Bingkai Hati Anna

Bingkai Hati Anna
Menangis ditinggal Ummi dan Abi


__ADS_3

Setelah membayar uang pendaftaran dan melihat semua bangunan yang ada di pondok pesantren Fatimah. Abi, Ummi dan Anna pergi belanja kebutuhan Anna.


Anna melihat pasar tradisional diperjalanan.


"Abi belanja disini saja." ucap Anna sambil melihat keluar.


Abi dan Ummi melihat tempat yang dilihat Anna.


"Mau beli apa di pasar?" tanya Ummi.


"Baju sama buku." jawab Anna.


Abi dan Ummi tersenyum mendengar jawaban Anna.


"Kita belanja di toko saja, kalau di pasar agak susah parkir." jawab Ummi.


Anna tersenyum kecil mendengar jawaban Ummi.


Anna merasa tidak enak jika Ummi dan Abi membelikan pakaiannya dengan harga mahal, Anna masih ingat berapa uang sekolah yang dibayarkan Abi tadi untuk enam bulan ke depan.


Sekitar sepuluh menit berkendaraan, mereka melihat toko busana muslim.


Danu segera memarkirkan mobilnya.


Ummi dan Anna masuk duluan ke toko itu.


Anna sengaja mencari baju dengan harga murah. Ummi melihat pilihan Anna dan tidak menyukainya. Ummi memilihkan baju untuk Anna, ada 10 helai baju gamis yang pilih Ummi. mereka melanjutkan melihat jilbab yang sesuai dengan Anna dan warna bajunya. Ummi mengambil 6 helai jilbab yang sesuai dengan aturan pondok.


Anna melihat harga baju dan jilbab yang dipilih Ummi, yang tertera di masing-masing baju dan jilbab.


"Ya ampun, harga bajunya di atas 280.000, jilbabnya juga harga hampir 200.000. Ibu pasti marah kalau Anna boros." ucap Anna dalam hatinya.


"Ummi, bajunya tiga saja, jilbabnya dua." ucap Anna takut memberatkan Ummi.


"Kenapa dikurangi? Anna tidak suka pilihan Ummi?" tanya Ummi.


"Ini uangnya terlalu banyak." jawab Anna


Ummi tertawa kecil mendengar jawaban Anna.


"Ini untuk anak perempuan Ummi yang sholeha. jangan menolak pemberian Ummi. sekarang kita ke kasir." ucap Ummi tidak memenuhi permintaan Anna.


Abi dan Danu sudah berdiri didepan kasir.


"Sudah selesai Ummi?" tanya Abi.


"Sudah." Jawab Ummi sambil mengambil semua pakaian yang dibawa Anna dan meletakkannya dimeja kasir.


Abi membayar semua belanja itu dan menyuruh Danu untuk membawa barang belanjaan mereka ke mobil.


Sekarang mereka mencari toko yang menjual Alat tulis.


"Ummi nanti Anna saja yang bayar untuk beli bukunya ya." ucap Anna tidak enak harus terus dibayarkan.


"Uang Anna untuk beli jajan saja. Abi dan Ummi yang akan membiayai keperluan sekolah Anna." jawab Ummi masih menolak tawaran Anna.


Abi dan Danu tersenyum mendengar pembicaraan mereka.


Ummi merasa bahagia memiliki anak perempuan seperti Anna, penurut dan tidak banyak tingkah.


Mereka sampai di toko yang menjual alat tulis.


Anna mengambil satu kodi buku tulis dan buku Iqro, karena selama ini Anna membaca buku Iqro milik mesjid asrama.


Abi melihat kumpulan kamus. Abi mengambil kamus bahasa arab dan kamus bahasa inggris serta buku latihan kaligrafi.


"Untuk apa membeli buku Iqro?" tanya Abi saat Anna meletakkan belanjanya dimeja kasir.


"Anna masih belajar baca Iqro, Abi." jawab dengan sedikit malu.


"Anna sudah lama tidak membaca alqur'an?" tanya Ummi.


"Iya, kemaren saat Anna dites baca Alqur'an Anna banyak lupa huruf dan hukum bacaan. jadi belajar dari buku Iqro dulu, sekarang Anna sudah bisa baca Iqro empat." jawab Anna dengan wajah bahagia.


Abi dan Ummi tersenyum mendengar jawaban Anna.


"Belajar yang rajin ya." ucap Abi memberikan semangat.


Mereka melanjutkan mencari rumah makan untuk makan siang. ponsel Abi berbunyi saat akan turun dari mobil.


"Ummi dan Anna duluan saja, Abi mau angkat telpon." ucap Abi.


Ummi dan Anna segera keluar, Danu dengan setia menunggu Abi.


"Ada apa Adnan?" tanya Abi.

__ADS_1


"Kapan pulang Bi?" tanya Adnan.


"Mungkin sore sudah di rumah." jawab Abi.


"Abi lagi dimana?" tanya Adnan.


"Kami mau makan siang, tadi habis belanja cari baju dan buku tulis untuk Anna." jawab Abi.


"Boleh Adnan nyusul Bi?" tanya Adnan berharap mendapat izin.


"Kamu makan di rumah saja." jawab Abi, menolak permintaan Adnan.


"Abi tega, Adnan belum sampai tiga minggu bersama Anna, masa harus nunggu empat tahun baru bisa ketemu Anna." ucap Adnan merengek.


"Jangan merengek, ini juga karena kesalahanmu. sekarang giliran kami yang menjaga dan mengurus Anna. hak mu sudah dicabut." jawab Abi membuat Danu tertawa.


"Adnan pusing gak ketemu Anna Bi." jawab Adnan masih merengek agar Abi luluh.


"Kamu Pusing karena mengurung diri dikamar. coba kalau kamu tadi pergi sekolah, pasti kamu gak akan pusing." jawab Abi masih pada pendiriannya tidak mempertemukan Adnan dan Anna.


Abi mengakhiri panggilannya dan segera menyusul Ummi dan Anna yang sudah berada didalam rumah makan, Danu ikut menyusul.


Setelah makan mereka melanjutkan perjalanan mencari mesjid terdekat karena waktu sholat Jum'at juga sudah dekat.


Setelah sholat mereka kembali ke pondok pesantren. Ummi mengantar Anna masuk kedalam Asrama. ikut membantu Anna untuk menyusun pakaian dan buku di lemari.


Ummi meminta Danu membelikan toples,jajanan dan hanger pakaian untuk Anna karena tadi mereka lupa membelinya.


"Ummi baju Anna yang tidak dipakai disimpan dimana?" tanya Anna mengingat bajunya masih ditinggal di bagasi mobil.


"Nantik Ummi bawa pulang kerumah, di rumah Ummi ada kamar yang tidak dipakai. nantik baju Anna Ummi simpan disitu.


Besok kalau libur pondok Anna mau kan tinggal dan menginap di rumah Ummi?" tanya ummi berharap Anna mau tinggal dirumahnya.


"Iya, jika libur Anna akan tinggal dan menginap di rumah Ummi, baru pulang kampung." Jawab Anna tidak enak menolak ajakan Ummi.


Ummi bahagia mendengar jawaban Anna.


Anna mengantar Ummi ke parkiran, Abi masih bercengkrama di rumah Abi Yahya.


Danu sudah kembali membawa pesanan belanja tambahan yang dipesan Ummi.


"Ummi, tolong Ummi simpan Hp Anna yang ini." ucap Anna memberikan Hp yang diberikan Adnan untuknya.


"Trus Hp ini tolong berikan pada Ibu Anna." ucap Anna menyerahkan Hp yang iya beli bersama Ibunya.


"Insyaallah Ummi dan Abi akan kerumah Anna hari minggu, besok pagi Abi mau mengurus surat pindah sekolah Anna ke SMA xx. Anna jaga diri ya, ingat pesan Abi Yahya, Jika ada yang menggangu Anna laporkan pada Abi Yahya." ucap Ummi merasa khawatir jika ada yang berbuat jahat pada anak angkatnya.


"Iya Mi." jawab Anna merasa perhatian Ummi sangat tulus kepadanya.


Abi keluar bersama Abi Yahya dan istrinya. mereka mengantar Abi Zakaria ke parkiran, menemui Ummi Salma dan Anna.


"Titip Anna ya Dik, Tolong jaga dan ajari dia." ucap Ummi Salma sambil memegang tangan Ummi Zahra.


"Iya Insyaallah kami akan menjaga dan mendidiknya. kakak jangan khawatir." jawab Ummi zahra.


Mereka saling berpelukan dan cium pipi kanan kiri.


Ummi Salma memeluk Anna dan menciumnya, Ummi juga menyelipkan uang jajan ditangan Anna dan memberikan tentengan yang dibeli Danu.


Abi hanya memegang kepala Anna dan tersenyum melihat Anna.


"Belajar yang rajin, jangan kecewakan kami." ucap Abi Zakaria.


Anna mengangguk.


Keduanya segera masuk kedalam mobil. Anna merasa sedih ditinggal sendiri ditempat baru. Anna juga tidak tahu nama wilayah tempat ia berada. Anna tidak bisa lagi menghubungi Ibu dikampung.


Perpisahan kali ini sangat berat dirasakan Anna.


Anna menangis diparkiran.


Ummi Zahra menenangkan Anna. mengajak Anna kerumahnya.


Abi Yahya ikut meninggalkan parkiran dan berjalan menuju kantor majelis guru.


"Kenapa kakak nangis Mi?" terdengar suara anak kecil bertanya.


Anna dan Ummi Zahra melihat ke sumber suara.


"Kakak ini baru berpisah dari orang tuanya, kakak ini sekarang tinggal di pondok pesantren kita." jawab Ummi Zahra.


"Baju kakaknya cantik, banyak bunganya." ucap anak itu.


"Nailah tidak Boleh bicara seperti itu. sekarang Nailah bobok siang ya, nantik setelah sholat ashar kita mengaji bersama kak Anna." jawab Ummi Salma tidak mau Nailah lebih lama diantara mereka.

__ADS_1


Nailah patuh dan langsung pergi ke kamar nya.


"Nailah anak Ummi?" tanya Anna sudah tidak menangis lagi.


"Iya, usianya enam tahun, baru kelas satu SD." jawab Ummi Zahra.


"Dia cantik." ucap Anna.


Ummi Zahra tertawa mendengar ucapan Anna.


"Dia suka usil, jangan terlalu dekat dengannya." jawab Ummi salma mengingatkan Anna.


"Apa Nailah punya adik?" tanya Anna ingin tahu. Anna teringat Arkan keponakannya yang sangat dekat dengannya.


"Tidak, Nailah anak Ummi yang paling kecil. dia punya abang, sekarang masih mengajar di pondok pesantren." jawab Ummi Zahra.


"Oh." ucap Anna tidak lagi bertanya tentang keluarga Ummi Zahra.


"Anna permisi ke asrama dulu Ummi. Anna mau ganti baju. tidak enak beda dari yang lain." ucap Anna sambil menyalami Ummi Zahra.


"Iya, nantik setelah sholat ashar datang kerumah Ummi ya. kita langsung belajar." ucap Ummi Zahra mengingatkan Anna.


"Baik Mi, Anna pamit dulu." jawab Anna dan meninggalkan rumah Ummi Zahra.


***


Anna merasa suntuk karena tidak ada orang di asrama. Anna melihat buku kaligrafi yang dibelikan Abi. Anna mencoba mengikuti setiap tulisan arab yang berbeda di setiap barisnya.


Anna merasa senang memiliki kesibukan sendiri. Saat akan sholat ashar Anna mendengar suara ramai diluar. ternyata semua santriwati yang berada disekolah pulang ke asrama untuk meletakkan tas sekolah dan segera ke mesjid.


Anna turun dari tempat tidurnya.


"Hai, Ucap Anna menyapa.


Tapi perempuan yang disapa itu tidak membalas sapaan Anna.


"Namaku Anna, Aku baru masuk sekolah di pondok ini." ucap Anna tersenyum melihat teman yang dibawah tempat tidurnya mencari sesuatu.


anak perempuan itu tetap diam. santriwati lain hanya sibuk dengan urusan mereka. mereka tidak menyadari kehadiran Anna. setelah ruangan itu sunyi. anak perempuan itu baru bersuara sangat pelan.


"Hari ini hari jum'at kita harus memakai bahasa arab. Namaku Fitri." jawab anak perempuan yang disapa Anna tadi.


Anna tersenyum mendengar jawaban dari teman barunya. Anna memberi kode mengunci mulutnya.


Mereka sama-sama tertawa tanpa mengeluarkan suara.


"Ayok ke mesjid sholat ashar." ajak Fitri.


Anna segera mengambil mukenah nya dan mengikuti Fitri.


Setelah sholat ashar Anna kerumah Ummi Zahra untuk mempelajari bahasa arab. setelah setengah jam belajar bahasa arab. Anna meminta Ummi menyimak bacaan Iqro nya.


Ummi Zahra kaget karena Anna masih mempelajari Iqro bukan Alqur'an.


Ummi Zahra tetap mengajarkan dan menyimak bacaan Anna.


Nailah datang ketempat Anna belajar. Nailah mengambil Alqur'an dan merengek minta disimak Ummi nya.


"Nailah jangan ganggu Ummi." ucap abang Nailah yang baru pulang dari mengajar.


Anna membelakangi pintu masuk tempat Ummi mengajarnya. Anna mengira itu Abi Yahya.


Nailah berlari keluar minta gendong abangnya.


"Kakak itu masih belajar Iqro. Nailah sudah baca Al-quran." jawab Nailah menyombongkan dirinya.


Anna merasa malu di ejek Nailah.


"Tidak boleh sombong, kalau Nailah malas baca Alqur'an akan begitu juga. makanya harus rajin belajar dan baca Alqur'an." jawab abang Nailah.


Mereka pergi meninggalkan ruang belajar Anna dan Ummi Zahra.


Setelah satu jam belajar bersama Ummi Zahra Anna pamit untuk kembali ke asrama.


"Ucapan Nailah dan abangnya tadi jangan dimasuki ke hati ya." ucap Ummi takut Anna tidak mau lagi belajar bersamanya.


"Iya Ummi, Anna ingin belajar sampai bisa. tidak mengecewakan Abi dan Ummi." jawab Anna.


Ummi Zahra tersenyum mendengar jawaban Anna.


...----------------...


jangan bosan baca ya.


jangan lupa Like dan vote mingguan nya.😀

__ADS_1


__ADS_2