Bingkai Hati Anna

Bingkai Hati Anna
Bebas hukuman


__ADS_3

Setelah isoma selama 30 menit, semua santriwati kembali masuk ke kelas untuk mengikuti pelajaran berikutnya.


Ustad Faiz mengajar dikelas Anna menjelang siang ini. Ustad Faiz merupakan anak sulung dari Ummi Zahra dan Abi Yahya.


Ustad Faiz melihat Ummi nya mengajar santriwati yang tidak memakai baju seragam sekolah pondok. ustad Faiz mengira yang di ajarkan Ummi nya bukan santri yang sekolah di pondok tempat dia mengajar.


Ustad Faiz takut mengganggu Ummi yang sedang mengajar dan memilih pergi tanpa pamit kepada Ummi Zahra.


Ustad Faiz baru 3 bulan mengajar di pondok pesantren milik orang tuanya. Ustad Faiz sudah menyelesaikan Studi S1 nya di Mesir dan meraih gelar Lc.


Selain mengajar di pondok ustad Faiz juga mengisi kajian keagamaan di dalam maupun diluar kota. Ustad Faiz hanya mengajar ditingkat Aliyah dari kelas satu sampai kelas tiga Aliyah yang jumlah kelasnya 6 ruang kelas.


Ustad Faiz sampai dikelas dan mengabsen semua santriwatinya.


"Ustad kelas kami ada murid baru." ucap santriwati yang duduk didepan.


"Siapa namanya?" tanya Ustad Faiz.


Santriwati lain menjawab, "namanya Anna Ustad."


Ustad Faiz menulis nama Anna di buku daftar hadir kelas 1b Aliyah.


"Mana orangnya?" tanya Ustad Faiz.


Hening tidak ada yang menjawab.


Ustad Faiz melihat hanya satu kursi yang tidak ditempati ada tas ransel di kursi itu.


Ustad Faiz berjalan kemeja belakang.


"Buku dan tasnya masih ada, apa dia masih sholat dhuha?" tanya Ustad Faiz.


Aini mengangkat tangan.


"Maaf, ustad saya tadi melihat Anna turun kebawah dan pergi kearah gerbang, saya tidak tahu dia kemana." ucap Aini memberi jawaban.


"Jangan-jangan dia santriwati yang diajar Ummi di rumah." batin ustad Faiz.


"Apa dia menggunakan kerudung warna coklat?" tanya Ustad Faiz pada Aini.


"Iya Ustad." jawab Aini.


Ustad Faiz kembali kemejanya dan membuat catatan kehadiran Anna dengan keterangan Cabut.


"Baiklah kita tidak perlu menunggunya datang. kita mulai pelajaran hari ini, kita meneruskan pembahasan minggu lalu." ucap Ustad Faiz yang tidak mempedulikan kehadiran Anna yang tidak berada dikelas.


Dua jam bersama Ummi Zahra membuat Anna bisa mengerti pelajaran yang ia tanyakan. Ummi mengajak Anna untuk masak makan siang. karena sebentar lagi anak pondok juga akan pulang ke asrama untuk istirahat sholat zuhur dan makan siang.


Anna sangat senang bisa masak lagi, selama sekolah di kota dan tinggal di asrama Anna belum pernah memasak. padahal Anna sangat ingin memasak. Anna membantu Ummi memasak dengan cekatan.


Ummi Salma kagum dengan kepribadian Anna.


"Sudah cantik, baik dan pintar memasak. Ummi Salma beruntung punya anak angkat seperti Anna." batin Ummi Zahra.


Sewaktu mendaftarkan Anna sekolah Abi Zakaria memperkenalkan Anna sebagai anak angkat mereka.


Mereka telah selesai memasak. Anna izin untuk kembali ke kelas nya.


"Ummi Anna kesekolah dulu ya, Anna sudah lama di rumah Ummi, Anna tadi melewatkan pelajaran pondok, Anna takut jika ketinggalan pelajaran lagi." ucap Anna setelah menata masakannya di atas meja makan.


"Makanlah dulu." ucap Ummi Zahra menahan Anna.


"Tidak usah Ummi, Anna makan di asrama saja. nanti sore Anna datang lagi untuk belajar dan mengaji." jawab Anna yang sudah mencuci tangannya siap untuk pergi kesekolah.


"Baiklah, terimakasih ya, Anna sudah membantu Ummi." ucap Ummi zahra memegang tangan Anna.


"Sama-sama Ummi, Anna pergi dulu, Assalamualaikum." ucap Anna dan pergi meninggalkan Ummi diruang makan.

__ADS_1


Anna sampai disekolah, seluruh teman sekelas Anna sudah menuruni tangga bersama santriwati kelas lainnya.


"Anna." Aini memanggil Anna saat menuruni tangga.


Anna menunggu Aini dibawah.


"Kamu kenapa pergi lama? tadi kita belajar Tasawuf bersama ustad Faiz." ucap Aini memberi tahu Anna.


"Maaf, aku tadi sengaja pergi kerumah Ummi Zahra, Aku merasa takut melihat buku pelajaran pondok. aku pergi belajar kerumah Ummi Zahra." jawab Anna.


Aini tersenyum mendengar jawaban Anna.


"Aku tadi sudah memberitahu Ustad Faiz kalau kamu pergi keluar gerbang." ucap Aini.


"Trus Ustad Faiz bilang apa?" tanya Anna.


"Tidak bilang apa-apa, dia hanya menjelaskan pelajaran." jawab Aini.


"Ayok kita makan siang." ucap Aini mengajak Anna.


"Tunggu sebentar piring ku masih tertinggal dikelas." ucap Anna.


"Ini sudah aku bawakan." ucap Fitri mengangkat bungkus piring Anna dan miliknya.


"Terimakasih." ucap Anna dan mereka tertawa.


Fitri datang menghampiri mereka.


"Aini, ini Fitri teman sekamar ku, tempat tidur kami juga atas bawah." ucap Anna memperkenalkan Fitri.


Keduanya bersalaman dan saling melempar senyum. mereka bertiga berjalan menuju asrama.


Aini tinggal di asrama Aliyah bangunan pertama. Aini mencuci piring nya dan menyusul Anna dan Fitri ke asrama tengah aliyah.


Mereka pergi kerumah masak bersama dan makan bersama di teras asrama Aliyah tengah. Anna mengeluarkan jajanan kerupuk untuk meramaikan makan siang mereka. Setelah selesai makan mereka mencuci piring nya dan menyimpannya didalam lemari masing-masing.


Saf solat laki-laki hanya satu saf. selebihnya mesjid dipenuhi oleh saf perempuan. yang menjadi imam sholat Zuhur adalah Abi Yahya.


Setelah sholat santriwati diizinkan melakukan kegiatan bebas sampai jam 14.00, setelah itu mereka melanjutkan kembali pelajaran disekolah sampai menjelang sholat ashar.


Setelah sholat Ashar Santriwati bebas melakukan aktifitas sendiri hingga menjelang magrib.


Santriwati juga memiliki kegiatan belajar malam hari setelah sholat isya atau tepat nya jam 20.20 sampai jam 22.00.


***


"Ummi, apa santri yang belajar bersama Ummi bernama Anna?" tanya Ustad Faiz setelah makan siang dan masih duduk diruang makan.


Mereka makan bersama setelah sholat zuhur dan Nailah sudah pulang sekolah.


"Iya, kenapa kamu bertanya?" tanya Ummi.


"Tadi aku masuk dikelasnya." jawab Ustad Faiz.


Ummi tersenyum.


"Tadi Anna mengadu, dia kaget dengan tulisan buku cetak yang dari pondok. dia menangis mengetahui tulisan dibuku itu tulisan arab. Ummi menenangkan nya. Ummi yakin dia besok tidak akan begitu lagi." jawab Ummi Zahra.


"Apa dia sebelumnya tidak belajar di pondok?" tanya Ustad Faiz.


"Tidak, dia lulusan SMP, kemaren pernah sekolah di SMA xx. karena sesuatu hal, dia minta kepada Abi Zakaria untuk disekolahkan di pondok pesantren khusus perempuan." jawab Abi Yahya, yang mendapat informasi ini dari Abi Zakaria.


Faiz mengangguk paham dengan situasi Anna.


"Dia minta ummi membimbingnya setiap hari senin sampai kamis. Ummi rasa Anna akan cepat paham isi buku pondok, dia pintar, cantik dan pandai memasak." ucap Ummi memuji Anna.


"Ummi seperti pernah melihat dia memasak saja?" jawab Ustad Faiz tidak mempercayai ucapan Ummi nya.

__ADS_1


"Hidangan ini Anna yang memesannya. Ummi hanya memintanya menggoreng. ternyata Anna menyelesaikan semuanya. dia juga yang membuat sayur ini." jawab Ummi sambil menunjuk hidangan makan siang yang telah selesai mereka makan.


"Wah, Beruntung sekali Abi Zakaria memiliki anak perempuan yang pandai masak." ucap Abi Yahya yang ikut memuji Anna.


"Kak Anna cantik tapi masih baca buku Iqro empat." jawab Nailah menyebut kekurangan Anna.


Abi Yahya dan Ustad Faiz terdiam mendengar ucapan Nailah.


"Nailah, tidak boleh bicara seperti itu. Kak Anna hanya Lupa. setelah Ummi ajarkan kak Anna cepat paham, bahkan bacaannya juga jelas." jawab Ummi Zahra membela Anna.


"Kenapa dia tidak bisa membaca Alqur'an, apa dia gadis nakal yang dijadikan anak angkat oleh Abi Zakaria?" batin Ustad Faiz.


"kenapa Abi bisa mengenal Abi Zakaria?" tanya ustad Faiz penasaran hubungan Abi nya dengan ayah angkat Anna.


"Dulu kami bersahabat, kami sama-sama sekolah di pondok pesantren. setelah lulus pondok kami berpisah dan tidak saling berhubungan lagi.


Sewaktu Abi ingin membangun pondok pesantren ini, Abi membuat brosur dan baleho yang dipajang dan dibagikan di mesjid-mesjid. dari situlah kami kembali bertemu.


Ternyata sahabat Abi sudah menjadi pengusaha yang sukses. dia memiliki PT. perkebunan kelapa sawit dan juga pabrik pengolahan buah sawit.


Dia ikut menyumbang untuk pembangunan pondok kita. kalau Abi ingat hampir 50% biaya pembangunan pondok ini dibantu olehnya." jawab Abi mengingat bagaimana mereka bertemu kembali dan sekarang menjalin silaturrahmi dengan kehadiran Anna yang sekolah di pondok pesantren miliknya.


"Anna beruntung sekali menjadi anak angkatnya. Ummi lihat mereka sangat menyayangi Anna. bahkan Anna menangis saat mereka tinggalkan." ucap Ummi Zahra mengingat perlakuan mereka pada Anna.


Ustad Faiz termenung mendengar ucapan Abi dan Ummi nya.


"Berarti Anna bukan wanita nakal." batin Ustad Faiz.


"Abi sudah menyampaikan kepada guru Aliyah di pondok, agar mereka memberi toleransi untuk Anna. dengan tidak memberikan Anna hukuman dalam satu bulan ini. jika Anna tidak memakai bahasa arab pada hari jum'at." ucap Abi Yahya menambahkan.


Ummi Zahra tersenyum mendengar ucapan suaminya.


"Ummi nanti Nailah mau ikut belajar." ucap Nailah.


"Boleh tapi tidak mengganggu Ummi dan kak Anna." jawab Ummi Zahra memberi izin pada Naila.


Ada rasa kagum di hati Ustad Faiz melihat Anna yang berhasil mendekatkan diri bersama keluarganya.


"Apa kamu sudah punya pasangan untuk berumah tangga Faiz?" tanya Abi.


"Untuk saat ini belum Abi, aku masih ingin sendiri." jawab Ustad Faiz.


"Baiklah, kami juga tidak memaksa. jika kamu sudah menemukan wanita yang siap hidup bersamamu beritahu Abi dan Ummi." jawab Abi yahya.


Ummi Zahra tersenyum mendengar jawaban anak sulungnya.


"Kamu belum melihat Anna, cobalah untuk bertemu dengannya nanti sore." ucap Ummi zahra memberi peluang agar Faiz mengenal Anna.


"Nanti sore aku mau kerumah teman Mi." jawab Faiz masih belum berniat bertemu Anna.


"Kak Anna lebih cantik dari Nailah. Nailah gak mau Kak Anna jadi teman bang Faiz." ucap Nailah.


"Nailah, kenapa bisa bicara seperti itu?" tanya Ummi Zahra heran mendengar ucapan anak bungsunya.


Nailah hanya diam tidak menjawab pertanyaan Ummi nya.


"Dia cemburu." jawab Abi Yahya.


"Nailah tenang saja, Abang hanya berteman dengan Nailah. abang gak akan berteman dengan Anna." jawab ustad Faiz menyenangkan hati adiknya.


Nailah tersenyum mendengar jawaban Abangnya.


...----------------...


Jangan lupa like ya.


vote mingguan nya juga,.

__ADS_1


terimakasih,.


__ADS_2