
"Anna aktifkan loud speakernya." ucap Ummi saat Anna memegang Hp akan menelpon Adnan.
"Anna malu Ummi." ucap Anna sedikit merengek.
"Cuma Abi sama Ummi yang dengar, Ummi mau menilai Adnan." jawab Ummi membuat Anna tidak bisa menolak.
Anna mulai menekan tombol telpon dan mengaktifkan tombol loud speaker panggilannya.
Tidak butuh waktu lama Adnan menjawab panggilan telpon Anna.
"Halo dek, udah mau sholat maghrib ni, tumben nelpon. gak dimarahi Ummi dan Bunda kan?" tanya Adnan penasaran Anna menelponnya saat akan sholat maghrib.
"Gak ada yang marahi Anna kak, Anna sekarang di kafe chu santai. kakak bisa datang?" tanya Anna lembut.
"Kenapa bisa sampai di sana? itu jauh dari asrama. Astaga Anna, kamu mulai nakal ya. jangan kemana-mana. tunggu kakak sampai datang!" ucap Adnan tidak memberi peluang Anna untuk bicara.
Adnan mengakhiri panggilan telpon Anna. Adan mengganti kain sarungnya dengan celana jeans. Adnan membuka peci dan mengganti baju koko nya dengan baju kaos lengan panjang.
Adnan membawa motor metik agar cepat sampai dan berniat mengantar Anna kembali ke asrama.
Sepanjang perjalan pikiran Adnan dihantui berbagai pertanyaan.
"Ya Allah Anna, kenapa kamu sangat berubah hari ini? ini semua karena kakak. kalau saja kakak tidak mengajak Anna keluar asrama, tidak memanjakan Anna. Anna pasti akan tetap jadi gadis rumah yang baik. udah mau maghrib tapi kamu tidak di asrama. kamu ke kafe dengan siapa? kenapa bisa sampai di sana? di kafe itu banyak laki-laki. siapa yang menjaga mu di sana? " batin Adnan, menyimpan banyak penyesalan dan kekhawatiran.
Adnan memutar gas motornya dengan kecepatan tinggi.
Ummi melihat jam tangannya dan berbisik ditelinga Abi.
"Kita lihat berapa lama perjalanan Adnan dari rumah kesini. kalau tidak macet dan kecepatan kendaraannya normal Adnan akan sampai 15 menit lagi." bisik Ummi.
"Pasti lebih lama Mi, ini sudah mau maghrib biasanya kendaraan ramai." jawab Abi dengan suara kecil.
"Iya juga, kita cari tempat sholat yok Bi. nantik suruh Adnan nyusul aja. sekalian kita makan malam. kasian Anna pasti lapar." ucap Ummi melihat menu yang ia pesan hampir habis dimakan Anna sendiri.
Abi tertawa mendengar ucapan Ummi.
"Anna sangat baik, penurut dan apa adanya.
Abi suka lihat keluarga Anna yang selalu makan bersama. walaupun menurut Abi hidangan yang mereka sajikan biasa saja. mereka makan dengan lahap. Abi jadi rindu kumpul lagi dengan keluarga Anna." ucap Abi mengingat momen makan saat mereka menginap di rumah Anna.
"Iya, mungkin karena meraka makan bersama dan mensyukuri apa yang mereka dapat. makanya bisa begitu bersemangat saat makan." jawab Ummi masih dengan suara pelan.
"Ummi sudah mau azan." ucap Anna.
"Iya sayang, Ummi sama Abi juga mau pergi sholat. kita ke mesjid sekarang ya." jawab Ummi sambil berdiri dari duduknya dan menggandeng Abi berjalan untuk keluar dari ruangan mereka.
"Ummi, kak Adnan sudah dijalan. Anna disuruh menunggu disini." jawab Anna takut jika Adnan datang mereka tidak berada ditempat.
"Nantik Anna telpon saja, suruh Adnan untuk menemui kita di Mesjid." jawab Ummi, melanjutkan jalanannya meninggalkan kafe menuju parkiran Anna ikut berjalan dibelakang mereka.
Ummi dan Abi sudah berada didepan mobil. Danu sudah didalam mobil belum menghidupkan mesin mobil.
Anna berjalan lambat, masih berada di teras kafe. Anna mengetik pesan WhatsApp ke nomor Adnan.
"Kak Anna mau pergi sholat ke mesjid. nantik A..." ketikan pesan Anna belum selesai. tubuh Anna dipeluk seseorang dengan erat.
Kedua Tangan Anna melindungi tubuhnya menempel pada tubuh orang yang memeluknya.
Ummi dan Abi shock melihat kejadian didepan mata mereka. Adnan memeluk Anna dengan erat dan menahan kepala Anna agar tetap bersandar di dadanya.
"Kamu kenapa bisa sampai disini? mau buat kakak jantungan?" ucap Adnan yang masih memeluk erat tubuh Anna.
"Kak Adnan malu, Ada Abi dan Ummi didepan." ucap Anna setelah mengetahui orang yang memeluknya ternyata Adnan.
Mendengar Anna menyebut ada Abi dan Ummi Adnan langsung melepas pelukannya.
"Jadi Anna kesini sama Abi dan Ummi?" tanya Adnan kedua tangannya masih memegang lengan tangan Anna.
__ADS_1
Anna mengangguk. Adnan langsung melepaskan tangannya dari lengan Anna.
Adnan memutar badannya membelakangi Anna. Adnan melihat Abi dan Ummi memasang wajah marah karena Adnan ketahuan memeluk Anna.
"Jangan kasih ampun Abi. besok pagi langsung antar Anna kesekolah barunya." ucap Ummi dengan suara kecil dapat didengar Abi.
"Abi tidak menyangka, ternyata anak kita benar-benar sudah dewasa. dia juga tidak malu memeluk Anna didepan Umum." ucap Abi tidak menyangka sifat Adnan seperti tidak pernah mendapat didikan dari orang tuanya, apa lagi kafe sudah mulai ramai pengunjung.
Adnan berjalan kearah Ummi dan Abi. Anna mengikuti dari belakang.
"Maafkan Adnan Ummi, Abi. Adnan khawatir Anna tersesat dan terjadi apa-apa dengannya." ucap Adnan saat berada didepan Ummi dan Abi. Adnan menundukkan kepalanya tidak berani menatap mata Ummi dan Abi.
"Kami mau sholat." ucap Abi yang terdengar marah kepada Adnan.
"Anna sini masuk, kita pergi sholat. ucap Ummi." tidak mempedulikan Adnan dan membawa Anna masuk kedalam mobil.
Mereka meninggalkan Adnan seorang diri.
"Ya ampun, mampus aku. ketahuan meluk Anna, didepan Ummi dan Abi lagi." ucap Adnan kesal dengan dirinya sendiri.
Adnan segera menyusul mobil orang tuanya. mereka sama-sama sholat maghrib di mesjid yang tidak jauh dari kafe chu santai.
"Abi, maafkan Adnan." ucap Adnan saat tangannya terjulur ingin bersalaman dengan Abi setelah selesai sholat maghrib.
Abi menjulurkan tangannya, Adnan meraih tangan Abi dan menciumnya. Adnan memeluk Abi berharap Abi tidak marah lagi.
"Kita akan bahas masalah mu nantik." ucap Abi saat Adnan masih memeluknya.
"Baiklah Bi." jawab Adnan dan melepaskan pelukannya.
Anna dan Ummi berjalan menuju parkiran. Ummi menghentikan langkahnya.
"Anna apa Adnan sudah sering memelukmu?" tanya Ummi yang dari tadi menyimpan pertanyaan ini.
Anna ikut menghentikan langkahnya dan kaget dengan pertanyaan Ummi.
"Jawablah Ummi akan memahami jika Anna menjawab jujur." ucap Ummi agar mau berterus-terang.
"Ummi, ayok segera masuk. kita cari tempat makan." ucap Abi yang sudah didalam mobil.
Ummi mengangguk dan menggandeng tangan Anna agar mereka sama-sama sampai ke mobil.
Danu membawa mereka kerumah makan yang terkenal di kota itu. mereka turun dari mobil dan masuk keruang VIP. Abi menyuruh Danu ikut duduk bersama mereka.
Adnan datang dan ikut bergabung.
Makan malam mereka telah dihidangkan, mereka makan dengan lahap. Abi merasa bahagia bisa makan bersama dengan keluarga, calon menantu dan supir pribadinya.
Adnan sesekali mencuri pandang melihat Anna makan. mereka makan saling berhadapan Ummi sengaja duduk didepan Anna. Abi makan berhadapan dengan Adnan, Danu makan disebelah Abi.
Setelah selesai makan dan meja makan sudah dibersihkan.
Abi membuka pembicaraan.
"Adnan, kami ingin menyampaikan. besok pagi Anna tidak tinggal di asrama lagi." ucap Abi menghentikan ucapannya.
Adnan bahagia mendengar ucapan Abi. Adnan pikir Abi mengajak Anna tinggal dirumahnya.
"Besok pagi kami akan mengantar Anna untuk sekolah di pondok pesantren Fatimah. Selama Anna tinggal di pondok Anna tidak akan menggunakan Hp dan tidak bisa kamu kunjungi lagi." ucap Abi membuat wajah Adnan yang tadinya bahagia menjadi sendu.
"Kenapa Anna pindah sekolah?" tanya Adnan penasaran dan melihat Anna.
"Anna mau fokus belajar dan tidak membuat kak Adnan, Abi dan Ummi khawatir." jawab Anna menyembunyikan alasan besar dibalik kepindahannya.
"Bagaimana mungkin ide seperti ini tidak membuat kakak khawatir. Anna tinggal di sana tanpa ada yang Anna kenal." jawab Adnan, tidak menyetujui Anna pindah sekolah.
"Pesantren itu milik sahabat Abi. Dia tinggal dilingkungan pondok itu. Abi bisa menitipkan Anna padanya." jawab Abi agar Anna tidak goyah.
__ADS_1
"Kapan Anna bisa dikunjungi?" tanya Adnan.
"Hanya orang tua dan keluarga kandung yang bisa mengunjungi Anna." jawab Abi tidak memberi celah untuk Adnan bertemu Anna lagi.
"Jangan pindah Anna, Kakak janji gak akan membuat Anna melanggar aturan asrama lagi." ucap Adnan dengan air mata berlinang dan melihat Anna.
"Maaf kak, keputusan Anna sudah bulat." ucap Anna tidak mampu melihat Adnan yang memohon.
"Ummi bawa Anna masuk ke mobil. Abi mau bicara berdua dengan Adnan." ucap Abi juga tidak tega melihat Adnan yang hampir menangis.
Ummi menggandeng tangan Anna menuruti perintah Abi. Danu ikut bersama Ummi, Danu merasa tidak enak jika berada diantara Adnan dan Abi Zakaria.
Adnan menangis melihat Ummi membawa Anna.
"Abi, kenapa Abi membantu Anna pindah?" tanya Adnan yang sudah berdiri dari duduknya.
"Duduklah" ucap Abi berjalan menuju Adnan dan duduk di samping Adnan.
Adnan patuh dan tidak menangis lagi. setelah Adnan lebih tenang. Abi membuka pembicaraan.
"Ini keinginan Anna, kamu harus mendukung keinginannya. Anna sudah berjanji untuk menunggu mu. hatinya telah kamu miliki." ucap Abi ingin Adnan rela dan ikhlas dengan keputusan Anna.
"Apakah Anna sendiri yang mengatakannya?" tanya Adnan.
"Ya. Dia bersedia menunggu mu. sampai kamu selesai kuliah, Anna memberimu waktu untuk menyelesaikan kuliah dalam waktu tiga tahun enam bulan." jawab Abi.
"Bagaimana jika tidak selesai." tanya Adnan.
"Artinya kamu gagal dan Abi tidak bisa membantumu. wanita butuh kepastian. Anna tidak mungkin menunggu mu tanpa ada kepastian waktu." jawab Abi menyadarkan Adnan.
"Abi bisa menjamin Anna tidak akan menikah dengan orang lain dan menunggu Adnan dengan waktu selama itu?" tanya Adnan.
"Ya, Abi bisa menjamin." jawab Abi tidak ada keraguan diwajahnya.
"Baiklah Adnan akan mendukung dan ikhlas Anna sekolah di pondok pesantren sahabat Abi." jawab Adnan.
"Boleh Adnan ikut mengantar?" tanya Adnan tidak ingin perpisahan mereka hanya seperti ini.
"Biarkan Abi dan Ummi yang mengantar dan mengurus Anna. kamu fokus sekolah dan cari tempat kuliah yang bisa membuatmu cepat selesai. kami sudah tua, kami juga ingin melihatmu menyandang gelar sarjana. jangan sia-siakan harapan kami dan calon istrimu." jawab Abi tidak ingin Adnan ikut dan menambah dosanya.
"Baiklah Abi, tolong jaga Anna untuk Adnan. Adnan akan memenuhi keinginan Abi, Ummi dan Anna. kita akan segera berkumpul dan makan bersama lagi. Adnan senang kita bisa makan malam bersamanya. walaupun ini menjadi perpisahan Adnan dengannya." ucap Adnan kembali berlinang air mata.
Abi memeluk Adnan.
"Abi bangga padamu." ucap Abi saat memeluk Adnan.
"Terimakasih Abi." ucap Adnan.
Abi melepaskan pelukannya.
"Sekarang pulang lah jagoan. kami akan mengantar Anna sekaligus menemui Ummi Inah dan Bunda Yani." ucap Abi memegang pundak Adnan.
"Baiklah Abi. sampaikan maaf Adnan kepada Ummi dan Bunda. mungkin mereka akan sedih Anna pindah sekolah dan ini karena kesalahan Adnan." jawab Adnan menyesali perbuatannya selama ini.
Abi mengangguk.
Adnan dan Abi sama-sama keluar dari rumah makan itu. Adnan melihat kepergian mobil Abi. Adnan mengendarai motor metik nya dengan lambat. Adnan sangat menyesal telah membuat Anna harus pindah sekolah karena dirinya. cinta yang baru dirasakan Adnan harus berakhir dengan sebuah penantian panjang.
"Anna tunggu kakak. kakak akan segera menjemputmu dan membawamu untuk selamanya tinggal bersama kakak. kakak tidak akan mengecewakan harapan Abi,Ummi dan harapan kita berdua. cinta kita yang sedang mekar tidak akan pernah layu sampai kita bertemu lagi dan bersama dalam ikatan yang suci." ucap Adnan didalam hatinya.
...----------------...
Jangan lupa Like 👍🏼
komen
dan tambahkan jadi bacaan favorit ♥️
__ADS_1
😊