmi melihat telapak tangan Iqbal yang terlihat lecet. ternyata Iqbal tidak berbohong.
"Tiap bulan kamu kan dikasih uang jajan. ini baru masuk minggu ketiga, kenapa kamu bisa kehabisan uang?" tanya Adnan penasaran.
"Aku terpaksa traktir teman sekelas." jawab Iqbal.
"Kapan kamu traktir? aku gak merasa ditraktir." jawab Adnan.
"Kamu memang gak kebagian, sibuk pacaran sama Anna! geng nya Melinda, mereka minta traktiran karena aku punya pacar lagi." jawab Iqbal.
Adnan yang sedang minum kembali batuk.
Anna mengusap punggung Adnan.
__ADS_1
"Geli dek." jawab Adnan karena tidak bisa menahan usapan lembut tangan Anna yang membuatnya menahan sesuatu.
Anna menghentikan usapannya.
"Maaf ya kak, besok kabari adek kalau mau pergi kerja." ucap Lasmi menerima alasan Iqbal.
Anna merasa keadaannya berbeda dengan Lasmi. jika berada dikampung Anna tidak bisa menelpon Adnan bahkan Anna tidak bisa merindukan Adnan. berbeda dengan Lasmi, sewaktu dikampung masih bisa menelpon Iqbal bahkan mengharapkan perhatian dari iqbal.
"Kak nantik setelah pulang sekolah bisa bicara sebentar?" tanya Anna pada Adnan.
"Jangankan sebentar, nemani Anna cerita sepanjang malam kakak bisa." jawab Adnan merayu Anna.
"Pulang sekolah harus kerumah masing-masing. gak boleh ketemuan." jawab Iqbal.
"Itu peraturan untuk kita bang, kita bukan Anak pemilik yayasan dan juga bukan ponakan dari pengurus asrama." jawab Lasmi yang mengetahui siapa Anna dan Adnan.
"Dengar tu bang, abang cari uang yang rajin biar bisa belikan adek emas berlian." jawab Adnan membalas ucapan Lasmi dan Iqbal.
Anna tertawa mendengar jawaban Adnan.
Lasmi dan Iqbal memilih pergi duluan meninggalkan pasangan yang selalu kompak itu.
***
Setelah pulang sekolah Adnan berbicara sebentar dengan Iqbal.
"Kamu dikasih uang bulanan berapa?" tanya Adnan.
"Satu juta." jawab Iqbal.
"Biasanya cukup?" tanya Iqbal.
"Cukup, apalagi semenjak pacaran dengan Lasmi, tapi gara-gara geng Melinda dompet ku terkuras." jawab Iqbal.
"Lain Kali jangan suka pamer." ucap Adnan.
"Aku gak pamer, mereka jebak aku. aku disuruh datang ke cafe tempat mereka ngumpul. pas pesanan mereka datang mereka menarik dompet yang ada disaku ku, habis semua uang ku." ucap Iqbal menyesal memenuhi panggilan Melinda.
"Trus kemaren dapat duit berapa?" tanya Adnan.
"Seratus lima puluh ribu, udah habis beli pulsa sama minyak motor tadi pagi." jawab Iqbal dengan wajah sedih.
"Aku akan membalas perbuatan Melinda. agar dia tidak terbiasa menguras teman." jawab Adnan yang terpancing emosi.
"Udah lah bro, aku yang harus jaga diri dan menjauh dari mereka." ucap Iqbal tidak mau teman sekelasnya bermasalah karenanya.
Iqbal tinggal di kota bersama keluarganya di pemukiman padat. orang tua Iqbal bekerja sebagai pedagang kecil yang hanya memasarkan cabe dan bawang.
Iqbal memiliki dua orang adik yang juga duduk di bangku sekolah.
Adnan tahu Melinda mengetahui kehidupan Iqbal. Adnan tidak habis pikir Melinda bisa berbuat nekat dan menguras isi dompet Iqbal.
"Bro, Ini dari aku semoga bisa mengurangi beban hidup mu." ucap Adnan memberikan uang lima ratus ribu rupiah ke tangan Iqbal.
Iqbal menerima uang itu dan memeluk Adnan.
"Makasih bro." ucap Iqbal yang tidak bisa melanjutkan ucapannya karena menangis terharu.
Adnan satu-satunya teman Iqbal yang paling akrab dari awal masuk SMA xx, bukan kali ini saja Adnan membantu keuangannya. Iqbal berjanji akan membalas kebaikan Adnan suatu hari nanti.
Adnan melepas pelukan Iqbal.
"Aku mau ke mesjid, sholat ashar. sekalian jumpa Anna. mau ikut?" tanya Adnan menawarkan pada Iqbal.
"Gak usah, Aku gak mau ganggu kalian. sekali lagi makasih ya." ucap Iqbal tersenyum bahagia melihat Adnan.
Keduanya keluar dari kelas dan berjalan berlawan arah menuju tujuan masing-masing.
...----------------...
Jangan lupa like ya 👍🏼
😊
makasih
__ADS_1