
Sesuai permintaan Anna, pagi itu setelah sholat subuh Ummi Inah tidak menyampaikan kepada siswi asrama tentang kepindahan Anna.
Tidak ada acara salaman dengan seluruh penghuni Asrama dan itu mengobati hati Anna yang sudah terluka.
Hanya teman sekamar Anna yang tampak bersedih pagi ini. mereka memberikan pelukan perpisahan kepada Anna sebelum berangkat sekolah. Setelah mereka pergi sekolah, Anna segera bersiap menanti kedatangan Abi dan Ummi Salma. semua barang Anna sudah selesai dikemas.
Cemilan untuk kedua orang tua Adnan sudah dititipkan Anna pada Lasmi. Lasmi yang akan memberikan cemilan dan kotak sarapan yang dipinjam Anna kepada Adnan.
"Anna, Abi sudah menunggu mu diparkiran." ucap Didi, berada didepan pintu kamar Anna
Didi terlihat sedih mengetahui Anna pindah sekolah.
"Iya bang, Anna salam sama pengurus dulu." jawab Anna, tidak enak pergi begitu saja.
"Baiklah abang bawa semua barang Anna ke mobil. apa sudah selesai dipacking?" tanya Didi.
"Sudah, semuanya ada di atas tempat tidur." jawab Anna.
"Baiklah, segeralah temui pengurus. abang akan mulai mengangkat barang." jawab Didi tidak ingin Anna lebih lama karena sudah ditunggu Abi.
***
"Ummi, Bunda. Anna pamit. terimakasih untuk semuanya." ucap Anna dan menyalami mereka, mereka memeluk dan mencium pipi Anna.
"Terimakasih sudah memaafkan kami." ucap Ummi merasa Anna sudah seperti Anna yang dulu ia kenal. Senyum Anna terlihat tulus dan tidak ada beban di wajah Anna.
"Jangan lupakan kami. tetapkan hati mu untuk Adnan. agar kita bisa berkumpul bersama." Ucap Bunda dengan tatapan sedih.
Bunda tidak sanggup menemui Anna, saat Anna berkunjung kerumah pengurus tadi malam. Bunda merasa gagal menjadi orang tua yang baik untuk Anna. Apalagi mereka terlalu cepat memberikan pengumuman kepada siswi asrama tentang peraturan yang baru.
Anna mengangguk.
Anna juga menyalami kak Endang dan kak Lina. pagi itu mereka sengaja lambat berangkat sekolah.
"Maaf ya buk, Anna tidak bisa berpamitan dengan teman sekelas Anna." ucap Anna sedih mengingat teman sekelasnya yang selalu baik kepadanya.
"Tidak apa-apa, nantik Ibu sampaikan." jawab kak Endang. kak Endang memeluk Anna dan mencium pipinya begitu juga dengan kak Lina.
***
"Anna hati-hati ditempat baru ya, jaga diri. jangan mudah terpengaruh. telpon abang kalau Anna butuh apapun." ucap Didi saat Anna menyalaminya diparkiran.
Pak Yayat juga ikut melepas kepergian Anna. pak Yayat hanya mengusap kepala Anna.
Ummi dan Abi sudah menunggu Anna didalam mobil.
"Pak Yayat, bang Didi Anna pamit." ucap Anna sebelum melangkah masuk kedalam mobil.
Pak Yayat dan Didi mengangguk.
****
"Sudah siap untuk berangkat?" tanya Ummi Salma.
"Sudah Ummi." jawab Anna.
Danu segera meluncur meninggalkan parkiran asrama.
"Berapa lama untuk sampai kesekolah baru Ummi?" tanya Anna.
"Sekitar dua jam. Anna mengantuk?" tanya Ummi, melihat Anna menguap.
Anna tersenyum.
"Tidurlah." ucap Ummi Salma memberi izin untuk Anna tidur.
Anna segera memejamkan matanya.
__ADS_1
Abi melihat Anna yang sudah tertidur.
"Apa mereka sama-sama bergadang?" tanya Abi.
"Sepertinya begitu." jawab Ummi.
Keduanya tersenyum melihat Anna yang tidur pulas.
Pagi tadi sebelum mereka berangkat menjemput Anna, Adnan belum turun dari kamarnya. Abi mengetok pintu kamar Adnan. Adnan membuka pintu kamarnya.
"Adnan gak kesekolah Bi, Adnan izin dulu untuk hari ini, Adnan masih ngantuk." ucap Adnan tanpa memberi peluang Abi untuk bertanya.
Adnan kembali menutup pintu kamarnya. Abi geleng-geleng kepala melihat ulah Adnan yang terlihat tidak mau keluar kamar.
"Untuk hari ini Abi izinkan libur. besok pagi jangan seperti ini lagi." jawab Abi dari balik pintu yang didengar Adnan.
***
flash back
Setelah dari rumah pengurus, Lasmi dan Tery mengajak Anna cerita hingga larut malam. Saat mereka cerita Hp Anna sering berbunyi.
Lasmi dan Tery sudah tidur. Anna melihat Hp nya ada panggilan dan pesan dari Adnan.
"Anna, maaf karena kesalahan kakak pertemuan kita menjadi singkat dan berubah menjadi penantian panjang". pesan pertama Adnan
"Angkat telpon kakak. kakak ingin mendengar suara Anna." pesan kedua Adnan.
Anna tersenyum melihat pesan Adnan yang sudah dikirim dua jam lalu.
"Maaf kak, teman Anna mengajak Anna cerita hingga mereka tidur. Anna gak bisa angkat telpon kakak, gak enak ganggu mereka tidur." balas Anna.
Adnan tertidur karena pesan dan panggilannya tidak dilihat Anna. lima menit setelah Anna mengirim pesan Adnan terbangun. Adnan membaca pesannya dari Anna.
"Kakak selalu jadi nomor dua." balas Adnan.
"Yang tua harus ngalah dan gak boleh merajuk." balas Anna.
"Kalau mau dapat perhatian harus usaha untuk menyelesaikan kuliah dalam waktu tiga tahun enam bulan." balas Anna.
"Oke, akan kakak perjuangkan. Anna harus tunggu kakak." balas Adnan.
"Iya." balas Anna.
"Anna jaga diri baik-baik ya, jangan terlalu ramah sama orang yang baru dikenal. ingat untuk tidak menyebut nama saat bertemu siapapun." balas Adnan mengingatkan Anna.
"Iya kak." balas Anna
"Kabari kakak jika Anna sudah sampai di pondok pesantren. Tidurlah sudah larut." balas Adnan.
"Iya, kak." balas Anna tidak lagi aktif di WhatsApp
Semakin lama berkirim pesan, membuat mereka semakin rindu untuk segera bertemu.
***
"Anna masih tidur?" tanya Abi sambil melihat kebelakang
"Iya, Abi duluan saja. jika sudah bangun Ummi akan menyusul bersama Anna." jawab Ummi Salma tidak tega membangunkan Anna.
Abi berjalan sendiri menemui pemilik pesantren yang tinggal di komplek pesantren.
Mereka sudah sampai diparkiran pondok pesantren Fatimah. Pintu gerbang menuju pondok dijaga seorang laki-laki berusia sekitar 30 tahun menggunakan pakaian biasa bukan seragam satpam.
Melihat Anna yang tidur nyenyak Ummi Salma turun untuk bertanya-tanya pada satpam.
Ummi salma baru kali ini datang ke pondok pesantren itu. melihat tembok yang memagari lingkungan pondok pesantren Ummi Salma merasa aman jika Anna sekolah di sana. apalagi dari percakapannya bersama satpam, guru yang mengajar di pondok banyak dari kaum hawa. hanya beberapa mata pelajaran saja yang di ajarkan oleh kaum Adam.
__ADS_1
Setiap tahun pondok akan mengadakan kegiatan kunjungan karya wisata dan aktif dalam kegiatan pramuka yang diadakan antar pondok sesama santriwati.
Pemilik pondok dan guru juga tinggal dilingkungan pondok, hanya ada beberapa guru yang tinggal diluar pondok.
Pondok pesantren Fatimah menerima santriwati dari tingkah Tsanawiyah hingga tingkat Aliyah.
Ummi salma merasa puas dengan informasi yang ia dapatkan dari satpam itu.
Anna baru bangun dari tidurnya dan melihat keluar.
Danu mengarahkan layar Hp nya kearah Anna.
"Anna?" panggil seseorang melalui Hp Danu.
Anna menoleh ke sumber suara.
"Kak Adnan." ucap Anna melihat siapa yang sedang melakukan video call dengan bang Danu.
"Kenapa pakai baju biasa? kakak gak sekolah?" tanya Anna.
"Kakak mau antar Anna sekolah, tapi hanya bisa seperti ini." jawab Adnan.
Anna tersenyum mendengar jawaban Adnan.
"Besok gak boleh malas sekolah lagi ya, kakak harus tetap semangat belajar." jawab Anna.
"Calon imam harus bisa jadi contoh yang baik." ucap Danu ikut menambahkan yang didengar Adnan dan Anna.
Anna dan Adnan tertawa mendengar ucapan Danu.
"Iya deh besok gak malas lagi. Anna juga semangat belajarnya ya.
kakak akan berjuang untuk Anna, tunggu kakak. banyak hal yang ingin kakak lakukan bersama Anna.
Anna jangan pernah pergi keluar asrama sendirian.
jika ingin pergi kabari Abi dan Ummi atau bang Danu. ingat jangan buat kakak khawatir.
kakak sangat mencintai mu.
mohon tunggu kakak." ucap Adnan panjang lebar mencurahkan isi hatinya yang ia tahan dari tadi malam.
"Iya kak, Anna juga mencintai kakak. kakak juga hati-hati. Anna akan menunggu kakak." jawab Anna dengan air mata berlinang.
"Jangan menangis Anna, kakak tidak bisa melihat Anna menangis." jawab Adnan yang juga ingin menangis.
Anna mengusap air matanya yang sudah memenuhi kelopak matanya.
"Anna gak nangis kak. love you." ucap Anna sambil memperlihatkan simbol sayang dengan jarinya.
Adnan juga melakukan hal yang sama.
Mereka mengakhiri panggilan videonya. Anna segera turun dari mobil menemui Ummi Salma.
"Dasar para budak cinta, untung mereka hanya ngobrol sebentar." ucap Danu seorang diri.
Danu dapat merasakan bagaimana beratnya perpisahan yang mereka lakukan.
Awalnya Adnan menghubungi ponsel Danu, menanyakan keberadaan Abi dan Ummi nya.
Danu mengatakan Abi dan Ummi tidak berada di mobil hanya Anna yang sedang bersamanya.
Adnan meminta Danu mengangkat video call nya untuk bicara dengan Anna. dengan setia Danu memegang ponselnya hingga mereka selesai bicara.
Adnan merasa lega telah berhasil mencurahkan semua isi hatinya, bisa menghubungi Anna dan melihat Anna sampai di pondok pesantren dengan selamat bersama Abi dan Ummi nya.
...----------------...
__ADS_1
terimakasih sudah like & komen
maaf baru bisa update.