Bingkai Hati Anna

Bingkai Hati Anna
Lembaran baru Adnan


__ADS_3

Pagi ini Adnan sudah bertekad akan memperbaiki semuanya, karena Adnan tidak ingin Anna kecewa dan terluka lagi, hari ini mereka bukan lagi pasangan yang terikat status tunangan.


Adnan ingin menjadi Kakak yang baik untuk Anna, jika ia berhasil maka Anna akan menjadi miliknya dengan status sebagai istrinya nanti, begitulah yang diharapkan Adnan dan keluarganya.


Adnan terlihat sangat tampan pagi ini, membuat Jeni yang biasanya cuek dengan kehadiran Adnan terpana melihatnya.


seperti biasa Adnan tidak ambil pusing dengan wanita yang menatapnya, apalagi selama Jeni tinggal di rumah mereka Adnan sangat jarang mengajaknya bicara.


Adnan tidak menyukai sifatnya yang suka bernada tinggi pada kedua orang tuanya.


Jeni yang menatap Adnan dilihat oleh Ummi Salma. Mereka sarapan bersama, Ummi Salma sengaja menyiapkan sarapan untuk Anna yang sudah ia siapkan menggunakan styrofoam sekali pakai.


"Adnan bawakan ini untuk adik mu." ucap Ummi Salma, saat Adnan akan meninggalkan meja makan.


Abi tersenyum mendengar istrinya menyebut Anna sebagai adik Adnan.


"oke Mi," ucap Adnan sambil meraih kotak itu.


"maaf nyonya, saya belum pernah lihat adik Adnan? dimana dia selama ini?" tanya mbok Iyem yang ikut makan dimeja makan bersama keluarganya.


"Oh, dulu dia tinggal dengan orang tua nya dikampung, sekarang dia sekolah di SMA yang sama dengan Adnan dan tinggal di asrama, dia anak angkat kami." ucap Ummi Salma seolah-olah sudah mengenal Anna lama.


"ya, nanti setelah dia tamat SMA kami akan membawanya tinggal di rumah ini." ucap Abi menambahkan.


Adnan tersenyum mendengar ucapan Abi dan Ummi nya.


**ya tuhan, senyumnya begitu memikat, kenapa aku baru sadar ternyata anak majikan ibu sangat tampan.** batin Jeni.


Adnan yang sudah memegang kotak bekal untuk Anna, menyalami Ummi dan Abi, siap untuk berangkat sekolah.


Jeni ikut menyudahi sarapannya, pamit kepada kedua orang tuanya dan mengejar Adnan yang sudah berjalan duluan, Adnan menaiki motor metiknya yang besar.


"hey, tunggu, Bisakah kamu mengajari ku tugas sekolah?" tanya Jeni beralasan.


Pertanyaan Jeni membuat Adnan yang tadinya akan memakai helm terhenti.


"Maaf aku tidak bisa, pulang sekolah aku juga harus membuat tugas sekolah." jawab Adnan tidak memberi peluang Jeni mendekatinya.


Adnan segera memasang helmnya dan berangkat, meninggalkan Jeni di garasi.


Jeni tampak kesal dengan sikap cuek Adnan.


***


Sampai di sekolah Adnan memarkirkan motornya dan mencari Anna.


"Anna," Adnan memanggil Anna.


Anna yang akan memasuki kelas menghentikan langkahnya, Anna melihat Adnan yang berlari kearahnya.


"Ada apa kak?" tanya Anna.

__ADS_1


"ada titipan sarapan dari Ummi untuk Anna." ucap Adnan sambil membuka tasnya.


"eh, kok gak ada, aduh lupa, tadi kan nyimpannya di jok motor." ucap Adnan.


Adnan meraih pergelangan tangan Anna yang tertutup lengan baju dan membawanya berlari menuju parkiran sekolah.


"kak Adnan gak kasih aba-aba, capek," ucap Anna saat mereka tiba diparkiran motor Adnan, ucapan Anna terputus-putus karena ngos-ngosan setelah lari.


Adnan tertawa mendengar keluhan Anna.


"Makanya rajin olah raga." ucap Adnan.


Adnan yang saat itu membawa botol minum, langsung membuka tutup botolnya dan menyodorkannya untuk Anna.


"Minum dulu," ucap Adnan sambil menyerahkan botolnya pada Anna.


Anna meraih botol itu dan meminumnya, setelah minum Anna memperhatikan area parkir sekolah yang belum pernah ia lihat selama ini.


Anna melihat banyak mobil dan motor yang terparkir diarea parkiran, tentu saja semuanya kendaraan mewah.


**Wah, ternyata murid-murid disekolah ini hidup dalam kemewahan.** batin Anna.


Anna melihat motor yang dibawa Adnan, terlihat besar dan gagah.


"kak ini motor kak Adnan?" tanya Anna.


"iya, mau coba?" tawar Adnan.


"Iya, baru 3 bulan pakai." jawab Adnan


"Harganya berapa kak?" tanya Anna.


"Gak tau, Abi yang belikan." jawab Adnan.


"kak Adnan punya berapa motor?" tanya Anna.


"Di rumah cuma ada 2 motor metik, sama 2 mobil, kakak gak hobi koleksi kendaraan." jawab Adnan.


Adnan menyerahkan kotak bekal dari Ummi kepada Anna.


"udah sarapan?" tanya Adnan.


"belum," jawab Anna sambil memegang kotak yang diberikan Adnan.


"Duduk di motor kakak aja, sarapan disini." ucap Adnan.


"Masa disini, nantik kalau ada yang parkir gimana." tanya Anna.


"Area parkirnya masih luas Dek, lagian yang suka parkir disini cuma kakak," jawab Adnan.


"Kok bisa gitu," tanya Anna yang penasaran.

__ADS_1


"Ini khusus parkiran yang suka pulang paling akhir," jawab Adnan.


Tanpa aba-aba Adnan langsung mengangkat tubuh Anna dan mendudukkannya di atas motor miliknya.


"kak Adnan," Ucap Anna dengan wajah merona menahan malu karena Adnan begitu mudah mengangkat tubuhnya.


Adnan tertawa melihat wajah malu Anna.


"Maaf, kita gak punya banyak waktu lagi, segera makan, biar gak kelaparan." ucap Adnan, yang langsung membuka kotak bekal Anna.


Anna melihat isi bekal itu, Ada roti keju, sosis dan buah anggur.


Anna memilih memakan sosis, Anna makan dengan lahap. bertemu makanan Anna lezat membuat Anna melupakan rasa malunya.


"suka?" tanya Adnan.


Anna mengangguk dan menawarkan sosis yang ia makan pada Adnan.


"Kakak udah kenyang." jawab Adnan.


bel masuk berbunyi.


Anna yang belum menghabiskan sarapannya menutup kembali kotak bekal itu dan memasukkannya kedalam tas.


Adnan menyodorkan kembali air minum miliknya, Anna segera minum.


"Kak mau turun," ucap Anna.


Adnan tersenyum melihat Anna yang mengangkat kedua tangannya, siap untuk diturunkan.


Adnan memegang pinggang Anna dan menurunkannya.


"Bekalnya kita makan saat jam istirahat ya," Ucap Anna.


Adnan menganggukkan kepalanya dan tersenyum mendengar Anna yang mengajaknya makan bersama saat jam istirahat nanti.


Adnan senang Anna sudah bisa menerima dirinya bahkan Anna terlihat sangat bahagia pagi ini, sepertinya Anna tidak lagi memikirkan kejadian kemaren siang.


"kamu buat kakak gemes aja," ucap Adnan yang hampir memegang kedua pipi Anna.


Anna tersenyum melihat tingkah Adnan yang tidak jadi mencubit pipinya, padahal tangannya sudah berada disebelah pipi Anna.


"Ayok kak, segera ke kelas." ucap Anna.


Anna berjalan duluan meninggalkan Adnan yang berjalan dibelakangnya, Adnan dapat melihat tingkah polos Anna yang sangat antusias untuk belajar.


**Syukurlah kita bisa bertemu di SMA ini Anna, kehadiranmu membuat ku merasakan indahnya memiliki adik yang selama ini ku nanti, merasakan berbagi kasih sayang orang tua, Ummi dan Abi sangat menyayangi mu, semoga kamu bisa menerima semua kekurangan ku dan tetap semangat belajar walaupun aku sudah tidak di sekolah ini lagi.** ucap Adnan dalam hatinya.


Anna menoleh kebelakang dan melambaikan tangannya tersenyum melihat Adnan yang ia tinggalkan. Anna merasa mengalahkan Adnan saat ini, karena berhasil sampai dikelas duluan.


Adnan yang melihat Anna melambaikan tangan kepadanya tersenyum melihat tingkah Anna, Adnan merasa Anna lebih aktif dan terbuka kepadanya pagi ini.

__ADS_1


...----------------...


__ADS_2