Bingkai Hati Anna

Bingkai Hati Anna
Mobil pengintai


__ADS_3

Sudah lima hari Anna menikmati libur sekolah. baru satu malam Anna bisa menelpon Adnan. mereka tidak bisa bicara lama karena Nenek masuk kekamar Ibu membuat Anna tidak bisa melanjutkan pembicaraannya bersama Adnan.


Pagi ini setelah jam istirahat pertama Adnan menemui wali kelasnya.


"Pak saya mau izin untuk tidak masuk sekolah hari sabtu dan hari ini saya juga mau izin cepat pulang." ucap Adnan kepada wali kelasnya yang ia temui di kantor majelis guru.


"Mau kemana kamu?" tanya wali kelas.


"Menyusul orang tua saya yang berada diluar kota, ada acara keluarga." jawab Adnan.


"Oh, jadi orang tua mu sudah duluan ke luar kota?"


"Iya, mereka sudah berangkat dari hari minggu lalu."


"Baiklah, untuk siang nanti kamu izin sama guru yang masuk dikelas. jika di izinkan pulang baru kamu bisa pulang."


"Terimakasih pak."


Adnan keluar dari ruang majelis guru dan pergi ke kantin karena sudah ditunggu Iqbal.


semenjak Anna pindah sekolah Iqbal selalu bersama Adnan. kemana-mana berdua. membuat hubungan Lasmi dan Iqbal menjadi renggang.


Iqbal lebih memilih menemani Adnan dari pada harus bersama Lasmi saat jam sekolah. semuanya dilakukan Iqbal karena ia merasa sudah saatnya membalas kebaikan Adnan.


menjadi sahabat Adnan dalam keadaan susah senang dan menghibur Adnan yang masih sulit melupakan kebersamaannya bersama Anna.


Diawal perpisahan mereka, Adnan sering melamun dan tidak konsentrasi dalam belajar. Iqbal memberi semangat dan mencari solusi agar mereka bisa bertemu. atas saran Iqbal Adnan bisa menemui Anna walaupun harus didampingi kedua orang tuanya.


Untuk hubungannya bersama Lasmi Iqbal memiliki prinsip jika jodoh tidak akan kemana. Iqbal mengingatkan Lasmi untuk pandai menjaga diri dan mengerti dengan situasi sahabat yang selama ini menolongnya.


Semester Genap ini Iqbal dan Adnan sudah bertekad akan lebih giat belajar untuk kelulusan mereka, apalagi mereka hanya belajar tiga bulan dan akan di sibuk kan dengan serangkaian ujian sekolah hingga mereka dinyatakan lulus.


"Lama banget ketemu wali kelasnya. gak dikasih izin?" tanya Iqbal.


"Untuk hari sabtu dikasih izin, kalau untuk siang ini tergantung guru yang masuk." jawab Adnan.


Pesanan sarapan yang dipesan Iqbal datang.


"Belum sarapan bro?" tanya Adnan.


"Belum, nunggu kak Adnan tersayang." jawab Iqbal menirukan gaya perempuan.


"Ayok dek segera sarapan, kasian cacingnya nantik jadi ular." jawab Adnan membalas Iqbal.


Jawaban Adnan membuat Iqbal tertawa.


"Anna apa kabar? udah ketemu?" tanya Iqbal.


"Hari minggu kemaren ketemu, dia baru libur sekolah, sekarang lagi dikampung." jawab Adnan.


"Wah udah bisa saling telponan dong, gak ada hambatan lagi." ucap Iqbal


"Sama aja, aku gak bisa telpon dia, hanya bisa menunggu telpon dari nya. itu juga curi-curi biar gak ketahuan Ibu sama Neneknya." Jawab Adnan.


"Perlu bantuan gak?" tanya Iqbal.


"Bantuan apa?" tanya Adnan.


"Kita culik Anna, bawak kerumah mu. mumpung lagi gak ada Ummi sama Abi di rumah. kalian bisa bebas mau ngapain aja. gak usah lama-lama, semalam aja." jawab Iqbal dengan niat nakalnya.


"Enak aja mau jadiin rumah Ummi tempat zina. lagian aku yang udah janji sama Abi gak akan ganggu Anna sebelum Anna lulus sekolah. sekarang ikut kata pepatah dulu, bersakit-sakit dahulu bersenang-senang kemudian." jawab Adnan.


"Keren, kamu adalah pemuda yang sholeh inshaallah akan berjodoh dengan wanita sholeha." jawab Iqbal sambil mengacungkan kedua jempolnya.


"Tadi jadi setan sekarang jadi ustad, dasar Bunglon." ucap Adnan.


Mereka tertawa bersama.


Iqbal bersyukur Adnan masih menjadi orang yang selalu berfikir untuk kebaikan dan setia terhadap wanita pilihannya. walaupun mereka jarang bertemu dan tidak saling komunikasi.


"Tadi malam kedua orang tua ku mengatakan mereka tidak bisa menguliahkan ku. karena masih ada dua adik ku yang harus mereka sekolahkan. bantu aku cari kerja bro." ucap Iqbal saat keduanya masih menikmati sarapan.


"Kamu menerima keputusan mereka?"


"Ya, aku bersyukur mereka bisa menyekolahkan ku di SMA ini sampai lulus dan bisa ketemu orang sebaik kamu."


Adnan tersenyum mendengar jawaban Iqbal.


"Kalau kerjanya diluar kota kamu mau?"


"Aku mau. aku akan membahagiakan orang tua ku dan tidak membebani mereka lagi. gajinya besarkan?" tanya Iqbal.


"Kurang tau, nantik tanya Abi."

__ADS_1


"Jika aku diterima kerja setelah lulus sekolah atau dapat ijazah SMA, setengah dari gaji pertama ku, akan aku berikan untuk mu. aku janji." ucap Iqbal.


"Gak usah, aku gak perlu uang. kamu cukup jadi teman terbaik ku." jawab Adnan.


"Sip, terimakasih bro. kabari aku jika memang ada peluang kerja. ingat tanyakan pada Abi." ucap Iqbal semangat mendapat informasi pekerjaan dari Adnan.


***


Setelah mendapat izin dari guru yang mengajar jam siang, Adnan pulang kerumah. mempersiapkan keperluannya untuk menuju perkebunan.


Adnan pamit pada Mbok Iyem. Jeni anak mbok Iyem sudah tinggal di rumah mereka sendiri yang telah selesai direnovasi, tiga bulan ini. Ummi dan Abi tidak melarang mbok Iyem jika ingin tidur dirumahnya.


Mbok Iyem hanya sesekali menemani Jeni tidur dirumahnya. Mbok Iyem dan suaminya bergantian tidur di rumah untuk menemani Jeni.


***


Adnan mengemudi sendiri. Saat sudah dekat di rumah nenek Anna Adnan menurunkan kecepatan mobilnya. Adnan melihat Anna yang baru keluar dari rumah Nenek menggunakan motor metik Ibu nya.


"Mau kemana Anna, udah sore." ucap Adnan seorang diri dan mengikuti Anna dari belakang.


Anna melihat dari kaca spion mobil yang berjalan lambat dibelakangnya. Anna ingat warna mobil Adnan sama persis dengan warna mobil yang mengikutinya.


Anna tidak pernah mengingat pelat nomor mobil Adnan dan Ummi, Anna hanya mengingat warna mobilnya saja.


"Siapa ya yang dalam mobil itu, gak mungkin kak Adnan." batin Anna.


Anna parkir di sebuah warung yang tidak jauh dari rumah nenek.


Anna membeli bumbu sup dan bahan campuran sup yang akan dibuatnya sore ini.


Setelah membayar semua belanjanya Anna kembali menaiki motornya.


Mobil yang tadi mengikuti Anna kembali mengikutinya. Anna sengaja masuk ke gang sempit, Anna sengaja melewati jalan itu karena merasa takut jika terus diikuti. kali ini Anna kerumah teman masa SMP nya, orang tuanya memiliki usaha jual ayam potong. Anna membeli ayam potong dan langsung dibersihkan.


Setelah membeli ayam potong Anna segera pulang kerumah nenek. Anna melihat dari kaca spion ternyata mobil itu masih mengikutinya. Anna melajukan kendaraannya agar cepat sampai di rumah Nenek.


Setelah memasuki halaman rumah Nenek mobil yang mengikuti Anna membunyikan klakson.


"Dasar orang gila, sok-sok ramah setelah mengikuti orang. kecewa karena gak berhasil menculik mangsa kan? dasar sinting. besok kalau masih mengikuti aku, aku akan teriaki pencuri biar dihajar sama warga kampung." ucap Anna memaki mobil yang mengikutinya.


Adnan merasa lega karena Anna hanya pergi ke warung, yang ada disekitar rumah Neneknya.


"Awas kalau ketahuan keluyuran malam. kamu akan kakak culik." ucap Adnan tersenyum membayangkan dirinya menangkap Anna.


***


Mereka menggunakan mobil yang biasa digunakan kepala Divisi atau manajer untuk sekedar patroli.


Danu menjadi supir mereka.


Ummi mendapat telpon dari Anna, Anna membuat sup ayam yang banyak dan ingin memberikannya untuk Ummi.


"Iya nantik sehabis magrib Ummi kerumah Anna sama Abi." jawab Ummi yang juga sudah merindukan Anna dan tidak ingin mengecewakan Anna.


Jarak dari perumahan Ummi dan rumah nenek hanya memakan waktu 30 menit berkendaraan.


Sebelum sholat magrib Adnan dan Abi sudah berada di perumahan.


"Abi setelah sholat magrib kita kerumah Nenek Anna ya."


"Adnan ikut Mi."


"No. kamu tetap di perumahan." jawab Ummi mematahkan semangat Adnan.


Adnan tidak kehabisan akal. Adnan mengajak Danu mengunjungi rumah salah seorang manajer dan meminjam motor tracker miliknya. motor itu akan dipakai Adnan untuk mengiringi mobil kedua orang tuanya.


Setelah sholat magrib, Adnan terlihat pasrah dan rela dengan kepergian kedua orang tuanya.


Saat mobil kedua orang tuanya menjauh dari area perumahan Adnan menemui manajer itu dan segera membawa motor tracker miliknya.


Abi dan Ummi tidak curiga, hanya Danu yang mengetahui niat Adnan.


Mobil Abi sengaja diparkir Danu agak jauh dari cahaya lampu teras Nenek. Abi dan Ummi masuk kerumah Nenek yang sudah tunggu semua orang.


"Dimana Danu, apa dia tidak mau makan?" tanya paman Anna.


"Tadi dia di mobil mungkin sebentar lagi akan masuk." jawab Ummi.


Setelah bercengkrama sebentar Kakek mengajak semuanya untuk segera keruang makan, karena hidangan makan malam sudah disiapkan,Ibu, Anna dan tante Lusi.


"Anna panggil bang Danu, suruh ikut makan bersama kita." ucap paman menyuruh Anna.


Anna mengangguk dan pergi keluar memanggil bang Danu. Adnan sudah sampai dan mematikan motor tracker nya saat memasuki halaman rumah nenek, Adnan memarkirkan motornya dibelakang mobil Abi.

__ADS_1


"Keren, cepat juga sampainya." ucap Danu memberi pujian, Danu sebenarnya khawatir Adnan melakukan perjalanan malam sendiri. melihat Anna baik-baik saja Danu merasa lega.


Danu melihat kedatangan Anna, Danu kembali masuk ke mobil sementara Adnan berada dibelakang mobil.


Anna melihat bang Danu tidak berada di bagian pengemudi tapi di bagian kiri pengemudi.


Anna berjalan kebagian kiri mobil.


Anna mengetuk jendela mobil.


Danu membuka kaca jendela mobil.


"Bang Danu disuruh kedalam untuk makan bersama." ucap Anna yang tidak menyadari kehadiran Adnan.


Danu membuka pintu kiri mobil dan mematikan mesin mobil. Anna mundur ke sisi tengah mobil. Danu keluar tapi membiarkan pintunya tetap terbuka lebar. Anna berniat menutup pintu mobil. saat Anna meraih pintu mobil, mulut dan pinggang Anna ditahan seseorang. Anna berusaha melawan.


"Sst. ini kakak." ucap Adnan ditelinga Anna.


Anna tidak lagi meronta dan lebih tenang. Adnan melepaskan tangannya dan membiarkan Anna melihat dirinya.


"Kakak. kenapa bisa sampai disini?" tanya Anna kaget dan suara kecil.


"Kakak mau ketemu Anna." ucap Adnan


Anna tersenyum mendengar jawaban Adnan.


Adnan langsung memeluk Anna, Anna juga memeluk Adnan. mereka sama-sama merasakan kehangatan tubuh masing-masing.


Setelah lama berpelukan Adnan melonggarkan pelukannya. Adnan menahan wajah Anna dengan kedua tangannya, Adnan mendekatkan wajahnya dan mencium pipi kanan dan kiri Anna. Anna menutup kedua matanya dan merasakan kecupan sayang dari Adnan.


Adnan ingin melanjutkan aksinya, merasakan ciuman pertamanya bersama Anna.


Tinggal satu senti meter lagi untuk bibir Adnan mendarat sempurna. mereka dikejutkan dengan suara Danu yang berdeham.


Adnan dan Anna kaget dengan kedatangan Danu. Adnan kembali memeluk tubuh Anna agar Anna tidak ketakutan.


"Ngapain kesini bang?" tanya Adnan melihat Danu yang tidak jauh dari mobil.


"Anna disuruh makan. abang sengaja bawa makan keluar siapa tau ada yang lapar." ucap Danu yang ternyata hanya mengisi piring makannya dan membawanya keluar rumah.


Anna masih dalam pelukan Adnan dan sudah lebih tenang.


"Anna makan dulu ya, kakak makan diluar sama bang Danu. Nantik setelah makan kakak harus pergi duluan. kakak menginap di rumah teman yang agak jauh. jangan mencari kakak." ucap Adnan yang masih memeluk Anna.


Anna mengangguk.


Adnan mencium kepala Anna.


"Maaf tadi kakak membuat Anna takut." ucap Adnan yang masih menahan tubuh Anna dalam pelukannya.


Anna kembali mengangguk.


Adnan melepaskan pelukannya dan tersenyum melihat Anna. Anna juga tersenyum.


dengan gerakan kilat Adnan menempelkan bibirnya tepat dibibir Anna.


Anna merasa malu dan menutup bibirnya dengan tangannya.


"Kak Adnan curang." ucap Anna dengan menutup mulutnya dengan tangan.


Adnan tertawa.


"Itu hukuman karena tadi sore pergi keluar rumah sendirian." ucap Adnan membuat Anna sadar ternyata mobil yang mengikutinya tadi benar mobil Adnan.


"Jadi kakak yang ngikuti Anna tadi sore?" tanya Anna yang tidak lagi menutup mulut nya.


"Iya," jawab Adnan tersenyum.


Anna merasa malu karena telah mencaci maki mobil orang yang mengikutinya tadi sore.


"Anna kerumah dulu kak." ucap Anna pamit.


Adnan kembali menarik tubuh Anna dan memeluknya.


"Udah dingin ini sup." ucap Danu yang sudah di samping mereka.


Adnan dan Anna langsung mengambil jarak. Anna merasa malu karena ketahuan sedang berpelukan bersama Adnan.


Anna lari kedalam rumah dan masuk kedalam kamar Ibu. Anna membasuh wajahnya agar tidak salah tingkah saat bertemu keluarganya diruang makan, Anna juga mengganti jilbabnya.


"Kenapa Ganti jilbab Anna?" tanya Ummi.


"Tadi jilbabnya terkena kotoran burung." jawab Anna berbohong dan tersenyum melihat Ummi.

__ADS_1


Semuanya mempercayai ucapan Anna. mereka melanjutkan makannya.


...----------------...


__ADS_2