
Setelah makan bersama bang Danu, Adnan pulang ke perumahan. Adnan mengembalikan motor yang ia pinjam dan pulang untuk istirahat.
Adnan merasa bahagia karena Anna tidak menolak kehadirannya, Anna juga memeluk Adnan dengan erat.
Ummi dan Abi sampai di perumahan.
"Adnan, ini Ummi bawakan sup dari rumah Anna. masih panas buruan dimakan, enak lo." ucap Ummi sambil meletakkan rantang sup di atas meja makan yang ada didepan kamar Adnan.
Adnan keluar dari kamar dengan wajah berseri karena masih merasakan kebersamaannya bersama Anna.
"Ummi kira kamu akan keluar kamar dengan wajah tidak semangat." ucap Ummi heran melihat Adnan yang ternyata tetap bahagia walaupun dilarang kerumah Anna.
"Adnan bahagia dengar Ummi bawakan sup dari rumah Anna. Adnan akan segera makan." ucap Adnan tersenyum melihat Ummi.
Adnan teringat tadi bang Danu hanya makan sedikit sup yang ia bawa. Adnan merasa bersalah karena menghabiskan banyak jatah makan bang Danu.
"Ummi, Adnan makan sama bang Danu ya."
"Danu tadi sudah ikut makan."
"Gak seru Mi kalau makan sendiri. boleh ya, biar habis sup nya malam ini." ucap Adnan memohon.
"Ya sudah, panggil Danu untuk makan disini."
Adnan girang karena bisa berbagi sup dengan bang Danu.
Adnan membawa bang Danu untuk ikut makan bersamanya. mereka makan dengan lahap menghabiskan semua sup yang kirimkan Nenek Anna.
Sewaktu di rumah Nenek, Ummi teringat Adnan yang tinggal di perumahan sendirian. Ummi membisikkan kepada Nenek ingin membawa sup pulang karena enak.
Nenek merasa bahagia karena Ummi menyukai sup yang mereka buat.
Nenek segera mencari rantang dan mengisinya penuh.
Selesai makan sup Abi mengajak Adnan bicara diruang tamu.
"Adnan Seperti biasa kamu tidur sama Danu dikamar itu." Ucap Abi mengingatkan Adnan agar berbagi tempat tidur bersama Danu.
"Ya Bi, aman." jawab Adnan.
Tidak seperti sebelumnya Adnan selalu menolak tidur bersama Danu. harus dibujuk dan diberi pengertian dulu baru Adnan mau berbagi tempat tidur dengan Danu. bahkan di saat Adnan mengajak Iqbal tidur dirumahnya merek akan tidur ditempat terpisah.
"Besok siang Abi ingin mengumumkan kepada semua yang hadir di acara makan siang kalau kamu adalah anak Abi dan akan menjadi penerus usaha Abi. apa kamu sudah siap?" tanya Abi.
__ADS_1
"Siap Bi." jawab Adnan.
Selama ini Adnan memang ikut dalam acara makan bersama pejabat tinggi yang bekerja diperkebunan Abi. tapi Abi dan Ummi tidak pernah memperkenalkan Adnan kepada semua yang hadir. karena Abi merasa Adnan masih kecil dan belum selayaknya diberi beban dengan memperkenalkan nya sebagai pewaris.
"Besok siang Abi ingin kamu memberikan sepatah kata dan memperkenalkan dirimu didepan semua yang hadir. Abi ingin lihat penampilan mu tampil didepan umum."
Adnan mengangguk. Adnan sudah biasa tampil didepan umum walaupun masih sebatas teman sekolah yang disaksikan oleh semua majelis Guru.
"Adnan akan mencoba tampil dengan baik." jawab Adnan.
Abi mengangguk. Abi merasa Adnan sudah sangat mengerti akan tanggung jawab. apalagi semenjak bertemu Anna. Adnan tampak dewasa dan berwibawa.
"Kamu sudah mencari tempat kuliah?" tanya Abi.
"Sudah Bi, Adnan berencana mendaftar di universitas swasta dan universitas negeri."
"Kamu sengaja pasang dua tempat dan jika diterima kamu akan memilih salah satunya?"
"Tidak, Adnan memang berencana kuliah di dua tempat."
"Bagaimana cara mu untuk membagi waktu, kuliah bersamaan dengan dua tempat berbeda?"
"Adnan sudah cari tahu tentang proses belajar dua universitas itu. universitas swasta kuliahnya tiap hari dan cara belajarnya tatap muka langsung dengan dosen.
"Wah hebat sekali kamu sudah bisa menentukan pilihan untuk kuliah. apa jurusan yang kamu pilih?"
"Kalau untuk universitas swasta Adnan ambil jurusan Teknik Industri. kalau untuk universitas negeri Andan mau ambil jurusan manajemen.
Sebenarnya Adnan mau ambil jurusan Bisnis. tapi kampus yang ada di kota ini belum ada yang memiliki program studi itu."
"Tidak masalah, yang penting kamu bisa mengembangkan ilmu yang kamu miliki. jika masih ada kesempatan belajar kamu bisa kuliah lagi."
"Adnan sengaja sibuk dengan kuliah di dua tempat, biar gak merasakan lamanya menunggu Anna Bi."
"Kamu benar, usia pernikahan menurut undang-undang negara kita adalah 19 tahun. Anna lahir di bulan Agustus artinya setelah lulus SMA Anna tidak bisa langsung menikah karena masih berusia 18 tahun lebih."
"Apa rencana Abi jika Anna telah selesai belajar di pondok?"
"Abi akan tanya Anna, jika dia ingin kuliah akan Abi kuliah kan. jika dia ingin kursus singkat Abi akan turuti."
"Baiklah, Nanti setelah Anna lulus kita langsung melamar Anna ya Bi."
"Abi tidak suka jika antara lamaran dan pernikahan berjarak lama. Abi ingin setelah lamaran kalian langsung nikah. Kita tunggu usia Anna 19 tahun baru kita melamar nya dan langsung menetapkan tanggal pernikahan kalian."
__ADS_1
Adnan mengangguk setuju dengan ide Abi.
"Abi suka melihat hubungan kalian tetap berjalan lancar dan baik-baik saja walaupun kalian jarang bertemu dan jarang berkomunikasi."
Adnan tersenyum mendengar pujian dari Abi.
"Segeralah tidur karena besok siang setelah acara makan bersama kita akan pulang ke kota."
Adnan mengangguk dan segera ke kamar nya.
Abi memberi tahu Danu untuk tidur dikamar bersama Adnan, karena perumahan Abi hanya memiliki dua kamar tidur. sebelumnya Danu juga tidur dikamar yang ditempati Adnan.
Malam ini pemilik kamar sudah datang karena itu Abi perlu menyampaikan kepada Adnan untuk membawa Danu tidur bersamanya.
***
Acara makan siang bersama menggunakan tenda yang tertutup agar memberikan kenyamanan untuk mereka yang mengikuti acara itu dan hidangan disajikan dalam bentuk prasmanan. sekitar seratus lima puluh orang yang di undang dalam acara makan siang itu.
Abi sengaja memesan masakan ketering dari kota agar tidak merepotkan karyawan dan menu hidangan juga sesuai selera semuanya.
Saat katering datang Ummi mengambil beberapa macam menu untuk nantik di singgah kan di rumah Nenek.
Acara makan siang bersama dimulai jam sepuluh pagi. Abi memberi kata sambutan sekaligus ucapan terimakasih karena selama ini para petinggi pekerja Abi telah menunjukkan loyalitasnya dalam bekerja.
sebelum menutup kata sambutannya, Abi memperkenalkan Adnan kepada semua yang hadir, memperkenalkan Adnan sebagai Anak kandungnya dan menyampaikan Adnan adalah pewaris tunggal yang akan melanjutkan usaha Abi.
Adnan diminta untuk memperkenalkan diri kepada semua yang hadir.
Setelah Adnan memperkenalkan diri, acara makan siang bersama dimulai.
Adnan tampak Akrab dengan semua yang hadir, mereka menyalami Adnan, memberikan ucapan selamat bergabung sebagai calon pemimpin mereka. Adnan makan dimeja panjang berbaur dengan semua Manajer dan kepala Divisi.
acara telah selesai dilakukan. Abi dan Ummi bersiap untuk kembali ke kota. mereka juga sudah merindukan suasana rumah mereka di kota.
Abi menyuruh Adnan untuk berangkat duluan, Abi dan Ummi memilih singgah di rumah Nenek Anna. mereka memberikan rantang dan beberapa menu katering yang sudah diasingkan Ummi untuk keluarga Anna.
...----------------...
cerita kedepannya
lebih banyak
lompat kodok
__ADS_1
😊