Bingkai Hati Anna

Bingkai Hati Anna
Malam yang bertabur bintang


__ADS_3

Dua puluh lima menit lagi azan magrib akan dikumandangkan, mereka sudah berada diparkiran Asrama.


Adnan menawarkan diri untuk membawa belanja Anna dan menyuruh Anna untuk duluan ke asrama karena Adnan mau bicara dengan Ummi dan Bundanya.


Anna segera ke asrama untuk mandi dan bersiap-siap ke mesjid, sepeninggal Anna mereka tampak bicara serius.


Setelah bicara sekitar sepuluh menit, akhirnya mereka berpisah, Adnan mengantar bunda dan Ummi sampai di pos satpam dan menyerahkan barang belanja Ummi dan Bunda pada Didi.


Sedangkan belanja Anna masih didalam mobil, Adnan sengaja tidak menitipkannya pada Didi karena Adnan masih ingin bertemu dan ingin mengajak Anna untuk sekedar minum atau makan ringan, merasakan suasana malam. rencana inilah yang di bahasa oleh Adnan dengan Bunda dan Ummi tadi, tapi Ummi dan Bunda sepakat tidak mengizinkan Adnan membawa Anna keluar asrama, Adnan hanya diperbolehkan berada di area parkir untuk bertemu Anna malam ini.


Setelah menitipkan belanja Ummi dan Bunda pada Didi Adnan segera pamit untuk pulang, Adnan ingin mempersiapkan diri sebelum bertemu Anna malam ini.


Malam ini mesjid terasa ramai karena semua penghuni Asrama sudah berkumpul, kak Endang memberikan nasehat dan memotivasi mereka agar siap untuk kegiatan belajar disekolah dan tetap mengikuti peraturan Asrama dengan baik, setelah mendengarkan nasehat dari kak Endang siswi diarahkan untuk mengaji, boleh mengaji sendiri atau minta disimak oleh teman.


Anna memilih bacaannya disimak oleh Ummi Inah, Mutia kakak tingkat yang duduk dikelas XII SMA melihat Anna membaca iqro diam-diam merekamnya.


Mutia merupakan siswi senior yang suka usil, sering mendapat teguran di asrama, sedangkan disekolah dia sudah mendapatkan beberapa poin pelanggaran karena suka mengganggu adik-adik kelas dan menyukai Adnan dari awal dia sekolah di SMA xx, tapi perasaannya sengaja dipendam, karena Mutia pernah mendengar Adnan menolak siswi yang menyatakan perasaan kepada Adnan dan jawaban Adnan selalu teringat oleh Mutia sehingga Mutia memilih untuk memendam perasaannya dan selalu memperhatikan Adnan berharap suatu hari Adnan bisa melihat dan memilih dirinya.


***flash back***


Persona Adnan sebagai murid baru sudah menjadi buah bibir dikalangan murid perempuan di SMA xx, murid perempuan seolah terhipnotis jika sudah melihat Adnan, wajah tampan, kulit putih, tubuh tinggi dan berisi membuat aura nya selalu berenergi, pembawaan Adnan juga sedikit formal tidak suka bergurau dan selalu berpenampilan menarik dan tidak sombong, membuatnya mudah dikenali dan disukai banyak orang, saat pencalonan ketua OSIS Adnan menjadi salah satu calon yang menciptakan sejarah dimana suara pemilihan dimenangkan Adnan 90%, ditambah lagi setelah ujian ternyata Adnan menjadi juara umum di awal semester ia sekolah.


Tiga bulan sekolah Adnan sudah menjabat sebagai ketua OSIS, Selly murid kelas satu yang seangkatan dengan Mutia dan Adnan, pagi itu setelah upacara bendera memberanikan diri menyatakan perasaannya menggunakan mikrofon didepan semua orang, Selly menyatakan menyukai Adnan dan jika Adnan tidak menerima cintanya Selly akan pindah sekolah setelah ujian Semester.


Niat Selly untuk mendapatkan simpati Adnan ternyata tidak membuahkan hasil seperti yang ia harapkan. dengan santai Adnan maju ke depan dan mengambil mikrofon yang dipegang Selly.


"Jadilah perempuan yang memiliki harga diri, aku bukan orang yang dapat dipilih untuk dijadikan pacar, karena aku akan memilih sendiri.


maaf jika jawaban ku menyakiti mu dan aku tidak bisa menjadi obat untuk rasa sakit mu, maka carilah obat penawarnya, jika keputusan mu untuk pindah sekolah itu baik maka lakukanlah."


itulah jawaban Adnan pada Selly, disaksikan oleh semua orang yang mengikuti upacara senin pagi itu.


Semenjak itu siswi yang menyukai Adnan hanya berusaha mencari perhatian Adnan, banyak di antara mereka memanfaatkan UKS sebagai tempat untuk menarik perhatian Adnan, berharap Adnan yang sering duduk di ruang OSIS akan datang berkunjung ke UKS yang bersebelahan dengan ruang OSIS.


harapan mereka tidak pernah terwujud, Adnan tidak pernah memasuki ruang UKS.


***flash back finis***

__ADS_1


Mutia sudah mendengar dari rekan satu angkatannya yang menjadi panitia OSIS untuk kegiatan masa orientasi siswa baru yang dilaksanakan tiga hari kemaren, bahwa ada siswi baru sakit yang membuat Adnan memasuki ruang UKS dan merawatnya, tapi Mutia belum tau siapa orang yang berhasil mencuri perhatian Adnan.


setelah sholat isya, Bunda dan Ummi memanggil Anna, mutia dan kakak tingkat lainnya merasa heran karena mereka melihat Anna begitu akrab dengan Pengurus Asrama bahkan seperti keluarga, berbeda dengan teman satu angkatan Anna, mereka sudah mengetahui sifat Anna yang suka belajar dan sudah dekat dengan pengurus asrama semenjak pertama masuk asrama.


"Anna, Adnan menunggu Anna diparkiran, tadi Adnan berencana mengajak Anna keluar, tapi bunda dan Ummi tidak mengizinkan, karena peraturan Asrama tidak boleh keluar malam apalagi kalian sudah dewasa, kami tidak mau kalian lepas kendali." ucap Bunda yani menasehati Anna, ketika mereka berada diluar mesjid.


"Bunda, kalau memang kak Adnan melanggar peraturan tolak saja permintaannya, Anna juga tidak mau melanggar aturan." ucap Anna tulus.


Mendengar jawaban Anna mereka tertawa, dalan hati mereka berkata.


*"Anna kamu tidak mengenal Adnan dengan baik, semoga kamu tidak melepas Adnan untuk yang lain, pribadi mu sungguh unik, tidak silau dengan harta dan fokus pada tujuan hidup."*


Sifat Anna yang tidak mau mengetahui kehidupan Adnan lebih jauh dapat mereka lihat, Anna belum pernah bertanya tentang pekerjaan orang tua Adnan bahkan Anna terkesan santai dalam menjalani hubungannya dengan Adnan.


"Kami belum pernah menolak keinginan Adnan, kami mengizinkan Adnan untuk bertemu dengan Anna diparkiran, di sana ada tempat duduk yang diterangi lampu dan juga cctv, silahkan Anna ke sana sebentar," ucap Bunda Yani yang di anggukkan oleh Ummi Inah.


"Baiklah Bunda, Ummi," ucap Anna sopan dan izin ke parkiran.


Setelah kepergian Anna, Bunda Yani dan Ummi Inah melanjutkan perjalanan nya menuju rumah pengurus, dari rumah pengurus mereka dapat melihat apa yang dilakukan Adnan dan Anna diparkiran, tentu saja Didi sang Satpam berjaga di sana.


Adnan tampak segar dengan kostum barunya, Anna segera mendekat dan ikut duduk di gazebo parkiran.


"Anna kenapa masih pakai mukenah? tanya Adnan, merasa penampilan Anna tidak sesuai harapannya.


"Anna habis dari mesjid, kata Bunda dan Ummi kak Adnan udah nunggu diparkiran, jadi Anna disuruh cepat menemui kak Adnan." jawab Anna jujur.


Jawaban Anna membuat Adnan kecewa, Adnan merasa Ummi dan Bunda juga tidak mendukung rencananya.


"Ya udah ayok kita makan, kakak tadi beli martabak mesir." ucap Adnan sambil membuka styrofoam nya.


"Wah, itu kesukaan Anna, beli dimana kak?" tanya Anna.


"Di rumah makan tempat kakak biasa makan," jawab Adnan, hatinya bahagia ternyata apa yang ia beli merupakan kesukaan Anna.


"Kok cuma dua, untuk abang Didi mana?" tanya Anna.


"Satu untuk bang Didi, satu nya untuk Anna, kakak gak ikut makan, kakak mau menyuapi Anna aja," jawab Adnan.

__ADS_1


Inilah rencana Adnan malam ini, menyuapi Anna dan momen ini harus ia abadikan dengan sebuah video yang akan direkam oleh Didi.


Didi harus pandai dalam merekam agar hasilnya bagus dan tidak diketahui Anna.


"Awas ngiler liat Anna makan ya, karena Anna biasanya makan satu porsi sendiri, dulu setiap selesai gajian Ayah selalu beli martabak mesir, tapi semenjak Ayah meninggal Anna sudah sangat jarang makan martabak." wajah Anna terlihat sedih mengingat kebiasaannya bersama sang Ayah sudah tidak bisa dirasakan lagi.


"Udah jangan sedih, sekarang Anna tinggal di kota, apa yang dulu Anna makan bersama Ayah akan mudah dicari disini, Anna tinggal bilang sama kakak mau makan apa, nantik akan kakak belikan," ucap Adnan menyemangati Anna.


"Sekarang bukak mulutnya, biar makanan nya cepat habis," ucap Adnan sambil menyodorkan sendok berisi martabak ke mulut Anna.


Mereka menghabiskan waktu selama satu jam penuh, bercengkrama untuk lebih mengenal pribadi masing-masing, Didi juga ikut menyela pembicaraan mereka sesekali.


malam ini langit tampak indah karena bintang bertaburan memenuhi langit. Adnan yang sudah memberikan arahan kepada Didi agar mengambil foto kebersamaannya bersama Anna melakukan tugas itu secara diam-diam dan sangat rapi hingga Anna tidak sadar dirinya difoto dan divideokan.


Karena waktu Anna sangat terbatas, Adnan menyuruh Anna untuk segera pulang ke asrama dan menyerahkan semua belanja yang mereka beli tadi.


Anna tampak senang dengan pemberian Adnan.


****


"Abang dukung hubungan mu dan Anna, andai saja ada Anna yang lain, pasti abang juga akan bahagia," ucap Didi sambil telentang menatap langit di gazebo bersama Adnan.


Adnan tertawa mendengar ucapan Didi.


"Cari aja bang ditempat kuliah pasti dapat" ucap Adnan.


"Entah la, abang belum merasakan getaran pada perempuan yang ditemui di kampus," ucap Didi sambil meletakkan tangannya di kening.


"Setelah lulus kamu mau kuliah dimana?" tanya Didi.


"Rencananya ke Inggris bang, tapi masih ragu, setelah kedatangan Anna rasanya aku gak bisa meninggalkan kota ini, ingin selalu bersamanya, rasanya sangat nyaman jika sudah bertemu dia walau sebentar." ucap Adnan jujur.


"Ampun, bucin (budak cinta) banget jadi orang." ucap Didi menggoda Adnan.


mereka tertawa bersama.


...----------------...

__ADS_1


__ADS_2